Pesona Janda 2 anak

Pesona Janda 2 anak
Pertemuan ke -2


__ADS_3

Sudah seminggu berlalu dari sejak bertemunya Sasa dan Vano di cafe A&R saat itu,dan selama itu juga Devano alis Vano dan kawan-kawanya selalu mampir di cafe itu setelah jam kampus berakhir,seperti saat ini mereka sedang asik nongkrong padahal hari ini weekend.


Selama satu Minggu itu Vano gak pernah melihat Sasa berseliweran di sana,(kemana wanita itu,kalo pelayankan biasanya ada di sekitaran sinu,tapi dia selama satu Minggu ini gak pernah terlihat,") batin Vano.


"Gila ya nih cafe selama satu Minggu kita nongkrong di sini ini tempat gak pernah sepi,rame terus."Ucap Fikri


"Gimana gak rame disini kan Deket dengan kampus,terus SMA/SMK,dan gak jauh dari sini juga ada perkantoran,dan terutama hidangan disini yang membuat orang-orang bikin ketagihan gak ngebosenin menunya,terus tuh lihat tempatnya buat para artis dunia Maya yang hobi ngonten,tempat ini sangat cocok."Jawab Albi


"Udah gitu nih ya dulu cafe ini sepi banget,tapi ntah kapan nih cafe jadi rame gini."Ucap Albi lagi


"Emang lo pernah kesini Bi."?Tanya Andre


"Pernah hanya beberapa kali waktu gw pacaran sama anak SMA Taruna dulu,waktu itu gak sengaja lewat hujan deras akhirnya mampir kesini,dulu tempatnya gak seperti ini."Jawab Albi


"Eh Van lo tau cafe ini dari mana."?Tanya Gio


"Gw sering lewat sini,cuman baru minggu kemaren gw masuk pas ambil pesanan Lula."


Oooooh,jawab mereka semua.


Saat geng Lion sedang mengobrol ria mata salah satu anggota Lion tak sengaja melihat seseorang masuk ke dalam cafe.


"Eeeeeeh,,,ehh,bukannya itu Ade sepupu lo Paketu,tumben dia keluar sendirian"Ucap Riko bertanya


Sontak saja mata mereka semua langsung menuju ke arah yang di tunjukkan Riko.Karna setau mereka Kalula memang jarang sekali keluar sendirian,dan hari ini mereka melihat Lula di cafe A&R sendirian.


"Iya itu Lula,ngapain dia disini sendirian apa jangan-jangan dia sama Sasa."Ucap Fikri


Tanpa mereka tau si Riko udah hilang dari tempat duduknya,dan sekarang sedang berjalan ke arah meja Lula yang jaraknya agak lumayan jauh.


"Hai Lul sendirian aja,gabung yuk di sana ada Abang lo juga."Tunjuk Riko ke meja para Lion.


"Hai Ko,,,lo disini juga.?Gw lagi nunggu Sasa dan mungkin bentar lagi kesini."Jawab Sasa


"Kesana aja yuk gabung,gak bakalan di makan ini,tuh ada Abang lo ini."Bujuk Riko


"Ah baik lah ayo,dari pada sendirian."Ucap Lula seraya berdiri dan berjalan beriringan dengan Rikoenuju meja para Lion.


*Di meja lain


"Kapan si Riko jalan kesana."Ucap Gio yang tak menyadari sahabatnya pergi yang sekarang ada di meja Lula.


Merekapun tertawa garing karna melihat tingkah laku Riko yang mau tapi malu itu.


Setelah sampai di meja para Lion,Lula menyapa sahabat-sahabat Abang sepupunya.


"Hai semua,kalian juga ada di cafe ini."Ucap Lula


"Iya Lul,lo sendirian Lul kesini ."Jawab Fikri


"Nggak Fik ada Sasa juga,gw udah janjian sama Sasa,sebentar lagi dia kesini.Eh udah pada pesan ya,sebentar aku pesan dulu."Ucap Lula


"Mba Furi mba sini.."Ucap Lula kepada salah satu pelayan cafe.


"Lo tau nama pelayannya Lul."?Tanya Fikri lagi


"Tau lah,kan Sasa juga kerja disini."Ucap Lula


Para Lion kecuali Vano mereka kaget,Sasa bekerja di cafe tempat mereka duduk saat ini.


"Bang Vano kesini kenapa gak bilang Lula sih,Lula kan bisa nebeng tadi."Ucap Lula manja pada Vano


"Gw gak tau kalo lo juga mau kesini,lagian tumben amat lo keluar sendirian,mamih lo ngijinin emang.?Tanya Vano

__ADS_1


"Dengan bujuk rayu yang penuh perjuangan akhir nya Lula bisa di sini bang,ya walaupun sama pak supir"Ucap Lula lesu😔


"Gw tuh pengen bang jalan-jalan menikmati masa muda gw tanpa ada bodyguard,Gw tuh udah gede ya bisa jaga diri gw sendiri,"Curhat Lula


"Mamih tuh terlalu lebay banget,dari semenjak SMA sampe sekarang gw harus di kawal lo terus bang,dan hari ini gw senang karna bisa keluar tanpa di temenin lo,eh malah ketemu disini."Kesel Lula pada akhirnya


Sontak saja kelakuan Lula jadi bahan tawa para anggota Lion.


*


Di tempat yang sama,waktu yang sama dan ruangan berbeda,Sasa sedang mengerjakan laporan keuangan tepatnya sedang belajar mengerjakan laporan keuangan cafe.


Karna tidak lama lagi Sasa akan menjadi manager cafe ini,tidak hanya menjadi manager cafe tapi Sasa juga bertanggung jawab atas semua yang ada di cafe ini.


"Sudah om,coba om periksa dulu nanti om koreksi salanya di mna ya om,nanti aku kerjakan ulang lagi."Ucap Sasa kepada bpk manager yg mengajari Sasa.


Beberapa menit kemudian


"Sudah non Sasa ,ini sudah benar semua,bapak salut sama kamu non baru belajar satui ggu sudah bisa semua,gak salah nyonya Anin melepaskan tanggung jawab ini kepada non Sasa."Ucap pak manager


"Om terlalu memuji,itu semua juga berkat om yang mengajari Sasa."Ucap Sasa


"Ya sudah om kalo gak ada lagi,Sasa pamit dulu sudah di tungguin sama teman Sasa di luar".Pamit Sasa


"Iya non Sasa hati-hati."


*


Setelah keluar dari ruangan manager Sasa celingak celingukan mencari sosok teman sekaligus sahabat satu satunya itu.


"Mba Sasa cari siapa mba,cari non Lula bukan".Tanya salah satu pelayan


"Iya mba Fur ,mba lihat gak di mana apa dia belum sampai ya."Jawab Sasa


"Baik mba,makasih ya saya kesana dulu."Ucap saya berlalu dari sana dengan tangannya menggandeng tangan mungil Niah.


(Mba Sasa itu orang nya gak sombong,dia baik hati dan ramah kepada semua orang,padahal dia anaknya nyonya Anin selaku bos di sini,tapi dia gak pernah membedakan orang,walaupun mba Sasa janda dia terlihat masih seperti anak remaja pada umumnya).Batin mba Furi


"Fur woy Furi lo ngapain bengong disini,cepat kerja,mau di omelin pak manager"Ucap karyawan lain.


"Iya iya ini aku kerja lagi"Jawab Furi kesal karna di kagetkan temannya tadi.


*Skip


Di ruangan indoor cafe,Sasa membuka pintu indoor itu dan melangkahkan kakinya ke sana,sebelum benar-benar masuk Sasa terlebih dahulu memesan makan terbaik dari cafe itu untuk meja yang di duduki Lula.


Sasa tak menyadari kalo di sana banyak orang yang mungkin Sasa kenal,Sasa hanya fokus dengan langkahnya dan fokus kepada anaknya.


Setelah sampai di meja Kalula duduki baru Sasa sadar bahwa yang di meja itu adalah orang yang mau Sasa hindarin.Karna Vano tak menggunakan kacamata dan di situ ada teman-teman Vano yang lain,Sasa mengenal betul siapa orang yang ada di sana.


"Ehemmm..dehem Sasa.....Haaa,,,hai Lula sudah lama nunggunya."Ucap Sasa gerogi


Sasa sadar ada yang menatapnya tajam,dan dingin tapi Sasa memberanikan diri untuk menyapa Lula.Makanya Sasa menjadi gerogi begitu.


"Belum lama kok,pesanan gw juga belum datang,Sini Sasa duduk."Jawab Lula


"Kok cuma Lula doang yang di sapa kita semua gak di sapa juga Sasa,jadi nama lo Sasa."Ucap Fikri.


"Aaa....ah Hay semua,iya nama saya Sasa".Ucap Sasa


"Gak usah gerogi lagi Sya,lo kan temennya Lula jadi lo temen kita juga,Iya gak bro".Jawab Gio


"Duduk Sya." Ucap Lula

__ADS_1


Tanpa mereka sadari dari semenjak Sasa berdiri di dekat meja itu ada yang menatapnya tajam dan dingin,Sasa menyadari itu.Siapa lagi kalo bukan Devano


Sasa duduk di samping Lula berhadapan dengan Andre dan di sebelah Andre ada Vano yang dari tadi menatapnya tajam dan dingin.


(Kenapa ini manusia es dari tadi natap aku kaya gitu sih,bikin merinding aja). Batin sasa


"Sya katanya kamu kerja di sini,tapi kok kita gak pernah lihat lo di cafe ini."Tanya Riko si raja kepo


"Iya.......Emmm aku kerja di bagian kasir jadi gak terlihat."Jawab Sasa


"Tapi kita sering kesini dan bayar tagihan di kasih gak pernah liat lo."Jawab Riko


"Ah mungkin pas bayar bukan aku yang jaga.."Jawab Sasa


"Si Riko kepo amat lo,lo lagi libur Sya bisa gabung sama kita di sini."Tanya Gio


"Iya."singkat Sasa


Tak berselang lama pesanan Lula dan Sasa datang bersamaan.


"Ini pesanan non Lula,dan ini hidangan spesial dari cafe ini yang di pesan mba Sasa, Silahkan di nikmati."Ucap pelayan itu


"Terimakasih"Ucap Sasa


"Silahkan di makan semuanya,maaf aku tak tau nama kalian semua,jadi silahkan di makan aja ya."Ucap Sasa


Merekapun menikmati makanan dengan sesekali bercanda.Setelah selesai mereka lanjut mengobrol.


"Sya jadi gak kita ngemol."Tanya Lula


"Jadi...Ayo kita jalan sekarang".Jawab Sasa


"Eeh tunggu kalian mau pada kemana,boleh ikut gak.?"Tanya Riko


"Mau ke mall xx mau ikut..?"Tawar Lula


"Boleh kalo boleh mah,kuy lah..?"Jawab Riko santai


Tanpa Riko sadari Devano sudah menajamkan matanya dengan aura yang sangat dingin,


Sasa yang menyadari itu langsung bicara.


"Emmm sebaiknya kalian gak usah ikut,takutnya membosankan."Tolak Sasa


Andre yang menyadari tatapan Sasa dia mencoba melihat arah pandangan Sasa,dan ternyata Devano yang membuat Sasa jadi serba salah.


"Vano lo kenapa sih,ayolah kali-kali ke mall sekalian lo juga bisa jagain Kalula."Ucap Andre


Ck.."Merepotkan".Decak Vano


(Apa barusan dia bilang,merepotkan.Hei tuan es balok siapa juga yang mau merepotkanmu,huh dasar beruang kutub)".Ucap Sasa dalam hati,


"Eh Sya di mana Niah,katanya lo mau bawa dia,kok lo sendiri."Tanya Lula


"Niah ada di dalam cafe sama mba Furi,paling lagi duduk di kasir."Jawab Sasa


Setelah perdebatan kecil antara anggota Lion dan ketuanya akhirnya mereka setuju ikut pergi ke mall,tanpa anggota lain tau bahwa di mall nanti mereka akan bosan sendiri.🤣🤣🤣🤭🤭🤭


Tolong bantu support nya dan do'anya agar author nya sehat dan bisa terus up dengan cerita yang menarik.


maaf apabila masih banyak typo ya,karna author masih awam dan benar-benar baru dalam dunia menulis.


bantu dukung author ya..

__ADS_1


__ADS_2