
Lanjut kan kerja nya dari tadi kamu hanya menatap arah balkon itu.
Aisah menoleh disamping Aini membuat lamunan nya buyar.
Si.. itu aduh gawat ketahuan mengintip tuan bisa habis ah....
dumel aini dalam hati sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal.
Aisah mengamati ekspresi wajah Aini
Sambil memicing kan alis
Kamu kenapa cengenge ngesan kayak orang idiot Hem..
Ah...itu kak cuma lagi ngelamun aja,
Jawab Aini sekenanya dengan wajah serbah salah
Dah gih Sono kerjaan masi numpuk kamu disini buat tensi aja
Wajah galak Aisah membuat Aini menciut bak cacing.
Sambil cengengesan bodoh Aini berjalan melewati Aisa
Bruk...
Bak nangka matang Aini terjatuh kelantai Ah..
Sakit....Aini meringis kesakitan memegangi lututnya yang berdarah
Hem rasain ..
Emang kamu pikir aku gak tau apa dia ganjen sama tua.
Batin Aisa sambil senyum tersembunyi
Aduh ...
Aini kenapa,dengan wajah kasihan Aisah memegangi lutut Aini.
Aisa berjongkok menolong Aini
__ADS_1
Pura pura simpatik
K sakit, Aini meringis menahan sakit
Kok bisa jatuh sih kamu teledor sekali
Hem bukannya tadi kakiku kena kaki kakak
Batin Aini sambil memegangi lutut ya yang terasa nyeri sebab darah nya mulai mengalir
Sini ayo berdiri Aisah memegangi tangan Aini membantunya untuk berdiri
Namun senyum simpul tersirat di bibirnya
Merasa puas melihat Aini menderita.
Aini yang polos mengikuti Aisa yang menuntutnya untuk berdiri dan berjalan ke sopan
Namun di sebrang sana ada seorang pria
Merasa terganggu dengan suara yang sudah dipastikan orang terjatuh karena dia mendengar tangisan seseorang tepatnya suara meringis sakit
Maaf ya kalau aktor Maxi banyak kesalahan
Dia yang lagi asik olah raga sambil menikmati suasana pagi di luar depan balkon sambil menghirup udara segar dikagetkan suara cukup mengganggunya.
Akhirnya dia memutuskan menyudahi olah raga paginya dan berjalan memasuki rumahnya tapi dia disuguhi pemandangan
Ada seorang asisten rumah tangga ya
Yang sedang duduk dilantai memegangi lutut nya
Dia pun berjalan mendekat namun Dia yang tak lain adalah tuan muda Haikal
Diam mematung memandangi wajah sang asisten.
HM
Sejak kapan ada asisten secantik ini
Haikal diam termangu tepat di belakang wanita itu berdua
__ADS_1
Haikal memang bukan orang yang mau ribet dengan urusan rumah jadi dia memberi kepercayaan mengurus rumah kepada kepala PRT rumahnya
Yah bisa dibilang kepercayaannya
Tuan ....
Hem
Dia hanya berdehem
Ada asisten rumah tangga yang baru menurut tuan dia cocok bekerja di bagian mana
Ais.
Terserah Kamu yang penting dia jangan merepotkan dan satu lagi jangan coba coba masuk ke kamarku atau ruangan kerjaku
Kamu sudah tau aku tak suka orang mengganggu Persipasi ku
Seperti biasa cukup kamu yang mengurus kamar ku
Tapi tuan anak ini masih mudah dan dia mungkin bisa dipercaya
Dan saya yakin dia mudah diajarin
Dan sekalian bisa mengurus urusan tuan
Mata Haikal menyipit memandang asistennya
Tepatnya orang tetua dirumah itu
Maklum dia udah puluhan tahun bekerja dirumah keluarga Baskoro Wijaya
Bahkan sebelum Haikal lahir Tepatnya saat sang bunda sedang mengandung
Ibu Sutik sudah mulai bekerja
Bisa dibilang ibu Sutik pengganti sang bunda
Untuk menyayangi Haikal.
Bibi kan tau Aku punya Pobia
__ADS_1
Sebaiknya Bibi yang selesaikan
Soal di mau dibagian mana Bibi yg paling tau