
Jeni duduk di sopa ruangan kerja itu
Hah....ya ampun aku sebenarnya lagi ngapain
Canggu rasa nya untuk ketemu Tuan
Mata Aini menelisik seisi ruangan
Matanya tertuju Pada sebuah Poto
Tampak sangat indah dengan bingkai yang Unik
HM... siapa wanita cantik ini
Dan siapa pria tampan di sampingnya
Mengapa sangat bahagia
Apa mereka saudara Tuan
Tapi kok kayak seusia
Ah ...kenap aku pusingin
Jeni kembali duduk dengan tenang
Yang harus aku pikirkan gimana caranya supaya tidak ketemu Tuan
Ah...ya ampun kepalaku pusing
Permisi saya mau toilet dimana ya
Jeni keluar dari ruangan itu
Ah disebelah kiri dari sini
Tapi bukannya di ruangan Bos ada kamar mandi
Ah ....itu saya lebih nyaman toilet umumnya
Oh ya silahkan
Jawab seorang Karyawan itu
Bagus Aku berhasil
Jeni bergegas mencari jalan keluar
Walau sedikit bingung dan salah arah
Aini berhasil keluar juga
Senyum kemenangan tersirat diwajah Aini
Dia pun segera naik taksi dan pulang
Siang pak
__ADS_1
Ya
Jawab Haikal singkat
Dia pun bergegas masuk ruangannya
Mata nya mengamati seisi ruangan
Namun sosok yang dia cari tidak ada
Namun hanya sebuah baper bek
Haikal tau itu pasti bekal yang dia minta
HM....
Haikal duduk di kursi kebesarannya
Dibuka nya laptop dan terpampanglah
Sosok yang dia cari tadi
Haikal memandang dengan serius apa yang
Sedang dilakukan Aini
Ada raut tidak suka saat Aini mendekati Album Poto yang berada Atas meja itu
Dasar tidak punya etika
Wajah Haikal mendingin
Barani berani nya dia pergi sebelum permisi Padaku pembantu tetap lah pembantu
Mata Haikal penuh kemarahan
Lihat Nanti dirumah
Akan aku pecat dia
Haikal tampak sangat Marah karena Aini Sempat memegangi barang barangnya
Tapi Yang namanya pekerjaan tidak dapat di Atur begitu saja
Hingga malam Haikal masih berada di dalam Kantor Mata nya mulai berat tubuhnya lelah
Dengan Langkah berat Haikal menuju lobi dan menaiki mobilnya
Sesampainya di kediaman Mata
Tertuju pada dua sosok yang sedang bercanda sedangkan Haikal Masi di luar pagar.
Rahang Haikal mengeras
Memancarkan Kemarahan Diapun membunyikan klakson dengan begitu kuat
Benar saja Burhan terkaget melihat sang majikan sudah diluar pagar dengan cepat Burhan membuka pintu walau sambil berlari
__ADS_1
Aini tampak gugup
Ya ..ampun aku harus bagai mana
Harus kah aku masuk atau menyapa tuan Haikal
Aini tampak cemas
Namun dia melangkah memasuki rumah
Ah sebaiknya aku masukan kamar saja
Aini pun berniat masuk kamarnya
Brak.....
Suara pintu yang tertutup Kembali
Membulat kan mata Aini
Tu...Tuan bibir Aini tampak bergetar
Sangking kagetnya
Mau melarikan diri HM....
Mak ....maksud tuan
Aini terbata bata Masi dengan posisi Menghadap Haikal kini mereka saling Berdekatan hingga jarak mereka hanya berapa Centi aja
Astaga mau lompat rasa nya jantungku
Tatapan Mata Haikal begitu Dingin
Seakan Mampu membekukan sekitarnya
Ikut aku kekamar
Perintah Haikal dengan suara memaksa
Ta.... Tapi tu ini udah malam tidak pantas Saya Datang kekamar pria
HM...tidak pantas kah lalu apa Kalian pantas
Berdua ditengah malam begini
Sementara semua oran telah tidur
Mata Haikal menajamkan pandangan mata Nya
Itu kan lain Tuan
Aini berusaha menolak dengan semu cara
Oh ..lain gimana ya
Itu kami berada diluar bukan didalam ruangan
__ADS_1
Kau terlalu banyak mengelak