Pesona Pembantu

Pesona Pembantu
MRH


__ADS_3

Jeni duduk di sopa ruangan kerja itu


Hah....ya ampun aku sebenarnya lagi ngapain


Canggu rasa nya untuk ketemu Tuan


Mata Aini menelisik seisi ruangan


Matanya tertuju Pada sebuah Poto


Tampak sangat indah dengan bingkai yang Unik


HM... siapa wanita cantik ini


Dan siapa pria tampan di sampingnya


Mengapa sangat bahagia


Apa mereka saudara Tuan


Tapi kok kayak seusia


Ah ...kenap aku pusingin


Jeni kembali duduk dengan tenang


Yang harus aku pikirkan gimana caranya supaya tidak ketemu Tuan


Ah...ya ampun kepalaku pusing


Permisi saya mau toilet dimana ya


Jeni keluar dari ruangan itu


Ah disebelah kiri dari sini


Tapi bukannya di ruangan Bos ada kamar mandi


Ah ....itu saya lebih nyaman toilet umumnya


Oh ya silahkan


Jawab seorang Karyawan itu


Bagus Aku berhasil


Jeni bergegas mencari jalan keluar


Walau sedikit bingung dan salah arah


Aini berhasil keluar juga


Senyum kemenangan tersirat diwajah Aini


Dia pun segera naik taksi dan pulang


Siang pak

__ADS_1


Ya


Jawab Haikal singkat


Dia pun bergegas masuk ruangannya


Mata nya mengamati seisi ruangan


Namun sosok yang dia cari tidak ada


Namun hanya sebuah baper bek


Haikal tau itu pasti bekal yang dia minta


HM....


Haikal duduk di kursi kebesarannya


Dibuka nya laptop dan terpampanglah


Sosok yang dia cari tadi


Haikal memandang dengan serius apa yang


Sedang dilakukan Aini


Ada raut tidak suka saat Aini mendekati Album Poto yang berada Atas meja itu


Dasar tidak punya etika


Wajah Haikal mendingin


Barani berani nya dia pergi sebelum permisi Padaku pembantu tetap lah pembantu


Mata Haikal penuh kemarahan


Lihat Nanti dirumah


Akan aku pecat dia


Haikal tampak sangat Marah karena Aini Sempat memegangi barang barangnya


Tapi Yang namanya pekerjaan tidak dapat di Atur begitu saja


Hingga malam Haikal masih berada di dalam Kantor Mata nya mulai berat tubuhnya lelah


Dengan Langkah berat Haikal menuju lobi dan menaiki mobilnya


Sesampainya di kediaman Mata


Tertuju pada dua sosok yang sedang bercanda sedangkan Haikal Masi di luar pagar.


Rahang Haikal mengeras


Memancarkan Kemarahan Diapun membunyikan klakson dengan begitu kuat


Benar saja Burhan terkaget melihat sang majikan sudah diluar pagar dengan cepat Burhan membuka pintu walau sambil berlari

__ADS_1


Aini tampak gugup


Ya ..ampun aku harus bagai mana


Harus kah aku masuk atau menyapa tuan Haikal


Aini tampak cemas


Namun dia melangkah memasuki rumah


Ah sebaiknya aku masukan kamar saja


Aini pun berniat masuk kamarnya


Brak.....


Suara pintu yang tertutup Kembali


Membulat kan mata Aini


Tu...Tuan bibir Aini tampak bergetar


Sangking kagetnya


Mau melarikan diri HM....


Mak ....maksud tuan


Aini terbata bata Masi dengan posisi Menghadap Haikal kini mereka saling Berdekatan hingga jarak mereka hanya berapa Centi aja


Astaga mau lompat rasa nya jantungku


Tatapan Mata Haikal begitu Dingin


Seakan Mampu membekukan sekitarnya


Ikut aku kekamar


Perintah Haikal dengan suara memaksa


Ta.... Tapi tu ini udah malam tidak pantas Saya Datang kekamar pria


HM...tidak pantas kah lalu apa Kalian pantas


Berdua ditengah malam begini


Sementara semua oran telah tidur


Mata Haikal menajamkan pandangan mata Nya


Itu kan lain Tuan


Aini berusaha menolak dengan semu cara


Oh ..lain gimana ya


Itu kami berada diluar bukan didalam ruangan

__ADS_1


Kau terlalu banyak mengelak


__ADS_2