
Aini berjalan gugup Wajahnya merona merah
Karena sangat malu dibarengi Takut
Bila ia nanti akan dipecat karena tindakan nya Yang ceroboh
Oh good semoga Tuan Haikal berhati lapang
Memaklumi kebodohanmu
Bila nanti ia memecatku
Aku akan memohon kepada nya dengan Berlutut
Rencana yang telah di susun Aini dalam Kepala nya
Tuan ada lagi yang butuh saya bantu
Aini memberanikan diri bertanya kepada Haikal namun tetap menundukkan kepalanya
Haikal berdiri tepat di depan Aini
Hem
Haikal melipat kedua tangannya kedada
Kenapa merunduk angkat kepala bila Sedang Bicara
Tidak tuan saya tidak berani
Wanita ini sedang menguji ku Hem ...
Sepolos itu kah dia atau hanya berpura-pura
Haikal maju mendekati Aini
Aini mundur selangkah
Hingga tumbuh Ain menabrak dinding kamar
Tu..tuan sedang apa Deg Deg
Suara detak jantung Aini bak drum yang sedang di pukul bergendang
Aini semangkin gugup
Merasa sudah menang karena melihat lawan nya telah terpojok Haikal tersenyum puas
__ADS_1
Haikal memandangi Intens tubuh Aini
Sial dia sangat menggoda
Membuat adik ku Terusik
Haha maaf ya Bun sedikit mesum
Biar tambah geregetan dikit๐๐
Tu tuan bisakah saya keluar
Hem... Bisa tapi kau tatap aku kalau bicara
Baik tuan dengan ragu Aini mendongak Menatap Haikal
Namun sekian detik berikutnya Haikal
Membekap bibir Aini
Aini spontan terbengong belum dapat bergerak
Haikal menelisik sedikit mata Aini
Merasa belum puas Haikal melancarkan Aksinya ******* bibir ranum Aini
Sialan bibirnya membuat ku mabuk
Aini berusaha mendorong tubuh Haikal
Namun bukannya dilepas justru Haikal semangkin merapatkan tubuh mereka hingga Tubuh mereka suda berhimpitan
Aini Masi mendorong Haikal Namun Apa Daya Tubuh Haikal tidak bergeming sedikit pun
Merasa korbannya telah menyerah Haikal Semangkin buas dia ******* bibir Aini Dengan napsu yang sudah meninggi
Haikal berhasil menerobos rongga mulut Aini
Aini mulai tidak bertenaga
Tubuh nya bergetar
Pikiran nya kalut tidak dapat dibayangkan
Entah bagai mana perasaan ya saat ini
Merasa tubuh Aini lemas Haikal Ber inisiatif Membopong tubuh Aini ketempat tidur
__ADS_1
Namun tetap mencium bibir Aini dengan Napsu
Mendapat kan jekpot batin Haikal
Dia pun menyesap lidah Aini dengan lembut Berbeda Dengan yang dia lakukan tadi
Aini menutup kedua matanya bulir bulir air Mulai membasahi pipinya
DiA sangat takut bila hidupnya akan berakhir
Menyadari Aini menangis Haikal Menghentikan Aksinya
Tangan dan kaki Aini mendingin Bak es dan Tubuhnya lemas tak berdaya
Maaf....
Haikal lepaskan Aini dan duduk menatap Aini yang masi terpejam sambil menngis
Ah.....Apa yang aku lakukan kenapa Aku Seperti Hewan buas
Srek Haikal mengusap wajahnya kasar
Maaf.... maaf kan aku Haikal menatap Aini Kasihan Dan Merasa bersalah
Tu....tuan kenapa padahal itu ciuman pertama saya
Apa...Barusan di bilang ciuman pertama
Jadi Aku yang merampas ciuman nya
Merasa mendapat jekpot Haikal pun Tersenyum di Balik rasa bersalahnya
Maaf tadi aku hilaf
Haikal mencoba membangkitkan tubuh Aini dari kasur Namu tubuh Aini bagai tak ber tulang
Kenapa tubuh nya begitu lemas dan Tangannya juga sedingin es
Tampa sengaja kami Haikal tersentuh ujung kaki Aini yang juga mendingin bagai kn es
Haikal jadi tambah bersalah
Hah ..... Ternyata dia sangat kaget
Hingga reaksinya begitu
Haikal menatap lembut bibir Aini yang baru Diusapnya kini matan merek berdua sudah Saling pandang Deg Deg Deg
__ADS_1
Mereka berdua Tampa sadar sudah saling ******* namu lumayan bibir Haikal kali ini Sangatlah lembut
Hmm..Hem...Bun kita sambil bab selanjutnya ya โ