Pesona Pembantu

Pesona Pembantu
Tekejut


__ADS_3

Aini berjalan gugup Wajahnya merona merah


Karena sangat malu dibarengi Takut


Bila ia nanti akan dipecat karena tindakan nya Yang ceroboh


Oh good semoga Tuan Haikal berhati lapang


Memaklumi kebodohanmu


Bila nanti ia memecatku


Aku akan memohon kepada nya dengan Berlutut


Rencana yang telah di susun Aini dalam Kepala nya


Tuan ada lagi yang butuh saya bantu


Aini memberanikan diri bertanya kepada Haikal namun tetap menundukkan kepalanya


Haikal berdiri tepat di depan Aini


Hem


Haikal melipat kedua tangannya kedada


Kenapa merunduk angkat kepala bila Sedang Bicara


Tidak tuan saya tidak berani


Wanita ini sedang menguji ku Hem ...


Sepolos itu kah dia atau hanya berpura-pura


Haikal maju mendekati Aini


Aini mundur selangkah


Hingga tumbuh Ain menabrak dinding kamar


Tu..tuan sedang apa Deg Deg


Suara detak jantung Aini bak drum yang sedang di pukul bergendang


Aini semangkin gugup


Merasa sudah menang karena melihat lawan nya telah terpojok Haikal tersenyum puas

__ADS_1


Haikal memandangi Intens tubuh Aini


Sial dia sangat menggoda


Membuat adik ku Terusik


Haha maaf ya Bun sedikit mesum


Biar tambah geregetan dikit๐Ÿ™๐Ÿ™


Tu tuan bisakah saya keluar


Hem... Bisa tapi kau tatap aku kalau bicara


Baik tuan dengan ragu Aini mendongak Menatap Haikal


Namun sekian detik berikutnya Haikal


Membekap bibir Aini


Aini spontan terbengong belum dapat bergerak


Haikal menelisik sedikit mata Aini


Merasa belum puas Haikal melancarkan Aksinya ******* bibir ranum Aini


Sialan bibirnya membuat ku mabuk


Aini berusaha mendorong tubuh Haikal


Namun bukannya dilepas justru Haikal semangkin merapatkan tubuh mereka hingga Tubuh mereka suda berhimpitan


Aini Masi mendorong Haikal Namun Apa Daya Tubuh Haikal tidak bergeming sedikit pun


Merasa korbannya telah menyerah Haikal Semangkin buas dia ******* bibir Aini Dengan napsu yang sudah meninggi


Haikal berhasil menerobos rongga mulut Aini


Aini mulai tidak bertenaga


Tubuh nya bergetar


Pikiran nya kalut tidak dapat dibayangkan


Entah bagai mana perasaan ya saat ini


Merasa tubuh Aini lemas Haikal Ber inisiatif Membopong tubuh Aini ketempat tidur

__ADS_1


Namun tetap mencium bibir Aini dengan Napsu


Mendapat kan jekpot batin Haikal


Dia pun menyesap lidah Aini dengan lembut Berbeda Dengan yang dia lakukan tadi


Aini menutup kedua matanya bulir bulir air Mulai membasahi pipinya


DiA sangat takut bila hidupnya akan berakhir


Menyadari Aini menangis Haikal Menghentikan Aksinya


Tangan dan kaki Aini mendingin Bak es dan Tubuhnya lemas tak berdaya


Maaf....


Haikal lepaskan Aini dan duduk menatap Aini yang masi terpejam sambil menngis


Ah.....Apa yang aku lakukan kenapa Aku Seperti Hewan buas


Srek Haikal mengusap wajahnya kasar


Maaf.... maaf kan aku Haikal menatap Aini Kasihan Dan Merasa bersalah


Tu....tuan kenapa padahal itu ciuman pertama saya


Apa...Barusan di bilang ciuman pertama


Jadi Aku yang merampas ciuman nya


Merasa mendapat jekpot Haikal pun Tersenyum di Balik rasa bersalahnya


Maaf tadi aku hilaf


Haikal mencoba membangkitkan tubuh Aini dari kasur Namu tubuh Aini bagai tak ber tulang


Kenapa tubuh nya begitu lemas dan Tangannya juga sedingin es


Tampa sengaja kami Haikal tersentuh ujung kaki Aini yang juga mendingin bagai kn es


Haikal jadi tambah bersalah


Hah ..... Ternyata dia sangat kaget


Hingga reaksinya begitu


Haikal menatap lembut bibir Aini yang baru Diusapnya kini matan merek berdua sudah Saling pandang Deg Deg Deg

__ADS_1


Mereka berdua Tampa sadar sudah saling ******* namu lumayan bibir Haikal kali ini Sangatlah lembut


Hmm..Hem...Bun kita sambil bab selanjutnya ya โœ‹


__ADS_2