Pesona Pembantu

Pesona Pembantu
Taksangka


__ADS_3

Ciuman yang lembut itu berubah menjadi


Sangat panas Haikal yang dari awal sudah tertarik pada Pembantunya Semangkin Mendamba Aini


kini bukan hanya bibir Tangan Haikal pun mulai menelusuri punggung Aini


Ah.....


Suara ******* Aini semangkin meninggikan Birahi Haikal yang selama ini berhasil dia tahan


Aini merasa Berdenyut dibalik sesuatu itu


Perasaan yang baru dia rasakan nya


Begitu membuatnya bingung dengan reflek dia pun Merapatkan bawahnya nya Aini Menikmati sensasi Denyutan Yang membuatnya Semangkin lupa diri dibawahnya sudah terasa risih


Ahh....


Aini merasa Ada yang menjalar di seluruh Tubuh nya Saat tangan Haikal berhasil menyusup kedalam baju Aini dan meremasnya lembut dan penuh Napsu


Haikal memandang dari pinggir matanya Dengan sayu pada Aini


Dan melepaskan ciumannya


Aini Masi berusaha menormalkan napas Nya


Diraihnya pipi Aini dan dibelainya lembut


Membuat Aini melayang memejamkan matanya


Sayang....


Aini terkaget dengan panggilan Haikal


Matanya membuka tutup menyakinkan Pendengaran nya untuk memastikan


Dia pun membuka matanya dan memandang Haikal sayu tidak percaya dengan yang dia Dengar


Sayang bolehkah Aku sudah tak tahan ingin Memasuki Mu


Aini bingung apakah yang dimaksud Haikal


Haikal paham Aini tidak mengerti


Maklum Aini Masi sangat mudah Dan lugu

__ADS_1


Terbukti dari reaksi ya saat Haikal menyentuh nya tadi


Haikal memegang Tangan Aini dan Menuntunnya kebawah sana ada sesuatu Yang menonjol Betapa kaget Ain


Ada sesuatu yang mengeras dibalik celana Sang tuan


Haikal tersenyum melihat pipi Aini merona Bak tomat


Dia mau dipegang bisik Haikal dibalik telinga Aini sambil menggigit cuping Aini lembut dan Menghembuskan napasnya


Aini meremang dibuatnya


Tau Aini tidak ada penolakan


Haikal ******* kembali bibir nan manis itu


kini lebih panas dan bergairah


Mereka kembali saling Menyesap dan Bergantian saling balas


HM..Dibalik bawah Aini mulai berdenyut kembali dan sudah basah


Membuat Aini mengeluarkan suara aneh


Kini tangan Haikal mulai Membuka kancing baju Aini satu persatu Dan mulai meremas bola bola gunung itu sambil sese kali menghisap nya


Em.... Aini Menegang dirapatkan sesuatu ditubuhnya sedikit menahan hasrat nya Karen ada yang Semangkin berdenyut dibawah sana


Tu tua tolong berhenti


Haikal tersenyum


Hem....sungguh ingin Aku berhenti


Oh ya ampun Apa Aku sudah gila mengapa Aku bisa Lupa semua ini dosa


Haikal meraba pipi Aini lembut


Mata mereka saling memandang dengan pikirannya masing-masing


Haikal melepaskan tangan nya


Dan duduk dipinggiran tempat tidur


Dia mengusap pipinya kasar dan menarik Napas panjang

__ADS_1


Aini merasa malu langsung bangkit dari Tempat tidur wajah nya bak kepiting rebus


Dengan cepat Aini berjalan keluar kamar


Haikal Sambil membenahi bajunya


Walau kakinya Masi sakit namun dia


Tidak perduli ngin rasanya menyembunyikan wajahnya dari sang Tuan


Aini pun membuka pintu kamar mandi dibawah sepesial kamar mandi pembantu Dia duduk diatas kloset


Sambil menekan dadanya yang tak berhenti berdebar terbayang saat dia dan tuan nya Lakukan


dan tangan Haikal mulai menekan lembut sambil mengelusnya dibalik Kain segi tiga itu


Teras basah dan lengket


Perlahan tangan Haikal berhasil menyentuh benda kenyal itu yang Sudah sangat basah


Haikal tersenyum puas ditatap nya Aini yang tampak akan Haus belayan Dan sudah parah


Ingin naik lebih nikmat lagi


Ah sial Aini dengan cepat menggelengkan kepalanya gila gila ini sangat gila


Apa Kamu sudah gila Ay.....


Dia merutuki dirinya sendiri sambil


Menepuk nepuk jidatnya


Sementara Haikal Masi membayangkan yang baru aja Akan merubah hidupnya


Kau sudah gila Hai...


Kenapa sampai pembantu bisa membuatku gila ini tidak bisa dibiarkan


Aku harus memecat pembantu itu sebelum Aku hilaf lagi


Aini menahan napas sayang kau menyesal


Hoho lanjut bab lai ya👏😙😙


lainya

__ADS_1


__ADS_2