
Ciuman yang lembut itu berubah menjadi
Sangat panas Haikal yang dari awal sudah tertarik pada Pembantunya Semangkin Mendamba Aini
kini bukan hanya bibir Tangan Haikal pun mulai menelusuri punggung Aini
Ah.....
Suara ******* Aini semangkin meninggikan Birahi Haikal yang selama ini berhasil dia tahan
Aini merasa Berdenyut dibalik sesuatu itu
Perasaan yang baru dia rasakan nya
Begitu membuatnya bingung dengan reflek dia pun Merapatkan bawahnya nya Aini Menikmati sensasi Denyutan Yang membuatnya Semangkin lupa diri dibawahnya sudah terasa risih
Ahh....
Aini merasa Ada yang menjalar di seluruh Tubuh nya Saat tangan Haikal berhasil menyusup kedalam baju Aini dan meremasnya lembut dan penuh Napsu
Haikal memandang dari pinggir matanya Dengan sayu pada Aini
Dan melepaskan ciumannya
Aini Masi berusaha menormalkan napas Nya
Diraihnya pipi Aini dan dibelainya lembut
Membuat Aini melayang memejamkan matanya
Sayang....
Aini terkaget dengan panggilan Haikal
Matanya membuka tutup menyakinkan Pendengaran nya untuk memastikan
Dia pun membuka matanya dan memandang Haikal sayu tidak percaya dengan yang dia Dengar
Sayang bolehkah Aku sudah tak tahan ingin Memasuki Mu
Aini bingung apakah yang dimaksud Haikal
Haikal paham Aini tidak mengerti
Maklum Aini Masi sangat mudah Dan lugu
__ADS_1
Terbukti dari reaksi ya saat Haikal menyentuh nya tadi
Haikal memegang Tangan Aini dan Menuntunnya kebawah sana ada sesuatu Yang menonjol Betapa kaget Ain
Ada sesuatu yang mengeras dibalik celana Sang tuan
Haikal tersenyum melihat pipi Aini merona Bak tomat
Dia mau dipegang bisik Haikal dibalik telinga Aini sambil menggigit cuping Aini lembut dan Menghembuskan napasnya
Aini meremang dibuatnya
Tau Aini tidak ada penolakan
Haikal ******* kembali bibir nan manis itu
kini lebih panas dan bergairah
Mereka kembali saling Menyesap dan Bergantian saling balas
HM..Dibalik bawah Aini mulai berdenyut kembali dan sudah basah
Membuat Aini mengeluarkan suara aneh
Kini tangan Haikal mulai Membuka kancing baju Aini satu persatu Dan mulai meremas bola bola gunung itu sambil sese kali menghisap nya
Em.... Aini Menegang dirapatkan sesuatu ditubuhnya sedikit menahan hasrat nya Karen ada yang Semangkin berdenyut dibawah sana
Tu tua tolong berhenti
Haikal tersenyum
Hem....sungguh ingin Aku berhenti
Oh ya ampun Apa Aku sudah gila mengapa Aku bisa Lupa semua ini dosa
Haikal meraba pipi Aini lembut
Mata mereka saling memandang dengan pikirannya masing-masing
Haikal melepaskan tangan nya
Dan duduk dipinggiran tempat tidur
Dia mengusap pipinya kasar dan menarik Napas panjang
__ADS_1
Aini merasa malu langsung bangkit dari Tempat tidur wajah nya bak kepiting rebus
Dengan cepat Aini berjalan keluar kamar
Haikal Sambil membenahi bajunya
Walau kakinya Masi sakit namun dia
Tidak perduli ngin rasanya menyembunyikan wajahnya dari sang Tuan
Aini pun membuka pintu kamar mandi dibawah sepesial kamar mandi pembantu Dia duduk diatas kloset
Sambil menekan dadanya yang tak berhenti berdebar terbayang saat dia dan tuan nya Lakukan
dan tangan Haikal mulai menekan lembut sambil mengelusnya dibalik Kain segi tiga itu
Teras basah dan lengket
Perlahan tangan Haikal berhasil menyentuh benda kenyal itu yang Sudah sangat basah
Haikal tersenyum puas ditatap nya Aini yang tampak akan Haus belayan Dan sudah parah
Ingin naik lebih nikmat lagi
Ah sial Aini dengan cepat menggelengkan kepalanya gila gila ini sangat gila
Apa Kamu sudah gila Ay.....
Dia merutuki dirinya sendiri sambil
Menepuk nepuk jidatnya
Sementara Haikal Masi membayangkan yang baru aja Akan merubah hidupnya
Kau sudah gila Hai...
Kenapa sampai pembantu bisa membuatku gila ini tidak bisa dibiarkan
Aku harus memecat pembantu itu sebelum Aku hilaf lagi
Aini menahan napas sayang kau menyesal
Hoho lanjut bab lai ya👏😙😙
lainya
__ADS_1