
Keesokan hari nya Haikal Sudah siap Kekantor dia pun keluar kamar menuruni anak tangga Menuju dapur
Seperti biasa sebelum pergi ke kantor Haikal
Selalu sarapan pagi rutinitas yang tidak pernah berubah dalam hidup Haikal
HM.....Bi oh BI...
Kemana sih semua orang
Haikal mengerut kan alis Memandang seisi ruangan uang keluarga tampak sunyi
Namun di arah dapur seperti ada orang
Karena terdengar gemericik Air
Bi Suti...
Aini yang Mendengar suara Sang Tuan Haikal panik seketika
Oh good gimana nih Tuan sudah bangun
Tapi kena lebih pagi biasanya Masi setengah Jam lagi tuan turun dari Kamarnya
Bi....suara Haikal Semangkin dekat
Oh ya ampun dengan panik Jeni
Masuk ke kolong meja makan
Semoga tuan tidak melihatku
Haikal mengamati seisi dapur
Perasaan Tadi seperti ada orang
Kenapa tidak Ada satupun
Kemana semua orang Haikal melirik Jam pada tangannya
HM.....pantas saja aku kecepatan setengah Jam waktu makan pagi
HM....
Haikal memandang hidangan yang telah tertata dimeja makan dengan rapi
Krek..
Sudahlah biarkan mereka lagian makanan sudah ada
Haikal menarik kursi dan duduk di menghadapi hidangannya
Ada susu kopi panas dan jus buah alpokat
__ADS_1
Serta 🍞
Lengkap dengan selai strawberry
Dan coklat
Haikal pun mulai menyantap hidangan itu Sambil menyesap kopi susunya
Sementara dibawah Meja Aini
Merasa gugup oh ya ampun Semoga Tuan cepat pergi
Namun Apa kata pepatah Malang tidak dapat Ditolak untung tidak dapat dihindari
Kaki Aini Ada yang berjalan
Uh....mata Aini melotot bak bola melihat ada Kecoa yang berusaha naik ke kakinya
Oh tidak jangan kemari bisik Aini dalam hati
Namun bukan nya malah pergi
Justru kecoa itu naik kaki Aini
UM...
Aini menutup mulut nya dengan kedua tangan Hampir saja suara nya keluar lolos dari mulut Aini
Kecoa brengsek .....
Sialnya si kecoa seakan tau kalau Aini lagi Bermasalah
Kecoa itu malah mengamati kaki Aini seakan
Mau memanjat lebih tinggi
Aini yang tampak Geli Semangkin gugup
Rasa takut tidak dia bukan takut
Tapi geli Tengku Aini sudah sangat bergidik
Giginya seakan mengeras
Oh tuhan cepat lh Tuan pergi
Aku udah GK tahan
Aini memejamkan matanya menahan geli di kakinya serta jijik
Krek
Langkah kaki meninggalkan dapur
__ADS_1
Oh good sukur lah Tuan Haikal sudah pergi
Dengan cepat Aini hendak keluar
Namun Naas matanya membulat saat dia keluar dari bawah kolong meja
Dia melihat ada sepasang kaki yang menghadangnya
Oh ya ampun mampus aku
Dengan gugup Ai mendongak keatas
Memastikan prasangka buruk nya
Dia tau itu pasti sang Tuan Haikal
Mata mereka bertemu saling tatap Mata yang Dingin Tampa sedikitpun ada Ekspresi
Membuat Aini kaku tak berkutik sejenak
Ya ampun ...oh tuhan Bagai mana ini
Aini mendapat ide di otaknya
Anu Tuan saya tadi liat kecoa
Kebetulan Kecoa itu keluar dari bawah kursi
Nah itu dia tuan
Aini menunduk sambil mengejar sang Kecoa
Namun tak lama Aini bangkit sambil menggaruk kepalanya yang sama sekali tidak gatal
Hehe......GK ketangkap Tuan kecoa ya kenceng lari nya
Aini memasang wajah bodohnya
Sambil cengar-cengir
Iya Maaf tua ada yang mau aku kerjakan.
Pinta Aini canggung mana tau Tuannya perlu Bantuan
Aksi Aini berhasil membuat Haikal terdiam .
Haikal Hanya diam dan berlalu pergi meninggalkan dapur
Hah....ya ampun
Aini menarik Napas panjang sambil m
Memegangi dadanya yang hampir lompat
__ADS_1
Dari sarangnya
Hai bunda sayang komen dong dan bantu jempolnya semoga kisah nya membuat bunda puas🙏😘😘