Pesugihan Menghancurkan Pernikahan Ku

Pesugihan Menghancurkan Pernikahan Ku
kata cerai pun terlontar


__ADS_3

"Mba..Mba..mba novi."


"Apa ."


Ku jawab keras..karena suara panggilan itu di bawah anak tangga.Saat itu aku lagi ada loteng ruko tingkat dua punya mertua.Aku sedang menyetrika pakaian seisi rumah ,bahkan pun pakaian karyawan juga.kebetulan kami usaha kuliner ,dari bakso,mie ayam, nasi goreng ,mie goreng dan segala minuman segar lainya.


"Yo wes Mba, gak usah turun, biar kakek yang ke atas."Kakek nyamperin aku. langsung aku berhenti menyetrika.


"Mba Novi".."atas perintah mamak di Jawa ..mba harus meninggal kan rumah ini..Bagai di sambar petir rasa nya aku mendengar itu..


Tak langsung aku jawab..bergetar rasa nya mulut aku,dada langsung sesak,


Apa salah aku ? dalam hati aku bertanya..bukan kah semua baik-baik saja? bahkan bapak yang sedang sakit pun masih baik kepadaku dengan lembut menyayangi ku seperti anaknya sendiri.


"Awak gak pergi lah dari sini,sebelum suami yang bawa pergi." aku jawab dengan gaya bahasa Medan ku.


"Tapi tetap harus pergi,nanti kan kalau mba Novi pergi si Taufik kan ikut juga."


(Di sini aku beri nama asli karena ini kisah nyata aku)😭😭😭.


Sebenar nya ini mau mengusir aku atau suami?


Tapi apa iya !! anak sendiri di usir? anak kandung bapak mertua tapi Ibu Tiri.


Aku tinggal kan kakek di atas..kakek Belawan nama nya kami sebut..Ibarat dukun atau paranormal atau apa lah dia ,berpengaruh atas usaha mereka


Aku temui suami aku di bawah. Di ruko sebelah satu tingkat.Sedang memperbaiki beberapa meja dan kursi , yang nanti nya akan kami gunakan untuk usaha baru kami.


"Mas"aku nangis terisak,aku peluk suami aku erat- erat."Ada apa!".....kata nya


aku masih nangis..aku coba tuk bicara..


"Ade harus pergi dari sini ninggalin mas,mas lanjut lah usaha baru kita ini, semoga mas sukses ya"?


Suami terheran !!"mana mungkin gak ada ade usaha baru kita ini..apa kata orang-orang nanti, keluarga ade juga "? siapa yang menyuruh ade pergi."


"Kakek, itu masih di atas tadi ade tinggal,kata nya di suruh mamak di Jawa."


Suami langsung segera naik keatas, aku menyusul di belakang nya,ada Bapak dan kakek di sana.Dengan wajah nya yang tegang dan memanas langsung bersuara.


"Apa maksud kalian semua,jauh-jauh kami tinggalkan usaha di Surabaya,demi usaha di Medan,tapi apa yang kami dapat,sekarang di ambil alih juga kan sama D*,padahal dia ada usaha nya di Jakarta".

__ADS_1


"Sekarang istri ku kalian suruh pergi,itu artinya kalian ngusir aku secara tak langsung."


Suara suami terdengar sampai bawah.Adik ipar langsung naik,merasa suami protes sama Bapak dan marah-marah sama Bapak dia gak terima.


ikut angkat bicara,menyudutkan suami.Bapak mertua melemah dan mulai berkata kepada ku.


"Jangan suami mu di ajari yang enggak -enggak biar melawan sama kami."


Sekali lagi nafas ku terasa berat,gak nyangka aku Bapak bicara seperti itu..


"Astagfirullah , pak !! aku gak pernah mengajari suami aku yang aneh-aneh biar melawan Bapak, demi Allah pak, bahkan aku suruh dia lanjut usaha,biar lah aku aja yang pergi,gak mungkin kan pak dia tinggalkan semuanya setelah apa yang udah kami persiapkan,besok pak ! usaha perdana kami."


Masak harus gagal ,biar lah pak awak aja yang pergi."Aku bicara sambil mencium kaki Bapak.Sakit sekali hati ku Bapak bicara seperti itu.


Kesehatan Bapak semakin lemah,adik ipar seketika itu marah- marah kepada suami,seolah suami gak berterima kasih kepada Bapak Mamak .Langsung lah dia menunjukan keanehan,di luar akal kami, suami kaget.Tapi seperti nya Bapak dan Kakek biasa saja.


Dia terlungkup bersuara aneh,mata nya melotot ,merah,menunjuk-nunjuk suami aku, sesekali kepadaku.Begitu terus ,kira-kira ada 4 kali berulang. Kakek bekerja mengontrol nya atau apa yang di lakukan kakek ke tubuh nya.


Bapak angkat bicara."Gak kasihan kamu sama adik mu?."Suami lari ke keluar dan aku kekamar.Aku masih mendengar suami menjawab pertanyaan Bapak.


Di kamar aku masih merasa takut dan heran sesekali aku mengintip dari cela pintu.Gak terbayangkan aku melihat kejadian ini nyata,biasa aku melihat di tv,di film-film horor gitu.


Ada beberapa menit aku di kamar.Aku intip lagi mereka masih di situ,adik ipar sudah terduduk.


Terdengar suara kakek " ojo metu." " ojo metu."( dalam bahasa Jawa artinya"jangan keluar")


Suami aku ternyata hendak turun.Kakek menyuruh Bapak agar suami jangan pergi jauh.Suami tak menghiraukan .Adik ipar tadi langsung sehat dia turun juga.


Aku masih di kamar..aku sendiri di atas bingung!!aku belum mengabari keluarga ku tentang hal ini.Aku masih kaget dengan kejadian ini .Mungkin inilah efek Pesugihan.


Akhirnya aku turun.Aku tidak terlalu melihat-lihat keadaan dibawah.Yang ku cari satu orang karyawan Bapak wanita.Dia memberitahu,kalau suami aku keluar , tapi di kejar kakek.


Aku masih duduk di bawah,tak kulihat suami aku pulang.Sebelum aku kembali keatas,aku ke kamar mandi.Setelah keluar aku dapati suami aku lagi duduk bersama Kakek .Aku langsung naik,tak ada niat tuk mendengar kan apa yang mereka bicarakan.


Tak berapa lama aku di atas, suami aku menjumpai aku.Kami duduk di teras,tapi bibir ku keluh dia juga keluh seperti nya.Tuk beberapa saat kami terdiam.


Suami membuka cerita.


"Dek."


tapi diam lagi.

__ADS_1


"Apa! mas mau bicara apa."


"Demi kebaikan semua,Kita pisah aja."


bagai tersambar petir badan aku gemetar,


aku menangis sejadi-jadi nya.


Ketika itu ada yg naik keatas dan masuk ke kamar,tapi aku peduli siapa itu.


"Kenapa mas tega ucapkan itu,apa salah ade."


"Gak ada yang salah,ini demi kebaikan semua."


Aku meminta suami aku cabut kata-kata pisah itu.


Dia menangis,aku angkat wajah nya,malah dibuang nya,terus menunduk terlalu enggan melihat wajah ku.


"Kita belum pisah." Aku bilang kepada nya.


tak ada saksi di ruangan ini.Dia bilang kepadaku itu udah talak satu.


"Jangan Mas ucapkan apapun,tak ada yang membuat kita pisah."


"Tak ada alasan kita yg,kita baik-baik aja,buat apa kita buat usaha baru ini bersama-sama."


"Bahkan Mas minta dukungan dari keluarga ade."


....


...


Tak ada respon saat itu.Diam dan masih diam.Ntah apa yang Dia pikirkan aku pun tak mengerti..


Mungkin pisah ..Pisah...itu yang harus selesai malam itu.


"Dek ,Mas ceraikan ade malam ini."


Tak sedikit pun keluar air mata ku saat itu.Kering sudah!! terlalu banyak mengalir malam itu.Aku melihat orang lain ada bersama kami.


Aku terdiam dan aku mengerti.

__ADS_1


Dia lah saksi perceraian kami malam itu .


Talak satu.(november 2013)


__ADS_2