
Kakak masih menunggu aku bercerita,kejadian apa lagi yang aku ingat setelah aku tidak bersama nya.Aku ceritakan ke kakak,pernah aku kehilangan bedak sampai dua kali.Aneh nya koq bisa lah.Tentang pakaian aku yang serba hitam hilang dan kadang membuat suami aku kala itu sikap nya berubah-ubah.
Hal ini juga lah yang aku sangkut paut kan dengan bedak aku yang pernah hilang.
Segitu nya cara mereka agar aku tak bersama suami lagi.
***
Lebih dari sebulan kejadian ini,aku masih tinggal di rumah kakak.Tak ada keluarga yang lain tahu tentang kehidupan aku dengan suami kecuali kakak aku yang ini.
Aku mulai menata hidup ku,aku segan terlalu lama tinggal di keluarga kakak.Teman-teman kerja aku mulai bertanya kabar aku.Mungkin karena terlalu lama aku libur. Walaupun aku tinggal bersama mertua yang punya usaha kuliner aku saat itu tetap bekerja di luar.
Hari Senin waktu itu aku memasuki PT tempat aku bekerja,ada yang melihat aku turun dari angkot.Dia berlari kecil mengejar ku langsung bertanya,kenapa aku naik angkot ke tempat aku bekerja.Biasa sering di antar suami atau bawa kendaraan.Aku hanya tersenyum tipis dan menjelaskan kepadanya kalau suami lagi sibuk gak bisa ngantar.Berbohong!!!!.....karena aku belum sanggup teman-teman kerja aku tahu masalah aku.Tidak secepat ini.
****
.....
Tak di sangka bertemu dengan nya!
Suasana didepan PT begitu ramai waktu itu.Ada yang menunggu jemputan,ada yang masih malas pulang keasyikan nongkrong ,ada masih bersantap makanan.Saat itu dia lewat,teman-teman yang melihat nya langsung menjerit memanggil.Aku di pojokan berdiri mengobrol dengan teman yang lain.Karena dia mengenal langsung berhenti,seperti nya dia tidak tahu kalau aku ada di situ.Teman ku langsung menyapa dan memberitahu kalau aku ada di situ,dia heran kenapa tidak berhenti seperti biasa menjemput ku.
Teman memberitahu aku ada di situ,dia hanya melihat sebentar aku berdiri di pojokan.Teman ku yang lain menarik ku depan,pas didepan sepeda motor nya.Tak ada guna malah menyakitkan.Dia menunjukan sikap nya yang acuh seolah orang bermusuhan.Ketika dia mulai tarik gas teman ku dengan cepat memberhentikan sepeda motor nya.
"Lho.. ..lho..kenapa ini,koq mau pergi."
"Istri nya di sini bukan di ajak pulang."
kata teman agak tegas!
Dia tak peduli berusaha hendak pergi dengan sepeda motor nya menatap tajam ke arah ku.Teman ku yang lain berusaha membantu menahan nya.Mungkin rasa penasaran teman-teman ku,ada apa dengan hubungan kami.
Dia tatap lagi aku dengan tajam,seolah aku pendosa besar,ekspresi wajah nya tak enak di lihat mulai memerah karena kulit nya yang putih jadi tampak jelas.Mata nya mulai terbelalak memandang ku.Teman-teman yang lain menjadi fokus melihat nya,seolah menunggu apa lagi yang akan di lakukan nya.
Sambil memainkan jari telunjuk nya ke arah ku dia berkata.....
"Jijik aku melihat dia."
"Aku tak mau melihat dia lagi."
Langsung pergi tancap gas.
Air mata ku menetes.Malu aku lebih besar dari kesedihan ku.Begitu banyak manusia di depan PT itu.Teman di samping aku berusaha menenangkan aku.Sebesar apa masalah rumah tangga kami sampai di tempat umum di luapkan nya.
Aku langsung mengejar angkot yang berhenti. Ku tinggal kan teman ku begitu saja,ada beberapa teman ku yang naik angkot itu juga,mereka tahu kejadian tadi,tapi hanya diam memandang ku mungkin karena kami tak terlalu akrab.
Sampai di rumah kakak aku langsung ke kamar setelah mengucapkan salam.Kakak langsung samperin aku.Di tanya nya kenapa mata ku seperti habis nangis.Aku jelaskan aja kejadian nya.
Kakak permisi kepadaku,untuk mendatangi rumah bapak nya.Dia yang begitu sayang dengan mantan suami yang tak ingin aku bercerai,ingin masalah kami cepat selesai.Seolah kakak menganggap ini salah mantan suami aku.Apa segitu pengaruh nya pesugihan itu.Kakak berfikir kenapa terlalu lemah mantan suami aku.
****
Akhirnya kakak menjumpai bapak nya,bapak yang begitu ramah dengan kakak sangat acuh ketika itu.Kakak langsung membahas masalah kami,kenapa bapak dan keluarga mengambil keputusan seperti ini.Bapak menjelaskan ini harus terjadi,alasan bapak adik nya sakit.
"Sakit apa?"
__ADS_1
Bapak hanya diam di tanya kakak.
"Mana dia." ujar kakak lagi.
"Dia gak tinggal di sini,kami juga gak tau dia tidur di mana,saya sakit adik nya juga sakit."
jawab bapak kepada kakak.
"Kami gak mau di gantung seperti ini pak," adik kami juga sakit,kami belum memberitahukan hal ini ke keluarga kami yang lain masih kami rahasiakan."
"Kami berharap tidak ada perceraian."
"Nanti Abang saya akan menjumpai bapak,untuk menyelesaikan masalah ini."
Selesai kakak bicara seperti itu kepada bapak,tiba-tiba adik nya datang.Kakak berusaha menegur nya,karena kakak juga dekat dengan nya.Tapi dia pasang wajah marah tak senang dengan kakak,mengangkat tangan nya seolah kakak harus pergi,tanpa ada bicara sedikit pun.
Mata nya merah!!!!!! itu yang di jelaskan Kakak kepada ku.
****
Aku hanya kerja tiga hari.karena masalah di depan PT kemarin,ternyata jadi buah bibir. Ya..... sudah lah aku berusaha tak malu.Aku yang selama ini di anggap paling harmonis rumah tangga nya di lihat teman-teman,malah kelihatan jelas ada masalah.Aku minta cuti langsung ke Boss besar,bahkan belum tahu sampai berapa hari....minggu... atau pun bulan.
Enak nya lah aku,berasa istimewa!!!
Hm..hm...tapi masalah ku begitu besar.Masalah cinta mati ku masih ku perjuangkan.
***
Aku dapat telepon dari sepupu nya.Ternyata selama ini dia tinggal di situ.Menyuruh aku datang ke sana.Aku tanya urusan nya apa.
"Siapa!"ku balas menjawab
"Bojo mu".......
Aku bersama kakak langsung ke sana.
setiba nya di sana kulihat suami ku terduduk lemas,dengan kepala tertunduk.Kakak dengan cepat mendatangi nya sementara aku masih di depan pintu kamar.Ntah kenapa berat kaki ku mendekati.
"Sini......"
Kakak menyuruh ku.
"Ayo ke sana...."
"Dari tadi dia menyebut nama mu."
lanjut sepupu nya.
Macam orang kerasukan,tapi masih sadar.
hm hm...hm..dia mengeluarkan suara.
"Mas kenapa."
Dia hanya menggelengkan kepala ku tanya begitu..
__ADS_1
"Sholat pun tak mau dia."Ujar sepupu nya.
"Kau kenal dia," sambil menggoyang kan bahu nya kakak bertanya.
Di tatap nya aku sebentar,tak ada jawaban keluar dari mulut nya,terus menggeleng-geleng kan kepala nya.Sesekali dia terdiam,sepupu nya menyuruh aku membaringkan dia.Kami biar kan dia beristirahat.
"Jadi gimana ini,kakak mulai membuka pembicaraan.Di ajak sepupu nya kami mengobrol di ruang tamu,ada istrinya juga di situ.Sepupu nya bertanya kepadaku,apa kah aku siap kalau tak bersama dia lagi selamanya.Langsung menetes air mata ku.Malah kakak yang menjawab,dia mohon kepada sepupu nya agar bisa membahas dan menyelesaikan masalah ini dengan keluarga. nya.
.......
"Apa sebenar nya yang di lakukan mereka."
Aku tanya ke sepupu nya.
[Di hela nafas nya sambil menggelengkan kepala sedikit].
"Kami juga gak nyangka mereka sejauh ini."
"Sebenar nya ini aib."
"Saya juga tahu masalah ini waktu dia nginap di sini,saya pikir kalian berdua ribut."
"Saya bilang ke dia jangan macam anak-anak.
"Kalau dia di suruh tinggalin istri nya,kalau gak mau adik nya bisa mati."
"Saya langsung berfikir ini dampak dari pelaris usaha mereka.
"Saya tahu usaha mereka memakai pelaris,tapi gak lah dampak nya seperti ini.
"Kemarin juga pernah saya lihat adik nya ngamuk,terus memukul cermin sampai pecah."
"Bapak nya bilang,kumat sakit nya!!! belum selesai masalah,kalau udah selesai pasti sembuh."
"Saya berfikir mungkin karena pengaruh itu,keluarga yang lain juga udah desas desus membicarakan ini.Sampai bapak nya juga bilang kalau selama satu bulan ini udah tujuh kali ganti cermin."
Panjang lebar sepupu nya menjelaskan.Tapi dia gak bisa bantu penuh,tapi dia janji akan membantu menyelesaikan.Aku juga di suruh nya terus sholat tahajjud dan berdoa minta yang terbaik kepada Nya.
Kami mendengar nya menjerit,sekali ini agak lain lebih menegang kan.Tadi nya sepupu nya menyuruh aku datang karena dia selalu menyebut nama ku antara sadar dan tidak sadar.Tapi lihat kondisi dia yang ini.Ya ampun......,pandangan nya tajam ke aku,dia mengusir aku.Sedih nya lah aku.....Tapi aku sadar ini tak keinginan dia.Yang aku tahu selama ini dia sangat mencintai ku.
"Dia istrimu,kamu rindu kan?"
Hanya diam sepupu nya bertanya kepada nya..
Di remas nya kepala nya dengan kuat,seolah sakit sekali.Kakak juga menangis melihat kondisi dia seperti itu.
***
Kami permisi pulang.Sekali lagi sepupu nya berjanji akan membantu menyelesaikan masalah ini.
__________________________
thanks .....uda membaca,minta dukungan nya ..
like ..vote....komentar !!!?!!🤗🤗🤗🤗
__ADS_1