
Aku masuk ke kamar , ku tinggal kan dia yang sudah menalak ku,tangis ku semakin menjadi di kamar itu ,sampai aku tertidur.
Aku terbangun, ku lihat dia berbaring di samping ku.Ku lihat jam sekitar pukul 3 pagi .
Dia memeluk ku,ku lihat mata nya sembab .
Aku lepas pelukan nya.
"Kenapa mas tidur di sini?"
"Kita bukan suami istri lagi "
Dia malah menarik ku ,memeluk,dan mengajak bercerita.
"Mas bingung"
"Mas tadi malam udah telepon Kak Ema".
"Mas suruh dia jemput Ade".
.....
....
Aku duduk ,ku ambil HP, aku lihat banyak panggilan tak terjawab.Ternyata dari kakak ku
"kak Ema".Dia tinggal gak jauh dari kami.
"Kenapa mas sanggup ucap kan kata itu?"
"Mas bingung ,mas minta maaf." ujar nya.
"Jadi apa yang harus ade lakukan besok,apa artinya ade di rumah ini?"
"Ya Allah mas....."kenapa semua ini harus terjadi?"
"Besok padahal perdana usaha baru kita,semua udah kita persiapkan dari uang dan tenaga."
Aku gak sadar pukul 3 lebih udah masuk hari kamis...
Dia tak menjawab apa pun ,aku tahu dia pun lelah ,aku juga .
Aku lihat dia mulai tertidur , mata ku tak sanggup untuk terpejam,tubuh ku lelah ,pikiran kacau,aku masih tak percaya ini bisa terjadi.
Lantunan ayat Alqur'an sudah terdengar jelas dari Mushala ,karena jarak nya yang begitu dekat dengan rumah ,menanda kan waktu subuh sebentar lagi.Aku pun tak niat untuk tidur lagi.
Aku pegang HP,aku lihat terus panggilan tak terjawab dari kakak ku, tapi rasa nya berat sekali untuk memberitahukan kejadian ini .
Selesai sholat subuh ,aku lihat dia masih tidur,aku mencoba membangunkan nya,tapi seperti nya dia terlalu lelap.
Suasana di rumah itu hening,seperti nya belum ada yang bangun,Ku merasa seperti orang asing.Yang aku pikirkan ,bagaimana nanti aku berhadapan dengan semua yang di rumah ini?
"Bapak", "Adik nya," "Para karyawan".
Tak sadar ,aku tertidur. Saat bangun ku lihat dia tak di samping ku lagi.Aku lihat jam ,pukul 8 lebih.Berat terasa badan ini,kepala pun pusing,Hidung pun meler.
Aku beranikan turun, aku ingin mandi menyegarkan tubuh,ku lihat di bawah sudah seperti biasa sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing. Aku merasa tak ada yang menatap ku,atau pun mereka berpura tak tahu.Bahkan aku tak melihat "Dia" di bawah.
Salah satu karyawan wanita menegur ku .Dia yang paling dekat dengan ku,tempat curhat ,canda-canda dan sesekali main keluar.
Aku hanya bisa senyum tipis saat itu.
"Mata mba bengkak."
"Mba nangis terus ya?"
Aku hanya anggukan kepala,rasa nya air mata ini mau keluar, sebenar nya saat itu aku ingin memeluk nya,menangis sepuas nya, tapi aku tiba-tiba gak yakin ,aku merasa di rumah ini gak ada yang berpihak kepadaku,aku merasa semua menyalahkan ku,aku merasa semua ini udah azab ku .Itulah yang ada di pikiran ku.
Aku masuk kamar mandi ,Aku nangis sekuat-kuat nya,sambil,mengguyurkan air ke tubuh ku, aku gak peduli semua orang dengar saat itu, hati ku kesal sekali,rasa nya aku ingin menyakiti tubuh ku sendiri.
"Mba ..mba ...."
"Mba...mba..."
Aku dengar suara dari luar,aku terus menyelesaikan mandi ku sambil terus menangis.
Aku langsung naik ke atas,masuk kamar,terus mengeluarkan air mata.Aku harus keluar dari kamar ini,keluar dari rumah ini,aku gak di butuhkan lagi di rumah ini....itu yang ada di pikiran aku saat itu.
Aku tunggu juga "Dia", tak naik ke atas,aku merasa dia pun sudah tak peduli dengan ku.
Aku ambil HP, aku telepon kakak ku,aku cerita kan kejadian di malam itu.
__ADS_1
....
"Jadi ini kau di mana?" kakak ku bertanya
" Aku di kamar atas kk" , memastikan kepada kakak ku,agar langsung aja permisi ke atas melihat ku.
Aku minta jemput kakak ku, dengan alasan payah bawa baju-baju ,berat!
kakak malah menangis di telepon,
"Jangan gitu ,biar kakak ke sana ,ngomong sama Bapak,Ade jangan keluar dari rumah itu."
itu yang di ucapkan kakak. Langsung telepon mati.
Aku membereskan baju-baju ku,sebagian saja yang bisa terbawa.Kakak ku tiba di kamar ku, langsung memeluk dan menangis ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ ,ku luapkan lah semua nya,aku emang perlu pelukan seseorang yang bisa menenangkan aku.
Hanya kakak saudara ku di kota ini,semua saudara sekandung ada di kota kelahiran kami.
2 jam perjalanan menuju kota ini.
"Tadi malam suami mu telepon kakak."
"Dia suruh kakak jemput kau dek."
"Tapi kakak di larang suami kakak."
"Dalam pikiran nya kalian ada masalah,kata nya biar mereka selesai kan sendiri masalah kalian berdua."
...
..
...Aku masih menetes kan air mata...
Kakak ku bilang...menyesal sekali dia tak jemput aku,kalau lah dia nurut,mungkin kejadian ini tak akan terjadi,mungkin aku tidak di talak malam itu.
Aku mengajak kakak ku pergi dari rumah itu,
kebetulan berpapasan dengan istri adik suami.
Ya Allah kakak.....
Seolah aku yang tegar ,yang ikhlas,aku angkat bahu kakak,
"Kenapa kakak lakukan ini?"
"Itu gak perlu,Ini takdir aku kakak,"
Dalam hati ini masih tak ikhlas !!! hancur!!!
Aku gak tega lihat kakak segitu nya memohon,
karena aku tahu dia sangat sayang dengan adik ipar nya.Bahkan dia yang bantu kami selama mempersiapkan usaha baru kami di kota ini.
Kami turun dengan membawa dua tas, baju dan perlengkapan ku yang lain.
Keluh lidah ini untuk berucap, permisi,.hanya karyawan yang terlihat.Kakak ku sempat bertanya kepada salah satu mereka, menanyakan keberadaan suami ku di mana.
Hanya jawaban " gak tahu " yang ada.
Berjalan dengan mata bengkak,selesai nangis,menuju rumah kakak,beberapa orang ada yang bertanya , hanya kakak lah yang jawab sekedar nya rasa penasaran mereka.
Sampai di rumah kakak.Aku langsung ke kamar anak - nya ,ku rebah kan tubuh ku.Terasa hampa ternyata ,merasa kosong,tak sadar aku sudah tak bersama "Dia" lagi.
..
..
4 hari berlalu...aku tak selera makan, aku di kamar terus, meratapi nasib ku tapi sholat wajib dan tahajjud ku tak pernah alpa. Aku selalu berdoa semoga ada keajaiban, suami aku kembali lagi dengan ku .Tak ada kabar dari dia ,di telepon , di inbox, di BBM saat itu tak ada respon,seolah dia tak mengenal ku lagi.
Aku sering mengigau...seolah bicara dengan seseorang, nangis sambil tidur terisak- Isak.
Itu kata kakak setiap pagi.bahkan di rumah itu,kakak sering dengar, ada orang ke kamar mandi, sekitar pukul 3 pagi ambil wudu'.Selalu mendengar suara tangis ku sambil berdo'a tak henti- henti nya.Dan sesekali kakak ingin mendatangai ku,dia mendapati ku sedang tidur pulas.
..
Ada yang datang ke rumah kakak,tetangga!yang sangat kenal dengan Aku dan" Dia", mantan suami aku bilang sekarang di sini.
Langsung bercerita, melihat keanehan menurut nya.Dia melihat mantan suami aku 3 hari berturut- turut berdiri di depan gang,dengan pakaian yang itu- itu aja,seperti orang bingung.
__ADS_1
Melihat ke arah rumah bapak nya ,seolah ingin pulang,dan di urungkan, berdiri kembali melihat arah rumah kakak ku,seolah ingin ke rumah kakak .Sesekali mereka bertanya,tapi mantan suami hanya senyum aja,seperti tak mengenal dengan yang bertanya.
Tetangga melihat aku di rumah kakak,baru lah kakak bercerita kejadian sebenarnya.Saat itu juga tetangga yang lain pun menyusul .Rasa penasaran mereka pun akhirnya terjawab.
Aku sedikit mendengar pembicaraan kakak dengan mereka,Kakak pun bercerita bahwa kondisi aku pun aneh, ku dengar kakak bicara kepada mereka,
"Aku pun takut adik ku jadi gila."
"Sering ku dengar dia ngomong sendiri."
..
Beberapa tetangga masuk menemui ku,memberi ku semangat,mengingat kan ku agar tak meninggalkan sholat,tahajjud terus,
"Biar lah mereka memaksa kalian cerai."
"Anak nya sendiri jadi korban."
"Macam udah lupa sama diri dia sendiri."
"Kalau kau masih sayang sama dia,doa kan dia ya."
"Mertua mu itu ibarat meruntuhkan satu masjid",karena memaksa kalian bercerai."
Sabar ya nak......
"Begitu lah kalau usaha di bantu dengan cara syetan,kuat kan diri mu, jangan mau kau hancur,kau masih muda ,masih panjang perjalanan hidup mu."
Salah satu tetangga memberi semangat lagi..!!!!!!
....
.....
Ku jalani hidup ku di rumah kakak,tanpa kabar dari nya ,benar- benar hilang komunikasi,sudah jelas mereka ingin membuang ku.Apa salah ku??Terlalu banyak suka duka yang sudah ku lewati bersama nya.Keluarga nya pun tahu seberapa besar aku berkorban dan menemani nya selama merintis usaha di mana -mana.Tapi ini balasan untuk semua itu.
Aku teringat kejadian malam itu,saat adik nya bersikap aneh,seperti binatang.Apa ini rahasia keluarga itu.Kenapa harus pernikahan kami yang di korban kan.
Seminggu aku tinggal di rumah kakak,Aku harus bangkit dari keterpurukan ini,ku coba untuk keluar kamar,duduk-duduk di ruang tamu,bermain HP ,tapi aku merasa belum kuat.
Aku masuk ke kamar lagi dan berbaring ,masih terus menangis jika mengingat nya.
..
..
Tiba-tiba kakak memanggil ku,memberi tahu kalau mantan suami aku datang.Ya Allah senang nya lah hati ku,rindu nya lah aku dengan nya,bahkan semua yang ada di rumah itu ikut senang menyapa nya,keponakan ku yang masih kecil-kecil saat itu aja pun ikut merasakan kebahagiaan aku.
Aku masih di kamar,tapi aku lihat dia duduk di depan pintu kamar,menunduk,tak melihat ku,tak bicara sedikitpun.Kakak angkat bicara.
"Kenapa kalian seperti ini,ngomong lah."
.....Dia masih diam.
Kakak menggoyang kan bahu nya,supaya dia bicara dan angkat kepala nya,dia tetap melihat kebawah ,dan tangan nya menopang kening.
"Aku harus pergi dari sini."
"Kata bapak harus jauh,lewati air laut."
Tetap menundukkan kepala nya bicara seperti itu.
"Bawalah dia ,kemana pun kau pergi,"
"kakak yang senang sekali kalian kembali ke kota ini."
Tapi kakak ikhlas sekarang kau bawa dia jauh tak ada kabar apa pun lagi nanti."
"Asal jangan kau tinggal."
"Gak bisa kak, kata bapak aku pergi sendiri."
Itu yang di ucapkan nya terakhir kali di rumah kakak.
Menangis aku sejadi-jadi nya,sekuat-kuat nya,
kakak pun ikut menangis,di peluk nya mantan suami aku.ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Dia berniat mau pergi , kakak sempat menahan nya.Tapi dia terus keluar dari rumah,dia berjalan kaki ternyata.Dengan sigap aku ambil jilbab seadanya,ku kejar dia,tak peduli aku dengan para tetangga.Dia sudah naik angkutan. Ku lihat warna dan nomor angkutan itu dan menuju kemana.Ternyata dia tidak pulang ke rumah nya.
Aku berusaha mendapat angkutan dengan tujuan yang sama.Aku menyusul nya.Aku tahu dia mau kemana......
__ADS_1