PETAKA STRUK BELANJA

PETAKA STRUK BELANJA
Bab. 1 Belanjaan Siapa


__ADS_3

Malam semakin larut, saat ini jam berdentang ke sebelas kalinya. Akan tetapi suami Kirana belum juga pulang.


Tak berapa lama kemudian terdengar suara deru mesin mobil yang memasuki garasi. Setelah deru mesin itu mati, Kirana mendengar langkah kaki suaminya yang memecah kesunyian malam.


Tok ...Tok ...Tok ....


Ketukan pintu rumah beriringan dengan ucapan salamnya.


"Assalamualaikum," sapa Tomy.


"Walaikumsalam," sahut Kirana sambil melangkahkan kakinya menuju pintu. Kirana membuka pintu sambil tersenyum.


"Bun, ini susu Rafiq sama makanan pesenannya. Ayah letakan di meja yah," ucap Tomy.


"Maaf ayah pulang terlambat karena meninjau rumah makan kita yang berada di luar kota," Tomy menjelaskan kepada Kirana mengapa dia pulang selarut ini.


"Kenapa?" tanya Kirana sambil mengambil belanjaan yang diberikan kepadanya sebelum Tomy sempat meletakkan barang bawaannya ke atas meja.


"Rumah makannya mengalami pailit kemungkinan bisa tutup, kalau tetap merugi," jelas Tomy lagi.


Kemudian ia berlalu menuju kamar untuk membersihkan diri. Kirana hanya terdiam mendengar penjelasan suaminya sambil menghembuskan nafasnya dengan panjang.


Kirana melangkahkan kakinya dengan malas menyusul Tomy ke kamar untuk menyiapkan pakaian tidurnya.


"Mas sudah makan belum?" Kirana bertanya sambil mengambil pakaian ganti untuk suaminya dari dalam lemari.


"Sudah. Mas mau langsung mandi aja, badan sudah terasa lengket semua, gerah banget." jawab Tomy sekenanya. "Setelah mandi juga mau langsung tidur aja, mas capek banget," jelasnya lagi.


"Ya sudah aku letakan pakaiannya di sini," ucap Kirana.


Pakaian ganti untuk suaminya telah disiapkan dan diletakkan di atas kasur.


Kini Kirana melangkahkan kakinya ke dapur. Dia meletakkan belanjaan itu di atas meja dan mulai mengeluarkan isinya satu persatu. Ada gula, kopi, susu kental manis, susu untuk anak di atas satu tahun.

__ADS_1


Namun, ketika Kirana mengeluarkan kotak susu anaknya, Kirana sedikit terkejut. Merk susu yang biasa dikonsumsi anaknya berbeda dengan yang sebelumnya. Susu yamg biasa dibeli kandungan protein dan vitaminnya lebih banyak dari yang ini. Harga susu ini lebih murah dari yang biasa di belinya.


Setelah mengeluarkan semua isi belanjaan dari kantong kresek, Kirana menemukan secarik kertas yang diketahuinya sebagai struk belanja.


"Kenapa kertasnya lebih panjang, padahal okan belanjaanya sedikit tapi ini kertasnya panjang banget." ucap Kirana pelan.


Hal ini membuatnya menjadi penasaran ingin membacanya. Kirana mulai membacanya satu persatu. Gula, kopi, cemilan favoritnya, susu kental manis, susu anaknya yang berubah merk. Kirana semakin bingung ketika membaca lanjutannya. Kedua alisnya saling bertaut.


Kirana melanjutkan membaca struk kembali. Odol, sikat gigi, sabun cuci piring, sabun mandi, sabun cuci pakaian, cairan pembersih lantai, pengharum ruangan, deodorant, merk susu anaknya, pembalut wanita.


Kirana terkejut tak percaya membaca dua kata itu.


" What? Pembalut wanita, punya siapa ini?" pekiknya pelan.


Hatinya mulai bergemuruh, nafasnya mulai sesak, dan wajahnya mulai terasa hangat. Kirana mencoba mengatur napasnya agar terkendali. Emosi mulai menguap di kepalanya. Setelah emosinya mulai mereda, Kirana melangkahkan kakinya kembali menuju kamar.


Penjelasan adalah kunci yang utama saat ini. Berbagai pertanyaan berkecamuk di relung hatinya. "Kemana barang-barang yang lain, kenapa banyak sekali sedangkan di dalam kantong kresek hanya ada lima macam belanjaan. Dan yang terpenting punya siapa barang-barang yang lebih itu."


"Mas susu Rafiq kenapa berubah?" tanya Kirana.


"iya dek, mulai sekarang kita harus mulai berhemat, karena pendapatan kita mulai berkurang. Beberapa rumah makan kita pendapatannya tidak sebanyak dulu lagi," jelas mas Tomy kepadanya.


"Tapi di struk belanjanya susu yang biasa di beli ada, terus belanjaannya lebih banyak lagi,mana ada pembalut wanita lagi, itu punya siapa mas?" tanya Kirana dengan suara sedikit lebih naik.


"Oo, itu tadi mas belanja bareng Tini, tidak sengaja ketemu di mini market. Suaminya sedang pergi keluar kota untuk memeriksa pembangunan perumahan di sana, karena Tini sendirian jadi aku ajak dia bareng, biar antrianmya tidak panjang lalu kami satuin belanjaan kami supaya menghemat waktu." kata Tomy panjang lebar untuk menenangkan Kirana yang suaranya sudah mulai meninggi.


Tatapan mata Kirana menajam. Sedangkan Tomy terlihat mengacuhkan pandangannya ke arah lain, gestur badannya gelisah, merasa tidak nyaman, berulang kali menarik nafas lalu menghembuskan secara perlahan.


Setelah merasa mulai nyaman, mas Tomy mulai mendekati Kirana lalu merengkuh tubuhnya untuk merapat kepadanya sambil mengelus-eluskan kepalanya dengan lembut.


"Maafkan mas ya dek, sudah membuat mu kesal" kata mas Tomy.


Hati Kirana mulai luluh mendengar perkataannya karena perlakuan lemah lembut dari mas Tomy.

__ADS_1


"Ya sudah kita tidur yuk , ini sudah larut malam. Besok mas mau berangkat pagi. Nanti kita bangun kesiangan." ajak Tomy.


"Mas Tomy tidur duluanlah, adek masih mau membereskan belanjaan tadi," kata Kirana.


Kirana membalikkan tubuhnya dan berjalan kembali ke dapur.


Barang belanjaan suaminya yang ada mulai disusun rapih di tempatnya. Gula, kopi dimasukkan ke wadah yang sudah tersedia, susu kental manis, cemilan, dan susu anaknya yang sudah berubah merek dan rasa dimasukkan ke dalam lemari yang tergantung di atas kompor.


Kirana juga membersihkan meja makan demikian juga kompornya. Kirana mengambil sapu dan menyapu lantai yang tampak agak kotor. Hal itu dilakukannya agar ketika bangun besok pagi semua masih rapi dan bersih yang akan membuatnya nyaman untuk beraktifitas.


Lampu dapur yang masih menyala juga dimatikan satu persatu. Kirana berjalan menuju pintu belakang. Dia mengecek kembali apakah sudah terkunci dengan benar. Setelah dirasa benar terkunci, Kirana melangkahkan kakinya ke ruang depan.


Hal yang sama dilakukannya. Mengecek kembali pintu itu. Jendelanya juga diperiksanya dengan teliti. Setelah dirasa semuanya aman, Kirana pun kembali ke kamarnya. Kirana tak langsung merebahkan dirinya di atas kasur. Dia menuju kamar mandi terlebih dahulu untuk membasuh muka dan menggosok gigi.


Mukanya yang basah setelah di basuh di keringkannya dengan handuk bersih.


Tak hanya sampai disitu ritual malam yang dilakukannya sebelum tidur. Kirana duduk di depan meja riasnya. Dia mulai mengambil sebuah tabung kecil yang berisi cream malam. Kirana mulai mengeluarkan isinya sedikit demi sedikit dan mulai megoleskan ke wajahnya.


Meskipun Kirana tidak suka berdandan namun mukanya harus tetap bersih. Setelah selesai dengan rutinitas malamnya, Kirana pun melangkahkan kakinya menuju tempat tidur.


Ting ...


Bunyi ponsel suaminya tanda ada chat yang masuk.


Siapa yang mengirim pesan malam-malam begini? tanyanya dalam hati.


Layar ponsel itu telihat terang dan tanda notifikasi pesannya juga menyala.


Mas terima kasih belanjaan dan uangnya.


Isi pesan yang di baca Kirana


Serasa petir yang menyambar, lalu segera dibukanya pesan itu untuk melihat dari siapa. pesan itu berasal dari Tini. What?

__ADS_1


__ADS_2