
Kebutuhan yang semakin meningkat sehingga pengeluaran semakin besar, sedangkan pendapatan yang berkurang membuat kami mulai mengencangkan ikat pinggang. Kami mulai membuat daftar kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Kami berdiskusi kebutuhan sekunder dan tersier mana tidak begitu kami perlukan langsung di coret dari daftar.
Keinginan suamiku untuk membeli hape baru harus di coret. Layar hape yang sudah retak karena terjatuh bisa di ganti.
"Mas, hapenya di reparasi aja tinggal ganti lcdnya aja sudah bagus lagi. Tidak perlu hape baru, biayanya sekitar 300 ribu rupiah sudah bagus lagi. Kalau beli baru harganya 3 juta. Kita menghemat 2,7 juta, lumayan kan. Uangnya bisa kita pakai untuk keperluan lain, misalnya bayar listrik, bayar air." jelasku.
"Iya, kamu atur aja gimana baiknya. Yang penting masih bisa dipakai."
"Kita juga harus mengurangi makan-makan di luar. Minimal sebulan sekali aja, kalau biasanya seminggu sekali."
" Kita juga mengurangi belanja baju. Baju aku sama mas masih ada yang belum pernah di pakai. Lemari pakaian sudah terisi penuh, malah harus kita kurangi sudah ngak muat lagi. Besok, aku mau pilih-pilih baju yang tidak terpakai lagi akan dikeluarkan," kataku.
"Pakaian yang ngak terpakai lagi mau taruh di mana? Mau taruh di gudang? " tanya mas Tomy.
" Pakaiannya mau di sumbangkan kepada yang lebih membutuhkan. "
" Sepatu-sepatu basket aku juga mau aku jual aja daripada penuhin tempat lumayan bisa di jadikan uang."
" Memangnya ada yang mau beli? "
"Pasti adalah yang mau beli, sepatuku logo centang limited edition yang ada tanda tangannya atletnya, yang paling aku ingat ada tanda tangan Kobe Bean Bryant. Ketika berita kecelakaan helikopter dan kematian Kobe dan putrinya aja aku sedih banget. Sepatu yang ada tanda tangannya ku bawa tidur tiga hari sebagai ungkapan rasa turut berbela sungkawa."
"Emang pengaruhnya apa coba, sepatu di bawa tidur, " gerutu suamiku.
"Ya cuma bentuk dari simpati kita sebagai seorang fans kepada idola, " jawabku.
"Yakin sepatu-sepatunya mau di jual? "
"Iya, aku beli sepatu juga selain hobi ya buat investasi, kalau ngak punya uang ya bisa di jual lagi."
"Kalau itu sudah menjadi keinginan kamu ya sudah, tapi jangan nanti jadi sesalan kamu di kemudian hari ya, " katanya.
Kemudian aku mulai mengumpulkan sepatu-sepatu, tas-tas yang masih bagus bisa di jual lagi. Sepatu dan tas yang sudah terkumpul, aku foto semua barang yang mau di jual. Barang-barang yang sudah ku foto ku edit lagi fotonya biar cantik dan menarik minat pembeli, lalu ku promosikan di sosmedku yang berwarna biru. Aku yang lama sudah tergabung di komunitas cewek pecinta basket dengan mudah mempromosikan barang daganganku. Baru seperempat jam ku kirim gambar sepatu dan tas yang mau ku jual sudah banyak menanyakan kondisi dan harga barang. Namun sebelumnya banyak yang bertanya mengapa barang kesayangan mau di jual.
"Sista, ngak sayang barang limited mau di jual? "
__ADS_1
"Terpaksa sista, aku kan sekarang sudah mempunyai keluarga, kebutuhan hidup semakin banyak dengan kondisi sekarang semakin susah mendapat uang."
"Sebenarnya sayang sih, daripada barangnya hanya ku simpan lebih ku jadikan uang yang bisa ku buat untuk modal usaha."
"Oh gitu , barang yang ada kondisi gimana si? "
"Kondisi barang masih mulus karena jarang ku pakai bahkan sepatu yang ada tanda tangan Kobe Bean Bryant belum pernah ku pakai."
"Harganya bisa kurang? "
"Harga bisa nego, tapi ngak terlalu jauh ya. "
Mulailah terjadi negosiasi yamg cukup alot hingga menghasilkan kesepakatan yang saling memuaskan kedua belah pihak. Karena harga barang yamg kutawarkan tidak terlalu mahal, hanya dalam waktu dua jam semua barang yang ada sudah laku terjual. Aku mulai membungkus sepatu dan tas. Ku tulis nama dan alamat pembeli yang sudah mengirimkan uangnya.
Pagi-pagi sebelum aku pergi ke kantor, aku akan mampir untuk mengirim barang. Semua barang yang sudah ku bungkus, ku bawa ke tempat jasa pengiriman barang.
Selesai mengirim barang, aku langsung pergi menuju kantorku. Surat pengunduran diriku sudah ku persiapkan sejak kemarin. Berdasarkan kebijaksanaan kantor, siapa yang mengundurkan diri akan mendapatkan pesangon lebih besar daripada pesangon untuk pegawai yang di rumahkan.
Aku mulai mengerjakan tugasku dengan baik, dengan harapan ketika aku sudah keluar dari kantor ini dapat meninggalkan kesan yang baik. Ku periksa secara teliti lagi semua pekerjaanku hari ini. Setelah istirahat makan siang selesai ku bawa surat pengunduran diriku menuju ruang direksi.
Pintu ku ketuk perlahan.
"Assamualaikum, permisi Bu." kataku.
"Waalaikumsalam, ya masuk! "
"Ada apa Kirana? "
"Maaf Bu mengganggu, saya datang ke sini untuk memberitahu ibu karena saya bermaksud mengundurkan diri dari pekerjaan. Ini surat pengunduran diri saya. "
"Kalau boleh saya tahu alasan Kirana mau mengundurkan diri karena apa? " tanya bu Ina.
"Saya mau lebih fokus lagi mengurus keluarga dan anak. Kasihan anak saya masih butuh perhatian lebih dari saya, bu" jawabku.
"Dia masih minum ASI Bu, jadi belum bisa di tinggal lama."
__ADS_1
"Memangnya kamu ngak pakai jasa babby sitter ya?"
"Kami pakai jasa babby sitter, tapi pada saat pandemi ini tidak tepat rasanya. Pengeluarannya lebih besar dari pendapatan. Besar pasak daripada tiang, Bu."
"Nah, sudah tahu pengeluaran besar kamu kok mau mengundurkan diri! "
"Karena kami rencananya mau buka usaha rumah makan Bu."
"Jadi saya bisa buka usaha sambil tetap bisa dekat dan mengawasi anak saya, Bu. "
"Oh ya, saya mau nanya ruko duo tingkat punya keluarga ibu sudah ada yang menempati belum, Bu? "
"Soalnya kalau jadi buka usaha rumah makan, kami berminat untuk mengontrak ruko itu, lantai dasar bisa buat usaha rumah makan, lantai atas bisa buat kami tinggal, Bu."
"Iya lokasi ruko itu strategis letaknya di persimpangan pinggir jalan."
"Oh, ruko itu kebetulan belum ada yang cocok dengan kami. Jadi rukonya masih kosong. "
"Jadi surat pengunduran diri saya sudah di setujui, kami akan menghubungi ibu untuk menindak lanjuti minat kami terhadap ruko itu, Bu. "
"Tunggu dua minggu lagi untuk jawabannya ya. Kami juga harus mencari pegawai untuk menggantikan posisimu di sini. "
"Kalau begitu saya permisi dulu, Bu. "
"Ya silahkan, tapi nanti kalau sudah ada penggantimu, kamu bisa rolong ajari dia pekerjaan kamu ya. "
Hanya berselang tiga hari, pegawai penggantipun sudah didapatkan. Tugas saya mengajarkannya tugas-tugas yang harus dia kerjakan. "
Setelah dua minggu saya di panggil bu Ina untuk menghadap ke ruangannya. "Assamulaikum, permisi bu. " kataku ketika bertemu di depan ruangannya.
"Waalaikumsalam Kirana, mari silahkan masuk. "
"Ini saya mau memberi tahu surat penguduran diri kamu sudah diterima. Ini silahkan di baca. "
"Alhamdulillah, terima kasih banyak ibu. "
__ADS_1
,