
"bu… kita mau kemana bu" tanyaku.
entahlah, tapi kita berdoa agar kita baik baik saja ya nak…" kata ibu. "baiklah bu, aku akan berdoa agar kita baik baik saja" kata si tortoishel. "kalau kalian lelah, kalian tidur saja. sepertinya orang yang mengambil kita itu orang baik. karena sepertinya ibu mencium bau makanan kita. kadang orang sering memberi kita makanan" kata ibu. " apakah kalau ibu sering memberi kita makanan berarti itu pemberian seseorang?" tanya si putih. "betul nak, karena kadang ada orang yang kasihan kepada kita. jadi kalian tidak boleh menyakiti mereka yang baik pada kita. mengerti!!" kata ibu panjang lebar. " mengerti bu…!!" kata kami serempak.
sepanjang perjalanan setelah kami dimasukkan ke benda yang muat untuk kami semua, kami tidur disitu.
...****************...
..."hai kucing, bersiap siaplah untuk masuk ke dunia baru, dunia yang penuh dengan petualangan seru"kata... entahlah siapa. namun, ia berparas cantik menawan seperti manusia. namun, dia memiliki telinga seperti aku dan saudara saudaraku. dan dia juga memiliki ekor!?...
" kkaa... mu ssia..ppaa..?" tanyaku kepadanya.
"oh, kamu belum tahu ya. aku dewi kucing. aku bisa berubah jadi apapun termasuk manusia. dan kau akan sering bertemu denganku karena kau adalah calon putri kerajaan kucing." kata dewi kucing itu.
"maksudnya, aku akan menjadi sepertimu? yang parasnya mirip manusia.!?" kataku sedikit membentak.
"yap.. betul, tetapi kamu harus mengikuti ujian ini." kata sang dewi kucing. "ujian apa?" tanyaku.
__ADS_1
" setelah mendengar ini kamu akan bangun. kau akan menjalani lika liku kehidupan yang rumit dan kamu harus bisa kembali ke majikan mu. jika kamu tidak bisa kembali sebelum aku menjemputmu, maka kamu harus menjadi pelayan di istanaku selamanya di kerajaan kucing dan kamu tidak akan menjadi putri kerajaan kucing" kata sang dewi kucing tegas.
"**...aa..pp..ii" kataku terbata-bata. "baiklah sampai jumpa pada saat kamu sudah bertemu majikanmu atau... malah tersesat entah kemana" lanjut sang dewi kucing dan dia langsung berubah menjadi kucing berbulu perak dengan bulu yang lebih lebat dari bulu kucing tertebal di dunia. dan dia menghilang begitu saja entah dia kemana.
" siapa yang disebut majikanku itu?" pikirku. dan tiba tiba seberkas cahaya membuat silau mataku dan seketika aku bangun dari tidurku yang pulas.
Aku mencoba membuka mataku. dan... taraa... sebuah rumah sederhana didepan mataku. seketika aku langsung membangunkan semua adik adikku. dan mereka juga sama terkejutnya dengan ku.
...****************...
laki laki itu kemudian membawa keranjang yang berisi kami didalamnya.
kemudian ia membawanya masuk kedalam rumah sederhana itu.
......................
"ayaaah...." kata anak itu. "iya sayang, ayah sudah membawanya. ayo kita buka keranjangnya" kata orang itu. " tapi, jendela dan pintu pintunya harus ditutup dahulu. agar kucing kucingnya tidak keluar" kata orang itu lagi.
__ADS_1
kemudian, anak itu menutup semua pintu dan jendela. dan setelah itu, orang yang membawaku dan saudaraku keluar dari tempat tinggalku itu mengeluarkan kami dari tempat yang muat untuk kami semua.
setelah kami dikeluarkan, anak itu langsung berteriak kegirangan. "terima kasih ayah. aku senang sekali!!" kata anak itu. " tapi harus janji kalau WA WA mau mengurus semua keperluan anak anak kucing ini ya…" kata orang yang disebut ayah oleh anak itu.
" siap ayah, tetapi kalau aku sibuk, ayah yang merawat kucing kucing itu. kata anak itu.
Aku bertanya kepada saudara ku yang berwarna hitam putih. " dek, apa kau mengerti mereka bicara apa?" tanyaku.
"aku nggak ngerti kak, mereka bicara apa" kata adikku yang kedua kaki depannya berwarna putih sedangkan yang belakang di sebelah kiri hitam, yang kanan putih.
" apakah kamu tadi bermimpi ditemui dewi kucing?" tanyaku. " siapa itu dewi kucing? tadi aku emang tidur, tapi nggak bermimpi apapun, kakak aneh" kata si belang.
"hihihihi... kakak hanya bercanda." kataku sambil tertawa.
setelah itu, orang orang itu berbicara satu sama lain. katanya sih.. si anak itu ingin segera memeluk kami semua. tetapi orang yang membawa kami itu melarangnya. kemudian dia memberikan kami makanan yang enak enak tetapi kami belum pernah memakannya. ibu bilang, kami boleh memakannya setelah aku mencoba satu biskuit(makanan itu berbentuk biskuit) aku langsung ketagihan dan makan sampai kenyang.
cerita ini hanyalah fiktif belaka bila ada kesamaan nama, tokoh dan tempat. saya mohon maaf yang sebesar besarnya. karena ini adalah novel pertama saya.
__ADS_1