Petualangan Abeera Di Dunia Manusia

Petualangan Abeera Di Dunia Manusia
eps 3 bertemu dengan mbak april


__ADS_3

Sudah lama kami tinggal bersama si ciming dan rasanya senang sekali. aku sering bermain dengannya dan dia baik sekali.


Dan sampai suatu hari, wawa mengajak kami untuk pergi ke taman dekat rumahnya.


Kami baru pertama kali kesana. tetapi sebelum kami pergi dari rumah. kami di beri sesuatu oleh wawa. sebuah benda yang berbunyi nyaring dan benda tersebut memiliki tali.


Kemudian, wawa mengikatkan tali itu ke leher kami. kami senang bukan main. apalagi si tortoishel. dia senang memainkan benda yang berbunyi "krincing-krincing"


Semua senang karena diberi kalung itu. kemudian wawa mengajak kami masuk benda yang besar yang pernah membawa kami dari got sempit dulu. dan kami dimasukkan ke benda yang sama yang membawa kami dulu.


...----------------...


Setelah lama menunggu di benda yang memuat kami semua, kami lalu dikeluarkan dari benda itu.


setelah dikeluarkan, kami takjub melihat keadaan di sekeliling kami. kami belum pernah keluar rumah sejauh ini.


setelah itu kami bermain bersama si ciming dan wawa. kemudian wawa berhenti dan beristirahat di bawah pohon yang sejuk.


kami mengikuti wawa dan beristirahat bersama. kemudian wawa mengambil sesuatu dari saku bajunya.


dia lalu memainkannya, aku tidak tahu itu benda apa. benda itu didapatkan oleh wawa sejak 6 bulan yang lalu.


kalau kau mau tanya umur kami berapa?. kami lima bersaudara sudah berusia kira kira satu tahun.


jadi, kemungkinan karena usia kami sudah sedikit besar kami boleh diajak keluar.


Wawa sekarang sudah bersikap agak dewasa. tidak seperti dulu, kalau dulu dia sedikit manja tetapi sekarang sifat manjanya sudah hilang entah karena apa.


setelah kami puas beristirahat, kemudian wawa berdiri. dan dia melambai kepada seseorang lalu orang yang dituju menghampiri wawa.

__ADS_1


Hei!! sepertinya aku kenal dia. dia dulu sering bermain denganku. kami setiap hari sering bermain bersama. tapi, setelah 6 bulan yang lalu dia pergi entah kemana.


Saat terakhir aku ketemu dengannya, dia mengelus kepala kami semua. dan dia terlihat mengeluarkan air mata lalu dia pergi.


Kali ini kami bertemu dia lagi. dia sedikit berlari untuk menghampiri kami dan wawa.


"Wawa!! bagaimana kabar kucing kesayanganku?" tanyanya kepada wawa. " mereka baik baik saja, dan lihat! kucing itu semakin besar" kata wawa.


"wah... kucingku yang manis sudah besar ya,, hihihi..." kata sahabat wawa itu namanya April. dia berkata begitu sambil mengambilku.


Aku memang kucing kesayangan mbak april. dan kalau dia bermain di rumah wawa, dia langsung menghampiriku.


"hei wawa aku jadi mengambil abeera, boleh ya..." kata mbak april.


"hmm... kupikir dulu ya" kata wawa. suasana hening seketika. " gimana?" tanya mbak april.


"boleh..." kata wawa.


" tapi ada syaratnya"


" apa syaratnya?"


"kau harus mengambil ciming juga"


"hah... beneran" tanya mbak april (aku memanggilnya mbak karena usianya lebih tua dari wawa)


"iya... bener.. karena aku takut abeera tidak punya teman" kata wawa.


"oohh... gitu" kata mbak april.

__ADS_1


"tapi... apa kau siap dengan segala sesuatunya?" kata wawa. "aku siap mengurusi mereka berdua kok.


"baiklah... kau boleh mengambilnya besok. tapi janji ya..." kata wawa.


" janji apa?" tanyanya.


"kau harus berjanji untuk mengurusi semua keperluan kedua kucing itu ya..." kata wawa.


"aku janji kok" kata mbak april.


"okay.. besok ya..." kata mbak april.


"ya.." kata wawa.


aku terkejut bukan main. aku belum siap berpisah dengan ibu dan saudara saudaraku.


lalu wawa mengajak kami memasuki benda itu lagi. dan kami lalu pulang


...----------------...


"bu... aku ingin minta maaf kalau aku ada salah" kataku. entah apa yang aku pikirkan.


"kenapa minta maaf?" tanya ibu. "aku sebentar lagi akan berpisah dengan kalian. karena aku akan di ambil oleh mbak april" kataku sambil bersedih.


"yang sabar ya abeera" kata ciming. seketika suasana menjadi hening di antara kami.


"tapi, aku tidak sendirian kok. aku bersama ciming yang akan pergi" kataku sambil tersedu.


" bu.. kok abeera bisa tahu kalau aku dan dia akan pergi" tanya ciming. " aku sudah lama penasaran kenapa ciming seperti bisa mengerti omongan mereka manusia?" tanya ciming yang sejak dulu sangat penasaran dengan aku yang bisa mengerti bahasa mereka.

__ADS_1


hai semua maaf baru up hari ini jangan bosan dengan ceritaku ya...


maaf bila ada kesamaan nama, tokoh, dan lain lain. saya mohon maaf yang sebesar besarnya


__ADS_2