Petualangan Balas Dendam!.

Petualangan Balas Dendam!.
dungeon


__ADS_3

"nuna, cepat dungeon yang akan segera disegel" ucap Revan sambil memegang pedang di tangannya


"sebentar" ucap nuna sambil memakai alas kaki "oh iya, kemana kita akan pergi?"


"dungeon Praha!" ucap Revan dengan nada kencang


"baiklah"


lalu mereka berdua pun berjalan ke arah yang sering dilaluinya lalu tidak terasa mereka sudah sampai di dungeon praha


lalu terlihat banyak orang yang membawa panah,pedang dan tongkat sihir


"lihatlah itu dua anak kecil ingin masuk ke dungeon"


"betul!, mereka pasti gagal masuk dungeon"


banyak bisikan tentang mereka berdua karena mereka berdua masih muda yaitu revan berumur 15 dan nuna berumur 14


"Hei!, yang disana kita ini bukan anak kecil! ,kita memiliki kekuatan!. lihat saja!, kau pasti hanya akan sampai di tingkat 17"


seperti yang dikatakan nuna "hanya akan sampai di tingkat 17" di dungeon memiliki 20 tingkat dan 5 bintang semakin kecil tingkat semakin kuat semakin besar bintang semakin kuat karena itu adalah peraturan dungeon yang dibuat oleh "sang pengatur"


"mana mungkin kita hanya sampai di tingkat 17" ucap orang sombong itu


"itu bisa saja mung..." nuna pun memberhentikan ucapannya karena Revan memegang kepala nuna dan menyuruhnya berhenti berdebat

__ADS_1


"sudahlah, kita kesini untuk mendapatkan level yang lebih tinggi"


lalu mereka berdua pun masuk ke dungeon lalu penjaga dungeon pun tidak mengizinkan mereka untuk masuk karena dianggap tidak akan bisa masuk dungeon


"kau tidak boleh masuk, kau amak kecil yang bergumam ingin masuk"


lalu refleks Revan pun menebas kayu yang disamping penjaga tersebut dan menjadj kayu bakar


"bagaimana?" ucap Revan dengan perasaan kesal


"baiklah biarkan aku memberiku cap tangan" lalu penjaga itupun memberikan cap tangan dungeon dan memiliki perasaan senang karena mendapatkan kayu bakar untuk membakar makanan


"hei lihatlah itu dia mendapatkan cap lengan bintang 3 kita saja bintang 1" bisik teman yang diawal dungeon memyombongkan temannya itu


"APA?!, HAL INI TIDAK BOLEH DIBIARKAN!" ucap pria besar yang sombong itu yang merasa di rendahkan


lalu pria sombong itu mendekat pada nuna dan Revan


"berikan aku cap tangan bintang 3 itu pad..."


sebelum nuna menjawab Revan hilang dari pandangannya dan dari belakang tanpa sepenglihatan orang besar itu ada yang menendang punggungnnya


dan memegang kedua tangannya dan menginjak kepalanya orang besar itu


dan itu adalah revan

__ADS_1


"ayo pergi nuna aku sudah muak dengan orang tolol itu"


lalu tingkat 20 19 18 17 16 15 14 dan seterusnya mereka lalui pada akhirnya mereka sudah berada di tingkat 3 yaitu tingkat yang dijuluki "pembunuh besar" karena di tingkat ini adalah tempatnya salah satu dari ketiga boss dari bintang 1


"tingkat boss?"


"sepertinya tingkat boss?, karena disini banyak orang yang berkumpul tetapi dimana orang besar itu?"


"coba kulihat hologram sihir yang disediakan untuk setiap orang. dia kalah di tingkat 17"


"doakan yang terbaik saja"


"untuk apa mendoakan orang yang sombong"


"terserahmu..."


"halo para peserta! aku adalah pemimpin dungeon praha yang pernah membunuh tingkat 1 bintang 5 bahkan raja saja hanya


kuat tingkat 15 bintang 4 jadi aku mengerti


pola serangan boss tingkat 3-1 atau rahasia yang terkandung disini tetapi apakah aku akan menguak rahasia?. tentu tidak, ada yang ingin ditanyakan?"


"kenapa tingkat 17 agak susah namung tingkat 15 gampang?" ucap salah satu peserts dari 70 peserta lainnya


"mudah!, tingkat 17 memang dirancang untuk susah agar bisa memisahkan orang lemah atau kuat dan... tingkat 17 dipasangkan anti sihir hal sama terjadi pada bintang 3 dan 5 di tingkat 17 agar memisahkan orang kuat dan lemah. ada yang ingin ditanyakan lagi?"

__ADS_1


"apa pola serangan boss?" ucap revan


__ADS_2