
Q: thor. alur ceritanya tetap ditetap di modern kan?
Thor: belum yakin karena masih ada ide ide yang menarik
----------------------------
Halo. Nama ku Toni. Umur sekarang adalah 19 Tahun. kedua orang tua sudah tiada dan kini aku berusahaa untuk menghidupkan diri ku sendiri...
"woy ton. kenapa lu diem bae sih?" ucap salah satu teman ku
"gak nih gua aja lgi memikirin tentang cita² gua jadi orang terkaya di dunia ini. menurut lu gimana dev? apa gua mampu?" tanya ku kepada teman ku yaitu Devva
devva sejenak perpikir dan melihat diriku dari atas hingga bawah
"gua yakin lu bakal kaya tapi jawaban gua gk penting juga buat lu tapi lu harus bisa berusaha dan yakin apa yg lu bisa di suatu bidang. jangan percaya apapun yang dikatakan oleh orang lain termasuk gua. kata kata gua tidak bisa nentukan masa depan lu" Devva menjelaskan
'ucapan devva ternyata ada benarnya' dalam hati ku
"baiklab Dev. gua tahu lu sahabat gua yang terlalu kejujuran" aku tertawa
"Gua bukan terlalu kejujuran emang itu nyata tetapi gua salut sama lu ton. mau mimpi seperti itu" devva ikut tertawa
3 jam sudah kami mengobrol dan tertawa dan aku melihat jam 1: 15. yap itu waktu kerja ku
"oh ya dev. gua pamit ya. ini gua dh waktunya gua kerja. gua takut bos ngomel² lgi" izin pamit ku kepada devva
"iya beginilah kalau punya pekerjaan jadi sok sibuk. hahaha. yaudah sono lu nanti telat" devva tertawa kecil dan mempersilahkan ku untuk pergi
setelah pergi dri rumah sahabat ku kini aku berkendara dengan motor perusahaan. apa lagi kalau bukan menghantar paket? ini lah pekerjaan satu satu ku untuk menopang ku di dunia ini
setelah 1 jam dan aku sudah check in tempat kerja dan aku mengambil Seragam yang tertulis dibelakang : Flash On The Way
Itu lah motto perusahaan tempat ku pekerja
aku telah perpakian dan aku melihat perempuan yang ku suka dan perempuan itu sangat cantik membuat ku terpesona. nama nya adalah Diana. melihat cantiknya meringankan keletihan ku
__ADS_1
"siang Ton. kamu sudah sampai ya?" Sapa sopan diana
"y...aa. ak-u baru sampai" kata ku dengan gugup
'sial kenapa aku gugup didepannya' gumam ku
mendengar kata ku dengan gugup diana tertawa kecil
"hihihi. kamu masi aja gugup sama aku. ton" diana tertawa
"maaf ya dian. jika aku jujur sih kamu orang yang tercantik yang ku temui. makanya aku selalu gugup didepan mu" Gombal ku
blussh. pipi diana memerah merona seperti tomat
"ap-a y-ang kamu kata-kan itu benar?" diana menunduk malu
'ini pertama kali nya kamu mengatakan itu ton. aku suka dengan mu sejak kita kecil. dulu kamu lah yang menyelamatkan ku tetapi mengapa kamu lupa denganku?' gumam diana
"Ya benar kamu perempuan yang tercantik dan manis. apa aku salah mengucapkannya?" aku bertanya dengan takut kata kata ku membuat nya marah
"ti-dak. baiklah aku pergi dulu ya" Diana pergi dengan cepat dan masih pipi merona
FYI: Perusahaan Tempat Toni bekerja adalah Flash Delievery. Flash Delievery adalah sebuah perusahaan multi nasional yang melayani paket sebanyak 2 juta per tahunnya dengan karyawan yang dimiliki sebanyak 5 juta. perusahaan Flash Delievery dipecah dengan 3 perusahaan cabang di kota kota besar.
" tak ambil pusing lah. aku lebih baik membawa paket paket ini segera daripada kena omel bos" aku buru buru ke motor ku
"ok semua dah siap dan saat nya berangkat" aku semangat
kini diana melihat toni berangkat dengan motornya. 'kapan kmu menyadari bahwa aku suka dengan mu?. toni' lirih diana
5 jam sudah toni berkeliling kota dengan menghantar paket ke tiap alamat tujuan
"paket Flash. Paket flash" ucapku ke pintu terakhir
"oh ya sebentar" ucap orang dri rumah
__ADS_1
setelah pintu terbuka dan muncul lah bapak²
"apakah ini rumah dari bapak bryan?" ucap ku untuk konfirmasi
"ya betul mas" bapak bryan menjawab
"oh bagus kalau begitu. ini pak ada paket untuk bapak bryan" aku menyerahkan paket
"oh ya. paket buat saya ya. ini siapa mengirimnya ya. mas?" bapak bryan menjawab
aku melihat paket nya dan ada nama tertulis dari asal paket ini
"asal pengirim paket ini dari Alim Jakarta Utara" aku berkata
"oh ya itu teman saya. terimakasih ya mas udah ngirimin paket buat saya. ini ada sedikit rejeki. itung² buat beli cemilan" bapak bryan mengambil paket dan menyerahkan uang nominal 50rb
melihat 50rb aku sontak kaget
"tidak usah pak. ini terlalu banyak untuk saya" aku menolak
"gpp mas. ambil saja. saya tidak mau apa yang saya keluarkan itu dikembalikan. tolong ambil atau saya beri bintang buruk untuk menilaian kmu. apakah kamu mau" bapak bryan nada sedikit mengancam
mau tidak mau aku mengambil uang 50 RB itu dan aku bersyukur masih ada orang baik di dunia ini
"terimakasih ya pak. kalau begitu saya permisi. mari pak" aku pamit
"silahkan mas. hati² ya" bapak bryan
'akhirnya selesai juga pekerjaan hari ini. lebih baik aku istirahat dulu deh' gumam ku
tiba tiba telepon ku berdering
"halo ton. lu udh kerja belum? kalau udah selesai. kesini Gua di taman tempat kita nongkrong" kata devva
"yaudah gua kesana" jawab ku
__ADS_1
-------------------
To Be Contounie