Pewaris Tahta Kerajaan Bisnis Terbesar

Pewaris Tahta Kerajaan Bisnis Terbesar
Kesedihan


__ADS_3

30 Hari Yang lalu


---


setelah kematian Pelayan Ricky. kini aku dan istri ku menghantarkan peristirahat terakhir dan sebelum aku menuju ke alamat yang diberikan oleh pelayan ricky.


aku perpamitan dengan istri ku untuk menunggu sebentar di area pemakaman


'sesuai janji ku bahwa Roh mu akan ku tempatkan di Alam Dewa ' gumam ku sambil nahan air mata


' SWLO ' aku menyebutkan kekuataan ku


kini aku bisa bertelepati dri bumi ke Alam Dewa


akhirnya terhubung


' Hormat ku pada Yang mulia. Mengapa anda memanggil saya ? ' Dewa Ricky


' hormat mu aku terima. sekarang Ada seorang orang Tua yang berumur 70 tahun yang bernama sama dengan mu. bawa dia ke Alam Dewa. Apakah kamu mengerti? ' Telepati ku


setelah telpati ku selesai dengan Dewa Ricky sekarang aku kembali ke istri ku dan kami siap pergi berangkat ke tempat Alamat yang ingin kami tuju


5 jam Kemudian dari pemakaman dan Harus melewati 2 kota kecil yang jalannya begitu sedikit hancur


"apa ini benar alamat yang diberikan oleh pelayan ricky? tanya ku dengan ragu² kepada istri ku


" jika aku melihat di hp ku. seharusnya kita benar. sayang " kata elsa yang masih memegang perlengenglaan tangan ku


"baiklah sayang. mari kita lihat ciri² rumah yang ada di alamat ini " kata ku kepada elsa


kini kami mencari seseorang yang dapat menunjukkan ciri² ada di catatan ini


setelah mencari selama 2 menit akhirnya kami ketemu dengan Seorang Laki laki tua


" permisi. Pak. Kami sedang mencari sebuah rumah yang berciri khas tembok luar berwarna hitam. berpagar putih dan jendala sekitarnya berwarna hijauh disekitar sini. apa bapak tahu rumah itu? " tanya ku kepada seorang bapak tua


mendengar menjelaskan ku membuat bapak tua ini sedikit curiga dan mengambil posisi waspada


" Siapa kamu? apakah dia mengutus mu ke rumah ku? " Bapak mengambil golok yang dipinggangnya

__ADS_1


melihat hal itu membuat istri ku elsa ketakutan bukan main


"tenang pak. kami tidak di utus oleh siapapun dan kami tidak tahu siapa yang bapak cari. tapi seorang kakek tua yang bernama Ricky berumur 70 tahun memberikan alamt ini kepada kami " buru2 ku jelaskan maslaah perkara


mendengar kan penjelasan itu membuat bapak menurunkan kewaspadaanya


"oh jadi bukan dia yang mengutus mu? baiklah. dan tadi kamu bertanya tentang sebuah rumah. rumah yang kamu cari itu adalah rumah ku. dan ricky itu sudah memberitahu ku setelah dia bekerja di kota besar. bahwa apabila ada 2 orang pria dan wanita datang karena sebuah alamat yang diberikan yang artinya... ugghh ricky.. ugghhk telah meninggal dunia " bapak tua ini menjelaskan secara tiba² juga menangis


mendegar penjelasan itu membuat aku nangis.


" ini sayang. dan ini pak. diambil " elsa memberikan tisu untuk lap bersih air mata


"kalian berdua siapa dan mengapa alamat ini ada di kalian? " tanya bapak tua


" perkenalkan pak. saya Rendy Al Tempest dan ini istri saya adalah -


Elsa felia Welson" kata² terpotong oleh elsa


"Perkenalkan bapak tua ini. Nama saya Adalah Rizal De Bryan. kalian bisa panggil saya Pak Rizal" ucap pak rizal memperkenalkan


" dan kalian berdua ingin ketemu anak dri ricky kan? " kata rizal dengan menebak


" ya pak benar. kami ingin bertemu anak dri ricky dikarenakan diwasiat terakhir dia mengatakan bahwa pekerjaannya bisa digantikan oleh anak dari ricky " aku menjelaskan


akhirnya pak rizal memimpin jalan untuk kerumah yang dituju


tidak terasa 3 menit kita berjalan dan sudah sampai ditempat tujuan


"wiliam. ini bapak. buka pintunya " ucap Pak rizal


terbuka pintu dan muncul seorang pria yang berumur 29 tahun


"oh pak rizal udah pulang... pak ini siapa mereka berdua? " lirik mata pria itu kepada ku dan istri ku


"oh. ini orang berdua yang ayah mu maksud. bukannya kamu sudah paham? " pak rizal


" apabila mereka mereka datang kerumah ini berarti ayah ku sudah meninggal dunia? " pria itu menunduk


" sulit untuk dikatakan Nak. tapi itu lah dikenyataan. bapak harap kamu bisa sabar " pak rizal menenangkan wiliam

__ADS_1


" oh ya perkenalkan mereka berdua. yang pria disana itu adalah Rendy Al Tempest dan istri nya Elsa Felia Welson " pak rizal memperkenalkan kmi


" salam kenal " aku mencoba mengajak untuk bersalaman


" salam kenal dan maaf apabila pemandangan yang ku lakukan kurang nyaman di anda sekalian " wiliam menerima salaman ku


" wiliam. maafkan kedatangan kami membuatmu sedih tapi kedatangan kami adalah sebuah kewajiban dan surat wasiat kepada kami untuk datang kepada kamu " kata ku dengan sopan


" aku tidak mensalahkan diri kalian. katakan kepada ku apa yang diwasiatkan oleh nya pada ku ? " wiliam berkata sambil mengusap air mata


" ini silahkan dan tolong dibaca " memberikan surat wasiat


isi surat :


Wiliam. Jika kamu sudah membaca dan menemui orang ku maksud berarti aku sudah meninggalkan dunia ini. wiliam. kamu adalah kebanggakan ku dalam hidup ini dan maafkan ayahmu yang belum bisa membahagiakan mu dan wiliam. ayah mu telah bekerja di keluarga Tempest dan hari ini mungkin kamu sudah membaca ini dan sudah saatnya sekarang kamu menggantikan ayah mu. setiap kehidupan mu. ayah selalu mendukung mu dan membiayakan semua kebutuhan mu untuk mempersiapkan dirimu sebagai pengganti assiten pribadi. ini permintaan ayah kepada mu. jika kamu enggan dan masih ingin belajar. jangan khawatir ayah dan orang yang mengirim surat ini tentu tidak akan memaksa mu. yang terpenting kamu adalah kebanggaan ayah dan ayah selalu kmu ingin tetap sehat dan kuat sebagai pria sejati


... ~ Ayah mu ~ ...


'


.


.


setelah membaca surat itu entah mengapa aku melihat wiliam sangat sedih dan tidak kuat menahan bendungan air yang sudah begitu menumpuk


" Di surat ini mengatakan bahwa aku akan bekerja sebagai assisten. untuk siapa nantinya aku bekerja? " tanya wiliam kepada kami


" secara kertas kamu akan assisten perusahaan tapi secara non kertas kamu adalah assisten pribadi ku " detail ku


" Baiklah beri aku 2 hari untuk merenung dan memikirkan jalan yang terbaik untuk ini. apakah kalian keberetan? " kata lesu diucapkan oleh wiliam


" Tentu kami tidak melarang. kami akan kembali setelah 2 hari. dan ini nomor tlpon saya. hubungi kami jika memang sudah memikirkannya dengan matang " detail ku dengan memberikan nomor tlpon


" baiklah tuan. nona. terimakasih telah memberi ku waktu " melakukan ogijima[menunduk 30 Derajat ]


" baiklah. kami akan pergi dan jangan lupa hubungi kami " aku mengingatkan


"ayo sayang. dan tuan² sekalian saya dan istri saya mohon izin untuk pamit " ucap ku mewakili istri ku

__ADS_1


------


TBC


__ADS_2