
tok...tok...tok.... " ayah ini aku Adnan " ucap seorang lelaki di depan sebuah ruangan.
" masuk " jawab seseorang dari dalam ruangan tersebut.
ceklek
lelaki itu masuk kedalam ruangan tersebut.
" ada apa..?, kenapa kamu datang " ucap seorang lelaki tua tanpa menoleh kepada orang yang baru saja masuk keruangannya itu. Dia tampak berwibawa dengan setelan jas yang ia gunakan, apalagi di saat dia duduk diskusi kebesaran nya itu.
"ayah, maaf sebelumnya, aku mendengar berita, kalau ayah akan memberikan bagian yang sama kepada andi, apa itu benar..? "tanya lelaki itu.
lelaki tua itu menatap Orang yang sedang berbicara di hadapannya.
" Jadi....kau datang secara tiba tiba, hanya untuk menanyakan hal itu..? " tanya lelaki tua itu, sambil memiringkan kepalanya.
Hening tidak ada jawaban, hingga yang ditanya pun akhirnya menjawab.
" ayah, bukan kah ayah bilang, jika dia tidak memiliki anak maka bagian Nya akan di kurangi..?, Tapi kenapa sekarang tiba tiba ayah berubah pikiran...?" tanya lelaki itu, dengan wajah seolah menahan amarah.
"itu bukan urusan mu, dan lagi...apa kau lupa..? Kalau dia sudah memiliki seorang anak dengan istri pertamanya dulu..?. lelaki itu bertanya, lalau kemudian dia melanjutkan "itu artinya dia juga memiliki anak bukan...?" ucap sang lelaki tua.
" Tapi.....bukankah hak asuh anak itu sudah di ambil alih oleh ibu...?, itu artinya dia tidak bisa membawa anak itu sembarangan. Dan yahh....aku yakin ibu juga tidak akan mengizinkan andi membawa anak itu " jelas lelaki itu.
"itu bukanlah urusan ku, dan lagi...,apakah kau tidak tau...? ,kalau ibumu baru saja meninggal..?"ucap sang lelaki tua dengan nada santai nya.
lelaki itu pun terkejut, dan
Brakk
" APA....!!, BAGAIMANA MUNGKIN. SEJAK KAPAN AYAH MENGETAHUI BERITA ITU...?, LALU, KENAPA AYAH TIDAK MEMBERITAHUKAN NYA KEPADA KU..?"
lelaki itu berteriak kepada lelaki tua di hadapannya.
lelaki tua itu menatap sinis pada lelaki muda yang berada di hadapannya.
" Jaga sopan santun mu, Dan bukankah sudah ku bilang, itu bukan urusan ku " ucap lelaki tua, dengan menekankan pada kalimat akhirnya. Lelaki yang berada di depannya hanya menatap nya dengan sinis.
"Pergilah, sudah tidak ada hal yang harus dibicarakan lagi , dan jangan datang semaumu, aku ini orang yang sibuk." lanjut lelaki tua.
lelaki itu pun berbalik berjalan menuju pintu. dengan membawa seluruh amarahnya.
Brakk
suara pintu yang di banting dari luar.
¤¤¤¤
__ADS_1
di dalam mobil
" lelaki tua itu benar benar, kenapa dia begitu membenci ibu..?, " dia menundukkan kepalanya, "ibu...bahkan disaat saat terakhir mu pun Aku tidak ada, maafkan aku..." gumam nya sambil menitikkan air mata.
Adnan dan andi mereka memiliki sifat sedikit berbeda. mereka memang sama sama gila akan kekuasaan, tapi adnan masih memiliki sifat kemanusiaan, dia masih memiliki belas kasih di dalam hatinya. walau pun gila akan keskuasaan gaya hidup nya jauh dari kata mewah yah bisa dibilang dia ini persatuan sempurna angga dan purwsari....
Dan andi adalah kebalikan dari sifat adnan. dia lebih mirip dengan angga tidak ada bagian dari purwasari bahkan sedikitpun, padahal mereka berdua adalah saudara kandung.
¤¤¤¤
Kedua lelaki yang baru saja bertengkar tersebut adalah Adnan wijaya dan angga adji putra wijaya, mereka adalah kakak dan ayah Andi. Nenek Sari bercerai dengan suaminya sejak adanan dan andi baru memasuki usia remaja.
Dulu angga, ayah adnan dan andi dan nenek sari menikah kerena sebuah perjodohan. kala itu angga yang berusia 18 tahun.
flashback
" angga " panggil gilang ayah angga
" ada apa..? " tanya angga, yang Kala itu baru saja pulang dari pelatihan untuk mengurus sebuah perusahaan.
"ayah ingin membicarakan sesuatu, tolong duduk sebentar." pinta gilang ayah angga.
Angga pun menuruti ayah nya, angga duduk di hadapan ayah dan ibu nya saat itu.
" ada apa...?. tanya angga dengan wajah malas.
" bagaimana dengan pelatihannya..? apakah berjalan dengan baik..?" tanya gilang ayah angga.
" Baguslah kalau begitu " ucap ayah angga, sambil menganggukkan kepalanya faham.
" ah...ya, besok malam ayah dan ibumu berniat akan menjodohkan mu, dengan wanita yang sudah ayah pilih kan untukmu." ucap gilang ayah angga.
angga tersentak, dia baru saja lulus dari sekolahnya, belum lagi dia baru saja belajar mengelola bisnis ayahnya. Tapi sekarang ayahnya tiba tiba membicarakan tentang perjodohan?.
" apaan sih, kenapa tiba tiba ngomongin perjodohan. Aku belum niat buat nikah, aku juga masih muda pah.. usia aku masih delapan belas tahun. Lagian aku juga masih harus belajar tentang cara mengelola perusahaan. Aku ngga ada waktu. "Ucap angga, lalu berdiri berniat pergi kekamarnya.
"tunggu angga, kalau kamu nggak mau menikah, maka papah akan membatalkan penyerahan hak perusahaan kepada kamu " ancam ayah angga.
angga pun terdiam. " kenapa jadi rumit begini sih..? "gumam nya dalam hati.
lalu angga pun menoleh. Terserah papa sama mamah ajalah, tau gitu buat apa ngomong sama angga?, toh akhirnya papah sendiri yang mutusin. ucap angga lalu, melanjutkan langkahnya menuju kamar.
****
hingga hari perjodohan pun tiba.
kedua keluarga sudah berkumpul hari itu. Pak gilang dengan istri nya lalu bersama angga.
__ADS_1
dan purwsari. ( nama nenek sari) yang hanya di temani ibunya.
Kedua keluarga itu berkumpul di kediaman purwasari. para orang tua itupun berbincang. sedangkan yang di jodohkan angga dan purwsari hanya terdiam. Angga sebelumnya tidak merasa khawatir, dia yakin walaupun di jodohkan orang tuanya pasti akan memilihkan wanita yang pantas untuknya.
Tapi saat hari perjodohan. jjdaarrr . Matanya masih tidak percaya, angga yang saat itu berasal dari keluarga terpandang, tidak menyukai purwsari yang berasal dari keluarga kelas bawah.
"Apa apaan, kenapa ayah memilih wanita seperti ini untukku..? dia benar benar tidak pantas, kenapa ayah menjodohkan aku dengan wanita kelas bawah. aku tidak terima " gumam angga dalam hati.
Karena di besarkan dari keluarga yang kaya raya, dan sifatnya yang selalu dimanjakan dari kecil, yang ada di fikiran angga hanya status, kekayaan, dan jabatan. dia tidak mau bergaul dengan orang orang miskin, atau Yang berada di bawah nya.
" baiklah bagaimana jika kita langsung menentukan tanggal pernikahannya..?" tanya pak gilang.
" tunggu!!, " cegat angga.
semua orang yang ada di rumah itu kini melihat kearah angga.
" ada apa..? kau ingin mengatakan sesuatu..?" tanya ibu angga.
" ayah, aku tidak mau menikah dengannya " ucap angga, sambil menunjuk kearah purwsari.
" angga, apa apaan tingkah mu itu, cepat minta maaf pada purwsari " ucap ayah angga.
"Tapi ayah....," bantahan angga, namun di putus oleh kata kata ayahnya.
" kita sudah membicarakan mengenai hal ini kemarin malam, dan tidak ada bantahan lagi. Atau kau tidak akan mendapatkan sepeserpun warisan ku." ucap ayah angga
angga kini hanya terdiam, dia kini merasa benar benar ingin sekali meng obrak abrik seluruh isi rumah itu.
"cih.." sekarang angga hanya bisa terdiam, dan menerima semua keputusan ayahnya.
" lihat saja, setelah aku mendapatkan bagian ku, aku akan langsung mencerai kannya" gumam angga dalam hatinya.
Alasan ayah angga, menjodohkan angga dengan purwsari, karena dia adalah anak yang sangat baik, dan sederhana, dia ingin anaknya belajar akan kesederhanaan itu dari purwsari.
ayah angga tau? karena dulu ayah purwsari pernah menolong nya, saat dia menjadi incaran pembunuhan saingan bisnisnya. Tapi naas, saat itu ayah purwsari terbunuh. demi melindungi gilang. Gilang pun merasa bersalah. Hingga dia memutuskan untuk menjodohkan Angga anaknya, dengan purwsari anak dari lelaki yang pernah menolongnya.
Tapi sepertinya itu tidak akan berjalan dengan baik.
****
kini Hari pernikahan pun tiba, semua tamu undangan pun sudah datang dan menyaksikan pernikahan tersebut.
Hingga dua puluh tahun kemudian, mereka sudah di karuniai dua orang anak, yaitu adnan wijaya dan andi wijaya. Dan kini usia nya sudah menginjak remaja.
Adnan dan andi umur mereka berselisih 3 tahun. Dan saat itu usia adnan lima belas tahun, sedangkan Andi masih dua belas tahun.
Dan di saat itu pula purwsari dan angga bercerai, di saat itu orang tua angga meninggal dunia karena sebuah kecelakaan. Hingga menurutnya sudah tidak ada halangan lagi untuk bercerai dengan purwsari.
__ADS_1
bahkan setelah hidup belasan tahun dan memiliki dua orang anak, angga tidak pernah berubah dan tetap membenci purwsari.
BERSAMBUNG......