
ternyata orang itu tidak lain dan dan tidak bukan adalah Jay, yaitu sahabat sekaligus tangan kanan reyhan. yang selalu membantu nya dalam segala hal.
" oh, pak satpam yang mengizinkan aku masuk" ucap Jay dengan wajah tanpa dosa
" Apa ada masalah selama aku tinggal tadi...? " tanya reyhan sambil melonggarkan ikatan dasi di lehernya.
" nggak ada, santai lah rey," ucap Jay
" gua ngerti kerjaan lo banyak banget, tapi nggak usah se posesif itu lah, perusahaan nggak akan bangkrut cuma karena nggak ada lo semalam" lanjutnya
" yah baguslah " ucap reyhan sambil menyadarkan punggung nya di kursi kerja nya itu.
"btw gimana sama calon istri lo..,cantik nggak..?" tanya Jay dengan antusias
Jay ini walaupun sama sama masih bujangan, tapi dia itu seorang playboy nggak aneh dia selalu melirik dan menggoda wanita wanita apalagi kalau wanita yang good-looking.
" biasa aja,.mana masih bocah lagih" ucap reyhan dengan nada malas nya
" hmmm, gua udah tau sih kalau itu" ucap Jay
" dari siapa.?" tanya rayhan, dengan wajaah kaget, pasalnya belum ada yang tau, bahkan mereka saja baru pulang dari acara pertemuan nya mana mungkin beritanya tersebar begitu cepat.
memang wajar jika berita tentang dirinya selalu menjadi sorotan, karena dia adalah seorang pengusaha yang sudah sangat terkenal bahkan di mancanegara sekalipun, dan itu membuatnya sulit untuk menyembunyikan sesuatu yang sebenarnya tidak ingin dia publikasi kan.
" nyokap lo, gue ketemu nyokap lo tadi di pintu masuk, dia natap gue kaya tatapan pengen makan orang , terus ngomong ke gue supaya gua bisa bantu ngeringanin kerjaan lo mulai sekarang" plak Jay menepuk jidatnya sendiri.
" Apa selama ini gua nggak di anggap woy" lanjut Jay sambil menunjuk kan wajah memelas Yang di buat buat
reyhan hanya menatap datar, tingkah konyol sahabatnya itu.
" terus loh ngapain kesini " tanya reyhan
" numpang makan" jawab Jay dengan watados nya
reyhan menghentikan aktivitas nya lalu menatap dengan wajah datar nya.
" dasar manusia gratisan" ucap reyhan
" bodo amat, gua mau ke dapur dulu ya..dah, selamat bersenang senang dengan tumpukan kertas yang udah menunggu." ucap Jay sambil terkekeh.
^^^ pagi hari^^
di kantor pusat
jadi reyhan ini punya 6 kantor cabang di setiap daerah yang ada di Indonesia dia juga punya belasan cabang perusahaan di negara yang lain. karena itu dia di berikan julukan The king of business Karena bisa mencapai kesuksesan itu semua di usia yang masih sangat muda.
" tok tok tok maaf pak boleh saya masuk..?" tanya sekertaris Jina
" masuk" ucap reyhan tanpa mengalihkan pandangan dari leptop nya.
" pak, ini berkas berkas yang anda minta sebelumnya, dan" drrt ...drrt. ..drrt.., belum selesai sekertaris jina menjelaskan kata kata nya terpotong oleh suara telfon reyhan
/nomor tidak dikenal /
"siapa nih, gua nggak ngrasa kasih nomor ke siapa siapa ini kan nomor private" gumam reyhan dalam hati
" ya halo, siapa" tanya rayhan setelah menekan tombol terima dalam panggilan.
" gue tiara, mama suruh ngukur badan, buat b bikin baju pengantin nanti siang, ucap tiara tanpa basa basi"
"gua sibuk, nanti gua kirimin aja nomor ukuran gua"ucap reyhan
" terserah" ucap tiara lalu menutup telfon nya
" gila jutek banget, apa semua perempuan kaya dia Ya " gumam nya dalam hati lalu dia melirik sekertaris jina sekilas. " kalo sekertaris jina enggak kerja sama gue dia galak kaya gitu nggak ya" tanya reyhan pada dirinya sendiri.
" ada apa tuan, apakah ada yang perlu saya perbaiki..?" tanya sekretaris jina.
akhirnya mendengar suara sekertararis jina reyhan tersadar dari lamunannya itu.
" saya akan periksa lagi nanti, bukankah sekarang sudah masuk jam makan siang..?, saya akan memanggil mu kalau ada yang perlu di perbaiki." ucap reyhan dengan raut wajah kembali seperti semula.
" baik, kalau begitu saya permisi" ucap sekertaris jina,lalu pergi meninggalkan ruangan reyhan.
di luar ruangan
"dimana pak reyhan, katakan saya nona tiara menunggu nya"ujar tiara pada resepsionis.
" maaf, apa sebelum nya anda sudah membuat janji dengan pak reyhan...?" tanya resepsionis itu.
" saya tidak perlu membuat janji dengan nya, sebut saja nama saya tadi, dia tidak akan marah kepadamu" ucap tiara.
" Tapi nona..." tiara memotong kata kata resepsionis itu, " lakukan saja, apa yang ku perintahkan, kalau kau masih sayang dengan pekerjaan mu itu. " ucap tiara dengan nada ketus nya,
sebenarnya tiara sendiri tidak ingin datang ke tempat itu, hanya saja ibunya memaksa dia mengajak reyhan, agar mereka bisa makan siang bersama. mau tidak mau dia harus menuruti kata kata ibunya, atau nanti ibunya akan salah faham menganggap dirinya tak menyukai reyhan, dan akan membatalkan pernikahan mereka.
__ADS_1
" ah baiklah nona" resepsionis itu menjawab dengan gugup, karena melihat wajah tiara Yang sudah kesal di buatnya.
" pak reyahan, ada wanita yang datang bernama nona tiara, dia menunggu anda ingin bertemu di lantai bawah" ucap resepsionis itu. dia sudah bersiap siaga akan kemungkinan kalau dirinya akan di marahi nanti.
di seberang Telepon reyhan terkejut" dia datang tanpa memberi tahuku..?, apa Ada hal yang sangat penting..?" gumam reyhan
" suruh agar dia menunggu sebentar, aku akan segera turun " ucap reyhan pada resepsionis itu.
" baik pak"
"nona, pak reyhan akan segera menemui anda, anda bisa duduk di sebelah sana sambil menunggu pak reyhan datang " ucap resepsionis itu dengan ramah.
tiara pun duduk di tempat yang sudah di tunjukkan oleh resepsionis tadi.
beberapa menit kemudian
" hai tiara, maaf kerena membuatmu menunggu" ucap reyhan yang baru saja datang.
" yah bukan masalah karena kau datang lebih cepat" jawab tiara
" Apa ada hal yang sangat penting....?"tanya reyhan
" ikut aku , mamah menyuruh kita untuk makan siang bersama " ucap tiara sambil melangkah mendahului reyhan menuju pintu keluar.
" ah begitu, baiklah "ucap reyhan, lalu mengikuti langkah tiara
sampai di restoran
" kita akan makan disini..?" tanya reyhan
" iya, mama bilang dia suka makanan di sini, jadi dia ingin merekomendasikannya kepadamu" jelas tiara
" baiklah "
" pesanan meja atas nama vivian putri dimana..?"tanya tiara
" disebelah sana nona mari saya antarkan" ucap pelayan
sesampainya di tempat yang sudah di pesan
" hallo mah" tiara memeluk ibunya, "mamah udah nunggu lama..?"tanya tiara
"nggak kok mama juga baru datang, mama kira kalian sudah datang lebih dulu. " ucap vivi ibu tiara.
" ah ada sedikit gangguan tadi, tapi bukan masalah" ucap tiara, sambil menarik kursi yang akan di dudukinya
" tidak, sudah lupakan saja" jawab tiara,jika dia menjelaskan masalahnya tadi dengan resepsionis itu apa yang akan terjadi. dia sudah berjanji tidak akan membuat nya dalam masalah tadi.
" ayo kita pesan makanan "lanjut tiara mengalihkan topik
" pelayan "panggil tiara
salah seorang pelayan datang mendekati meja mereka
" ya nona, anda ingin pesan apa..?" tanya pelayan itu dengan sopan.
" ah,saya sudah mengatakan pesanan saya tadi , tolong sajikan sekarang" jelas vivi.
"baik, nyonya, atas nama siapa...? " tanya sang pelayanh
" vivian putri" jawab vivi
" baiklah, kami akan segera menyiapkan hidangan nya mohon menunggu sebentar" jawab pelayan itu sambil menunjukkan senyum ramahnya.
" baiklah"
tak lama kemudian pesanan mereka pun datang
" maaf menunggu, silahkan dinikmati " ucap sang pelayan
" terimakasih" ucap tiara
mereka pun menyantap makanan itu bersama dengan diriiringi percakapan percakapan kecil, akhirnya mereka menghabiskan semuanya.
"bagaimana..?, apa kalian suka..?" tanya vivi.
" iya makanan disini enak sekali" jawab reyhan
" aku sudah pernah makan disini sebelumnya, tapi rasanya memang benar benar membuat ku selalu mengagumi nya, seakan baru mencicipi nya untuk yang pertama kali" jelas tiara.
" syukurlah kalau kalian menyukainya" ucap vivi senang.
" baiklah ayo, sekarang kita akan pergi untuk mengukur tubuh kalian" ucap vivi
"hah" ucap mereka berdua kaget
__ADS_1
" ada apa..?, bukan kah mamah sudah mengatakannya sebelum nya"
" ehhhh itu.." tiara melirik ke arah reyhan , karena sebelumnya reyhan sudah menolak untuk pergi
" baiklah ayo" ucap reyhan sambil menggandeng tangan tiara
Sinta tiara pun terkejut karena reyhan tiba tiba menggandeng tangan nya.
ada hal aneh yang terjadi di dalam hatinya, ia ingin melepaskan genggaman tangan itu, ada rasa ingin menolak, dia seolah ingin marah, dan pergi mendahului mereka saja, ia merasa kesal karena tangan nya di genggam oleh reyhan.
reaksi yang di tunjukkan oleh tubuh nya itu bukan semata mata karena orang yang menggandeng nya adalah reyhan, itu benar benar murni hanya reakksi darinya, tidak terlepas siapapun yang menggenggam tangannya reaksinya akan tetap sama
tiara menarik tangan nya, itu membuat reyhan terkejut dan bingung " ada apa..?" tanya reyhan bingung
"tidak, pergilah lebih dulu sepertinya aku butuh ke toilet sebentar" ucap tiara sambil memalingkan wajahnya.lalu beranjak dari tempat duduknya dan berlari ke toilet.
reyhan hanya menatap kepergian tiara dengan wajah bingung" mah ada apa dengan tiara..?" tanya reyhan
vivi hanya menatap reyhan sambil menggelengkan kepalanya. menandakan kalau ia pun tidak tahu apa yang sedang terjadi.
di toilet
di depan cermin, nafasnya ter engah engah seolah ia baru saja berlari ribuan kilometer.
" Apa ini, aku masih tidak bisa mengendalikannya, aku ingin terlepas dari perasaan seperti ini, ini benar-benar benar membuatku tak nyaman " ucap tiara pada dirinya sendiri.
" aku akan menikah, aku akan sering melakukan hal itu dengan nya, aku harus terbiasa, ini hanya sekedar bergandengan tangan , bisa kamu pasti bisa tiara "gumam tiara dalam hati, ia menyemangati dirinya sendiri di dalam hati.
beberapa menit kemudian
" maaf membuat kalian menunggu " ucap tiara, lalu ia menatap reyhan sekilas ia berinisiatif untuk menggandeng tangan reyhan. namun sayang reyhan pergi lebih dulu karena harus mengambil mobil yang akan mereka tumpangi untuk pergi ke tempat perancang busana.
" mamah sama tiara tunggu disini, aku akn ambil mobil dulu di parkiran" ucap reyhan lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
* di perjalanan
di dalam mobil, hening, tidak ada suara, mereka berdua sama sama canggung, ya mereka hanya pergi berdua, karena tiba tiba saja vivian di panggil untuk urusan mendadak.
yah ayah dan ibu tiara, mereka berdua sama sama seorang pengusaha, jadi wajar jika mereka selalu di sibukkan dengan urusan mereka masing masing. walau begitu, tiara sudah senang dengan kebersamaan mereka tadi, setidaknya ibunya masih menyempatkan diri agar bisa membantu mempersiapkan acara pernikahannya.
akhirnya mereka pun sampai di tempat perancang gaun tersebut.
"selamat siang" ucap tiara
" selamat siang" seseorang menjawab namun belum menampakkan wajahnya
lalu seorang wanita yang mungkin seusia dengan ibunya tiara keluar menemui mereka.
" ah apa kau anak vivian..?" tanya wanita itu.
" iya" jawab tiara.
" dan ini calon suamiku" ucap tiara, jujur hanya mengatakan hal seperti itu saja jantungnya berdegup sangat kencang " tenang lah tenang lah" gumam tiara dalam hatinya.
" wah..tampan sekali, benar benar cocok, yang satu cantik dan manis, dan yang satunya tampan dan gagah" ucap desainer itu.
mendengar pujian itu reyhan tersenyum, ia melirik kearah tiara namun tidak ada senyum atau pun rasa malu malu di wajah gadis itu, perlahan senyumnya pun juga memudar, ia kembali dengan wajah bingung nya seperti saat di restoran tadi.
" ada apa dengan gadis ini, kenapa reaksinya dari tadi selalu seperti itu, apa dia tidak menyukai pernikahan ini..?" tanya reyhan dalam hatinya.
" baiklah kalu begitu, ayo kita mulai pengukuran nya" ucap desainer itu
mereka pun masuk kedalam tempat itu. "ayo kita mulai dari tiara" ucap desainer itu sambil memegang gulungan alat ukur yang akan di gunakan di tangan nya.
lima belas menit kemudian
"nah sudah selesai"
" terimakasih tante, kalau begitu kami pergi Dulu " ucap tiara
"tunggu" cegat desainer itu
" ada apa.." tanya tiara bingung
" setidaknya cobalah beberapa gaun yang sudah aku buat, siapa tau kau akan menyukai nya nanti, bukankah kau juga membutuhkan gaun untuk foto pre-wedding nanti..?" tawar desainer itu.
" eh tapi..?" sebenar nya ia mau saja justru akan lebih bagus jika mereka memilih gaun yang sudah ada, dengan begitu mereka bisa mempersingkat waktu persiapan mereka.
" reyhan..?, jika kau sibuk kau boleh langsung kembali ke kantor mu" ucap tiara
reyhan menatap tiara datar "hmmm, aku akan melihat mu mencoba gaunnya, lagian ini sudah sangat terlambat " jawab reyhan
" Tapi sebelumnya kau bilang, kalau kau sangat sibuk bukan..? memang nya pekerjaan mu bisa selesai begitu saja..?" ucap tiara, dengan wajah kesal, dia merasa di bohongi oleh kata 'sibuk' dari pria ini, dan lagi sebenarnya dia menyuruh reyhan pergi karena dia sendiri merasa malu dia tidak ingin reyhan melihat nya mencoba gaun gaun itu.
"aku sudah nyuruh orang untuk meng handle pekerjaan ku kau tenang saja" jawab reyhan sambil menunjuk kan senyumnya.
__ADS_1
akhirnya tiara pasrah, pada akhirnya reyhan menemani nya untuk melihat dirinya mencoba gaun gaun itu.
Bersambung..........