
sesampai nya Aldo dan Nadin di restoran mall itu,mereka berdua melihat Asisten Bimo yang sedang asik dengan makanan nya
Aldo dan Nadin saling pandang,dan kemudian mereka melihat lagi ke arah asisten Bimo,asisten Bimo yang menyadari ada bossnya menghentikan makannya
"eh Tuan dan Nona"ucap Asisten Bimo tersenyum canggung
Asisten Bimo menjadi merinding melihat wajah kedua orang itu seperti ingin memakannya
"Kenapa Tuan"tanya Asisten Bimo
"kenapa kenapa"ucap Aldo
"coba kau pikir apa kesalahan mu"ucap Nadin
"saya salah apa Nona"tanya bimo yang pura pura polos
Nadin menjewer Asisten Bimo
"aduh sakit nona"ucap Asisten Bimo
"itu hukuman untukmu karena kau telah membuat kaki kami lelah hanya untuk mencarimu"ketus Nadin
"eit,hukuman dari ku belum"ucap Aldo dan menjewer telinga asisten Bimo yg satunya lagi
"maaf bos"ucap Asisten bimo dan mengusap telinga nya
mereka bertiga diam dan saling pandang satu sama lain
"Tuan dan Nona menjewer ku karena kaki kalian lelah mencariku kan?"tanya Asisten Bimo
"iyaaa!"ucap Nadin dan Aldo bersamaan dengan Nada tinggi
"baiklah,kalau begitu aku juga akan menghukum kalian karena kalian telah membuat kaki ku lelah mencari kalian tadi"ucap asisten Bimo percaya diri
Aldo dan Nadin saling pandang lagi
"hey aku bosmu,mau gajimu aku potong"ucap Aldo
__ADS_1
"eh tidak bos,baiklah kalau begitu Nona saja"ucap asisten Bimo menatap Nadin
"eh tidak boleh dia masa depanku"ucap Aldo menangkat alis nya kepada Nadin
"idih enak aja"ucap Nadin dan pergi meninggalkan mereka
Aldo dan asisten Bimo segera berlari mengejar Nadin
****
Di ruangan nya Reno hanya termenung tidak ada senyum di wajahnya lagi,dia merasa kecewa pada dirinya sendiri,tidak tau apa yang harus ia katakan kepada Nadin,dia tidak mau Nadin kecewa,tapi Di sisi lain dia sangat menyayangi orang tuanya
Reno mengacak ngacak rambutnya sendiri,Asisten Refan merasa kasihan kepada bosnya
"pernikahan Tuan kan,akan terlaksana 1th lagi,masih banyak waktu untuk Tuan menyelesaikan masalah ini"ucap Asisten Refan
"bagaimana caranya?"tanya Reno
"sebaiknya Tuan menjodohkan Nona melani dengan orang lain"ucap Asisten Refan
"bagaimana jika Tuan menjodohkan nya dengan teman Tuan yang bernama Rayen"ucap Asisten Refan
"ide yang bagus,tapi rayen kan hanya mengetahui bahasa inggris yang lain dia tidak tau,bagaimana mereka bisa saling mengenal nanti"ucap Reno
"Tuan,Nona melani adalah gadis yang pintar,dia bisa semua bahasa"ucap Asisten Refan
"Terimakasih ide mu sangat cermelang,dan aku mau kau menghubungi Vita,dan tanyakan semua persiapan untuk ulang tahun Nadin ,aku mau semua nya sempurna"ucap Reno
***
saat di perjalanan pulang Aldo mengajak Nadin ke kantor nya yang di indonesia
"Aldin Dona,nama kantormu aneh sekali"ucap Nadin tertawa kecil
"apakah kau tau artinya"tanya Aldo
"mana aku tau,seluruh bahasa yang aku pelajari tidak ada kata seperti itu"ucap Nadin
__ADS_1
"hahaha tentu saja kau tidak tau karena itu singkatan dari nama ki"ucap Aldo terhenti
duh keceplosan lagi
"siapa?"tanya Nadin
"ayo kita masuk"ucap Aldo
saat mereka masuk ke dalam kantor itu
langkah mereka berdua terhenti
seorang wanita cantik,yang dulunya adalah kekasih Aldo di inggris tapi mereka sudah lama putus karena wanita itu berselingkuh di belakang Aldo.
wanita itu datang secara tiba tiba dan langsung memeluk Aldo
"I miss you so much love"ucap wanita itu dan mencium pipi Aldo
Nadin hanya terdiam melihat mereka
"lepaskan aku"ucap Aldo dan mendorong wanita itu
Nadin yang melihat wanita itu di dorong,Nadin segera menolong wanita itu untuk membantunya berdiri,tapi wanita itu langsung mendorong Nadin,dan menampar Nadin
Aldo yang melihat kejadian itu menjadi sangat marah
"apa yang kau lakukan Ratih"ucap Aldo menampar Ratih mantan kekasihnya itu
"kamu tega nampar aku cuma untuk wanita sialan ini yang sudah membuatmu berubah"ucap Ratih menatap ke Nadin
"kita sudah lama putus,dan itu juga ulahmu"ucap Aldo
"dan sekarang aku sudah mempunyai kekasih baru"ucap Aldo merangkul Nadin
"apa tidak mungkin"ucap Ratih
Asisten Bimo menarik paksa Ratih agar keluar dari kantor itu
__ADS_1