Pilihanku Karena Penghianatanmu

Pilihanku Karena Penghianatanmu
pilihanku karena penghianatanmu


__ADS_3

Namaku sonya aku adalah ibu tunggal yang mempunyai seorang putri kecil. putriku adalah karunia yang di beri allah kepadaku di saat aku terpuruk dan tidak mampu untuk bangun lagi. dengan kehadiran putriku membuatku bengkit lagi Dan melupakan masa lalu, karennya aku belajarnya bersyukur.


"sayang kamu kenapa cemberut begitu?,,,, " tatapan sonya kepada gadis kecil yang ada di hadapannya


"ibu,,,, " gadis itu memeluk sonya yang ternyata adalah putrinya yang bernama naira umurnya masih 4 thun.


"ibu,,, teman² di sekolahku selalu mengejekku bahwa aku tidak mempunyai ayah,,, " dengan wajah yang sedih terlihat di raut wajah putri kecilnya


Sedih, kecewa, marah, semua menjadi satu saat mendengar perkataan putrinya, sonya hanya bisa diam membisu dengan tatapan yang rasa bersalah kepada putrinya, hingga hatinya tidak tahan untuk menahan rasa perih di hatinya, sonya memeluk putrinya dengan erat,


"maafkan ibu sayang,,,, " hanya kata itu yang bisa di katakan sonya kepada ibunya.


"sayang jangan sedih ya, sekarang ayo kita pulang nanti ibu buatkan makanan kesukaan kamu dan ibu akan belikan kamu es crem" bujuk sonya kepada putrinya yang sontak mendengar kata es crem membuat dia tersenyum lagi, karena memang naira sangat menyukai es crem tapi sonya tidak mengizinnkan naira makan terlalu sering karena putrinya mempunya amandel yang akan kambuh jika putrinya sering makan yang dingin.


Sonya segera menggendong putrinya menuju mobil dan kendudukkannya di kursi depan, tak lama sonya masuk ke mobil dan mulai mengemudi mobilnya menuju rumahnya,


Saat di perjalanan menuju pulang, sonya teringat dengan perkataan putrinya yeng membuat dia mengingat kejadian 5thn lalu.


FLASBACK 5thn lalu


Sonya adalah anak tunggal ibunya sudah meninggal karena terlalu stres, karena ulah ayahnya yang bermain wanita dan sering berjudi, dan ibunya sonya sering menerima KDRT oleh ayahnya. Dan kini ayahnya sudah menikah lagi dengan selingkuhannya, sonya yang sakit hati kepada ayahnya, dan sejak saat itu sonya tidak pernah mau bertemu dengan ayahnya. Kini sonya tinggal dengan paman adik dari ibunya dan istri pamannya, kebetulan mereka sudah 2thn menikah tapi belum di karunia anak, dan mereka memutuskan untuk membesrkan sonya sebagai anaknya.


Kini sonya sudah menjadi gadis dewasa yang berparas cantik, dan umurnya kini sudah menginjak 22thn dia sudah lulus kuliah dan bekerja di sebuah perusahaan yang ada di kota tempat dia tinggal sebagai sekretasir maneger.


Dengan umur yang masih muda sonya bisa di bilang gadis yang cerdas karena dengan umur yang masih muda sudah dapat pekerjaan yang bagus.


Pada saat jam istirahat sonya pergi ke sebuah supermarket terdekat dari perusahaanya. Karena harus membeli keperluan tamu bulananya yang tiba² datang.


"dek sonya,,,,,,," terdengar suara yang sedang memangginya


Dan sonta segera berbalik dan mencari arah suara tersebut. Di lihatnya di sudut ada seorang pria tampan tapi manis yang tinggi semampai memakai kemeja berwarna putih dengan jas yang di pegang di tangannya, terlihat sedang melambaikan tangannya ke arah sonya.


Saat melihatnya sonya lansung mengenali wajah itu dan tersenyum sambil berjalan ke arahnya, dan ternyata pria itu adalah rangga kakak kelas sekali gus teman sonya waktu SMP dan SMA, mereka sangat akrab sehingga waktu sekolah dulu siswa di sekolah mengira bahwa mereka pacaran.


"eh,,,,, kak rangga" sahut sonya sambil tersenyum


"wah,,, gak nyangka kita bertemu di sini nya dek, giman kabarnya" terlihar senyum bahagia di wajah rangga


"alhamdulillah sehat kak" jawab sonya


"udah besar sekarang dek makin cantik aja" goda rangga


"hmmm,,,, bkakak bisa aja" sonya tersenyum malu mendengar kata rangga yang menggodanya

__ADS_1


"oh ya dek sekarang tinggal di mana" lanjut rangga bertanya


"di rumah yang lama kak, adek baru aja balik, 3bln an di sini" sahutnya


"kok gak ngabarin kakak" rangga yang balik bertanya


"ponsel adek rusak kak semua kontak di ponsel hilang " lanjut sonya.


"ya udah ni no kaka do simpan ya" rangga sambil menyordorkan kartu namanya


"kakak sekarang yang ngurus perusahaan " tanya sonya sambil melihat kartu nama rangga.


"gak dek tetap ayah, kakak cuma bantu doang" jelasnya


"gak papa kak sekalian belajar ntar juga kakak bakalan ngurus perusahaan ayah kakak" jelas sonya kepada rangga.


"yaampun,,, kak adek harus balik ke kantor udah telat nih" sambung sonya yang terburu buru menuju kasir dan membayar belanjaanya.


"mau di antar" tawar rangga


"makasih kak sonya bawa mobil"dengan terburu buru sonya meninggalkan rangga.


Rangga yang melihatnya hanya tersenyum


"udah segede ini masih aja sama kalo telat pasti pergi tanpa dengar orang ngomong dulu" gumam rangga


Sonya kembali melanjutkan pekerjaanga sebagai sekretaris dan tidak terasa waktu sudah jam 4 sore yang menandakan waktu kerja sudah habis. Sonya segera merapi kan berkas yang ada di mejanya dan beranjak pulang, tapi lankahnya terhanti karena seorang pria yang menghampirinyan yang tak lain adalah direkturnya.


Direkturnya bernama Ryan yang berumur 26thn dengan perawakan tinggi semampai kulit yang kuning sawo matang wajahnya sedikit mirip oppa korea dan dia memiliki kumis tipis yang rapi tapi sangat cocok untuknya.


"sonya besok akan ada klien yang akan bekerja sama dengan perusahaan kita jadi kamu tolong siapkan bahannya "perintah ryan pada sonya


" baik pak" songa menjawabnya sambil tersenyum manis


"oh,,, satu lagi besok datang lebih pagi dari biasanya karena kita yang akan menyambut kliennya" sambung ryan dan berbalik pergi.


Sonya melangkah menuju parkiran dan memasuki mobilnya, dan mulai menancap gas mobilnya menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah songa turun dari mob dan memasuki rumahnya. Dan terlihat laman dan bibinya yang duduk di delan tv sedang melihat berita.


"Asalamualaikum" suara sonya yang terdengar saat memasuki rumah


"waalaikumsalam" sahut bibi dan pamannya serentak

__ADS_1


"sonya kamu sudah makan" tanya bibinya


"belum bibi aku gak sempat makan siang tadi" sahut sonya sambil berjalan menuju paman dan bibinya dan menyalami mereka berdua.


"ya udah ayo makan bibi udah masakin makanan keaukaan kamu" sambil membawa sonya ke meja makan


"bibi memang yang terbaik " goda sonya yang mulai mengambil piring dan nasi


"gimana pekerjaanya lancar" tanya bibi sonya sambil memperhatikan Ponakannya yang sedang makan dengan lahap


" lancar kok, atasan aku oranya juga baik kok bibi" sahut sonya dengan mulut yang penuh nasi


"makan yang pelan sayang nanti keselek" bibinya yang memperhatikan sonya makan yang seperti orang belum makan 3 hari.


"hehe,,,,, laper bibi" sahut sonya sambil menyengir.


setelah merasa kenyang sonya pamit kepada paman dan bibinya mau ke kamar karena dia harus menyelesaika bahan untuk besok.


sesampainya di kamar sonya merebahkan diri sejenak di kasurnya.


"hah,,,,, nyamannya jadi pengen tidur" helaan nafas sonya yang panjang


sonya melihat layar ponselnya waktu sudah menunjukkan 17:20 dan dia segera beranjak bangun dari kasurnya dan menuju kamar mandi untuk mandi agar segar kembali.


setelah azdan magrib sonya mulai membuat bahan yang di perlukan utuk besok, karena terlalu bosan sonya memutar musik di ponselnya agar tidak mengantuk,


sambil bernyanyin kecil.waktu sudah menunjukkan 10:30 dan akhirnya semua bahan yang di perlukan untuk besok sudah selesai.


"akhirnya selesai juga" sambil merenggangkan tubuhnya


"waktunya tidur besok harus berangkat pahi lagi" keluh sonya


jarak rumah dan kantornya ya sonya lumanya jauh jaraknya memakan waktu 45 mnt lamanya itu pun kalau lancar.


pagi ini tepat 7:30 sonya sudah datang, dan tak lama terlihat dari kejauhan seorang pria yang berjalan ke arah Sony dengan setelan jas yang berwarna biru terlihat rapi dan dengan sekejap bisa membuat para gadis jatuh cinta.


"sudah lama sampainya" tanya Ryan aambil menghampirinya


"gak pak baru nyampe juga" jawb sonya sambil tersenyum manis mepada Ryan.


"ini pak bahanya sudah saya persiapkan, silahkan di periksa dulu" sambil menyodorkan berkas yang berisi bahan yang di minta Rya kemaren.


"tidak usah aku percaya dengan hasil lerja kamu" sahutnya

__ADS_1


sonya yang mendengar itu hanya tersenyum bahagia karena sudah di neri kapercayaan oleh Ryan. karena biasanya atasan sonya selalu memeriksa semua berkas yang di kerjaka sebelum bertemj kliennya


tidak lama setelah itu terlihat mobil berwarna hitam berhenti di depan perusahaan. seorang pria terlihat turun dari mobil tersebut. saat melihat pria tersebut sonya membulatkanmtanya terlihat kaget.


__ADS_2