
akhir minggu telah usai kini hari senin telah tiba semua orang sudah sibuk kembali bekerja dan beraktifitas seperti biasa termasuk sonya.
sonya terlihat bahagia dia berangkat kerja dengan senyum yang sangat lebar di wajahnya. sonya sangat bahagia karena dia bisa menghabiskan akhir minggunya dengan orang yang sangat di sukainya. sonya terlihat bersemangat dia berjalan menuju lift dengan senyum di wajahnya yang sulit untuk di tutupinya, terkadang sonya tersenyum tipis saat dia teringat saat kebersamaanya dengan rangga kemarin. rekannya kerjanya menatap aneh sonya yang terus tersenyum namu sonya tidak meperdulikannya.
akan tetapi di depan pintu masuk terasa aura yang sangat suram, yang membuat orang di sekitarnya tidak berani menanyapa ataupun melihatnya. dari arah sana terlihat Ryan yang baru saja sampai dengan wajah yan terlihat masam dan kesal, para karyawan di sana tidak ada yang berani menyapanya. karena mereka tau Ryan dalam mood yang tidak bagus.
Ryan berdiri di samping sonya menunggu pintu lift terbuka, Ryan hanya diam berdiri di samping sonya sambil melipat tangan di dadanya. sonya hanya menatap wajah Ryan sekilas namun sonya tidak ingin bertanya tau penasaran Kenapa Ryan pagi ini.
"pagi pak " sapa sonya dengan senyum manis di wajahnya, Ryan hanya melirik sekilas pada sonya dan melempar pandangannya pada arah lain.
"ada apa dengannya seperti habis putus cinta saja" gumam sonya
pintu lift terbuka Ryan masuk duluan dan sonya menyusulnya masuk tetapi tidak ada karyawan yang berani masuk selain sonya. mereka merasa ada hawa bahaya jika ikut masuk bersama Ryan.sonya menatap heran kepada rekan kerjanya yang tidak ada masuk satu orang pun, sonya menyuruh semua orang yang berdiri di luar lift untuk masuk tapj mereka hanya menggelengkan kepala dah menyuruh sonya duluan menggunakan lift. akhirnya sonya menutup pintu dan dia naik bersama Ryan.
semua karyawan hanya tercengang melihat sonya yang berani masuk ke dalam lift bersama Ryan di saat moodnya tidak bagus.
Ryan masuk ke runagnya sedangkan sonya kembali ke mejanyanya yang tepat berada di depan ruangan Ryan. tidak berapa lama Ryan memanggil sonya untuk membuatkan kopi.
sebenarnya Ryan tidak tau kenapa dia kesal kepada sonya saat melihatnya tdi pagi, tiba tiba Ryan teringat denga kata robi yang mengatakan bahwa dia telah menyukai sonya.
Ryan menggelengkan kepalanya dia tidak mungkin menyukai sonya yang bari saja kerja dua bukan di sini gumam Ryan dalam hati.
__ADS_1
sonya mengetuk pintu ruangan Ryan dan dia masuk dengan membawa secangkir kopi yang di pesan Ryan tadi.
"masih ada yang bisa saya bantu pak" tanya sonya sambil meletakkan kopi buatannya di atas meja kerja Ryan.
" tidak ada kamu boleh kembali ke mejamu" jawab Ryan sambil mengalihkan pandangannya dari sonya
"baik pak" sonya berjalan ke luar ruangan Ryan
Ryan memerhatikan langkah sonya saat leluar dari ruangannya, Ryan masih bertanya tanya apakah benar dia sudah jaduh cinta pada sonya.
ddrrttttt.......
ddrrttttt....
ponsel ryan berbunyi ternyata panggilan masuk dari papa Ryan, Ryan mengangkat telfon dari papanya.
"Ryan papa papa ingin kamu menggantikan papa dinas luar kota untuk hari rabu" perintah papa Ryan yang menelfon
"dia ingin kerja sama dengan perusahaan kita karna papa tidak bisa datang jadi tolong kamu gantikan papa ke sana ya, tenang saja dia teman lama papa dulu" sambung papa Ryan
"tapi pa kenapa mendadak sekali aku tidak tau, dak kontrak kerja sama juga belum ada "
__ADS_1
protes Ryan yang bingung
"tenang saja papa sudah siapin bahannya, nanti papa kirim file danya ke sekretaris kamu jadi kamu tinggal suruh dia menyiapkannya" jelas papa Ryan
"kamu juga bisa bawa sekretaris kamu papa rasa dia bisa membantu kamu nanti di sana" sambhng pala Ryan yang membuat Ryan kaget tapi dia bahagia
" baiklah pa nanti aku aka suruh sonya menyipkan bahan yang di butuhkan" Ryan menghelakan nafas panjang
papana Ryan menutup panggilannya, Ryan keluar dari ruanngannya dan menuju meja sonya.
"sonya nanti papa aku akan mengirim bahan sama kamu nanti kamu siapin behan itu buat kontrak kerja sama dengan klien papa" jelas Ryan yang memerhatikan sonya
"baik pak nanti saya siapkan secepatnya"
"dan satu lagi dua hari lagi nanti kamu akan ikut saya dinas ke luar kota untuk bertemu klien papa, jadi tolong kamu pesankan pesawatnya jadwalkan penerbangannya piliyang pagi " sambung Ryan dan Setelahnya Dia masuk ke ruangannya
sonya hanya mengangguk dan kembali dudul di kurainya. sonta mengecek leptopnya apakah papa Ryan sudah mengirim banya. dan sonya beralih ke ponselnya untuk memesan tiket pesawat. sonya sudah memesan tiket pesawatnya dengan jadwal keberangkatan jam 6 pagi.
buat para readers yang udahau baca novel aku terima kasih ya semua, jangan lupa like dan comennya ya 😊💜
maaf ya kalo up novelnya kelamaan, kedepannya bakalan di usahain buat up lebih sering 😊
__ADS_1