
Hari ini adalah minggu sonya tidak ada aktifitas di rumah karena libur, sonya hanya bermalas malasan di rumah. waktu sudah menunjukkan pukul 08:30 sonya keluar dari kamarnya dan menuju dapur untuk mencari minuman di lemari es. terlihat di dapur bibinya sedang sibuk memasak, sonya berjalan ke dapur dan di lihatnya bibinya sedang membuat nasi goreng. sonya langsung membantu bibinya.
"sonya sudah bangun" sapa bibinya yang masih fokus memasak
"iya bibi, ada yang bisa sonya bantu" tanya sonya sambil melihat nasi goreng yang di masak bibinya
"iya tolong bantu bibi siapin tomat sama timun ya" sahut bibinya yang memberikan timun dan tomat kepada sonya
"iya" jawab sonya mengambil timun dan tomat dari tangan bibinya
sonya menaruh tomat dan timun yang sudah di siapkannya di atas meja. tak lama setelahnya bibi sonya sudah selesai membuat nasi goreng.
"waahhhh,,,,,, keliatan enak banget nih sonya gak sabar untuk menyicipinya" sonya yang terlihat seperti orang kelaparan
" kamu ini kalo liat makanan pasti kanyak orang belum makan seminggu aja " goda bibinya sambil cekikian
" udah sekarang panggil pamanmu dulu tuh di luar" sonya berjalan ke luar dan terlihat pamannya yang tengah asik mencuci mobil.
"iya bentar lagi paman masuk" pamannya yang masih lanjut mencuci mobil
sonya masuk ke dalam rumah menunggu pamannya selesai mencuci mobil untuk sarapan bersama. sonya pergi ke meja makan sambil memainnkan ponselnya. dia ingat bahwa sonya telah memiliki no ponsel rangga dan dia mengirim pesan kepada rangga.
"pagi kak, ni sonya" sonya mengirim pesan kepada rangga dan tidak lupa memberi tahu rangga kalo pesan tersebut dari sonya.
"pagi dek, kakak dah simpan no adek kok" balasan pesan dari rangga
" kak adek boleh main ke sana gak, adek lagi libur nih bosen di rumah"
" boleh dong dek, datang aja ke rumah kakak lagi libur juga papa sama mama juga lagi di rumah" jelas pesan dari rangga
"kakak udah kasih tau ke papa dan mama kalo sonya bakalan datang, mereka keliatan senang banget" sambung pesan dari rangga.
"ok,,, bentar lagi adek berangkat, nanti kalo dah jalan adek kabarin" sonya membalas pesan rangga tersenyum bahagia
"ok dek kakak tunggu ya"
saat sedang sarapan bersama sonya menceritakan bahwa dia bertemu dengan rangga dan perusahaan tempat sonya bekerja menjalin kerja sama dengan perusahaan milik orang tua rangga. sonya memberi tahu pamannya bahwa hari ini dia akan berkunjung ke rumah rangga, paman dan bibinya mengizinkan sonya untuk pergi.
sebelum berangkat bibinya sonya meminta saat sonya pulang untuk membelikan popok banyi. paman dan bibinya sudah memiliki anak setelah sonya ± 2thn tinggal di sana, nama anaknya Raka yang berumur ±2thn.
setelah selesai sarapan sonya bersiap untuk berangkat sonya tidak lupa berpamitan dahulu sebelum pergi.
__ADS_1
jarak antara rumah sonya dan rangga memakan waktu 45 menit perjalanan, karena hari libur jalanan sedikit macet dan membuat sonya agak terlambat sampai di rumah rangga. 1 jam kemudian sonya sampai di rumah rangga, sonya memarkirkan mobilnya di depan rumah rangga, terlihat di ambang pintu rangga yang baru saja keluar yang menyambut sonya dengan senyumnya yang cerah.
sonya yang merasa di sambut, dia langsung membalas senyuman rangga denga bahagia, rangga mempersilahkan sonya untuk masuk. papa mama rangga yang mengetahui bahwa sonya telah tiba, mereka menyambutnya dengan bahagia, dengan di iringi oleh dua orang adik rangga yang bernama nurul dan surya mereka terlihat ikut antusias dalam menyambut sonya.
memang sonya sudah akrab dengan keluarga rangga sejak dahulu, jadi saat bertemu kembali sudah tidak canggung lagi.
"ini tante sonya bawain buah dan inj spesial buat om martabak dengan toping jagung" sonya mengeluarkan buahbdan martabak yang tidak lupa di belinya saat di jalan tadi.
" waahhh,,,,,,, gak usah repot-repot sonya" tante rani mengambil buah tangan yang di bawa sonya
" sonya kamu masih ingat sama martabak kesukaan om ternyata" sambung papa rangga yang memotong ucapan istrinya
"ingat dong om, gak mungkin sonya lupa" sonya sambil bersaliman kepada kedua orang tua sonya.
sonya asik mengobrol dengan kedua orang tua dan kedua adik rangga, sehingga mereka mengabaikan rangga seorang diri, karena merasa di abaikan rangga memilih untuk bermain game seorang diri. banyak hal yang di ceritakan sonya kepada orang tua rangga mulai dari dia pindah setelah ibunya meninggal hingga sampai dia kembali ke rumahnya yang lama dan pekerjaanya.
"sonya apa kamu pernah bertemu dengan ayahmu " tanya tante rina sedikit hati hati saat bertanya karena takut sonya tersinggung dan mengingat kejadian dulu.
sonya sempat terdiam mendengar perkataan dari mamanya rangga.
" kalo kamu gak mau jawab gak papa kok, maafin tante ya sonya buat kamu sedih" sambung tante rina merasa tidak enak dengan perkataanya tadi
" gak papa tante sonya baik-baik aja kok" sonya menyakinkan tante rina bahwa dia sudah melupakan semuanya
" sonya kamu gak usah khawatir, tante disini ada buat kamu, kalo kamu sedih jangan pendam sendirian, kamu bisa berbagi dengan tente" tante rani memeluk sonya dia merasa kasihan melihat sonya yang kehilangan kasih sayang dark kedua orang tuanya
setelah puas mengobrol sonya menghampirin rangga yang masih asik bermain game, rangga tidak menyadari kehadiran sonya. sonya memanfaatkan kesempatan itu untuk menatap rangga yang sedang bermain game, sonya tidak menyangka sudah begitu lama ternyata rangga masih ada di hatinya. sonya masih menyukainya seperti dahulu, sonya tidak bisa membohongi hatinnya bahwa dia bahagia saat bersama dengan rangga.
karena merasa ada yang memerhatika rangga menoleh ke arah sampinya yang membuat muka sonya dan rangga berhadapan sangat dekat. sonya menatap kedua mata rangga dan seketika pandangannya beralih ke bibir rangga, sonya tersadar saat jantungnya berdegup kencang, dan membuatnya kaget spontan menjauh dari rangga.
" u-u-uudah selesai main game ya kak" sonya seketika menjadi gugup
" udah,,, adek cuekin kakak sih tadi" rangga meletakkan ponselnya ke atas meja yang ada di depannya
"kak temani adek jala-jalan yuk " rengek sonya dengan nada memohon
"mau main ke mana dek"
" ke mana aja yang penting adem kak" sonya mengambil cemilan yang ada di atas meja di depannya.
" ya udah kita ke mall aja, gimana dek" tanya rangga sambil memerhatikan sonya makan
__ADS_1
" iya ke mall aja kak" sonya menganggu kepada rangga.
rangga yang melihat sonya makan yang belepotan membuatnya tertawa melihatnya, sonya tidak menyadari kalau ada sisa makanan di bibirnya. rangga yang melihat itu langsung membersihkannya dengan mengusap bibir sonya dengan tangannya, sonya yang kaget langsung mundur seketika
dengan mata yang membulat karena keget.
" eehhhh adek kaget ya?" tanya rangga yang melihat reaksi sonya
" ng-ng-ngaaak kaget kak, jantung adek dah copot" sonya yang spontan langsung menjawab karena masih kaget dengan perlakuan rangga padanya. rangga hanya tertawa melihat tingkah sonya. rangga mengusap kepala sonya dan beranjak dari kursi, sonya hanya tersenyum bahagia dengan perlakuan rangga.
kini rangga sudah selesai bersiap sial untuk pergi jalan dengan sonya, mereka berpamitan dengan kedua orang tua rangga. sonya terlihat bahagia bisa menghabiskan akhir minggunya dengan rangga, sonya tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. sonya dan rangga berangkat bersama, mereka sampai di mall xx. sonya dan rangga menghabiskan waktu dengan bermain game. banyak game tang di mainkannya bersama, hal itu membuat sonya merasa seperti sadang berkencan.
setelah lelah bermain mereka pergi membeli es crem, dan mencari temlat duduk untuk beristirahat. sonya memesan yang rasa kesukaanya yaitu caramel sedangkan rangga yang vanila. mereka bersantai sambil memakan esbcrem, sonya melihat ke arah es crem milik rangga, sonya sangat ingin mencobanya.
sonya meraih tangan rangga yang sedang memegang es crem saat sonya ingin mencobanya, dengan cepat tangan rangga menahan kepala sonya dengan memegang jidatnya.
"kak adek mau coba dikit aja" rengek sonya melirik ke arah rangga yang masih menahan kepalanya
"dikit doang kok" sambung sonya
rangga tau kebiasaan sonya kalau meminta makanan yang ada di tangan rangga pasti tidak mau berhenti sebelum habis.
"dikit doang ya jangan bohong" jelas rangga sedikir ranggu saat menyodorkan es cremnya kepada sonya.
sonya hanya mengangukkan kepalanya dan langsung melahap dengan ukuran yang sangat besar membuat es crem yang baru saja di makan sedikit oleh rangga menjadi tinggal setengah. rangga langsung menarik tangannya yang memegang es crem.
"dek kamu curang" rangga melihat es crem miliknya yang hanya tinggal setengah
sonya hanya tersenyum malu, tiba-tiba rangga menarik tangan sonya dan memakan es crem milik sonya dengan ukuran besar juga. sonya berusaha menahan kepala rangga tapi rangga berhasil memakan es crem yang ada di tangan sonya.
" yaahhh,,,,,, kakak es crem adek tinggal dikit nih " sonya merengak melihat es crem yang di makan rangga
" kita impas " kata rangga sambil tertawa puas karena bisa menjahili balik sonya.
Dari kejauhan ada dua orang pria yang tengah memerhatikan sonya dan rangga, pria tersebut ternyata Ryan dan temannya robi, yang tidak sengaja melihat ke arah sonya dan rangga yang sedang asik berdua.
Ryan yang melihat itu tidak tahu kenapa dia merasa kesal, dan entah Kenapa dia memerhatikan tingkah rangga dan sonya yang sedang bercanda berdua.
karena kesal Ryan berbalik dan meninggalkan robi yang ada di sampingnya.
" Ryan mau kemana, katanya mau beli hadiah ulang tahun ponakan kamu" robi berbicara sambil memgikuti langkah kaki Ryan dari belakang
__ADS_1
" kamu aja yang beliin aku mau pulang" rangga terus berjalan tanpa meelihat robi di belakanya
robi yang melihat itu menjadi heran kenapa tiba-tiba temannya jadi terlihat kesal, sonya dan robi belum pernah bertemu sebelumnya, karena sonya baru 2 bulan kerja di perusahaan temannya. akhirnya robi hanya mengikuti Ryan dari belakang dan ikut balik ke rumahnya.