
saat sonya melihat pria itu dia membulatkan matanya. dan ternyata pria itu adalah rangga.
"kak rangga,,,," sambil berjalan menuju rangga dengan ekspresi wajahnya ya tersenyum keget
"adek,,,, kerja di sini dek?,,,,,, " rangga yang juga terlihat kaget melihat sonya di sana
"iya kak" jawabnya
"kalian saling kenal, atau saudaraan" potong Ryan yang datang menghampiri mereka berdua
"kami teman dekat sejak smp pak"sahut sonya menjelaskan
dan Ryan hanya menganguk tanda mengerti.
"pak rangga senang bertemu dengan anda mari saya antar ke ruangan saya" sambil mengulurkan tangannya kepada rangga,
rangga membalas uluran tangan Ryan mereka bersalaman tanda perkenalan, Ryan mengajak mereka ke ruangannya.
Ryan memang orang yang tidak bisa basa basi hanya bisa langsung ke intinya saja.
sonya, rangga beserta asistennya yang bernama aldo mengikuti Ryan dari belakang. sesampainya di ruangan Ryan mempersilahkan mereka duduk, dan sonya pergi membuatkan minum untuk kedua tamumya.
"ini tehnya kak" sonya yang datang dan memberikan secangkir teh kepada rangga dan aldo sambil tersenyum.
"pak rangga apa bisa kita mulai",,,, tanya Ryan yg tanpa basa basi kepada rangga
"iya mari pak Ryan,,,, " sambil manaruh kembali cankir tehnya ke meja.
dalam hati rangga (" busetdah ni orang kagak ada basa basi dulu langsung ke intinya aja")
Ryan dan rangga mulai membahas masalah kerja sama antara kedua perusahaaan mereka.
"ini pak rangga dokumen kerja sama dan kontraknya silahkan di lihat dulu" Ryan sambil memberikan berkas yang sudah di siapkan sonya.
rangga mengambil berkasnya dan memeriksa isi berkas dan kontrak yang akan di tanda tanganinnya.
"hmmm,,,, ok pak Ryan aku setuju dengan kontrak yang anda buat" sambil meletakan berkasnya ke meja
"apakah pak rangga ada pertanyaan tentang kontraknya " tanya Ryan menyakinnkan
"tidak ada " dengan rasa yakin rangga menjawab
" baiklah,,,, karena pak rangga sudah melihat kontraknya dan setuju dengan isinya, silahkan tanda tangan di sini " sambil memberika pena kepada rangga
"baiklah,,,,, " Ryan mengambil pena dan kontrak yang akan di tandatanganinnya
setelah mereka berdiskusi dan menyepakati semua nya dan akhirnya kedua perusahaan antara Ryan dan Rangga sudah resmi bekerja sama. sonya yang melihatnya ikut tersenyum bahagia.
"selamat datang di perusahaan kami pak rangga" Ryan menyambut rangga dengan jabatan tangan yang di sambut oleh rangga dengan antusias.
dan setelahnya rangga berpamitan kepada Ryan dan sonya.
__ADS_1
"baiklah pak Ryan urusan saya di sini sudah selesai saya ingin pamita undur diri" rangga yang berdiri dari duduknya
"ya silahkan pak rangga senang bekerja sama dengan anda" sahut Ryan
"dek kakak pamit ya,,,, kapan kapan main ke rumah kakak ya dek" rangga berpamitan kepada sonya
"ok kak nanti kalo adek ke sana di kabarin" sahut soanya
"oh ya dek udah di save blomno kakak" tanya rangga
"astagfirullah belom kak adek lupa" sonya yang sambil cengengesan kepada rangga
"mana ponsel adek" rangga yang mengulurkan tangannya
sonya mengambil ponselnya dan memberikan kepada rangga
" nih udah kakak save in no kakak di ponsel adek,, " sambil memberikan kembali ponsel sonya
"makasih kakak" dengan senyum manisnya
"kalo gitu kakak pamitnya "
" adek antar ke bawah ya kak,,, " tawar sonya
"pak saya pamit bentar ya,, permisi pak "
sonya yang pergi dengan rangga meninggalkan Ryan di ruangnnya tanpa menungu jawaban dari atasannya.
"kebiasaan main pergi aja " gumam Ryan yang di tinggal sonya
"gak papa kak paling dia cuma ngomel doang" jelas sonya sambil cengengesan.
ternyata sopir rangga sudah menunggunya di depan pintu masuk.
"dek kakak pergi dulu ya nanti kalo ada apa apa kabarin kakak ya" sambil berpamitan dengan sonya
"dek sempetin ke rumah kakak ya" sambungnya sambil masuk ke dalam mobil
"iya kak Insyallah " sambung sonya melambaika tangan karena rangga sudah mau berangkat.
setelah rangga pergi sonya berbalik dan kembali ke dalam. saat di depan pintu lift dua orang wanita menghampirinya yang tidak lain adalah rekan kerja sonya mereka sudah berteman sejam mereka masuk ke perusaan.
"ciiiieeeeee,,,, ada yang lagi deket sama cowok tampan nih, siapa tu,,,, kenalin dong sonya" ejek kedua temannya yang bernama nazwa dan salsa.
"hah,,,, Kumat deh penyakit lama, kepoin mulu" sahut sonya sambil menggelengkan kepalanya melihat kedua emannya
pintu lift terbuka sonya masuk dengan di ikuti dua temannya yang masih kepo dengan dirinya.
"kalian ngapain ngekorin aku mulu, gak usah kepoin aku mulu kagak aku bakalan aku kasih tau" jelas sonya yang seakan tau apa yang di inginnkan oleh dua temanya
" ya kali bukan teman kamu namanya kalo kami gak kepoin kamu, ya gak naz" timpal salsa sambil mencolek nazwa
__ADS_1
"ho'oh bener tuh kitakan cuma pengen tau tentang cowok tampan tadi" sambug nazwa
"aduh,,,,,, capek tau di kepoin trus di buntutin mulu mending kalian balik kerja gih, ntar gua kasih tau pak Ryan kalo kalian males malesan" ucap sonya sambil meninggalkan kudua temannya.
"sonya yang cantik kanyak mipan zuzuzu ayo dong cerita dikit aja yaaa,,,,," rengek salsa dengan memasang wajah yang sok imut
"astagah,,,, salsa muka lo gak banget deh kanyak munaroh lagi BAB" jelas sonya sambil mengejeknya
dan sonya keluar dari lift berjalan menuju ruangan Ryan dan saat ingin masuk tanganya di tahan oleh temannya nazwa.
"sonya cantik boleh aku ikut masuk, nanti aku alasannya ada barang yang mau aku pinjam ke kamu, boleh ya,,,,,," jelasnya engan menahan tangan sonya
"no,,,," sonya dengan menggoyangkan jari telunjuknya kepada nazwa
tapi bukanya pergi tapi nazwa malah merengek sambil memeluk tangan kiri sonya.
"ayolah sonya bentar aja ya"rengeknya
"kaulah sahabat sejati aku" sambung nazwa dengan tatapan aneh yang membuat sonya malas melihat tingkah temanya.
"boleh ya " rengeknya
" gak boleh" jelas sonya
"uluh,,,,, uluh,,,, sonya yang cantik boleh ya nanti aku belin lipstik yang baru itu" dengan gaya bibir nazwa yang di manyunkan
"iiiiiiiihhhhhh,,,,, jauhkan wajahmu dariku munaroh" sambl mendorong wajah nazwa
salsa yang melihat tingkah dua temannya hanya tersenyum geli melihatnya. di saat itu tiba tiba Ryan keluar dari ruangannya karena mendengar keributan tersebut. salsa yang melihat Ryan keluar dia segera pergi karena takut terkena amarah Ryan.
"apa yang kalian berdua lakukan, kenapa ribut di depan ruangan saya" tanya Ryan yang baru keluar dari ruangnya yang terlihat kesal.
"ini pak si nazwa maksa mau masuk katanya mau lihat bapak" jelas sonya
"ya sudah,,,,, sonya kamu masuk bantu saya periksa berkas yang di atas meja saya, dan nazwa kamu balik kerja lagi" perintah Ryan sambil menatap mereka berdua.
"siap pak " sahut sonya yang masuk sambil menjulurkan lidahnya kepada nazwa.
"baik my baby hony, eeehhh,,,,, maksudnya pak Ryan" dan azwa berlari kecil meninggalkan ryan, di perusahaan semua karyawan tau kalu nazwa menyukai Ryan.
Ryan memasuki ruangannya dan di lihatnya sonya yang tengah berdiri di depan meja kerjanya, sambil memengang dokumen di tangannya Ryan datang menghpirinya
"kenapa tidak dudduk" saat sonya berbalik badan ternyata tepat di belakang nya ada Ryan yang berdiri.
"uuuwaaaa,,,,, " teriak sonya yang kaget
dan sonya berusahaan menghindar karena takut menabrak Ryan tak sengaja kakinya tersandung dengan kaki meja di sampingnya, saat sonya hampir jatuh ke atas meja yang hanya kaca semua Ryan segera menahannya dengan memegang kedua bahunya dari belakang.
" ngapain sih kamu mau ngacurin meja aku " dengan wajah agak kesal
"maaf pak saya gak tau bapak ada di belakang saya, saya hanya mau menghindar "
__ADS_1
jelas sonya sambil berdiri menbenarkan posisisnya
Ryan hanya menatap sonya dan berlalu pergi ke kursinya.