
semua berkas sudah selesai di periksa oleh Ryan dan sonya, dan sonya telah merapikannya di atas meja kerja Ryan. karena hari sudah sore dan waktu jam kerja sudah usai, sonya berpamitan dengan Ryan untuk pulang.
sonya keluar dari ruang Ryan dan berjalan menuju lift untuk menuju lantai bawah, saat pintu lift akan tertutup tiba nazwa menahannya dan segera masuk ke dalam. saat di dalam lift nazwa meminta sonya agar mau mengantarkan nazwa ke kosannya, nazwa tidak membawa motornya karena masih rusak dan berada di bengkel motor. karena jalan pulang ke rumah mereka searah sonya bersedia mengantar temannya.
mereka berdua keluar dari lift dan menuju ke parkiran untuk mengambil mobil sonya.
"sonya ntar mampir ke indomaret dulu ya aku mau beli cemilan bosan aku sendiri kalo gak nyemil" jelas nazwa yang memasuki mobil sambil memasang sabuk pengamannya.
"ok,,, " hanya itu jawaban dari sonya dan dia mulai menyalakan mesin mobil dan melaju pulang.
tak lama setalahnya sonya melihat di depan ada indomaret, sonya segera memarkirkan mobilnya. Nazwa segera turun dan sonya hanya menungu di dalam mobil sambil memainkan ponselnya, sambil melihat apakah ada pesan atau panggilaln yang masuk. dan sonya teringat bahwa rangga telah menyimpan kontaknya di ponsel sonya.
"sore kak lagi apa? udah pulang kerja belom" sonya mengirim pesan kepada rangga
"iya dek, blom nih masih ada dikit lagi yang belom selesai dek" pesan dari rangga yang masuk setelah tidak berapa lama sonya mengirimnya.
"semangat ya kak"sonya membalasnya denga sedikit tersenyum
"iya dek, maksih ya"
ternyata dari luar nazwa memerhatikan sonya yang tersenyum sendiri sambil bermain ponselnya, tidak lama setelahnya nazwa masuk sambil membawa sekantong plastik yang berisi makanan.
"akuh dah siap" nazwa sambil memasuki mobil dengan sekantong plastik
"kamu beli apa aja naz" tanya sonya sa mbil memerhatikan kantong plastik yang di bawa oleh nazwa.
"banyak nya buat ngemil ntar malam, nih buat kamu aku beliin es crem" sambil menyodorkan es crem kepada sonya
"thanks ya, pasti ada maunya nih" sonya mengambil es crem yang di beri nazwa dengan tatapan meledeknya.
sonya melanjutkan perjalanya mereka berdua asik makan es crem tanpa berbicara. karena nazwa masih penasaran dengan pria tadi, dia bertanya pada sonya kembali, dan sonya tau kalau temannya tidak akan berhenti bertanya jika dia tidak memberi tahunya.
"jadi siapa pria tampan tadi" nazwa yang terlihat tidak pernah menyerah akan penasarannya.
"dia kakak kelas aku waktu SMP" jelasnya yang masih fokus ke jalan di depanya.
"pasti cinta pertama kamu" sonya yang percaya diri dengan perkataanya
__ADS_1
sontak sonya yang mendengarnya terbatuk dan hampir menyemburkan es crem di mulutnya. Nazw yang melihat tingkah temannya semakin yakin dengan tebakannya.
"benerkan " nazwa yang semakin penasaran dengan jawaban dari sonya
"ngg-g-gaakk sok tau kamu" sonya menjawabnya dengan gagap dan terkejut
"habis tadi aku liat kamu senyum sendiri sambil mainin ponsel" sambung nazwa
"o-o-o ooohhh,,, aku tadi lagi liat video BTS ada yang lucu" elak sonya yang masih gagap
"oh,,,, aku kira cowok kamu, boleh tu di embat malah tampa lagi" goda nazwa seperti menyakinkan sonya.
"embat aja sana kalo mau" sonya yang berusaha memasang tampang sok cool
"emang kamu yakin gak suka sama pria tampan itu" sonya hanya diam dan fokus pada stir mobil yang di pegangnya dan pura pura tidak dengar.
"udah lah sonya kalo kamu masih suka, kejar dong jangan nyerah ntar duluan orang yang ngembat loh "jelas nazwa yang mulai meracuni fikiran sonya
"tenang aja ada aku di sini aku janji bakalan bantuin kamu" nazwa dengan tampang percaya diri
sonya hanya tersenyum malu melihat tingkah temannya sambil menggelengkan kepala. sampailah sonya di kosan nazwa, nazwa menawarkannya masuk namun sonya menolaknya karena hari sudah terlalu sore.
setelah mmbersihkan diri sonya merebahkan tubuhnya dibatas kasur sambil bermain ponselnya, dan terlihat ada tiga panggilan satu pesan dari paman sonya yang tidak terjawab.
"sonya paman dan bibimu ada kondangan malam ini mungkin pulang agak telat sedikit, hati hati ya di rumah kalo lapar liat aja di dapur bibimu sudah memasakkannya" pesan yang di kirim oleh pamannya
setelah membaca pesan dari pamannya sonya membuka instragam hanya untuk melihat aktifitas terbaru dari sang idolanya yaitu BTS memang sonya seorang kpopers dan fans dari boyband korea BTS , dan sonya sudah menjadi ARMY (nama fandomnya) sejak lama.
drrttt......
drrttt......
tiba tiba ada pesan yang masuk sonya langsung membacanya, yang ternyata itu dari bosnya Ryan.
"siapa bilang aku menyukainya, aku hanya tidak suka dia bertingkah imut di depan pria itu karena masih di dalam perusahaanku"
sontak sonya yang membacanya kaget sekaligus bingun dengan isi pesan dari Ryan, yang membuat dia bertanya tanya. setelah larut dalam kebingungan sonya memutuskan untuk membalasnya pesan dari Ryan.
__ADS_1
"maaf pak tapi ini maksudnya apa ya, saya tidak mengerti"
setelah tak lama sonya mengirim pesan kepada Ryan, dan akhirnya Ryan membalas juga pesan dari sonya.
"salah orang" hanya itu balasan pesan dari Ryan yang di terima oleh sonya, yang membuat dirinya semakin bingung dan bertanya tanya, tapi sonya tidak menghiraukannya dia mengira bahwa mungkin Ryan benar salah orang.
DI RUMAH RYAN.
Ryan baru saja sampai di apartemen yang di tinggalinya, sejak mulai bekerja dia memilih tinggal terpisah dari orang tuanya karena alasan mereka terlalu berisik. memang benar kalau Ryan lebih suka ketenangan, dan tidak suka kebisingan.
Ryan menuju ruang tamu dan merebahkan tubuhnya di sofa depan tv, sambil mengambil ponselnya untuk mengirim pesan pada sahabatnya yang bernama Robi.
Ryan:" lagi apa rob"
Robi:"main game"
Ryan:"main di rumah aku aja"
Robi:"gak mau dah malam"
Ryan:"aku lagi bete nih, yuk main bareng"
Robi:" emang bete kenapa"
Robi:" aku tau pasti sama asisten kamu kan, udah kamu ngaku aja sama aku kamu suka sama dia kan" sambung robi
Ryan:" siapa bilang aku menyukainnya, aku hanya tidak suka dia bertingkah imut di depan pria itu karena masih di dalam perusahaan ku"
saat Ryan mengirim pesan yang baru saja di ketiknya, dia tidak sadar bahwa itu tertuju kepada sonya. saat ponselnya berbunyi Ryan mengira bahwa pesan itu dari Robi temannya, saat melihatnya Ryan kaget mengetahui bahwa pesan itu bukan dari Robi melainnkan dari sonya. Ryan tidak mengira bahwa dirinya akan salah orang saat mengirim pesan, Ryan merasa sanget panik yang membuat dia mondar mandir kebingungan karena tidak tau harus menjawab apa.
"Ryan,,,,,, bodoh banget sih kenapa pake salah kirim" sambil mengacak acak rambutnya.
setelah berfikir cukup lama Ryan memutuskan untuk membalas pesan dari sonya.
"salah kirim" singkat padat dan ya gitu deh balasan pesan dari Ryan kepada sonya
"woi jangan diam aja jangan di kacangin" pesan dari Robi masuk setelah Ryan membalas pesan dari sonya.
__ADS_1
" udah lah kamu gak bakalan ngerti, aku mau mandi dulu bay,,,,, " Ryan membalas pesan dari Robi dengan perasaan yang masih bingung plus penasaran.
Ryan masih memikirkan pesan yang salah di kirimnya kepada sonya, dalam hatinya dia sangat penasaran dengan ekspresi wajah sonya saat membaca pesannya. Ryan kembali mengacak rambut ya karena dia merasa dirinya sangat bodoh sekali.