Pistol, Sejarah IVAC : Suara Dari Tomi

Pistol, Sejarah IVAC : Suara Dari Tomi
Chapter 2 : BBC


__ADS_3

Rico menyertujui liburku dan aku bisa segera pulang ke rumah, gerah sekali rasanya. Badanku seperti dipenuhi getah karet yang lengket dan bau.


Tiba di kontrakan, kembali duniaku menjadi sangat aneh. Mataku tidak lelah sama sekali, aku mandi untuk membersihkan diri.


Setelah merasa lebih segar, aku malah ingin pergi ke cafe untuk nongkrong dengan Surya, Aji dan yang lainnya. Mereka pasti senang sekali disana.


Tapi aku harus istirahat, hari ini sudah tak mungkin lagi untuk keluar. Ku coba memejamkan mata dan menarik nafas dalam-dalam, mengosongkan pikiran dan melepas semua beban kehidupan.


Tak berhasil, pikiranku kembali terseret kemasa lalu. Aku menyesali mendukung pendirian IVAC, ormas bawah tanah yang kini rutin menyerang anggota VV.


Awalnya IVAC hanya sebuah klub atau perkumpulan pemotor. Aku, Ryan, bang Parmin dan bang Denis mendirikan Brotherhood Bikers Community atau biasa disingkat BBC, tanggal 26 juni tahun 2006.


Dimasa itu kami hanya menerima anggota orang-orang tertentu saja. Terutama teman-teman bang Denis kuliah dan anak-anak kampung pahlawan.


Namun karena ditinggal bang Denis yang diterima menjadi management trainee di ibukota. Kepemimpinan BBC pindah ke salah satu sahabatnya yaitu bang Parmin yang ditunjuk langsung oleh bang Denis.


Bang Parmin sangat mudah bergaul dengan semua kalangan. Dimasa kepemimpinannya anggota BBC bertambah menjadi 10 kali lipat. Meski ditentang bang Denis, namun karena tinggal jauh di Jegardah bang Denis tak mampu berbuat apa-apa.


Mereka berdua sangat jauh berbeda secara pemikiran. Bang Denis menginginkan BBC memiliki anggota eksklusif yang hanya diisi oleh orang-orang yang dikenalnya dengan baik.


Saat bang Denis jadi ketua BBC, anggotanya hanya berjumlah 30 orang. Fokusnya mengembangkan kewirausahaan dalam komunitas. Dia mendirikan cafe kecil dan tempat pencucian sepeda motor dihalaman rumahnya.


Tempat latihan silat dan karate kami pun menjadi semakin sempit. Dan pak Udin memindahkan tempat latihan ke tanah kosong diseberang rumahnya. Kini tanah kosong itu telah menjadi barisan ruko.


Aku sangat tidak menduga bang Denis akan mendirikan sebuah cafe. Bukan karena masalah modal, dia pasti punya. Tapi karena aku tak pernah melihat bang Denis masak ataupun membuat minuman.


Tapi memang bang Denis sangat ahli dalam managemen dia mampu membuat pacarnya saat itu kak Manda untuk membantunya menjaga cafe. Dia juga merekrut banyak remaja untuk bekerja di tempat pencucian motornya.

__ADS_1


Aji dan Alfin salah duanya yang masih bertahan membantu dicafe sampai sekarang. Bang Denis juga membuat bu Sri akhirnya terjun langsung mengurus cafe.


Cafe pun menjadi markas BBC, hampir setiap malam kami berkumpul disana. Banyak kegiatan yang sukses kami lakukan.


Diantaranya touring akbar dengan hampir seluruh komunitas di Named, bakti sosial, membantu korban gempa bumi, membantu korban tsunami, ikut kontes modifikasi. Bahkan kami pernah menggelar konser.


Kepiawaian bang Denis tak pernah diragukan, dia kreatif dan juga cerdas. Ide-ide dan kerja kerasnya berhasil mengangkat nama BBC menjadi salah satu komunitas populer di kota Named.


Meskipun hanya 8 bulan masa kepemimpinannya, BBC mampu menarik minat banyak orang untuk ikut bergabung. Namun bang Denis selalu menolak menambah anggota.


Jauh berbeda saat bang Parmin memimpin BBC, meskipun tanpa kehadiran bang Denis. Kami tetap bermarkas di cafe pak Udin. Karena sudah pasti aman disana pak Udin adalah salah satu atlet karate nasional dan tokoh masyarakat yang cukup disegani.


Kegiatan komunitas berjalan normal, kami melanjutkan semua yang sudah dirancang bang Denis. Namun bang Parmin menerima ratusan bahkan ribuan anggota. Sampai cafe pak Udin tak mampu menampung seluruh anggota yang datang.


BBC di bawah bang Parmin perlahan mulai bergerak menyerupai ormas. Kami bahkan mulai berani mengumpulkan dana dari masyarakat. Proposal-proposal kegiatan pun berani kami sebar, untuk mendapat dana bantuan dari masyarakat.


Ini jelas bertentangan dengan prinsip bang Denis yang mengutamakan usaha komunitas, dia menginginkan anggota BBC membentuk sebuah usaha yang dilakukan bersama dan saling menguntungkan.


Meskipun bang Denis dan bang Parmin tak pernah berseteru secara langsung, tapi perbedaan pandangan mereka membuat aku dan Aji bingung. Posisi kami berada ditengah, karena komunitas BBC ini sangat penting dalam fase kehidupanku.


Meskipun aku pernah tergabung dalam ormas VV remaja. Tapi jiwa mudaku sebenarnya lebih suka jalan-jalan. Touring ke berbagai wilayah di Maranesia. BBC juga membuatku kenal dengan banyak orang dan komunitas.


Aku lebih menyukai konsep komunitas pemotor daripada ormas. Tanpa mengurangi rasa hormatku pada kerja keras bang Parmin yang berhasil membesarkan BBC dengan ekstrim.


Dan benar saja apa yang ditakutkan bang Denis terjadi. Karena terlalu banyak anggota yang bergabung, kami tak menyaring lagi anggota baru dan apa latar belakang mereka.


Kami menerima semuanya yang ingin bergabung dengan syaratnya sederhana, hanya membayar iuran yang sangat murah 10.000 per bulan dan pendaftaran 10.000 per orang yang dibayar di sekali saat mendaftar.

__ADS_1


Namun ada beberapa anggota baru datang ke markas dalam keadaan mabuk, membawa minuman beralkohol dan parahnya lagi mengkonsumsi narkoba di cafe.


Sontak hal ini membuat kami marah. Pak Udin dan bu Sri tidak pernah melarang kami minum alkohol. Mereka menganggap kami sudah cukup dewasa untuk bertindak dan berpikir.


Meskipun demikian kami tak pernah minum alkohol di cafe, apalagi datang dalam keadaan mabuk. Kami sangat menghargai guru kami.


Karena jika hanya ingin mabuk, kami bisa lakukan dirumah Ryan, bengkelnya atau lebih baik di kontrakanku. Bang Denis sendiri tak pernah mencontohkan itu, makanya kami takut melakukannya disana.


Apalagi narkoba sangat terlarang disini. Kalau saja saat itu ada bang Denis ada di cafe, mungkin dia akan langsung memukuli anggota baru itu dan mengusirnya tanpa banyak bicara.


Sungguh diluar nalar seorang yang baru bergabung dengan BBC, memakai narkoba dirumah Pak Udin yang merupakan tokoh masyarakat, mantan atlet nasional, pegawai negara serta seorang religius. 


Kami tak akan pernah lupa peristiwa itu, salah satu anggota baru dengan santai membakar ganja dan menghisapnya di cafe.


Aji dan Ryan yang merupakan salah satu murid pak Udin langsung menarik anggota baru itu keluar cafe. Pak Udin langsung menutup cafe dan bu Sri menelepon bang Denis.


Ternyata dia tidak sendiri, ada beberapa temannya yang ikutan keluar. Bang Parmin langsung mengeluarkan anggota yang baru bergabung 2 hari itu.


Dan cafe disterilkan, pak Udin menyuruh kami memeriksa setiap sudut cafe. Seandainya saja ada narkoba yang mereka tinggalkan di cafe.


Benar saja Ryan menemukan sebungkus ganja yang sengaja diselipkan di kursi tamu. Jelas Aji dan Ryan langsung memukuli mereka. Dan menganggap anggota baru itu ingin menjebak orang-orang di cafe.


Keluarga pak Udin bukanlah orang yang tertutup, mereka sangat terbuka. Pak Udin sendiri menyukai lagu rock jadul. Queen adalah grup band favoritnya dan dia sering memutar lagunya dicafe.


Bang Denis juga beberapa kali mengajakku pesta di club yang sedang trend dikota Named. Dia juga meminum alkohol, meskipun tak pernah sampai hilang kesadaran.


Dia termasuk golongan anak gaul dan cukup populer saat itu di Named. Pergaulannya luas dan supel, dia juga pernah menjadi penyiar radio. Serta berteman dengan artis-artis lokal kota Named.

__ADS_1


Dia juga memiliki sebuah band dengan bang Boy, mereka bahkan pernah tampil di 5 radio dan beberapa festival musik.


Ketenarannya yang mengangkat nama BBC yang sangat identik dengan Bang Denis.


__ADS_2