
Wanita itu langsung berbicara pada inti permasalahannya,bahkan Lily terkejut mengetahui kalau salah satu guru nya adalah anggota mafia.Wanita itu menjelaskan segala hal yg ia ketahui mulai dari Xena,pria berusia 20 tahun itu dan berlanjut ke para anggota penting didalam nya,Lily mendengarkan dengan seksama otak nya mulai mencerna segala nya.
Dari semua penjelasan panjang itu Lily menarik satu benang kesimpulan,kematian orang tuanya sudah direncanakan oleh pihak pembunuhnya,yahh perasaan Lily campur aduk antara benci dan juga marah,tapi Lily baru menyadari kalau wanita itu tidak memberitahu identitas pria dengan topeng rubah.
"Anu...anda tidak menjelaskan mengenai pria yg mengenakan topeng rubah,apa anda berkenan memberitahunya?"tanya Lily dengan nada canggung.
"Ahahaha....pria itu ya,sebaiknya jangan terlalu mengenal nya ya,lalu aku belum mengenal kan diri nama ku Violet"jelasnya sesingkat mungkin.
"Ehh....mengapa? Aku penasaran dengan nya dia sudah menolongku"tanya Lily dengan nada penuh penasaran.
"Yah...Lily dengarkan aku baik-baik mungkin sekarang dia menolong mu tapi tidak kedepannya" wanita itu berbicara dengan nada penuh keyakinan.
Setelah selesai menjelaskan wanita yg diketahui nama nya adalah Violet itu langsung pergi tanpa mendengarkan ucapan Lily,ia hanya memberikan secarik kertas dan pergi berlalu begitu saja.
Lily kemudia membaca isi dari kertas itu disana bertuliskan 'berhati-hati lah terhadap orang bernama Raiden dia dikenal sebagai psikopat,kalau bertemu dengannya larilah secepat mungkin....ah lalu jika butuh informasi lebih lengkap lagi coba tanyakan kepada Xena dia yg paling tahu'lalu terdengar lonceng masuk Lily sontak terkejut dan berlari kearah kelas nya dan tepat saat dia masuk ada pemberitahuan bahwa wali kelas nya yg lama sedang kecelakaan,jadi saat ini ia akan mendapat guru pengganti sementara,tak lama kemudian masuklah guru baru itu.
Guru baru itu mulai memperkenalkan dirinya,saat memperkenalkan diri dia memberitahu namanya adalah Maki tapi bagi Lily itu terdengar seperti bukan nama asli nya dan Lily kemudia mencoba mendengarkan setiap kali berbicara dan benar saja saat sedang berbicara Lily merasa tidak asing dengan suara pria itu,suara nya membuat nya ingat pada pria yg menggunakan topeng rubah,Lily berusaha untuk menghilangkan pikiran negatif nya dan mencoba untuk fokus pada pelajaran dan yah itu berhasil.Sekarang jarum jam menunjukan pukul 15:40 waktu yg tepat untuk pulang Lily bergegas dan membereskan semua buku-buku nya kemudia berjalan menuju halte bus.
~💮💮💮💮~
Sesampainya di mansion Lily disambut oleh Xena padahal tadi pagi dia terlihat terburu-buru karena pekerjaan tapi sekarang dia yg pulang lebih awal,saat melihat Xena Lily langsung berbicara to the point.
"Apa kamu mengenal wanita yg bernama Violet?"tanya Lily
Pertanyaan itu membuat Xena menoleh dan menghela nafas panjang.
"Kau sudah bertemu dengan nya?"bukannya menjawab Xena malah melontarkan pertanyaan balik.
"Aku bertemu dengannya di sekolah,aku tidak tahu bagaimana ia punya akses masuk"
"Yah aku bersyukur kau bertemu dengannya,kau pasti punya pertanyaan bukan? Tanyakan saja akan kujawab"
"Aku ingin tahu tentang orang yg menggunakan topeng rubah"
"Akan kuberitahu,dia adalah orang yg membunuh ayah dan ibumu,aku tidak tahu apa niat sebenarnya"
__ADS_1
"Itu bohong kan?"
"Aku tidak berbohong,memang dia yg melakukannya kurasa kau sudah diperingatkan oleh Violet,jadi mulai sekarang berhati-hatilah"
"Bagaimana dengan Raiden?"
"Walaupun psikopat Raiden itu baik dia tidak akan membunuh mu asalkan kau tidak mengusik nya,paham kan?"
"Yah aku paham,aku ingin kembali kekamar ku"
"Satu lagi aku mau menolong mu,karena punya tujuan lain,kau itu salah satu orang dengan bakat atau kemampuan khusus,dan kau masuk sebagai daftar buron"
Lily terkejut tapi kalau faktanya begitu ia tidak akan bisa mengelak lagi,sekarang tujuan Lily ada mencari identitas orang bertopeng itu,ia juga ingin menjadi kuat agar bisa melindungi dirinya sendiri.
Menurut Lily jika ia ada di dekat Xena dalam waktu lama,mungkin suatu saat ia bisa bertemu dengan orang yg sudah membunuh ibu dan ayah nya. Lily yg kalut dalam pikiran nya tidak menyadari akan kedatangan seorang pria,kira-kira tinggi nya sekitar 188 cm cukup tinggi,sejak tadi pria itu terus mengamati Lily tanpa menyapa nya,Lily yg menoleh secara tiba-tiba terkejut akan muncul nya pria itu awal nya ia berniat untuk menyapa tapi pria itu malah menghampiri dan memegang dagu nya.
"Hoo....kau gadis yg dibicarakan Xena ya,hmmm"kata pria itu dengan nada datar.
"Anda siapa?" Tanya Lily untuk memastikan orang itu.
Lily terkejut orang yg harusnya ia hindari kini ada di depannya,ia tidak bisa bergerak entah mengapa tatapan pria itu juga sangat tajam seolah-olah akan menerkam Lily.
"Kau tidak bisa bergerak bukan? Coba kau lihat bayangan mu"
Ucapan pria itu membuat Lily langsung melirik dan mencari arah banyangan nya,saat menemukan bayangan nya mata Lily langsung membulat sempurna,dibayang nya yg ia lihat ia terikat padahal Lily tidak melihat tali ditubuh nya.
"Itu kemampuan khusus ku, kemampuan khusus ku adalah ilusi,saat ini kau tidak benar-benar terikat itu hanyalah ilusi semata bukan sungguhan" ucap nya.
"Lalu kenapa aku tidak bisa bergerak padahal itu hanyalah ilusi semata?" Tanya nya
"Ntahlah aku juga tidak mengerti"
Setelah berkata seperti itu Raiden langsung melepaskan ilusi nya,itu adalah salah satu cara Raiden menyapa orang cukup unik bukan. Semua yg ada didalam mansion mengenal Raiden,orang yg dingin tapi kadang bisa menghanyutkan sekitar. Tidak ada yg tahu Raiden dari mana yg jelas saat ini ia bagian dari organisasi.
"Tidak perlu takut,aku hanya ingin menyapa mu aku juga tidak tertarik untuk membunuh mu.
__ADS_1
Kau yg sekarang terlalu lemah,aku akan menanti saat dimana kau kuat,saat itu lah aku akan menilai mu berguna atau tidak"
"Kalau aku tidak berguna apa yg akan terjadi?"tanya Lily
"Mungkin aku akan membunuh mu, makanya jadilah berguna jika tidak ingin mati
Lalu mulai saat ini dan untuk kedepannya aku yg akan menjadi mentor latihan mu,aku tidak akan segan-segan membunuh mu pada saat latihan jika kau tidak mengikuti arahan ku"
Begitulah yg diucapkan oleh Raiden,benar saja beberapa kali ia mencoba untuk membunuh Lily hanya karena beberapa alasan sepele,jika itu orang lain mungkin dia akan langsung mati pada saat itu juga.
Â
~💮💮💮~
Â
Beberapa hari kemudian Raiden yg menjadi mentor Lily,lumayan puas dengan hasil latihan Lily mungkin belum sepadan tapi paling tidak Lily bisa menjaga diri nya sendiri dan itu tidak akan membuat yg lain kerepotan.
Disisi lain ada satu orang yg terus fokus memperhatikan Lily,wanita dengan rambut coklat dan mata berwarna hitam pekat. Sepertinya wanita itu tertarik akan kehadiran Lily didalam organisasi. Karena tidak sadar akan kehadiran nya wanita itu bermaksud mengapa Lily.
"Halo perkenalkan namaku.......
Â
BERSAMBUNG
Â
Halo semua lama gk muncul ya bingung mau ngetik apa jadi to the point aja deh
See you next chapter
bagi yg penasaran sama wujud nya Xena
Raiden nya ntr nyusul
__ADS_1