Poison Lily {Revisi}

Poison Lily {Revisi}
Eps 4: Si Gadis Lily


__ADS_3

"Halo perkenal kan namaku Anjie"


Lily langsung menoleh dan memperhatikan wanita yg diketahui nama nya adalah Anjie,wanita dengan umur sekitar 22 tahun dengan mata dan rambut memiliki warna oranye itu,karena merasa dia memperkenalkan diri Lily pun langsung ikut memperkenalkan. Agak canggung situasi nya Raiden hanya menatap datar kearah Lily mata nya seolah-olah mengatakan 'terserah aku tidak ingin ikut campur' Lily hanya bisa menatap nya saja ia juga sedang berpikir untuk memilih kata yg tepat agar bisa mengobrol.


"Tidak perlu bingung,nama mu Lily bukan? Aku hanya menebak-nebak saja" kata wanita itu berterus terang


"Ah iya nama ku Lily, Anjie-San."


"Wah ternyata benar ya,kau adalah si gadis Lily itu akhirnya aku bisa bertemu langsung,senang bertemu dengan mu" wanita itu melontarkan senyuman manis kepada Lily.


Karena tidak tahu harus berbicara apa Lily hanya diam saja, Raiden yg merasa Lily kehabisan kata-kata membuka mulut nya dan bertanya dengan wajah datar.


"Mau apa kau kemari?"


"Hah...tentu saja aku kemari untuk misi,memang nya untuk apa lagi?' kata Anjie sambil menahan emosi,bahkan sampai ada perempatan yg muncul di dahinya.


"Huh..kukira kau hanya ingin bersenang-senang"jawab Raiden sambil mendengus mendengar perkataan Anjie.


Lily yg merasa tak dianggap perlahan menyingkir tapi sebelum Lily benar-benar menyingkir tangan nya ditarik membuat gadis itu kehilangan keseimbangan dan terdekap dipelukan Raiden. Lily yg terkejut hanya diam saja tak tahu apa yg harus ia lakukan,Anjie yg melihat tontonan itu langsung berkata pedas nan menohok.


"Hoh...ternyata dia pilihan mu,padahal kukira kau akan memilih yg lebih hebat lagi"


Kata-kata itu membuat Lily kebingungan entah apa yg mereka bicarakan,karena merasa dekapan Raiden melemah Lily secara perlahan menyingkir kan tangan Raiden,yg sontak saja membuatnya melirik ke arah Lily.


"Iya memang nya kenapa? Kau ingin protes?"


"Tidak aku hanya bertanya saja"


"Kau mau kemana Lily? Aku belum selesai"


"Ah...anu...aku mau istirahat,badan ku sakit semua"


Raiden dan Anjie hanya melihat Lily yg perlahan pergi,mereka pun melanjutkan perdebatan padahal Raiden adalah tipe orang yg tenang dan dingin namun saat bertemu dengan Anjie terkadang mood nya langsung hancur berantakan.


Lily's POV


Karena tidak ingin mengganggu mereka aku pun pergi saat dalam perjalan kembali ke kamar aku bertemu dengan Daniel,seperti biasa dia sangat ramah dia juga mengajak ku untuk mengobrol.


Aku tidak menyangka akan ada orang yg sangat ramah diantara semua orang yg mengerikan ini,yah maklum saja saat pertama kali datang ke Mansion ini aku merasakan aura yg mencekam seolah-olah berada di kandang iblis,namun karena ada Daniel-san aku merasa sedikit nyaman dan mulai beradaptasi.

__ADS_1


Lily's POV End


"Ly"


"Lily"


Tiba-tiba Daniel menepuk pundak Lily yg saat itu sedang melamun dan tenggelam didalam pikirannya. Karena merasa terpanggil Lily menoleh dan menjawab.


"Ya?" Jawabnya sambil memiringkan kepala.


"Kita sudah sampai didepan kamar mu"


"Eh...iya... terima kasih sudah mengantar ku Daniel-san" kata Lily sambil membungkuk kan badannya sedikit.


"Ya. Tidak apa-apa,lain kali saat berjalan jangan melamun ya. Saat ini kau tidak apa-apa karena ada aku tapi jika kau melamun saat di keramaian kau akan menabrak orang" kata Daniel yg sedang menasihati Lily karena melamun.


"Ehh...iya maaf kan aku Daniel-san"


"Tidak apa-apa, istirahat lah kau pasti kelelahan karena latihan dengan Raiden"


Setelah mengucap kan itu Lily langsung masuk ke kamar,sebelum tidur ia pun mandi untuk menyegarkan pikirannya. Hari ini terasa sangat melelahkan karena banyak fakta yg terungkap mulai dari gurunya yg anggota mafia juga,lalu pembunuh orang tuanya dan yg terakhir adalah dia bertemu dengan psikopat terkenal bahkan ia menjadi murid dari psikopat itu.


Keesokan harinya,Lily yg saat itu tertidur akhirnya terbangun karena sinar matahari yang menyilaukan,entah kenapa Lily merasa sangat tidak bersemangat untuk pergi ke Academy nya. Tapi karena ia masih membutuh kan pendidikan agar bisa hidup didunia yg kejam,Lily bangun dan bersiap-siap.


Disisi lain diruang makan sudah duduk beberapa orang termasuk Xena dan Raiden,mereka hanya diam saja tak ada satupun kata-kata yg keluar dari mulut mereka namun Daniel sudah duduk jadi dia membuka pembicaraan.


"Selamat pagi semua" sapa Daniel dengan senyum khas nya.


"Ya selamat pagi" balas Xena dengan biasa


Raiden hanya diam dan menatap mereka berdua yg mulai mengobrol,lalu datanglah Lily dia sudah siap dan lengkap dengan seragam nya. Lily hanya duduk diam dan menghabis kan makanan nya, setelah selesai dia berpamitan dan pergi meninggal kan mereka.


Sesampainya di Academy Lily langsung berjalan menuju kelas,saat dalam perjalanan ia merasa atmosfer lorong sekolah itu sangat berat karena penasaran ia mencoba menanyakan keadaan ke arah para siswa tapi mereka menggeleng dan mengatakan kalau itu hanya perasaan Lily saja,daripada Lily mencari keributan akhirnya ia berjalan kearah kelas nya disana ia disambut oleh teman sekelas nya.


"Pagi Lily" sapa salah satu anak dikelas Lily.


Lily hanya membalas dengan senyuman saja,sedikit tentang Lily saat ini usia nya baru 15 tahun tapi ia sudah kelas 2 SMA mungkin karena ia cerdas makanya ia bisa naik kekelas yg lebih tinggi, walaupun begitu Lily bersikap ramah ke orang yg lebih tua dari pada dia. Tak terasa bel sekolah berbunyi Lily mulai belajar seperti biasa,ia tampak sangat konsentrasi dalam pelajaran.


'kriiiingg....' Terdengar bel tanda istirahat semua siswa mulai bersiap untuk ke kantin atau pun ke arah roof top untuk memakan makanan nya tak terkecuali Lily ia membawa bekal karena Daniel yg meminta nya yah tentu saja Lily tidak bisa menolak karena bagaimanapun ia ingin berhemat dia juga tidak ingin menggunakan uang yg diberikan Xena karena menurut nya itu bukan barang yg harus ia terima.

__ADS_1


Saat sedang makan siang Lily ditemani oleh beberapa teman kelas nya diantara itu ada Mai teman pertama Lily di Academy, Mai benar-benar ramah ke semua orang dia lumayan terkenal karena tampang nya yg cantik dia bahkan punya beberapa penggemar tapi walaupun begitu ia tak pernah merasa sombong baginya itu hanya sekedar hal biasa saja, dan juga Mai ingin akrab dengan semua orang.


"Ne....Lily-chan?" Panggil Mai


"Ya?"


"Apa kau tidak merasa sedih dengan kematian kedua orang tua mu?"


"Tentu saja aku sedih,tapi aku ingin kuat dan tegar jadi aku tidak boleh bersedih lagi"


"Begitu ya,kalau begitu kau sekarang tinggal dimana?"


Pertanyaan itu membuat Lily terkejut ia bingung mau menjawab apa,lalu tiba-tiba dia teringat ucapan Daniel 'kalau ada teman mu yg menanyakan mengenai kau tinggal dimana jawab saja kau tinggal bersama kerabat jauh ibu mu' karena teringat hal itu Lily langsung menjawab sesuai arahan Daniel.


"Ah itu aku tinggal dengan kerabat jauh ibuku"


"Begitu ya, kapan-kapan aku ingin berkunjung boleh? Aku akan menghubungi mu jadi kau tidak perlu repot"


"Tentu saja tidak masalah,aku akan memberitahu wali ku agar mereka tidak terkejut"


"Hum...tentu"


Setelah itu mereka mulai membicarakan hal-hal ringan hingga tanpa sadar waktu istirahat makan siang sudah mau habis,karena menyadari itu mereka bergegas kembali kekelas,saat sedang berjalan Lily tiba-tiba tangan nya digenggam oleh seseorang membuat nya tertinggal oleh teman-temannya dan ternyata........


~BERSAMBUNG~


Hai author balik lagi hehehe


Ada pemberitahuan baru cerita ini akan slow update


foto yg kedua itu Lily dan yg terakhir itu Daniel


Dan sesuai janji author kemaren ini foto nya Raiden d




__ADS_1


__ADS_2