
Sejak kejadian beberapa hari itu lah para papa memutuskan untuk tinggal serumah di
kediaman nya feri gunawan secara mereka bertiga cs an dalam membangun perusahaan importing barang pt. Jasa kilat.
Mereka bertiga mencoba untuk bangkit kembali dan menyibukan diri di perusahaan kadang mereka tak pulang kerumah lebih memilih untuk tidur di kantor . karna tak ada yang harus dicemas kan anak-anak ada yang mengurus yaitu mbok ipah pengasuh rabi semasa bayi beliau berusia 50tahuan dengan turban di kepala.
" hes, rab kalian kangen ngak sama mama kita kalau aku kangen banget "
"iya ar kangen " hu um " sahut hesty dan rabi mereka memanyunkan diri dan nampak tak bersemangat.
" aduh2 ini kenapa kok pada ngak bersemangat, ini mbok bawakan cemilan " mbok ipah meletakan stik bawang yang masih hangat di atas meja.
" iya mbok lagi malas " ucap feri seraya mencomot kue stik tadi.
"walah den feri jangan murung2 lagi dong ayo lah ceria kan sekarang rumah udah nga sepi lagi tuh ada sahabat mu " mbok ijah menunjuk ke arah hesty dan ardi.
__ADS_1
" iya mbok terimakasih cemilan nya. "
Malam pun menampakkan diri nya feri tak ingin tidur sendir ia lantas membangunkan hesty dan ardi untuk ikut tidur bersama nya
" hes bangun hesty ayok tidur bareng " hesty pun berjalan dengan mata kantuknya
mereka berdua menuju kamar ardi dan membangunkan nya.
" ar bangun ar ayok bangun " " ih apaan sih gue mau bobo jangan ganggu " ucap ardi
" ya elah ar plak " hesty memukul kepala ardi dan ardi bangun sembari mengosok kepala nya yang sakit.
ujar hesty memoyongkan mulut nya, feri mengajak keduany masuk kekamar
Malam yang sungguh dingin ardi dan feri bergantian memeluk tubuh hesty yang serasa bantal guling empuk berbahan awan hangat sekali tak jarang kedua nya berbarengan memeluki hesty hal tadi mereka lakukan sampai berapa tahun kemudian seakan tak bisa dipisahkan apa-apa pun dilakukan bareng termasuk mandi ini dan itu.
__ADS_1
" gosok yang kuat ar masih gatal " feri mengoyangkan badan nya
"bawel ih malass " ardi merajuk dan membuang sabut bertangkai di lantai
" yih kalian ya berantem terus ngak capek apa dasar, sini biar aku yang gosok " hesty mengosok punggung feri dengan lembut dan ia menyukai nya sementara ardi memilih berendam di dalam bathup berisi air hangat sembari terlelap .
" huh dasar si ardi tuh lihat hess" manja feri maklum ia yang paling muda diantara ketiga nya sekarang feri berumur 8 tahun.
" yih kamu ya biarin ngapa " hesty mengosok kuat punggung feri lantas menghentikan gosokan nya.
" yih mending berendam " hesty pun main masuk aja ke dalam bathup
" apaan sih sempit tau jadinya " ardi mendorong tubuh hesty dengan kakinya padahal bathup ini begitu besar muat lah untuk berempat, cuman ardi sedikit malu entah kenapa semenjak berumur 11 tahun ini ia semakin merasa tertarik pada tubuh bugil hesty padahal payu nya aja belum numbuh.
" yih kamu ya ar jahat deh " tatap hesty bengis
__ADS_1
" awas serangan nuklir datang pum " feri meloncat ke dalam bathup dan menyipratkan air ke wajah ardi dan Hesty mereka bertiga pun main perang2an busa bahagia itu lah perasaan yang mereka rasakan saat ini.
Next..