POLIANDRI

POLIANDRI
Poliandri 5


__ADS_3

"aduh-aduh kenapa to pada lesu semua" sapa mbok ipah menghampiri si 3 bocah ini


" ngak semangat mbok " jawab rabi kecil sembari menghela nafas


" ngak semangat kenapa to den rabi" mbok ipah duduk di sofa dan memegangi kepala rabi ia pun melihat ke arah ardi dan hesty


" hum mbok daddy pulang ngak hari ini" tanya rabi


" ngak ada atuh den, daddy mu kan sibuk di kantor para papa kalian itu pun sama" jawab mbok ipah melihat ke arah ardi dan hesty


" huuh si daddy" ujar rabi merajuk ia menurunkan badannya ke bawah


" huuh" keluh ardi dan hesty bersamaan


" oh jadi kalian bertiga ini lesu gara-gara itu to"ucap mbok ipah


" iya mbok " jawab ke 3 nya bersamaan


" ya udah jangan di pikirin ya, di maklumin aja papa kalian kan kerja demi menafkahi kalian juga, nanti kalau ngak kerja gimana coba" mbok ipah mencoba menenangkan ketiganya


" iya deh mbok " jawab ketiganya bersamaan


" ya udah lebih baik kalian mandi tuh lihat udah mau jam 4 sore " suruh mbok lembut


Dan ketiganya pun naik kelantai dua rumah ini boro-boro mandi ketiganya malah rebahan di kasur dan di sofa, hesty dan rabi berbaring di kasur sedangkan ardi berbaring di sofa sudah satu tahun ini mereka satu kamar bareng.


Dan para papa pun tak keberatan, berat memang hari-hari yang ketiga bocah ini lalui maklum saja mereka masih butuh kasih sayang dan perhatian dari orang tua.


"hes lo gimana cih perasaannya sekarang"tanya rabi


" sedih lah mang apa lagi.. ptlak" hesty memukul jidat rabi sembari ia bangun


" auh apaan sih dasar sakit tau" rabi meringis sakit dan mengusap jidat nya


" blee tangkap gue ble" hesty mengolok rabi sembari memelet melet dan menggoyangkan bokong nya


" ih kamu ya awas gue tangkap " rabi bangun dan mereka berdua saling kejar - kejaran


" wuh kalian berisik amat sih " ardi melemparkan bantal sofa ke arah hesty dan hesty mengambil bantal itu lantas melemparkannya kembali ke arah ardi


" blee emang enak haha" ardi lantas bangun dan mengejar hesty di kamar yang luas ini


" ble ble tangkap gue " olok hesty


" awas kamu ya " ardi dan rabi saling tatap seolah mereka berdua sepakat untuk mengepung si hesty dan..


" ha ketangkap juga lo ya" ardi menghadang hesty di depan dan si rabi memeluki hesty dari belakang

__ADS_1


" yihh lepasin umm nakall! " rajuk hesty tak terima " hahaha" rabi dan ardi tertawa bersamaan


" mangkanya jangan usil whee" ucap ardi ia pun berjalan menuju kamar mandi


" yee gue duluan ble" hesty menyeruduk tubuh ardi dari belakang dan duluan masuk ke kamar mandi ia lantas mengunci nya dari dalam..


" whooi hes curang lo ya, bukain ngak" ardi mengerotok pintu kamar mandi ini ia kesal dengan ulah hesty barusan


" udah lah ar biarin aja si hesty mandi duluan"


ucap rabi menghampiri ardi dan yah ardi pun mengelah, di dalam sana


" hihi mang enak sukurin " hesty lantas mandi dan berendam ia bermain busa sabun sendirian yang lumayan cukup lama


" whooi hes lo lama amat bukain wooi dasar si hesty, batu lo ngak mau denger" ardi kesal sekali ..hesty pun membukakan pintu


" hiih lama dasar! " ardi lantas masuk dan di susul si kecil rabi.


" wee terserah dong prutt" hesty membunyikan mulut nya, ia pun bersegera berpakaian dan turun ke bawah


" mbook.. mbok ipah hesty lapar nih mbok dimana sih "


" iya non bentar " mbok ipah keluar dari kamar tidur pembantu dan menghampiri non hesty


" mbok masak apa sore ini hesty lapar banget tuh kedengeran perut hes bunyi" ucap nya


yang di taruhnya di dalam mangkuk


" nah ini non masih hangat " ucap mbok ipah sembari memegang nampan dan meletakan makanan yang di ambilnya tadi di atas meja


" makasih ya mbok " hesty pun melahap makanan itu.


" den rabi sama ardi kok ngak turun non" tanya mbok ipah


" masih mandi mbok"


" weleh kok baru mandi ini udah jam 5 loh"


" ngak tau tuh mbok mungkin main busa sabun kali" jawab hesty


" whuu siapa juga yang main busa emang anak kecil apa kayak lo ama si rabi" ujar ardi dari belakang rupa nya ia sudah mandi


" mbok siapin makan dong laper" ardi duduk di sebelah hesty tak begitu lama si rabi pun turun dan bergabung dengan kedua sahabat nya ini, mereka bertiga makan sore dengan lahap nya maklum saja masih masa pertumbuhan.


Setelah makan sore ketiga nya duduk-duduk di sofa sambil nonton tv,


" ahaha dasar si tom oon,masa mau di jebak"

__ADS_1


hesty tertawa ngebahak saat menonton kartun kesayangannya itu.


" dia ngak di jebak kali, tapi senjata makan tuan" timpal ardi, mereka bertiga ini seakan gatal hati saat menonton tom and jarry, sembari mengunyah camilan potato chips


Dan tak begitu lama, para papa pun akhirnya pulang setelah satu minggu nginap di kantor


" hai sayang " sapa daddy nya rabi


dan yah sontak mereka bertiga terkejut dari keterasikannya menonton, ketiga nya pun berdiri dan tak percaya, rabi langsung menghambur menghampiri sang daddy


" halo, halo jagoan " sapa ayah nya ardi , dan ardi pun mengjampiri sang ayah nya juga


" cantik lihat ini papa beli boneka beruang buuuesar " papa ramli mengoyangkan boneka taddy bear berukuran jumbo dan hesty sangat menyukainya, ia pun menghambur lari ke pelukan papa nya ini ,mereka bertiga seakan haus akan kasih dan sayang, Hesty menangis dalam pelukan papanya ini.


" kenapa papa baru pulang hiks hes kangen sama papa, papa jahat" hesty memukul-mukul dada papa nya dengan tangan mungil nya itu


" iya daddy, kanapa kalian ngak pulang-pulang ke rumah kita kan rindu hiks " rabi menangis manja dan sang daddy mengendong nya


" uh anak daddy makin berat aja" ujar daddy feri gunawan ia menciumi anak nya ini gemes


Sedangkan ardi membuang muka nya kesal ia merajuk pada ayah nya ini..


" oo sayang anak nya ayah, sini dong peluk ayah mu ini " ayah wardy merentangkan tangannya dan ardi tak mau lah di peluk-peluk


" malas, ardi kan udah besar yah, ngak kayak tuh bocah nakal " ardi menunjuk ke arah hesty dan rabi yang tengah bermanja dan menangis


" yih hiks apa an sih bilang aja iri huu gengsi" cocot hesty dengan isak tangis kisalnya.


" blee " ardi lantas pergi dan naik ke lantai atas ia lebih memilih tidur di kamar yang semula ia tempati.


Batin ardi "hiks ayah jahat sama ardi, kok ardi di tinggal terus, kan ardi kangen hiks" tak terasa air mata nya menetes namun buru-buru ia husap kembali dan masuk lah ayah nya itu ke dalam kamar ini, ia duduk di pinggiran bad..


" kamu marah ya sama ayah,, ayah tau kalau kamu pasti kangen, iya kan? "


Ardi lantas membelakangi ayah nya ini


" jangan merajuk dong, masa anak jagoan cengeng " wardy tau kalau putra nya ini tengah menangis.


" abis sih ayah, coba ke pulang ke rumah lah inih malah ardi di tinggal ardi kan kangen hiks" ia pun mengaku dan membalikan badan nya kembali lantas bangun dan memeluk sayang ayah nya ini.


" maaf kan ayah ya nak, maklum pekerjaan di kantor sangat banyak sekali, nanti ayah janji deh bakal sering-sering pulang " wardy mencoba menenangkan kan putra nya ini


" dan kita liburan kan yah " tanya ardi, spontan mimik wajah sang ayah berubah jadi sedih ia teringat akan kejadian satu tahun yang lalu


" lebih baik jangan liburan kamu ngak ingat terakhir kali kita liburan sama bunda" ucap wardy menekankan, dan ardi pun menunduk ia lantas memeluki perut sang ayah.


Malam ini ketiga bocah itu tidur di temani sang papa masing-masing dengan nuansa yang hangat penuh sayang dari orang tua tunggal nya .

__ADS_1


Next... suka like ya...


__ADS_2