Poseidon Mengejarku

Poseidon Mengejarku
Part 1 : Prolog (Awal Mula)


__ADS_3

Deburan ombak menerjang setiap sisi lautan, awan hitam menutupi seluruh langit biru, mentari tak lagi terlihat melaksanakan tugasnya walaupun hari belum petang, sambaran petir saling sahut menyahut di angkasa. Langit menumpahkan pilunya begitu saja, tanpa mempedulikan para pengagum setianya. Tak ada lagi rasa welas asih.


Air mata banjir di mana-mana hanya karena penguasa bumi dan lautan murka kepada seorang gadis manusia yang tak punya santun. Seisi bumi ia beri peringatan di hari yang sama. Agar tak ada lagi manusia tanpa santun datang ke kuilnya. Untuk apa datang membawa persembahan jika hanya ingin mencari perkara dengan dirinya. Lebih baik manusia itu tidak pernah datang berkunjung ke kuilnya. Dari pada datang hanya untuk membuat masalah.


"Geokhos.... aku mohon ampunilah seluruh makhluk bumi. Mereka tidak berbuat dosa apa pun. Apakah mereka pantas menerima semua hukuman yang anda berikan?! " Minerva wanita tua berusia 150 tahun itu bersujud di hadapan dewa yang telah dia sembah selama ratusan tahun.


"Bagaimana dengan cucumu, Minerva? Apa dia tidak berbuat dosa? " Dingin.


"Geokhos aku tahu jika cucuku berbuat salah terhadapmu. Aku akan memberinya pelajaran dan memintanya untuk meminta maaf kepadamu secara langsung.Bukan kah manusia-manusia tidak berdosa itu tidak pantas mendapatkan hukuman dari Geokhos karena kesalahan yang di perbuat oleh cucuku? Aku mohon Geokhos ampunilah manusia- manusia tidak berdosa itu, kasihani lah mereka. Biarkan saja cucuku sendiri menanggung seluruh dosa yang telah ia perbuat dan hukuman yang akan anda berikan! " Minerva mencium kedua kaki dewa berusia milyaran tahun tersebut.


"Tidak aku tidak akan menghentikan bencana alam ini. Sampai cucumu sendiri yang meminta maaf langsung kepadaku! " Poseidon menghilang dari hadapan Minerva dan duduk di sofa.


"Saudarinya saja tidak bisa mengendalikan gadis itu apalagi kamu Minerva" Dingin.


Bagaimana Poseidon tidak kesal setengah mati kepada Annchi. Annchi adalah orang pertama yang berani menghina Dewa di kuil nya langsung. Terlebih lagi menghina Poseidon dewa penguasa lautan dan bumi. Selama Poseidon hidup tidak ada satupun orang di muka bumi yang berani menghina nya. Terlebih lagi saat mereka berada di kuil nya bahkan hanya untuk membantin di tempat lain saja mereka tidak berani melakukan nya jika tidak terpaksa.

__ADS_1


Tapi apa gadis belia berusia 18 tahun itu berani melakukan nya dengan terang-terang -an. Bahkan di hadapan nya secara langsung bukannya sibuk meminta maaf. Annchi malah sibuk tidur di kamarnya setelah melewati badai bersama saudarinya dan menghina Poseidon secara langsung.


Kringgggg....... Kringgggg............... Suara telepon rumah Minerva berdering.


"Teleponnn..... telepon ku..... " Minerva berlari secara tergopo-gopo meraih telepon rumah nya.


" *Halo, cucu kesayangan ku. Apa kabar kalian berdua? apa kalian sehat? " Tanya Minerva basa-basi walaupun dia sedang panik dan gemetar ketakutan. *


*"Hai, nek. kami semua sehat. Bagaimana dengan keadaan nenek disana? Apakah nenek baik-baik saja di sana? " Tanya Liu Wei menahan gemetaran. *


"Syukurlah kalau begitu nek, *kalau begitu kami titip anak-anak kami " Liu Wei tercekat menahan kesedihan. *


"Apa kalian menitipkan anak-anak kalian padaku? Sebenarnya apa yang terjadi kepada kalian disana? " Panik Minerva.


"****Apa mereka berdua ingin menitipkan putri sialan mereka padaku? " Batin Minerva****.

__ADS_1


"*Di Shanghai tengah terjadi gempa dengan berkekuatan 8,8 skala richter. Kemungkinan besar gedung apartemen kami akan runtuh dan kami akan ikut tertimbun di reruntuhan nya " Jelas Liu Wei singkat. *


*"Apa? " Minerva langsung mematikan telepon nya secara sepihak dan langsung berlari menuju Poseidon. *


Untuk yang kesian kali nya Minerva melakukan hal yang sama. Meminta maaf kepada Poseidon atas semua kesalahan yang cucunya perbuat. Namun hasilnya tetap sama saja. Dewa yang dia puja selama ratusan tahun itu tidak luluh juga.


Sepertinya Minerva harus merelakan kalung berkat yang di berikan Poseidon satu abad lalu kembali kepada pemiliknya. Dengan berat hati secara perlahan namun pasti Minerva mulai melepaskan kalung tersebut dari leher nya. Merelakan kecantikan, kesehatan, kejayaan, dan masa mudanya begitu saja. Lagi pula sia-sia jika ia memiliki segalanya namun dunia yang dia tempati saat ini tidak akan bertahan hingga esok.


"Tidak, Minerva. Berkat itu telah aku berikan kepadamu dan aku tidak akan pernah mengambil nya kembali "


Secara tiba-tiba Poseidon menghilang dari tempat duduknya. Dan seluruh bencana alam berhenti seketika itu juga. Langit menghentikan tangisannya, petir menghentikan sambaran nya, awan hitam menghilang dari langit, mentari kembali menjalankan tugasnya, air laut kembali surut dan tenang. Pohon-pohon tumbang kembali ke tempatnya berdiri tegak dan kokoh, gedung -gedung yang hancur kembali ke bentuk semula, nyawa yang telah hilang kembali kepada raganya. Semuanya terlihat seperti sedia kalah sebelum bencana alam itu terjadi. Padahal setiap insan benar-benar ingat apa yang barusan terjadi sebuah bencana alam yang sangat dahsyat. Bencana alam yang belum pernah manusia modern rasakan sebelumnya.


Namun tidak untuk Liu Ancchi yang sedang tertidur pulas. Ia harus menanggung seluruh beban derita perbuatan yang telah ia perbuat.


Tiba-tiba saja Annchi mengalami kesulitan bernafas dan merasakan jika dadanya sangat lah sesak. Ia memegangi dadanya dan mulai membuka matanya perlahan. Begitu terkejut nya Annchi ketika menyadari bahwa dirinya tengah berada di tengah lautan.

__ADS_1


"Ahh........ bluppp.... bluppp....... " Annchi kehilangan nafasnya sedikit demi sedikit.


__ADS_2