Poseidon Mengejarku

Poseidon Mengejarku
Part 3 : Kilas Balik I


__ADS_3

Poseidon atau Neptunus dalam bahasa Romawi sendiri adalah seorang dewa penguasa bumi dan lautan. Selama ratusan miliar tahun Poseidon telah menjaga keseimbangan bumi, lautan, alam bahwa, dan Olimpus. Bahkan Poseidon juga menjaga keseimbangan seluruh alam semesta. Hanya saja Poseidon adalah seorang dewa yang menyimpan sifat rendah hati dan murah hati di balik sifat nya yg mudah marah dan tersinggung.


Selangkah demi selangkah Annchi dan Jingmi semakin masuk ke dalam kuil. Tanpa terasa mereka telah berdiri di hadapan patung perunggu Poseidon setinggi enam meter.


Shin Yeejong sebagai guru penanggung jawab kelompok studytour yang di ikuti oleh Annchi menyerahkan persembahan berubah dupa, kemenyan, daun mint, Anggur Khyoho dan garam mediterania kepada pendeta.


Pendeta itu menerima persembahan Shin Yeejong dengan senang hati. Ini adalah kali pertama seseorang membawa persembahan sebaik ini setelah 200 tahun berlalu.


Membawa makanan kesukaan dewa/dewi adalah persembahan terbaik yang dapat di berikan oleh sang pemuja. Apalagi membawa makanan dengan kualitas terbaik. Sang dewa pasti akan menerima persembahan tersebut dengan senang hati. Dan mengabulkan semua keinginan sang pemuja dan pendeta.


Begitulah pikir pendeta yang menerima persembahan dari Shin Yeejong. Segera ia membaca pujian dan doa sanjungan kepada Poseidon penuh dengan penghayatan yang sangat dalam dan tulus meminta berkat.


Namun belum selesai ia membaca doa petir menyambar salah satu pilar utama bangunan berwarna putih tersebut. Lantas saja kuil yang telah berdiri selama ribuan tahun itu bergetar hebat. Membuat seluruh penghuninya ketakutan dan panik. Orang-orang berhamburan mencari jalan keluar untuk menyelamatkan diri mereka masing-masing. Tidak ada lagi dari mereka yang memikirkan anak dan keluarga mereka. Bagi mereka yang terpenting adalah menyelamatkan diri mereka sendiri.


Kembali ke satu detik sebelum kejadian prahara tersebut terjadi.

__ADS_1


"Haishhhh..... Kakak kamu ini, kenapa kamu jadi gadis pemarah juga ? Berhentilah menjadi kakak galak seperti Poseidon kak, itu tidak baik. Itu dapat membuat mu menjadi perawan tua nanti." Mencolek Jingmi dengan gaya centilnya.


"Diamlah... ini untuk kebaikan kita semua " Mencubit perut adik nya.


"Kakak... ini , Kenapa kamu malah membela dewa tua nan galak itu. Dia kan memang sudah menduda selama itu. Lagi pula mana ada gadis yang mau menikah dengan nya. " Rengut Annchi.


"Aku tidak......... " Terpotong.


Jleeedeerrrrr...............Petir menyambar sebuah pilar.


aaaaaaaaaa............... tolongggg...... semua manusia yang berada di sana langsung berhamburan mencari jalan keluar untuk menyelamatkan diri mereka sendiri.


Tampak raut wajah cemas terpancar jelas dari wajah sang pendeta. Ia takut persembahan yang di bawa oleh Shin Yeejong lah penyebab kemarahan Poseidon. Ia takut karunia panjang umur yang dia dapatkan dengan susah payah hilang begitu saja karena kesalahan orang lain.


Tapi mustahil Poseidon marah karena persembahan nya. Sejak di lahir kan Poseidon sangat menyukai memakan buah anggur oleh karena itu buah anggur menjadi persembah -an yang sangat di sukai Poseidon seumur hidupnya . Ia tidak akan pernah menolak anggur yang di bawa oleh pemujanya dan akan mengabulkan setiap keinginan pemuja nya terkecuali sesuatu yang tidak pernah dia mampu. Namun kenapa hari ini Poseidon menunjukkan sikap penolakan hari ini. Semuanya akan menjadi rahasia sampai pada waktunya.

__ADS_1


Sedangkan Shin Yeejong terlihat sangat putus asa dengan apa yang terjadi harapan nya menjadi istri dewa penguasa sudah pupus. Cita-cita nya menjadi abadi dan cantik seumur sirna seketika. Poseidon telah menunjukkan penolakan kepada nya. Bahkan dengan cara sangat tragis.


"Tenang anak-anak , kita harus tenang dalam menghadapi masalah. Di luar sedang badai besar, kita akan keluar dari kuil ini setelah badai mereda "


"Bu... kamu yakin!? Bagaimana jika kuil ini tiba-tiba runtuh dan menimpa kita? " Tanya salah satu siswa .


"Tenang anak-anak kuil ini pasti bisa melindungi kita semua. Selama ribuan tahun kuil ini telah melindungi banyak orang. Begitu juga hari ini!" Ucap Shin Yeejong penuh semangat dan keyakinan seakan-akan kuil tersebut tidak akan pernah runtuh.


Mendengar perkataan Shin Yeejong akhirnya para siswa setuju untuk tetap berada di kuil hingga badai reda. Walaupun sebagian dari mereka merasa terpaksa mengambil keputusan bodoh semacam itu. Berharap kepada bangunan tua berusia ribuan tahun. Namun apa boleh buat mereka tidak dapat berbuat apa-apa.


Namun tidak untuk Annchi , tanpa berpikir panjang ia langsung menarik tangan Jingmi dan berlari menuju mobil audi yang ia kendarai.


Flashback off


......................

__ADS_1


__ADS_2