Poseidon Mengejarku

Poseidon Mengejarku
Part 6 : Tanjung Sounion II


__ADS_3

"Apaaaa.......?!Cucuku di tanjung sounion? " Teriak Minerva ketika menerima telepon dari rekan bisnisnya.


Seketika itu juga Minerva langsung bersiap -siap menuju tanjung sounion. Tanpa berpikir panjang lagi Minerva mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Awalnya Minerva bisa mengendalikan mobilnya dengan baik. Namun setelah sepuluh menit berkendara Minerva kehilangan kendali yang menyebab kan ia mengalami kecelakaan beruntun.


Seketika itu juga Minerva meninggal dunia di dalam mobil. Sirine polisi mulai terdengar di jalanan kota Lavreotiki. Setiap anggota kepolisian yang bertugas hari itu mulai sibuk dengan kegiatan nya masing-masing.


Beberapa petugas sibuk mengamankan tempat kejadian perkara dari publik. Beberapa lainnya sibuk menyelematkan korban dan mencari identitas. Beberapa lainnya juga sibuk menyelidiki dan mengumpulkan bukti perkara.


Hari ini adalah hari terakhir Poseidon melindungi pengikut setianya Minerva dari kejaran ketiga dewi takdir. Hampir satu abad ia melindungi pengikut setianya itu. Namun karena cinta nya kepada gadis mungil nan menyebalkan itu, Poseidon berhenti melindungi Minerva.


Lagi pula bukanlah sesuatu yang wajar jika seorang manusia mencapai usia satu setengah abad dengan keadaan fisik sehat dan awet muda. Hari ini Poseidon mengakhiri semua keanehan itu semua. Hari ini juga Poseidon memisahkan Minerva dengan keturunan kelima dan keenam nya.


...****************...


"Ahhh... lumba-lumba.... kamu terjerat? " Ucap Annchi sok imut ketika melihat seekor lumba-lumba yang terjerat jaring nelayan.


Dengan telaten dan cekatan Annchi membantu melepaskan jaring nelayan dari tubuh lumba-lumba tersebut. Tak butuh waktu lama Annchi berhasil membebaskan lumba- lumba kecil itu.


"Ahh.... yeah.... akhirnya kamu bebas " Sorak Annchi bahagia.


"Terima kasih " Lumba-lumba itu berbicara.


"Heummm.... lumba-lumba bicara? " Terkejut.


"Gadis yang manis "


"Ayah tidak pernah salah" Ambigu.


"Ayah.... kamu punya ayah juga lumba-lumba? " Tanya Annchi penasaran.


"Hehehe.... Tentu saja " Tertawa.


"Annchi... kamu berbicara dengan siapa? " Jingmi menghampiri adiknya yang hampir terbawa arus laut.


"lumba-lumba" Jawabnya polos.


"Ayo kita pulang " Jingmi tidak banyak bicara dan langsung membawa adiknya pulang ke resort (hotel).


"Bagaimana dengan lumba-lumba itu? Dia sedikit terluka " Annchi menoleh kebelakang dan menunjuk ke sebuah arah.


"Dia baik-baik saja " Jawab Jingmi yang ikut menoleh dan melihat seekor lumba-lumba yang sedang berenang jauh di lautan.


"Tidak! Dia sedang kesakitan" Rengutnya.


"Sudah lah! Ayo kita pulang! Biarkan alam yang mengobati lumba-lumba itu" Menarik paksa tangan adiknya karena mengetahui ada pengaruh gaib yang mengikuti adiknya.

__ADS_1


Dengan terpaksa dan berat hati Annchi mengikuti langkah kaki Jingmi menuju ke hotel Xinxua. Padahal jauh di dalam hatinya Annchi masih ingin bermain dengan lumba- lumba yang bisa berbicara itu.


Setelah sekitar 10 menit berjalan kaki kedua nya sampai di hotel. Begitu terkejutnya kedua kakak beradik itu ketika membuka pintu kamar hotel yang mereka tempati. Semuanya berwarna putih tanpa ada apapun di sana termasuk tempat tidur, kursi, meja pun tidak ada.


Dengan sedikit keraguan Annchi melangkah kan kakinya masuk kedalam serba putih tersebut. Namun ketika salah satu kakinya menapak di ruangan serba putih itu sebuah suara berbisik di telinganya entah dari mana.


"Jangan masuk Annchi. Perempuan itu bukan kakak mu, dia iblis yg di kirim hades untuk menculik dirimu Annchi. Obati lah Lumba -lumba kecil itu terlebih dahulu sebelum pergi bersama iblis perempuan itu. Sehingga kamu sadar jika perempuan itu benar-benar kakak mu atau bukan "


Akan tetapi Jingmi yang mendengar bisikan gaib itu juga. Langsung menarik tangan adiknya secara paksa. Hingga akhirnya mau tidak mau Annchi ikut masuk kedalam ruangan serba putih tersebut.


Dannnnn.......


Bau kemenyan dan Dupa mulai tercium di hidung keduanya. Annchi terlihat bingung ketika melihat sekitar nya. Ia tidak lagi berada di dalam ruangan serba putih lagi. Namun ia berada di kamar hotel dimana ia menginap sepuluh hari yang lalu. Sedangkan Jingmi ia terlihat sangat bahagia karena berhasil membawa adik perempuan nya pulang dengan selamat.


Jingmiiii...... Annchiiiii...... Teriak seorang wanita berusia 40 tahunan itu. Akhirnya ketakutan selama sepuluh hari nya ini hilang juga. Kedua putri kecilnya kembali dengan selamat tanpa kurang dari suatu apapun.


Wanita itu segera memeluk kedua putri kecil nya erat. Rasanya ia sangat bahagia bisa melihat keduanya kembali dengan selamat. Jingmi memang bukanlah putri kandungnya namun ia tidak ingin kehilangan seorang putri lagi di hidupnya.


...****************...


Lima belas tahun yang lalu ia harus merasakan bagaimana sakitnya kehilangan buah hatinya. Anncha saudara kembar Annchi meninggal dunia di usianya yang ketiga tahun karena mengidap gagal jantung dan ginjal . Sehingga gadis kecil itu harus rutin menjalani cuci darah. Namun karena fisik nya yang belum cukup kuat untuk menjalani beragama treatment medis . Ia meninggal dunia tepat di tanggal kelahirannya.


Dan sejak saat itu Annchi di besarkan seorang diri oleh kedua orang tuanya. Ia tidak lagi memiliki kakak perempuan dan teman bermain yang menyenangkan. Sehingga membuat dia tumbuh menjadi gadis kecil yang pemalas dan lemah. Sedangkan Liu Shuawan (ibu Annchi /Nyonya Liu)hidup dalam kepedihan dan kesengsaraan batin yang berkepanjangan.


...****************...


Brukkk.... Annchi kecil yang mungil nan lemah terjatuh di pasir pantai setelah angin kencang menerpa tubuh nya. Dari kejauhan terlihat ombak menggulung tinggi siap menerjang siapa saja yang bisa ia jangkau.


Byurrrrrr...... Beberapa detik kemudian ombak tinggi tersebut menerjang kedua gadis kecil nan mungil yang saling berpelukan itu. Sehingga kedua gadis itu tidak terseret terlalu jauh kelautan.


Gadis mungil bermanik mata orange savire itu langsung berdiri dengan kokohnya setelah ombak kembali kelautan. Sedangkan gadis bermanik mata blue diamond itu hanya terdiam saja sambil termenung karena tidak mampu untuk menapakkan kakinya.


"Ayo aku bantu " Jingmi mengulurkan tangan kanannya untuk membantu gadis asing di hadapan nya.


"Tidak" Lemah.


"Kenapa tidak? Ayo sini aku bantu. Berdirilah kita harus bisa berdiri menggunakan kaki kita sendiri " Ucap Jingmi penuh semangat mengulurkan kedua tangan nya.


"Aku tidak.... " Menitihkan air matanya.


"Apa kamu tidak bisa berdiri sendiri? Itu mustahil tadi aku melihat mu berjalan dengan baik " Ocehnya.


"Annchi kamu tidak apa-apa nak? " Liu wei menghampiri Annchi dan langsung menghampiri nya.


Sedangkan Liu Shuawan , ia langsung menghampiri Jingmi. Ketika melihat gadis kecil itu berlari melindungi putrinya Liu Shuawan langsung ingin memiliki dan merawat gadis penjual asongan itu. Tampak nya gadis mungil pemberani itu memiliki nasib yang kurang beruntung. Sehingga ia harus menjadi penjual asongan di pantai karena nasibnya itu.

__ADS_1


"Kamu tidak apa-apa nak? " Menatap Jingmi lembut.


Entah mengapa ketika menatap mata gadis mungil nan pemberani itu. Liu Shuawan merasa ia memiliki ikatan khusus dengan gadis mungil itu. Apalagi ketika melihat manik matanya memiliki warna yang sama dengan manik mata suaminya. Warna manik mata yang hanya di miliki oleh satu orang dari 100 juta orang saja di dunia ini.


"Tidak, bibi. Aku baik-baik saja, tapi putrimu dia kelihatan sangat lemah " Ocehnya.


"Heummm.... siapa namamu? " Mengusap pipi Jingmi.


"Jingmi" singkat.


"Tanpa marga? "


"Hhhhkkk" Menganggukkan kepalanya.


"Dimana orang tuamu mimi? "


"Aku tidak punya " Menitihkan air matanya.


"Jadi kamu tinggal dimana sekarang? " Tanya Liu Shuawan lagi.


"Panti asuhan"


Tanpa bertanya lebih banyak lagi Liu Shuawan langsung menggendong gadis mungil itu dan membawanya ke mobil. Karena ia tahu apa yang menimpa Jingmi adalah bentuk diskriminasi karena ia memiliki fisik yang berbeda dari yang lainnya.


Hari itu juga Liu Shuawan langsung mengurus surat hak adopsi anak dengan persetujuan dari suaminya . Sebenarnya Liu Wei tidak menyetujui rencana istrinya namun karena melihat kondisi Liu Shuawan yang sedikit lebih membaik setelah bertemu dengan Jingmi. Dan mempertimbangkan keselamatan putri kesayangannya Liu Wei pun menyetujui keinginan istrinya tersebut.


...****************...


..."Nanaii.......? "...


"Hikssss..... hikssss.... Nanaiiii..... telah pergi meninggalkan kita untuk selamanya hiksss.....


" Liu Shuawan menitihkan air matanya.


"Nanaiiii.....nanai pergiii....? " Annchi sangat terkejut.


 Liu Shuawan hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan menahan seluruh kepedihan yang ia rasakan. Sekarang tidak ada lagi sosok wanita tua yang penuh semangat dan energik itu. Wanita tua yang masih berkarir sebagai model dan aktris di usia tuanya.Kini tiada lagi menemani hari-hari indah yang akan mereka lalui.


...****************...


***Huhhhhhhhhhhhh.......... Please like comment and share nya guys. ***


***Karena dukungan dari kalian sangat berharga bagi author. ***


***See you next part guys ***

__ADS_1


Muaaachhhhh......


__ADS_2