
PART OF LEA
(artis: Hande Erçel, Turkish actress as Aleandra Ivyra)
“Selamat siang,” kata Lea seraya tersenyum semanis mungkin, membalas pada sosok yang juga menyapanya ramah di depan pintu kaca lobi utama gedung apartemen yang ia datangi.
Ia lalu mengikuti sosok kebapakan itu menuju meja resepsionis. Seorang office boy yang mengikutinya dari belakang membantu mengangkatkan barang-barangnya.
Lanjut Lea memperkenalkan diri, “Saya Aleandra Ivyra…"
“Oh, selamat siang, Mrs. ... Ivyra?,” balas pria paruh baya itu tersenyum. Pandangan matanya menyapa Lea dengan ramah.
“Miss,” sela Lea memberitahu, tersenyum polos.
“Well, Ms. Ivyra… saya Sandi Alger, penanggung jawab gedung ini. Kebetulan Mrs. Mathias sudah memberitahu tentang kedatangan Miss Ivyra. Saya bertugas untuk memberi pelayanan penuh pada keluarga owner."
Lea menghembuskan nafas lega karena tidak perlu lagi menjelaskan tentang tujuan kedatangannya ke gedung apartemen itu. Apalagi kedatangannya tanpa konfirmasi sebelumnya alias dadakan. Kening Lea terangkat ke atas dengan ekpresi meringis ketika menoleh ke belakang tubuhnya, ke barang bawaannya yang banyak, macam orang pindahan.
__ADS_1
Yah, sebenarnya dia memang sedang pindah rumah, kok.
“Huft, thank God, kebetulan saya juga tidak tahu bagaimana harus...," Lea terdiam sejenak, bengong.
“Tapi saya mohon maaf sebelumnya, Ms. Ivyra…," sela Mr. Alger cepat, masih dengan wajah ramahnya yang kebapakan. “Mrs. Mathias tidak menitipkan kunci apartemennya. Kami hanya punya satu kunci cadangan utama yang tidak bisa kami serahkan ke pengunjung apartemen.”
“Hah? J-jadi?” mata Lea membulat kaget. Ia mencoba memahami ucapan manajer apartemen yang berdiri di hadapannya. “Saya harus bagaimana? Apa sudah tidak ada lagi apartemen yang kosong untuk bisa saya tempati sementara waktu? Atau saya harus menunggu Rae… eh, maksudku Mrs. Mathias mengirimkan kuncinya…?”
Tapi Rae saat ini sedang di luar kota?, pikir Lea cemas.
Sandi Alger tetap tersenyum dengan perawakannya yang tenang. Meskipun ekspresi wajah Lea yang melongo saat ini membuatnya ingin tertawa geli.
“Saya sudah menghubungi Mrs. Mathias. Kamar apartemen saat ini yang tersisa sebenarnya masih ada dua… di lantai paling atas,” lalu Mr. Alger mencondongkan tubuhnya mendekat ke Lea untuk berbisik: “ …sebenarnya kedua kamar itu sama sekali tidak disewakan. Apartemen di lantai itu milik pribadi, tidak dibolehkan diisi selain owner. Namun Mrs. Mathias sudah menjamin keberadaan anda di sini. Beliau sudah mendapat izin penuh dari Mr. Millers, pemilik gedung ini, agar anda bisa menempatinya."
“…T-tapi lantai atas?” tanpa sadar dirinya mengeluh. Ia membayangkan waktu yang akan terbuang di saat menunggu lift sedang naik atau turun. Dan ia langsung terkesiap ketika menyadari sudah bersikap tidak pantas.
Ya ampun, apa-apaan aku ini? Sudah dibolehkan menginap gratis, malah mengeluh, ucap Lea dalam hati. Lea melirik Mr. Alger seraya tersenyum dengan tidak enak hati.
“Kami mohon maaf sebelumnya,” lanjut Sandi Alger. “Tentunya Ms. Ivyra memahami bahwa apartemen ini memang tidak dikomersilkan untuk umum. Yang boleh mengisi hanya owner beserta kolega untuk keperluan perusahaan. Jadi biasanya memang sepi pengunjung, cuma sekarang betul-betul tidak ada lantai yang kosong, apalagi besok ada garden party diadakan oleh Mr. Robert Millers. Yang kosong cuma kamar Mrs. Mathias (kuncinya tidak ada) dan apartemen di lantai paling atas. Saya rasa beliau –Mrs. Mathias, maksud saya– beliau pasti akan menghubungi anda untuk penjelasan lebih lanjut," setelah menjelaskan panjang lebar, Sandi langsung memberi isyarat kepada pegawainya untuk segera membawa barang-barang bawaan Lea ke lantai atas.
__ADS_1
“Oh, i-iya… thanks to you, Mr. Alger," sahut Lea. “Tidak apa-apa… Saya langsung ke lantai atas saja kalau begitu."
Sandi Alger mengangguk mengiyakan. Dia menunjukkan arah lift kepada Lea. Tak jauh dari lobi.
“Selamat beristirahat, Ms. Ivyra. Jika ada yang dibutuhkan, anda bisa menggunakan interphone dalam kamar anda, langsung terhubung ke bagian informasi."
“Oh, terima kasih sekali lagi," sahut Lea, mengangguk. “Oiya… ngomong-ngomong, tak perlu memanggil saya dengan sebutan Ms. Ivyra…"
“Oh, iya baik… jadi? Bagaimana cara saya memanggil anda?”
“Aleana… atau cukup Lea saja," kata Lea dengan senyum manis, yang dijawab dengan anggukan kepala manajer tersebut. Lea kemudian berbalik melangkah menuju lift yang akan membawanya ke lantai atas bersama dengan office boy yang membawa seluruh barangnya.
***Lea***
.
.
from author:
__ADS_1
(sumber gambar: google)
happy reading, smg bisa mndpat di hati kalian, dear readers... mhon dibantu komen dan vote ^^