Pregnant With Her Child

Pregnant With Her Child
CH. 01 : Don't wanna do it


__ADS_3

BAB 1: TIDAK MAU MELAKUKAN NYA


🍄Ini cerita pertama saya, semoga kalean suka. Kalo ada Typo atau kalimat yang ga kalian mengerti atau mau bicarain isi cerita bac*t aja di kolom komentar muehehe😂 Asal jangan yang menghina atau merendahkan. Karna sesungguhnya mulutmu harimau mu😎


Happy Reading babe💃


Jakarta Pusat, Indonesia


16.00PM


Pukul empat sore menyambut pekerja kantoran ber say goodbye pada pekerjaan mereka. Langkah-langkah bergegas, berlomba memburu masa untuk sampai pada rumah yang senantiasa menunggu kehadiran sang pemilik.


Wanita berseragam resepsionis, dengan surai coklatnya tercepol semrawut, hampir terlepas. Rasa penat membuatnya malas untuk memperbaiki.


Sembari menunggu bis, wanita berwajah manis itu duduk dengan menyandarkan punggung nya di kursi halte.


Netra hitam pekatnya menatap kosong pada trotoar pinggir jalan, yang ramai oleh manusia berbusana formal berlalu lalang tanpa ber-singgungan.


Matanya beralih melirik Smartphone 3G miliknya yang bergetar di ikuti suara dering yang cukup keras. Terlihat nama si penelepon, membuatnya jengah dan memilih mengidahkan nya.


Sesaat, sebelum wanita yang duduk disebelah nya menegur. "Maaf nona, dering ponsel anda mengganggu tidur anak saya".


Wanita bernama lengkap Ederea Lattesha atau yang kerap disapa Rhea itu, menoleh padanya. Netra hitamnya terpaku pada bayi mungil yang terlelap di gendongan wanita itu.


"Ah, maaf akan saya matikan". Cetusnya bersalah, Rhea tersenyum kaku menanggapi.


Segera Rhea merijek panggilan itu. Hah, ia menghela nafas. Apa ibunya akan marah? Batin nya kalut.


Rhea kembali menyapukan pandangannya ke sekitar. Matanya menangkap seorang gadis kecil berambut ikal, berusia sekitar 5 tahunan, di seberang jalan. Gadis kecil itu nampak kebingungan. Mungkin mencari orang tuanya. Pikirnya tak acuh.


Rhea berdiri saat bis yang di tunggunya tiba. Sebelum naik matanya kembali menengok dimana tadinya gadis kecil itu berada. Ia penasaran.


Tepat setelah itu suara klakson mobil membuat matanya membulat sempurna. Gadis kecil itu berada di tengah jalan.


Bagaikan wonder women, Rhea berlari secepat tenaga dengan hells 3Cm nya, untuk menyelamatkan gadis kecil itu. Ia berlomba mendahului kecepatan mobil BMW yang hanya tahu membunyikan klakson tanpa berfikir untuk menginjak rem.


BMW itu semakin mendekat!


Teriakan heboh datang dari orang-orang yang berlalu lalang.


Ia melompat dan menarik tubuh gadis itu hingga membuat mereka berguling-guling dipinggiran aspal.


Beberapa orang mengejar BMW yang memilih kabur. Sementara yang lain membantu mereka duduk ditrotoar dan memberikannya minum.


"Ya tuhan cucuku, kau tidak terluka sayang? Kemarilah Oma akan memelukmu".


Wanita cantik berkulit putih dan tinggi. Dengan segera menarik gadis kecil yang ketakutan dan gemetaran itu kepelukannya.


Rhea menatapnya dengan seksama. Ia ragu wanita ini adalah nenek-nenek? Tidak mirip sama sekali, wajahnya terlihat muda dan sangat cantik sementara busananya begitu kekinian dan glamor.


"Anda neneknya? Lain kali dijaga cucunya bu. Beruntung ada nona ini yang menolongnya".

__ADS_1


Sambil menunjuk Rhea ibu yang memberi nya minum menegur nenek cantik itu.


"Maafkan kelalaian saya tidak menjaga cucu saya dengan baik, hingga menyebabkan keributan seperti ini". Sesal nya bersalah, ia membungkuk sebagai pembuktian.


Perlahan-lahan sepasang mata yang berkerumun kembali ke aktivitas masing-masing. Begitu hal nya dengan ibu yang memberi Rhea minum, telah berlalu begitu saja.


"Nak, terima kasih banyak telah menyelamatkan nyawa malaikat kecilku. Kami berhutang nyawa padamu". Ucap si nenek, seraya menggenggam tangan Rhea dengan tulus.


Rhea tersenyum. "Sama-sama bu. Sesama manusia memang haruslah saling menolong. Saya tulus menolong cucu anda".


Wanita itu tersentuh. Ia melihat ketulusan dan kejujuran yang terpancar dari bola mata hitam Rhea. Jawaban semacam itu sudah jarang di dengarnya. Dipikirnya Rhea akan meminta imbalan.


"Hatimu sungguh mulia nak. Aku beruntung gadis sepertimu yang menyelamatkan cucuku".


Rhea sempat tersentak ketika nenek itu menyentuh puncak kepalanya. Ia memejamkan matanya sekejap, rasa haru dan nyaman menyelimuti, baru pertama kali ia rasakan. Kelembutan ini berbeda dengan yang ia rasakan setiap kali ibu kandungnya menyentuhnya.


"Oh iya, namaku Caryn dan cucuku Litzy. Siapa namamu nak?".


"Saya Ederea Lattesha bu".


"Nama yang cantik dan manis, persis seperti orangnya". Ungkap nenek itu sambil menoel dagu Rhea.


Rhea dibuat tersipu olehnya. Untuk pertama kali seseorang memujinya Cantik. Dengan sekali lihat saja orang akan berfikir dirinya jelek. Caryn terlihat baegitu baik dan tulus memujinya seoalah-olah dirinya memanglah cantik. Bukan hanya berbasa-basi belaka.


"Te-terima kasih bu, anda juga sangat sangat cantik".


'Lihatlah betapa manis dan lugunya gadis ini. Isi hati dan pikiran nya tergambar jelas pada wajahnya. Anak ku yang kurang ajar dan impoten itu harus mendapatkan gadis sepertinya'. Batin Caryn, bersemangat. Ia menatap Rhea penuh maksud.


"Ah, iya tentu saja bu. Ini".


Rhea menyerahkan Smartphone nya. Namun, sebelum Caryn menyambutnya. Ponsel itu berdering.


'Jangan diangkat?'. Batinnya bertanya, tak sengaja melihat nama si penelepon.


Segera Rhea merijek panggilan itu.


"Maaf bu sepertinya saya harus segera pulang".


Caryn ingin bertanya. Tapi, mempertimbangkan mereka hanyalah orang asing. Tidak patas menanyakan privasi seseorang yang baru di temui.


"Hohoho iya tak apa".


Kemudian ia berjongkok mensejajarkan tingginya dengan Litzy. Ia mengusap lembut pipi cubby Litzy yang begitu menggemaskan.


"Litzy kau tidak boleh jalan sendirian seperti tadi ya? Lain kali jika Oma Litzy ada urusan, Litzy harus menunggu hingga selesai ya? Itu juga berlaku untuk siapa saja yang memani Litzy keluar. Tante pulang dulu Litzy cantik. Jaga diri baik-baik ya sayang". Rhea memberi pengertian sambil menciumi wajah Litzy dengan gemas.


Rhea kembali berdiri ia menatap Caryn yang juga menatapnya. Ia merasa tidak enak pada Caryn.


"Em...untuk nomer ponsel saya janji akan memberinya lain waktu jika kita bejumpa kembali".


"Hohoho tenang saja, dalam waktu dekat kita pasti akan bertemu kembali".

__ADS_1


...⏳***⌛...


17.00 PM


"Ini pak uangnya, kembalian nya ambil saja".


Rhea memberikan selembar uang 50 ribuan pada supir taksi yang ditupanginya. Setelah supir taksi itu mengucapkan terima kasih Rhea turun.


Ia segera memasuki gedung apartement. Dan menekan lift menuju lantai 15 dimana apartement sederhana miliknya berada.


Rhea berhenti saat melihat wanita setengah baya berdiri didepan apartement nya.


"Ibu?".


Wanita itu menoleh. Dan tersenyum lebar melihat putrinya.


"Kamu sudah pulang nak. Ayo buka pintunya. Kaki ibu sudah pegal berdiri terus menunggumu".


Tanpa menjawab Rhea membuka pintu. Dan ibunya langsung menyelonong masuk kedalam rumah dan mendudukan pantatnya kesofa empuk sambil menyilangkan kakinya.


"Untuk apa ibu datang kemari?". Rhea bertanya.


Ia membawa secangkir teh untuk di suguhkan kepada ibunya.


"Kau menolak panggilan ibu beberapa kali". Ketusnya. Setelah meminum secangkir teh yang dibuat anaknya.


"Aku sibuk bu, banyak tamu hotel yang harus dilayani". Rhea beralasan. Ia hanya malas meladeni ibunya.


"Hah, sudahlah tak apa. Tapi apa kau sudah mempertimbangkan ajakan kencan buta tuan Anton?".


Rhea tersentak. Benar saja ibu nya masih menginginkan dirinya berkencan dengan Anton.


Seminggu yang lalu ibunya berkata Anton ingin mengajaknya kencan buta. Namun, Rhea masih mempertimbangkan nya karna banyak nya rumor buruk mengenai pria itu.


Anton Wijaya adalah kolega suami ibunya. Pria itu juga memiliki berbagai perusahaan di indonesia. Dia sangat kaya. Umurnya baru 32 tahun, dia juga belum menikah.


Meskipun begitu pria itu berwajah jelek dan gendut. Tapi, ini bukan tentang fisik Rhea bisa menerima apa adanya jika orang itu tulus mencintainya. Toh, dirinya juga tidak cantik.


Tetapi, Anton terkenal playboy dan mata keranjang dia juga suka memperkosa gadis-gadis dibawah umur.


Dimata dan telinga nya itu bukan hanya sekedar rumor. Karena dirinya pernah tak sengaja melihat pria itu keluar dari kamar hotel bersama gadis SMA.


Rhea tak ingin berurusan dengan pria brengsek semacam itu.


"Aku tidak mau melakukan nya". Rhea menolak dengan tegas.


...⏳To Be Continued⌛...


🍄JANGAN LUPA LIKE AND COMMENT NYA BABE


Update seminggu sekali☺️

__ADS_1


__ADS_2