
BAB 5: Sentuhan Wanita
Happy Reading babe
^^^Jakarta pusat, Indonesia^^^
^^^18.30 PM^^^
Seorang pria merendam tubuhnya di
dalam bathub. Rasa panas dan juga
hasrat bercinta akibat obat
perangsang tak kunjung mereda meski telah berendam di air yang
dingin.
Betapa bodoh dirinya bisa tertipu
muslihat wanita ular sepertinya.
Begitu mengingat dirinya hampir
saja menyentuh wanita itu,
membuat rahangnya mengeras.
Ia tak mengira wanita berhijab yang
dikenal baik sebagai pablic figure
Indonesia yang terkenal sebagai
negara yang mementingkan norma dan etika antara lawan jenis. Bisa melakukan hal serendah itu padanya.
Sungguh menjijikan!
"Sial!". Umpatnya dengan marah.
"Apa anda baik-baik saja bos?". Tanya
assisten pribadinya, Dave Brylee.
Sedari tadi ia berada disana untuk
membantu bosnya. Dave tahu
pengaruh obat itu sangat kuat
hingga membuat penglihatan kabur.
Ia hanya membantu bosnya sekadarnya tidak melebihi batas.
'Ok, para fujo yang terlanjur
traveling^. Lempar aja otaknya ke
amazon✈'.
"Wajah anda memerah. Jika,
menunggu dokter Chan akan sangat
lama. Apa anda sanggup bertahan?
Bukankah lebih baik menggunakan
wanita untuk pelepasan?". Saran
Dave.
"Tidak perlu, aku bisa menahannya. Kau pergilah dari sini!". Perintah pria
tampan bernetra biru kehijauan,
bernama Dario itu.
Dave tak langsung menjawabnya. Ia
khawatir terjadi masalah yang fatal
pada tubuh bosnya. Penyembuh
untuk orang yang terkena obat
seperti itu hanyalah wanita.
Tapi, bosnya ini begitu membenci
sentuhan wanita. Seandainya bosnya
ini seorang playboy akan sangat
mudah untuk membantunya. Apalagi nyonya besar begitu menginginkan
seorang menantu.
"Tapi bos...".
"Kau berani membantahku Dave?!".
Tanya Dario dengan nada sedikit
meninggi. Mata birunya menatap Dave tajam penuh intimidasi diikuti ekspresi
dingin ketidaksukaan.
Dario sangat keras dia tak suka dibantah.
Membuat pria dengan ciri khas kacamata itu tak berani melanjutkan
kalimatnya dan memilih
mengangguk.
"Maafkan kelancangan saya bos.
Kalau begitu saya permisi".
"Tunggu sebentar Dave".
"Ada apa bos?".
"Batalkan semua kontrak yang
berhubungan dengan bicht itu!
Hancurkan karirnya dalam semua industri hiburan dan tuntut dia atas
kasus pencemaran nama baik!".
"Baik, akan segera saya laksanakan".
"Sekarang keluarlah!". Perintah Dario
__ADS_1
dengan ketus.
Dave membungkuk. Dan segera
pergi dari sana. Ia keluar dari kamar bernomer 999 itu.
Baru saja Dave menutup pintu. Kemudian seorang Wanita terlihat
berjalan sempoyongan kerahnya.
Dan tiba-tiba Wanita itu ambruk
menubruknya.
Dave yang bingung dengan otomatis
menangkap tubuh kecil itu. Ia
merasakan suhu tubuh wanita itu
sama seperti saat dia menyentuh
bosnya.
Apa wanita ini juga diberi obat?.
Pikirnya
"Tolong....to...long sa...ya".
Wanita itu
merintih meminta pertolongan.
Sebelum benar-benar pingsan.
Dave memperhatikan wanita itu
sejenak. Kemudian muncul sebuah
ide brilian.
"Baiklah aku akan menolongmu
nona manis". Ucap Dave penuh arti.
Kemudian dia membopong tubuh
wanita itu kekamar bosnya.
Setelah
meletakkan tubuh wanita itu keranjang Dario. Dave keluar dari sana. Ia
mengeluarkan ponselnya dan
memanggil nomer Dokter Chan.
"Hallo Dokter Chan. Saya Dave
asistan Presdir Rio. Anda tidak
perlu datang kemari. Karena Presdir
telah ditangani oleh ahlinya".
Dave menutup telepon dengan
gembira. Untuk kali ini saja
meskipun gajinya akan dipotong.Tapi dia akan mendapatkan Tips dari
membuat bosnya berhubungan
dengan wanita.
Meski hanya One night stand atau
tidak? Siapa yang tahu? Wanita itu
terlihat baik dan sepertinya masih
muda. Auranya berbeda dengan *****
itu.
Hm, entahlah intinya jika hal ini
sampai ketelinga nyonya besar pasti
akan menjadi berita luar biasa dikeluarganya.
"Kasihan sekali nyonya besar yang
selalu mengira anaknya impoten".
Gumam Dave.
"Besok pagi sekali aku harus
memotret mereka sebagai bukti
mereka telah melakukan itu
kemudian mengirimkan nya kepada
nyonya besar".
"Oh yeah bagus sekali aku akan
mendapatkan bonus besar setelahnya".
Dave terus bergumam sepanjang
perjalanan.
Kini tugasnya hanya tinggal
menghancurkan si ***** yang
beraninya memberikan obat pada
bosnya. Hal hancur-menghancurkan
sangat mudah ia lakukan.
****
Dario yang telah merendam
tubuhnya hampir dua jam, keluar
dari bathub. Tubuhnya terasa lebih
baik dari sebelumnya. Ia memakai
__ADS_1
handuk untuk menutupi tubuh
bagian bawahnya.
Dario membuka pintu kamar mandi.
Matanya membelalak mendapati
seorang wanita tanpa busana
terlihat menggeliat dan mengerang
diatas ranjangnya.Baju wanita itu berserakan di lantai, dengan tidak rapi Dario membenci itu.
Karena kepanasan Rhea melepaskan
seluruh pakaiannya. Padahal suhu
AC di kamar Dario telah di full kan
oleh Dave. Mengingat bosnya dalam
pengaruh obat yang sama.
"Beraninya wanita sepertimu tidur
diranjangku!! Dave cepat usir wanita
ini!!". Pekik Dario dengan marah
sangat amat marah.
Namun tak mendapat sahutan dari
Dave.
"Dave!!". Panggilnya lagi.
Tentu saja masih sama tak ada
sahutan.
Membuat Dario mengecek
di luar kamar. Memang ternyata
asistan nya itu tidak ada. lorong
hotel sangat sepi tak ada orang
lewat satu pun.
"Kemana perginya si bodoh itu!".
Dario mendengus dan menutup
pintu dengan kasar. Suara Brak
yang begitu keras membuat wanita
itu terbangun.
Dario berjalan menuju nakas. Ia
mengambil smartphonenya untuk
menelfon Dave. Hanya satu
panggilan pria disebrang sana
langsung menjawabnya. Dario
membelakangi ranjang dan
menempelkan benda pipih itu ke
telinga.
"Hallo bos?". Jawab Dave dari
sebrang telepon.
"Dimana kau? Mengapa ada seorang
wanita di ranjangku Dave?!".
"Aku berada di kantor kepolisian
bersama pengacara Crish untuk
membuat tuntutan bos".
"Wanita itu aku tak sengaja
menemukannya pingsan di depan
kamar. Dan sepertinya dia dalam
pengaruh obat sepertimu bos".
Dario mengusap wajahnya kasar
"Kau kembalilah sekarang dan bawa
wanita ini-...".
Seketika Dario tersentak, tubuhnya
menegang. Ia menjatuhkan
ponselnya dan tak dapat
melanjutkan ucapannya ketika
sentuhan benda kenyal dan lembut
terasa pada punggungnya. Tangan putih dan kecil itu melingkar
di dadanya.
Wanita itu memeluknya
dari belakang!
Put*ng mengencang yang menekanpunggungnya dari belakang itu.
Seketika membuat jun!ornya yang
susah payah tertidur kembali
terbangun dengan gagahnya. Seketika wajah Dario memerah seperti kepiting rebus.
"Damn!".
...⏳To be Continued⌛...
__ADS_1
Jangan lupa Like nya babe💋
Update seminggu sekali:))