Pregnant With Her Child

Pregnant With Her Child
Ch. 05 Woman's Touch


__ADS_3

BAB 5: Sentuhan Wanita


Happy Reading babe


^^^Jakarta pusat, Indonesia^^^


^^^18.30 PM^^^


Seorang pria merendam tubuhnya di


dalam bathub. Rasa panas dan juga


hasrat bercinta akibat obat


perangsang tak kunjung mereda meski telah berendam di air yang


dingin.


Betapa bodoh dirinya bisa tertipu


muslihat wanita ular sepertinya.


Begitu mengingat dirinya hampir


saja menyentuh wanita itu,


membuat rahangnya mengeras.


Ia tak mengira wanita berhijab yang


dikenal baik sebagai pablic figure


Indonesia yang terkenal sebagai


negara yang mementingkan norma dan etika antara lawan jenis. Bisa melakukan hal serendah itu padanya.


Sungguh menjijikan!


"Sial!". Umpatnya dengan marah.


"Apa anda baik-baik saja bos?". Tanya


assisten pribadinya, Dave Brylee.


Sedari tadi ia berada disana untuk


membantu bosnya. Dave tahu


pengaruh obat itu sangat kuat


hingga membuat penglihatan kabur.


Ia hanya membantu bosnya sekadarnya tidak melebihi batas.


'Ok, para fujo yang terlanjur


traveling^. Lempar aja otaknya ke


amazon✈'.


"Wajah anda memerah. Jika,


menunggu dokter Chan akan sangat


lama. Apa anda sanggup bertahan?


Bukankah lebih baik menggunakan


wanita untuk pelepasan?". Saran


Dave.


"Tidak perlu, aku bisa menahannya. Kau pergilah dari sini!". Perintah pria


tampan bernetra biru kehijauan,


bernama Dario itu.


Dave tak langsung menjawabnya. Ia


khawatir terjadi masalah yang fatal


pada tubuh bosnya. Penyembuh


untuk orang yang terkena obat


seperti itu hanyalah wanita.


Tapi, bosnya ini begitu membenci


sentuhan wanita. Seandainya bosnya


ini seorang playboy akan sangat


mudah untuk membantunya. Apalagi nyonya besar begitu menginginkan


seorang menantu.


"Tapi bos...".


"Kau berani membantahku Dave?!".


Tanya Dario dengan nada sedikit


meninggi. Mata birunya menatap Dave tajam penuh intimidasi diikuti ekspresi


dingin ketidaksukaan.


Dario sangat keras dia tak suka dibantah.


Membuat pria dengan ciri khas kacamata itu tak berani melanjutkan


kalimatnya dan memilih


mengangguk.


"Maafkan kelancangan saya bos.


Kalau begitu saya permisi".


"Tunggu sebentar Dave".


"Ada apa bos?".


"Batalkan semua kontrak yang


berhubungan dengan bicht itu!


Hancurkan karirnya dalam semua industri hiburan dan tuntut dia atas


kasus pencemaran nama baik!".


"Baik, akan segera saya laksanakan".


"Sekarang keluarlah!". Perintah Dario

__ADS_1


dengan ketus.


Dave membungkuk. Dan segera


pergi dari sana. Ia keluar dari kamar bernomer 999 itu.


Baru saja Dave menutup pintu. Kemudian seorang Wanita terlihat


berjalan sempoyongan kerahnya.


Dan tiba-tiba Wanita itu ambruk


menubruknya.


Dave yang bingung dengan otomatis


menangkap tubuh kecil itu. Ia


merasakan suhu tubuh wanita itu


sama seperti saat dia menyentuh


bosnya.


Apa wanita ini juga diberi obat?.


Pikirnya


"Tolong....to...long sa...ya".


Wanita itu


merintih meminta pertolongan.


Sebelum benar-benar pingsan.


Dave memperhatikan wanita itu


sejenak. Kemudian muncul sebuah


ide brilian.


"Baiklah aku akan menolongmu


nona manis". Ucap Dave penuh arti.


Kemudian dia membopong tubuh


wanita itu kekamar bosnya.


Setelah


meletakkan tubuh wanita itu keranjang Dario. Dave keluar dari sana. Ia


mengeluarkan ponselnya dan


memanggil nomer Dokter Chan.


"Hallo Dokter Chan. Saya Dave


asistan Presdir Rio. Anda tidak


perlu datang kemari. Karena Presdir


telah ditangani oleh ahlinya".


Dave menutup telepon dengan


gembira. Untuk kali ini saja


meskipun gajinya akan dipotong.Tapi dia akan mendapatkan Tips dari


membuat bosnya berhubungan


dengan wanita.


Meski hanya One night stand atau


tidak? Siapa yang tahu? Wanita itu


terlihat baik dan sepertinya masih


muda. Auranya berbeda dengan *****


itu.


Hm, entahlah intinya jika hal ini


sampai ketelinga nyonya besar pasti


akan menjadi berita luar biasa dikeluarganya.


"Kasihan sekali nyonya besar yang


selalu mengira anaknya impoten".


Gumam Dave.


"Besok pagi sekali aku harus


memotret mereka sebagai bukti


mereka telah melakukan itu


kemudian mengirimkan nya kepada


nyonya besar".


"Oh yeah bagus sekali aku akan


mendapatkan bonus besar setelahnya".


Dave terus bergumam sepanjang


perjalanan.


Kini tugasnya hanya tinggal


menghancurkan si ***** yang


beraninya memberikan obat pada


bosnya. Hal hancur-menghancurkan


sangat mudah ia lakukan.


****


Dario yang telah merendam


tubuhnya hampir dua jam, keluar


dari bathub. Tubuhnya terasa lebih


baik dari sebelumnya. Ia memakai

__ADS_1


handuk untuk menutupi tubuh


bagian bawahnya.


Dario membuka pintu kamar mandi.


Matanya membelalak mendapati


seorang wanita tanpa busana


terlihat menggeliat dan mengerang


diatas ranjangnya.Baju wanita itu berserakan di lantai, dengan tidak rapi Dario membenci itu.


Karena kepanasan Rhea melepaskan


seluruh pakaiannya. Padahal suhu


AC di kamar Dario telah di full kan


oleh Dave. Mengingat bosnya dalam


pengaruh obat yang sama.


"Beraninya wanita sepertimu tidur


diranjangku!! Dave cepat usir wanita


ini!!". Pekik Dario dengan marah


sangat amat marah.


Namun tak mendapat sahutan dari


Dave.


"Dave!!". Panggilnya lagi.


Tentu saja masih sama tak ada


sahutan.


Membuat Dario mengecek


di luar kamar. Memang ternyata


asistan nya itu tidak ada. lorong


hotel sangat sepi tak ada orang


lewat satu pun.


"Kemana perginya si bodoh itu!".


Dario mendengus dan menutup


pintu dengan kasar. Suara Brak


yang begitu keras membuat wanita


itu terbangun.


Dario berjalan menuju nakas. Ia


mengambil smartphonenya untuk


menelfon Dave. Hanya satu


panggilan pria disebrang sana


langsung menjawabnya. Dario


membelakangi ranjang dan


menempelkan benda pipih itu ke


telinga.


"Hallo bos?". Jawab Dave dari


sebrang telepon.


"Dimana kau? Mengapa ada seorang


wanita di ranjangku Dave?!".


"Aku berada di kantor kepolisian


bersama pengacara Crish untuk


membuat tuntutan bos".


"Wanita itu aku tak sengaja


menemukannya pingsan di depan


kamar. Dan sepertinya dia dalam


pengaruh obat sepertimu bos".


Dario mengusap wajahnya kasar


"Kau kembalilah sekarang dan bawa


wanita ini-...".


Seketika Dario tersentak, tubuhnya


menegang. Ia menjatuhkan


ponselnya dan tak dapat


melanjutkan ucapannya ketika


sentuhan benda kenyal dan lembut


terasa pada punggungnya. Tangan putih dan kecil itu melingkar


di dadanya.


Wanita itu memeluknya


dari belakang!


Put*ng mengencang yang menekanpunggungnya dari belakang itu.


Seketika membuat jun!ornya yang


susah payah tertidur kembali


terbangun dengan gagahnya. Seketika wajah Dario memerah seperti kepiting rebus.


"Damn!".


...⏳To be Continued⌛...

__ADS_1


Jangan lupa Like nya babe💋


Update seminggu sekali:))


__ADS_2