
BAB 3: PERASAAN TIDAK ENAK
(FIRASAT BURUK)
Happy Reading babe
Rhea bekerja sebagai Resepsionis di
salah satu hotel berbintang di
Jakarta pusat. Hotel itu merupakan
salah satu hotel terbesar di
Indonesia. Harga sewa kamar per
malam nya saja bisa mencapai 35
juta bahkan lebih.
Tugas Rhea sebagai resepsionis adalah menyambut tamu yang
datang, Melayani tamu yang ingin
check in dengan memeriksa
ketersediaan kamar, memberikan
kunci/kartu kamar kepada
pengunjung dan juga melayani
pemesanan kamar via telepon.
Dalam hal itu, hanya kesabaran dan
senyuman manis yang dibutuhkan
nya.
Karena hotel berbintang lima, setiap
hari selalu ramai oleh tamu yang ingin check in. Sehingga dibutuhkan 4
resepsionis yang bekerja secara
bergantian.
Kini waktu Istirahat Rhea tiba. Ia
bergiliran istirahat dengan Kiren.
Selesai makan siang. Rhea ke kamar
mandi untuk mencuci mukanya dan
memperbaiki seragam kerjanya agar
lebih rapi.
Ia juga berias tipis agar wajahnya
terlihat lebih segar. Meskipun, Rhea tidak begitu cantik tapi kulitnya putih, dan
dirinya menjadi manis jika dipoles
make up.
"Aku tidak percaya CEO si raja dunia
bisnis yang terkenal itu menginap di
hotel ini".
"Aku juga merasa seperti bermimpi
bisa melihat wajah tampan bagai
dewa dan tatapan tajam nya itu,
membuatku gila kyaaa".
"Siapa yang kalian bicarakan?". TanyaRhea.
Ia baru saja keluar dari kamar
mandi. Dan tak sengaja mendengar
percakapan dua wanita super crewet,
yang merupakan pelayan hotel juga
kenalannya.
Mereka menoleh begitu mendengar
suara Rhea.
"Rhea? Kau dari mana saja? Astaga...
kau benar-benar melewatkan hal
bagus". Ucap, pelayan bernama Maria dengan antusias.
Dan di angguki oleh
pelayan satunya bernama Mega.
"Setelah makan siang, aku ke kamar
mandi. Ini jam istirahatku". Rhea
__ADS_1
melihat jam dinding. "Dan masih
tersisa 15 menit lagi. Memangnya
ada hal bagus apa?". Tanya nya tak
mengerti.
"Apa kau tahu CEO dingin dengan
tatapan tajam yang mematikan,
juga disebut sebagai The king of the
business world menjadi tamu hotel kita untuk 2 hari kedepan".
"Kyaaa, kita bisa melihat wajah
tampan nya selama dua hari. That's
so amazing".
"Hanya itu?".
Mereka menggangguk dengan
senyum sumringah.
"Are you kidding me? Astaga... apa
hal bagus dari itu?". Tanya nya tak
percaya.
Rhea menatap 2 orang yang
bersemangat itu dengan malas, ia
memutar bola matanya. Dipikirnya
hal bagus itu adalah sesuatu yang
lebih masuk akal dari ucapan
mereka.
"Hey, come on Rhea. Tentu saja itu
hal bagus. Kau tahu, Berapa banyak
public figure, artist internasional,
pejabat tinggi, dan juga pebisnis
kelas dunia, menginap di hotel ini
setiap tahun nya?""Bagaimana mereka
menghamburkan uang untuk
fasilitas lengkap? Itu sangat
menguntungkan untuk kita
mendapatkan bonus setiap bulan".
Well, ucapan mereka memang
benar. Bekerja di hotel berbintang
seperti ini begitu menguntungkan.
Selain bisa melihat langsung idola
yang digemari, juga mendapatkanbonus yang lumayan. Sesuai banyak
nya pendapatan hotel per hari yang
bisa mencapai ratusan juta.
Tak dapat dipungkiri bahwa pemilik
hotel ini cukup baik, begitu
memikirkan kesejahteraan
karyawan nya dengan memberi
bonus setiap bulan.
"Yeah, that was really luck".
...⏳***⌛...
16.00 PM
"Kau ingin pulang sekarang?You're
not joining the gathering with me?".
Tanya Kiren pada Rhea. Tangannya
sibuk memolesi bibirnya dengan
lipstik.
Rhea keluar dari bilik ganti, ia baru
saja selesai mengganti baju.
"Tidak, ada sesuatu yang harus aku kerjakan". Jawab Rhea.
__ADS_1
Kiren menoleh padanya. Ia
membelalak takjub.
"Wow, you look
so pretty". Ungkapnya.
Ia mengamati penampilan Rhea dari
bawah ke atas. Rhea memakai
peasant dress dengan model off
shoulder selutut, berwarna beige
sangat sesuai dengan kulit
putihnya.
"Thank you". Jawab Rhea.
"Tumben sekali kau berdandan
secantik ini?Are you going on a
date?". Tanya Kiren, menebak-nebak.
"Anggap saja seperti itu". Kata Rhea,
santai.
"Hey, jawaban macam apa itu?
Ambigu sekali hufft". Kiren
mengerucutkan bibirnya, kesal.
Rhea mengidahkan nya. Ia membuka
ponselnya dan melihat 13 panggilan tak terjawab dari ibunya. Juga ada 1
pesan masuk, baru saja. Ia
membukanya.
'Nak, kau dimana? Ibu ada di lobby
hotel tempatmu bekerja'.
'Ibu ada disini?'. Rhea bertanya pada
dirinya sendiri dalam batin.
"Eh? Untuk apa ibumu datang
kesini?". Tanya Kiren. Ia sengaja ikut
membaca messages Rhea.
"Entahlah". Rhea mengedikkan
bahunya.
Sejujurnya ia juga tidak tahu
mengapa ibunya berada disini.
Seingatnya tempat janjian mereka
bukan disini.
"Aku akan menemuinya". Rhea
memasukkan ponselnya ke dalam
sling bag miliknya.
"Lalu, gathring nya? Kau benar-
benar tidak bisa menemaniku kesana?".
"I'm so sorry Ki. Lain kali aku akan
menemanimu. And tolong
sampaikan maafku pada mereka
karena tidak bisa menghadiri
pertemuan itu".
"It's okay, akan ku sampaikan".
"Thank you so much babe. Kau
sahabatku yang terbaik. I will go, bye
Ki".
Kiren menatap punggung Rhea yang
kian menjauh. Kiren merasa tidak
rela. Entahlah mengapa tiba-tiba
perasaan nya menjadi tidak enak.
"Hopefully nothing bad happens to
you".
__ADS_1
...⏳To Be Continued⌛...
#Please likenya babe💋