
BAB 4: IBU YANG JAHAT
Happy Reading babe
Rhea telah sampai di lobby hotel.
Netra nya menyapu sekeliling.
Terlihat ibunya berdiri di dekat lift.
Rhea menghampirinya.
Ibu Rhea tersenyum senang
akhirnya anak yang di tunggunya
datang juga.
"Rhea kemarilah". Panggil ibu Rhea.
"Untuk apa ibu kemari? Bukankah
tempat janji kita di restoran?". Tanya
Rhea.
Ibu Rhea menatap anaknya lembut.
"Begini nak, tuan Anton tiba-tiba
mendapat undangan perjamuan dari
rekan bisnisnya nanti malam". Kata
ibu Rhea yang sudah menyusun
kebohongan nya dengan sempurna.
"Jadi, kencan buta kami dibatalkan".
Rhea merasa senang sekaligus lega.
'Ck, apa yang kau harapkan anak
bodoh!'. Ibu Rhea berdecak mengejek,
dalam batin.
"Tidak nak". Jawab ibu Rhea dengan
wajah merasa bersalah, tentu saja
itu hanya kepura-puraan.
Mendengar itu, wajah Rhea yang
tadinya cerah kembali mendung.
"Lalu? Bukankah Tuan Anton akan
menghadiri perjamuan?".
"Iya, namun tuan Anton mengganti
waktu dan tempat berkencan kalian
menjadi sekarang di hotel ini. Karena
kebetulan tempat perjamuan itu
tidak jauh dari hotel, jadi tuan Anton
memilih untuk menginap disini juga".
"Apa? Mengapa ibu tidak
memberitahuku sebelumnya?".
'Kau yang beraninya tidak menjawab13 panggilanku anak bodoh!'. Geram
ibu Rhea dalam batin.
Kesal dan marah memang. Tapi, ia harus
pandai menjaga raut wajah nya.
"Sudah nak, tapi kau tidak menjawab
panggilan ibu".
"Oh, ya baiklah ini salahku.
Maafkan aku bu. Lalu dimana
tempatnya?"
"Ayo ikut ibu".
Ibunya menarik
tangan Rhea masuk lift. Lalu menekan lantai 13.
"Ibu kita mau kemana?". Tanya Rhea,
bingung.
Ibu Rhea hanya diam, lebih baik dia
menjaga mulutnya terlebih dulu
atau Rhea akan dengan mudah
kabur dari sesuatu yang susah
payah dia rencanakan.
Hanya hitungan menit hingga
tibalah mereka di lantai 13. Ibu Rhea
membawa Rhea menuju kamar VIP bernomer 775.
Rhea menatap ibunya penuh
pertanyaan.
"Ini kamar siapa bu? Mengapa
membawa ku kemari?".
"Ini kamarnya Tuan Anton,
masuklah!". Perintah Ibu Rhea
dengan lembut.
Rhea membelalak terkejut.
"What?! Are you kidding me?Apa
maksud ibu? Bukankah ibu sudah
janji tempat berkencan kami hanya
di restoran!". Rhea memincing.
Segera Ibu Rhea berdalih guna
__ADS_1
mengurangi kecurigaan.
"Restoran terlalu jauh nak. Kau tahu tuan
Anton tidak memiliki banyak waktu
dia juga harus menghadiri
perjamuan".
"Ayolah nak masuklah tidak akan
terjadi apapun kepadamu. Tuan Anton sudah berjanji pada ibu". Bujuk
ibu Rhea dengan lembut dan
pengertian.
Rhea memutar bola matanya. "Aku
tidak mau!". Tegasnya.
Bagaimana mungkin dia masuk ke kamar
Seorang pria yang notabe nya
pemerkosa!
...⏳***⌛...
"Aku sudah membawa putriku
sesuai permintaan mu! Setelah ini jangan mengusikku lagi dengan
hutang receh yang tidak lebih dari
500 juta itu!". Ketus ibu Rhea dengan
angkuh dan sombong.
Tangannya
terlipat di depan dada dengan dagu
terangkat.
"Cih, baru menjadi istri William sudah sombong sekali. Tapi, untuk membeli
sebuah perhiasan saja harus
berhutang padaku? ckck".
Anton mengejek dengan senyum jeleknya
yang sangat menjijikan.
"Diam!Jangan ikut campur dengan urusanku! Urus saja urusanmu
sendiri! Intinya aku sudah membawa
putriku padamu sesuai janjiku maka
hutang di antara kita lunas!".
"Oh, kau sepenuhnya menjual
anakmu padaku? Itu berarti aku bisa
melakukan apapun padanya".
"Ya, lakukan apapun terserahmu aku
tidak peduli".
"Good, kau benar-benar ibu yang
Mendapat seorang gadis prawan
adalah hal yang ia inginkan.
"Tenang saja aku tidak akan
mengungkit masalah hutang mu
lagi. Dan lain waktu carikan aku
yang sepertinya".
Anton berkata dengan menatap Rhea yang pingsan sementara karena afrodisiak .
"Cih, itu tidak mungkin. Setelah kau
meniduri anakku kau harus
menikahinya! Tidak peduli berapa banyak wanitamu hanya anakku
yang harus menjadi istri sahmu!".
"Tentu saja aku tidak akan
melupakan hal itu. Sekarang pergilah
biarkan aku menikmati tubuh
putrimu".
Segera ibu Rhea pergi dari kamar itu
tanpa beban dan dosa. Padahal ia
sudah menjual putrinya sendiri.
'Mimpi saja! Pria kaya dan mapan
sepertiku menikahi putrimu yang tidak lebih cantik dari para
pelayanku?! Itu tidak akan pernah
terjadi! Setelah aku mendapat
keprawanan nya tentu saja
memperkerjakan nya sebagai ******
adalah hal yang menguntungkan'.
Batin Anton tersenyum licik.
***
Bibir dan tubuh Rhea bergetar
menahan isak tangis. Mendengar
apa yang mereka berdua katakan
membuat hatinya sesak dan sakit.
Sungguh tega ibu yang dipikir Rhea sangat
menyayangi nya, ternyata malah
menjualnya pada pria bejat seperti
Anton.
Tadinya Rhea menolak. Namun,
__ADS_1
ibunya membawanya ke restoran
hotel dengan alasan mengisi perut
kemudian mereka memesan
makanan, setelah itu Rhea sudah
tidak tahu lagi.
Begitu sadar ia telah berada di sebuah
kamar dan tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.
Yang membuat Rhea memilih
berpura-pura pingsan.
Rhea membuka matanya. Dilihatnya
Anton setengah telanjang memasuki
kamar mandi. Sepertinya Anton
memilih mandi terlebih dulu Ia
bernafas lega. Setidaknya Rhea akan
menggunakan kesempatan ini untuk
kabur.
Rhea bangun dan berjalan menuju
pintu. Seketika kepalanya pusing dan tubuhnya menjadi panas dan lemas.
Pasti karena pengaruh afrodisiak
yang diberikan ibunya mulai bekerja.
Rhea berusaha mempertahankan
kesadarannya. Ia menarik handle
pintu tapi terkunci. Terpaksa ia
mencari kesana kemari. Hingga
akhirnya dia menemukan benda itu
di bawah lampu.
Namun, bersamaan dengan itu pintu
kamar mandi terbuka segera Rhea kembali keposisi semula.
Anton yang melihat Rhea masih
pingsan menaiki tubuh Rhea. Ia bisa
memulainya meski lawannya dalam
keadaan tidak sadar.
Sementara Rhea berusaha kuat
menahan hasrat bercintanya.
Anton menurunkan kain di bahu
Rhea ke bawah. Ia mendekatkan
wajahnya ke leher Rhea membuat
gadis itu merinding.
Melihat ada celah otomatis kakinya langsung
menendang selakangan Anton.
Tidak cukup dengan itu Rhea
mendorong Anton hingga terjungkal
kebawah ranjang.
"Aaargghh....Dasar ****** sialan!!!".
Teriak Anton ia meringis kesakitan.
Tubuhnya bergetar dilantai sambil
memegangi ***********. Ia sangat
kesakitan.
"Oh aset berhagaku huhuhu....".
****
Rhea berlari sekuat tenaga keluar
dari kamar anton. Ia berjalan
sempoyongan dengan berpegangan
pada tembok di lorong hotel yang
nampak sepi. Tidak ada orang yang
bisa dimintai tolong.
Kesadaran Rhea mulai hilang
melihat lantai saja sudah kabur.
Bagaimana ini dia tidak akan sampai
lift tanpa bantuan. Siapa yang bisa
menolongnya?? Lalu matanya melihat seorang pria
yang baru saja keluar dari seberang
kamar . Meskipun samar pria itu
berkaca mata. Sama seperti paman
Will yang berkaca mata dan baik
mungkin pria berkaca mata ini juga
baik.
Rhea harus meminta bantuan
padanya. Dengan kesadaran yang
hampir habis Rhea berjalan
sempoyongan kearahnya. Dan
tubuhnya ambruk begitu saja
menubruk pria itu.
...⏳To Be Continued⌛...
__ADS_1
Jangan lupa likenya babe💋