Pregnant With Her Child

Pregnant With Her Child
Ch.04 : Evil Mom


__ADS_3

BAB 4: IBU YANG JAHAT


Happy Reading babe


Rhea telah sampai di lobby hotel.


Netra nya menyapu sekeliling.


Terlihat ibunya berdiri di dekat lift.


Rhea menghampirinya.


Ibu Rhea tersenyum senang


akhirnya anak yang di tunggunya


datang juga.


"Rhea kemarilah". Panggil ibu Rhea.


"Untuk apa ibu kemari? Bukankah


tempat janji kita di restoran?". Tanya


Rhea.


Ibu Rhea menatap anaknya lembut.


"Begini nak, tuan Anton tiba-tiba


mendapat undangan perjamuan dari


rekan bisnisnya nanti malam". Kata


ibu Rhea yang sudah menyusun


kebohongan nya dengan sempurna.


"Jadi, kencan buta kami dibatalkan".


Rhea merasa senang sekaligus lega.


'Ck, apa yang kau harapkan anak


bodoh!'. Ibu Rhea berdecak mengejek,


dalam batin.


"Tidak nak". Jawab ibu Rhea dengan


wajah merasa bersalah, tentu saja


itu hanya kepura-puraan.


Mendengar itu, wajah Rhea yang


tadinya cerah kembali mendung.


"Lalu? Bukankah Tuan Anton akan


menghadiri perjamuan?".


"Iya, namun tuan Anton mengganti


waktu dan tempat berkencan kalian


menjadi sekarang di hotel ini. Karena


kebetulan tempat perjamuan itu


tidak jauh dari hotel, jadi tuan Anton


memilih untuk menginap disini juga".


"Apa? Mengapa ibu tidak


memberitahuku sebelumnya?".


'Kau yang beraninya tidak menjawab13 panggilanku anak bodoh!'. Geram


ibu Rhea dalam batin.


Kesal dan marah memang. Tapi, ia harus


pandai menjaga raut wajah nya.


"Sudah nak, tapi kau tidak menjawab


panggilan ibu".


"Oh, ya baiklah ini salahku.


Maafkan aku bu. Lalu dimana


tempatnya?"


"Ayo ikut ibu".


Ibunya menarik


tangan Rhea masuk lift. Lalu menekan lantai 13.


"Ibu kita mau kemana?". Tanya Rhea,


bingung.


Ibu Rhea hanya diam, lebih baik dia


menjaga mulutnya terlebih dulu


atau Rhea akan dengan mudah


kabur dari sesuatu yang susah


payah dia rencanakan.


Hanya hitungan menit hingga


tibalah mereka di lantai 13. Ibu Rhea


membawa Rhea menuju kamar VIP bernomer 775.


Rhea menatap ibunya penuh


pertanyaan.


"Ini kamar siapa bu? Mengapa


membawa ku kemari?".


"Ini kamarnya Tuan Anton,


masuklah!". Perintah Ibu Rhea


dengan lembut.


Rhea membelalak terkejut.


"What?! Are you kidding me?Apa


maksud ibu? Bukankah ibu sudah


janji tempat berkencan kami hanya


di restoran!". Rhea memincing.


Segera Ibu Rhea berdalih guna

__ADS_1


mengurangi kecurigaan.


"Restoran terlalu jauh nak. Kau tahu tuan


Anton tidak memiliki banyak waktu


dia juga harus menghadiri


perjamuan".


"Ayolah nak masuklah tidak akan


terjadi apapun kepadamu. Tuan Anton sudah berjanji pada ibu". Bujuk


ibu Rhea dengan lembut dan


pengertian.


Rhea memutar bola matanya. "Aku


tidak mau!". Tegasnya.


Bagaimana mungkin dia masuk ke kamar


Seorang pria yang notabe nya


pemerkosa!


...⏳***⌛...


"Aku sudah membawa putriku


sesuai permintaan mu! Setelah ini jangan mengusikku lagi dengan


hutang receh yang tidak lebih dari


500 juta itu!". Ketus ibu Rhea dengan


angkuh dan sombong.


Tangannya


terlipat di depan dada dengan dagu


terangkat.


"Cih, baru menjadi istri William sudah sombong sekali. Tapi, untuk membeli


sebuah perhiasan saja harus


berhutang padaku? ckck".


Anton mengejek dengan senyum jeleknya


yang sangat menjijikan.


"Diam!Jangan ikut campur dengan urusanku! Urus saja urusanmu


sendiri! Intinya aku sudah membawa


putriku padamu sesuai janjiku maka


hutang di antara kita lunas!".


"Oh, kau sepenuhnya menjual


anakmu padaku? Itu berarti aku bisa


melakukan apapun padanya".


"Ya, lakukan apapun terserahmu aku


tidak peduli".


"Good, kau benar-benar ibu yang


Mendapat seorang gadis prawan


adalah hal yang ia inginkan.


"Tenang saja aku tidak akan


mengungkit masalah hutang mu


lagi. Dan lain waktu carikan aku


yang sepertinya".


Anton berkata dengan menatap Rhea yang pingsan sementara karena afrodisiak .


"Cih, itu tidak mungkin. Setelah kau


meniduri anakku kau harus


menikahinya! Tidak peduli berapa banyak wanitamu hanya anakku


yang harus menjadi istri sahmu!".


"Tentu saja aku tidak akan


melupakan hal itu. Sekarang pergilah


biarkan aku menikmati tubuh


putrimu".


Segera ibu Rhea pergi dari kamar itu


tanpa beban dan dosa. Padahal ia


sudah menjual putrinya sendiri.


'Mimpi saja! Pria kaya dan mapan


sepertiku menikahi putrimu yang tidak lebih cantik dari para


pelayanku?! Itu tidak akan pernah


terjadi! Setelah aku mendapat


keprawanan nya tentu saja


memperkerjakan nya sebagai ******


adalah hal yang menguntungkan'.


Batin Anton tersenyum licik.


***


Bibir dan tubuh Rhea bergetar


menahan isak tangis. Mendengar


apa yang mereka berdua katakan


membuat hatinya sesak dan sakit.


Sungguh tega ibu yang dipikir Rhea sangat


menyayangi nya, ternyata malah


menjualnya pada pria bejat seperti


Anton.


Tadinya Rhea menolak. Namun,

__ADS_1


ibunya membawanya ke restoran


hotel dengan alasan mengisi perut


kemudian mereka memesan


makanan, setelah itu Rhea sudah


tidak tahu lagi.


Begitu sadar ia telah berada di sebuah


kamar dan tak sengaja mendengar pembicaraan mereka.


Yang membuat Rhea memilih


berpura-pura pingsan.


Rhea membuka matanya. Dilihatnya


Anton setengah telanjang memasuki


kamar mandi. Sepertinya Anton


memilih mandi terlebih dulu Ia


bernafas lega. Setidaknya Rhea akan


menggunakan kesempatan ini untuk


kabur.


Rhea bangun dan berjalan menuju


pintu. Seketika kepalanya pusing dan tubuhnya menjadi panas dan lemas.


Pasti karena pengaruh afrodisiak


yang diberikan ibunya mulai bekerja.


Rhea berusaha mempertahankan


kesadarannya. Ia menarik handle


pintu tapi terkunci. Terpaksa ia


mencari kesana kemari. Hingga


akhirnya dia menemukan benda itu


di bawah lampu.


Namun, bersamaan dengan itu pintu


kamar mandi terbuka segera Rhea kembali keposisi semula.


Anton yang melihat Rhea masih


pingsan menaiki tubuh Rhea. Ia bisa


memulainya meski lawannya dalam


keadaan tidak sadar.


Sementara Rhea berusaha kuat


menahan hasrat bercintanya.


Anton menurunkan kain di bahu


Rhea ke bawah. Ia mendekatkan


wajahnya ke leher Rhea membuat


gadis itu merinding.


Melihat ada celah otomatis kakinya langsung


menendang selakangan Anton.


Tidak cukup dengan itu Rhea


mendorong Anton hingga terjungkal


kebawah ranjang.


"Aaargghh....Dasar ****** sialan!!!".


Teriak Anton ia meringis kesakitan.


Tubuhnya bergetar dilantai sambil


memegangi ***********. Ia sangat


kesakitan.


"Oh aset berhagaku huhuhu....".


****


Rhea berlari sekuat tenaga keluar


dari kamar anton. Ia berjalan


sempoyongan dengan berpegangan


pada tembok di lorong hotel yang


nampak sepi. Tidak ada orang yang


bisa dimintai tolong.


Kesadaran Rhea mulai hilang


melihat lantai saja sudah kabur.


Bagaimana ini dia tidak akan sampai


lift tanpa bantuan. Siapa yang bisa


menolongnya?? Lalu matanya melihat seorang pria


yang baru saja keluar dari seberang


kamar . Meskipun samar pria itu


berkaca mata. Sama seperti paman


Will yang berkaca mata dan baik


mungkin pria berkaca mata ini juga


baik.


Rhea harus meminta bantuan


padanya. Dengan kesadaran yang


hampir habis Rhea berjalan


sempoyongan kearahnya. Dan


tubuhnya ambruk begitu saja


menubruk pria itu.


...⏳To Be Continued⌛...

__ADS_1


Jangan lupa likenya babe💋


__ADS_2