
BAB 2 ; GADIS YANG BODOH DAN NAIF
Happy reading babe💃
"Aku tidak mau melakukan nya". Rhea menolak dengan tegas.
Ibu Rhea menggertakkan giginya kesal.
'Sialan! Dasar anak tidak tahu diri!'. Umpatnya dalam batin.
Tapi, Ibu Rhea tak akan menyerah. Anaknya pasti akan menurut.
"Mengapa menolaknya nak?Bukankah itu hanya kencan buta saja?".
"Bu, Anton itu pemerkosa! Bagaimana bisa ibu berkata kalau itu hanya kencan buta saja?! Apa ibu tidak khawatir orang itu melakukan hal buruk padaku?!". Rhea sedikit meninggi.
Matanya berkaca-kaca, Ia menatap ibunya tak percaya. Hatinya terasa sesak karena emosi.
"Bukan begitu nak, tentu saja ibu khawatir padamu".
Ibu Rhea mendekat, ia menggenggam tangan Rhea dengan erat.
"Tentu ibu sangat khawatir padamu, kau anak yang ibu kandung selama 9 bulan. Anak yang Ibu lahirkan melawan hidup dan mati, juga ibu besarkan dengan sepenuh hati. Bagaimana mungkin ibu tidak khawatir pada darah dagingnya sendiri. Maafkan ibu. Tapi, ibu terpaksa melakukan ini padamu".
Ibu Rhea memulai aktingnya. Ia meneteskan air mata buayanya. Tentu saja Rhea yang haus akan kasih sayang sejak kecil percaya itu.
"Ada apa bu? Apa alasan yang membuat ibu terpaksa melakukannya?".
Ibu Rhea tersenyum miring anak bodohnya ini begitu mudah termakan umpannya. Ibu Rhea memasang wajah sedihnya.
"Orang-orang dari mitra luar negeri membatalkan investasi dengan perusahaan suami ibu secara mendadak. Itu menyebabkan perusahaan mengalami krisis keuangan. Bahkan gaji pegawai sudah tidak dibayar dua bulan".
Rhea yang mempercayai itu terkejut. "Mengapa ibu tidak mengatakan nya padaku?".
"Ibu hanya tidak ingin membuatmu kepikiran nak, ibu tak ingin hal itu mengganggu pekerjaanmu".
Rhea mendesah, segitunya ibu memikirkan nya.
"Lalu apa yang terjadi sekarang bu? Apa perusahaan paman will akan bangkrut?".
__ADS_1
Ibu Rhea menggeleng. "Tidak nak, karena tuan Anton memberi bantuan pinjaman uang pada suami ibu. Tapi, dengan syarat kau harus berkencan dengannya semalam saja".
"Tentu saja ibu menolaknya, tetapi suami ibu bilang akan menceraikan ibu jika ibu tidak memberitahumu nak itu sebabnya ibu memaksamu hiks...ibu tidak tahu harus berbuat apa...hiks".
Ibu Rhea menangis tersedu. Membuatnya yang begitu menyayangi sosok itu, amat sedih dan tidak tahan melihatnya. Ia memeluk ibunya dengan erat.
Ia tak berfikir jika paman Will yang dia kenal baik bisa setega itu pada ibunya.
"Maafkan Aku bu, selama ini ibu begitu menderita karenaku. Aku berjanji akan melakukan kencan buta itu".
Ibu Rhea tersenyum puas. Anaknya yang naif benar-benar telah termakan omong kosongnya.
"Terima kasih nak, terima kasih banyak. Kau benar-benar anak yang baik, ibu sangat menyayangi mu".
...⏳***⌛...
Sunrice menyambut datangnya pagi. Burung-burung berkicau menyambut datangnya hari cerah. Pukul lima sampai enam pagi, menjadi kebiasaaan Rhea untuk bangun pada jam-jam itu.
Ia bergelut pada waktu. Prepare dengan segala kebutuhan, layaknya pekerja kantoran pada umumnya.
Nasi goreng, susu dan sandwich menjadi menu sarapan favoritnya setiap hari. Mereka sangat mudah untuk di masak.
Ia memasukkan Hi mini mirror itu kedalam sling bag hitam miliknya. Saat bis berhenti di depan halte terdekat dari hotel berbintang tempat nya bekerja.
Seperti biasa ia turun di sana. Rhea harus berjalan sekitar 5 menit untuk sampai hotel.
Sembari melangkah perlahan, Ia membaca pesan singkat dari ibunya yang baru saja masuk.
From: Jangan di angkat
Jangan lupakan kencan butamu dengan tuan Anton nanti malam.
Hah, Rhea mendesah. Begitu tidak sabar ibunya hingga mengingatkan nya berkali-kali seperti ini.
Sejujurnya itu adalah pesan ke 39 dengan kalimat yang sama dari ibunya.
"Rhea?! Wah, kebetulan sekali kita berpapasan!".
Rhea tersentak hampir terjatuh ponselnya. Jika ia tak begitu cekatan.
__ADS_1
Suara cempreng yang tidak asing. Ia menoleh. Gadis cantik sebayanya, dengan busana juga surai tercepol sama sepertinya. Kiren, sahabatnya dari SMA, juga rekan sesama resepsionis.
"Kiren?! Kau mengejutkanku! Astaga, What if my phone really drops?".
"Hehehe I'm so sorry, aku tidak sengaja babe. And well jika itu terjatuh aku akan menggantinya, Look how ugly your cell phone is".
"What? God damn it! Kenapa kau selalu menghina ponselku?".
"Karena ponsel 3G mu itu sudah ketinggalan zaman babe. Sekarang kau punya uang, kenapa tidak menggantinya?".
"Ponselku masih bisa digunakan kenapa harus menggantinya? Itu pemborosan! Dan aku tidak sepertimu".
"What? Kau menghinaku? Sekarang kau yang kurang ajar".
"Ya ya, lebih baik kita segara masuk atau bu manager akan marah".
Rhea memasukkan ponselnya ke dalam tas.
"No wait a minute. Aku tak sengaja membaca pesanmu yang mengatakan kau akan berkencan? Dengan siapa? Mengapa tidak memberitahu ku jika kau memiliki pacar?".
"Em...tentang itu aku lupa mengatakan nya padamu".
Kiren membelalak. "Kau benar-benar memiliki pacar? Kau pasti bercanda bukan? Kau tidak pernah dekat dengan pria manapun. Kau bahkan tidak tertarik. Bagaimana mungkin tiba-tiba punya pacar? Itu sangat tidak masuk akal!".
"Jangan berkata sembarangan Ki! Aku gadis muda berusia 21 tahun dengan hormon normal! tentu saja memiliki pacar menjadi hal yang masuk akal".
"Tapi...".
"Hah, sudahlah Ki nanti aku akan menceritakan nya padamu".
"Oh yeah, aku simpan kata-katamu. Kau berhutang penjelasan padaku".
Rhea tak ingin membuat Kiren mengkhawatirkan nya. Lebih baik seperti ini dulu. Baru setelah ia selesai berkencan dengan Anton, ia akan menceritakan nya pada Kiren.
"Ya, ya kau sangat cerewet".
⏳To Be Continued⌛
Update seminggu sekali☺️
__ADS_1
🍄JANGAN LUPA LIKE AND VOTENYA MY READERS