Pria Dingin Itu Suamiku

Pria Dingin Itu Suamiku
part 2


__ADS_3

"Maaf Pak, tapi saya tidak paham dengan apa yang bapak maksud." ucap Fira heran


Pria itu pun menepuk jidat dan kembali menegaskan dengan nada dingin. "kamu, jadi sekretaris CEO, kamu dengar untung saya mau Terima kamu di perusahaan ini, saya tau kamu sudah di tolak semua perusahaan jadi jangan banyak bicara dan cepat tanda tangani kontrak ini kemudian kamu pergi ke ruangan CEO di sana ada meja khusus untuk kamu." jelas pria itu sambil tersenyum tipis.


Fira berpikir sejenak untuk mencerna apa yang dikatakan pria di depannya, memang benar, semenjak dia keluar dari keluarga adiguna dia smaa sekali tidak mendapat pekerjaan apapun dan mau tidak mau dia harus menerima pekerjaan ini, kemudian Fira menandatangani kontrak tanpa membaca dulu apa isinya, bisa jadi isinya adalah hal yang tidak Fira setujui.


"Ok, sekarang bisa tunjukkan saya dimana letak rua---?" ucapan Fira terhenti karena orang yang tadi memberikan interview padanya sudah tidak ada.


"Ishhh, apa tidak bisa di itu tidak menjengkelkan sedikit saja?" Fira menggerutu kemudian keluar dari HRD dan berjalan menyusuri lorong mencari ruangan CEO. "Aihhh, di mana sih ruangannya? kenapa dari tadi aku berputar tidak dapat menemukannya juga!" ucap Fira lelah karena sudah 15 menit dia berputar di lorong yang sama. ketika sedang duduk untuk menghilangkan lelahnya, seorang pria lewat membawa setumpuk berkas yang akan di bawa ke mesin penghancur, Fira pun berinisiatif untuk bertanya.


"Permisi?" Fira


"Iya?" jawab pria itu

__ADS_1


"Ehm, perkenalkan nama saya Fira, saya sekretaris baru di sini, eh bisa tolong tunjukkan saya dimana ruangan CEO?" tanya Fira.


"Oh Hai, nama aku Arya, dan ruangan CEO ada di lantai delapan gedung ini. " jawab Arya tersenyum manis.


Fira melongo dan menepuk jidatnya karena baru kali ini dia tidak berfikir, kemudian berjalan gontai menuju lift dan menekan tombol delapan.


setelah sampai di lantai delapan dia berlari kecil mencari di kiri dan kanan ruangan yang bertuliskan CEO kemudian mendapatkannya di sudut berpapasan langsung dengan taman. Fira mengetuk pintu tersebut.


"Masuk, ucap seseorang di dalam. "


Fira memegang handle pintu kemudian memutarnya dan pintu terbuka, Fira melihat CEO itu sedang membelakangi nya.


"Permisi pak, maaf saya sekretaris baru bapak!" ucap Fira masih mematung di depan meja bosnya.

__ADS_1


"Kenapa lambat sekali kamu ke ruangan saya, saya sudah menunggu kamu selama 25 menit. " bos


Fira mencoba menepis pikirannya tentang hal yang terjadi di ruang HRD tadi. "maaf Pak saya sedikit kesulitan menemukan ruangan bapak. " Fira.


Kemudian Pria itu memutar kursinya menghadap Fira. "memang saya perduli?" ucap pria itu yang ternyata orang yang berada di HRD tadi.


"kamu?" Fira menahan emosi karena merasa di permainkan oleh pria dihadapannya. "Maaf Pak, saya perlu tau data anda agar saya bisa menyelesaikan pekerjaan saya." ucap Fira tenang.


Pria itu menaikkan alis mendengar jawaban Fira yang begitu tenang. "nama saya Vian dan ini jadwal saya! " ucap Vian sambil melempar kecil berkas ke hadapan Fira.


Fira mengambil berkas itu kemudian melihat sekeliling ruangan kemudian menemukan meja lengkap dengan peralatannya. "baik Pak kalau begitu saya permisi ke meja saya." ucap Fira yang tidak dihiraukan oleh vian.


Fira duduk di meja itu kemudian melihat keluar nampak keramaian kota yang membuat Fira bernafas lega karena bisa menghirup udara kantor. "Hari baru, aku datang." ucap Fira sambil tersenyum bahagia.

__ADS_1


__ADS_2