
Fira mengerjakan semuanya dengan cermat dan sangat serius, tanpa disadari Vian melirik nya sambil mengerutkan keningnya, kemudian kembali ke pekerjaan nya. Vian juga heran kenapa semenjak Fira mengirim berkas lamaran ke perusahaannya ia bersikeras ingin memberikan interview pribadi padanya. Vian tampak tidak fokus melihat layar laptop, dan setelah tiba makan siang Vian pun tidak sadar jika Fira sudah keluar dari ruangan.
"Shit, kemana wanita itu?" Ucap Vian kesal.
Vian mematikan laptopnya kemudian keluar dari ruangan, entah kenapa ia merasa ingin bertemu dengan Fira. Vian terus menyusuri lorong kantor, turun ke lantai 1 dan pergi ke kantin karyawan, mungkin Fira ada disana pikirnya.
Setelah sampai di lantai satu Vino berjalan menuju kantin, semua karyawan wanita terpesona dengan ketampanan Vian dan banyak diantara mereka heran kenapa baru kali ini bos mereka pergi ke kantin khusus karyawan, Vino tetap berjalan dengan gagah sampai akhirnya dia memasuki ruang kantin dan melihat ke semua arah tapi tidak melihat adanya Fira di sana. Vian pun jadi kesal karena tidak melihat Fira di kantin kemudian kembali ke ruangannya dengan wajah dingin, bahkan karyawan yang tadi terpesona melihatnya pun menjadi takut.
Vian membanting pintu ruangannya dengan keras dan menuju meja kerjanya lalu menggebrak meja. "pergi ke mana dia? apa dia pergi dengan seseorang?" ucap Vian. Vian pun menghubungi asistennya menyuruhnya membawakan makan siang ke ruangannya karena moodnya sedang tidak bagus.
Setelah makan siang Fira memutuskan kembali ke kantor karena ini masih hari kerja, apalagi Fira merupakan karyawan baru, sebenarnya Fira tidak enak badan dan sebelum makan siang tadi Fira sempat pergi ke klinik untuk memeriksa kesehatannya, dan dokter bilang dia harus tidur cepat, makan buah dan makanan yang seimbang karena Fira kurang darah.
__ADS_1
Fira memasuki gedung megah itu dan melewati beberapa karyawan yang menatap tidak suka padanya, terutama resepsionis yang tadi pagi menghalangi jalan Fira dan menghinanya. Resepsionis itu iri pada Fira karena baru melamar kerja langsung dapat jabatan sebagai asisten pribadi presiden padahal jabatan itu sudah di incar lama oleh resepsionis itu.
Namun Fira Mengabaikan mata itu dan terus menuju lift kemudian naik ke lantai delapan. sesampainya di lantai ruangannya, Fira sedikit berlari karena takut terlambat, kemudian membuka pintu ruangan dan mendapati bosnya sedang menatapnya tajam.
"Lain kali kalo masuk ruangan ketuk pintu dulu, kamu ini seperti tidak tahu sopan santun." ucap Vian kesal.
"Mohon maaf Pak tapi tadi saya buru buru jadi tidak sempat mengetuk pintu, sekali lagi maaf." jawab Fira.
"Tapi pak?"
"Tidak ada tapi, pokoknya kamu harus lembur malam ini."
__ADS_1
Fira pun mengiyakan perintah bosnya karena ini hari pertamanya bekerja dan dia tidak mau kehilangan pekerjaannya.
Akhirnya Fira bekerja hingga malam dan melewatkan waktu makan juga belum minum obat karena terburu buru menyelesaikan tugasnya agar cepat pulang.
Fira mengirim beberapa File pada Vian dan meminta jawaban, namun 1 kata yang di balas oleh bosnya yaitu "ulangi" Fira kelelahan karena belum makan dan belum minum obat, sebenarnya Fira sangat drop tapi masih terus memaksa tubuhnya untuk bekerja dan akhirnya Fira pingsan.
"Shit, apa yang wanita ini perbuat, tidak mungkin kan dia mati di sini? cih merepotkan saja. " batin Vian.
Vian berlari keluar dari ruangan CCTV dan menuju ruangannya, ketika sampai di ruangannya Vian dengan sigap menggendong tubuh mungil Fira dan membawanya ke rumah sakit.
Fira masuk ke IGD dan langsung di opname karena kekurangan darah dan cairan.
__ADS_1
"Dok, bagaimana keadaannya?" tanya Vian pada dokter setelah keluar dari ruangan.