
"*Cepatlah Alex kita harus segera berangkat, jika tidak maka kita akan ketinggalan pesawat nak." Teriak Mama Alex dari ruang tamu yang dari tadi sudah menunggu bersama Papanya.
Di dalam kamar Alex yang belum juga menyeret kopernya masih memegang sebuah foto anak perempuan berusia 7 tahun yang sangat manis ketika tersenyum seketika dia ingat akan menemuinya sore ini di pantai, Alex pun tergesa-gesa berlari keluar dari kamar menuruni tangga yang lumayan panjang sambil berlari kecil lalu tak peduli dengan orang tuanya yang sudah menunggu dia langsung pergi dan pamit kepada orangtuanya sambil berteriak.
"Ma... Alex pergi ke pantai sebentar yah secepat mungkin Alex kembali." ucap Alex yang sudah berlari keluar rumah.
Kedua orangtuanya hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya itu, mereka paham betul apa yang dirasakan oleh anak satu-satunya itu.
Alex setengah berlari ke pantai tidak peduli dengan baju yang sudah basah karena keringat di seluruh tubuhnya, akhirnya sampai di tempat yang mereka janjikan namun Alex tidak melihat orang yang dicarinya, dia berlari kesana-kemari mencari namun tak ada jawaban membuat Alex pulang dengan raut wajah sedih.
"Eeehhh, anak mama dari mana kok basah gini bajunya, terus itu muka kenapa sedih?" tanya Marilyn Harvey pada putranya itu.
"Ma, apa harus kita pergi dari negara ini?" tanya Alex yang seakan enggan untuk pergi.
"Harus sayang, karna kamu satu satunya pewaris kami jadi kamu harus siap menggantikan posisi papamu." balas Marilyn.
"Alex, nanti akan ada saatnya kamu merasa bahwa perjuanganmu nanti tidak sia sia." Deva Harvey ikut menimpali.
Dengan berat Alex ikut orangtuanya untuk pindah ke negara Y karena dia yakin akan membuat orang tuanya bangga dan dia akan menjemput kembali kucing kecilnya.
Alex tersadar dari mimpinya dan dia menyadari kalau pagi sudah tiba dan ia akan kembali ke rutinitas semula, kerja, kerja, dan kerja. Itulah motto hidupnya saat ini.
Ketika Alex hendak turun dari ranjang king size itu tiba-tiba telfonnya berbunyi, dengan malas dia mengambil hpnya dan melihat nama yang tertera "Rubah betina licik" nama panggilan untuk tunangannya yang terpaksa itu.
__ADS_1
"Hemm... ada apa kau meneleponku pagi begini apa kau kurang kerjaan hah?" ucap Alex dengan sedikit membentak. "Aku mau ke kantor jadi jangan ganggu aku!" ucap Alex lagi tanpa membiarkan yang di seberang sana bicara kemudian mematikan telpon itu.
"Cih, dasar rubah licik, jika saja aku sudah menemukan kucing kecilku aku pasti tidak akan bertunangan denganmu, siallll... oh kucing kecil sebenarnya dimana kamu?" ucap Alex yang sudah merasa jenuh dengan hidupnya.
Sementara di seberang sana seseorang sedang sangat kesal diperlakukan seperti itu oleh tunangannya sendiri, siapa lagi kalau bukan Lanie tunangan Alex yang hanya ingin menjadi nyonya Harvey dan memiliki hartanya.
"Lihat saja, aku akan mendapatkanmu apapun caranya," ucap Lanie sambil menggenggam kuat hp yang dia pengang.
Ya, pertunangan ini dimulai sejak orangtua Alex memutuskan untuk menghentikan pencarian Angel dan keluarganya, bukan mereka egois kepada sahabat mereka tetapi memang tidak ada jejak apapun yang di tinggalkan orangtua Angel di negara K hanya rumah orang tua Angel yang sudah tidak berpenghuni masih berdiri kokoh dan terawat.
Saat itu Alex tidak setuju orangtuanya menghentikan pencarian mereka dan lebih marah lagi saat ia dipaksa bertunangan dengan perempuan yang sama sekali tidak ia cintai.
"Alex, mama dan papa sudah menghentikan pencarian Angel dan keluarganya!!" ucap Marilyn kepada putranya.
"Tapi papamu sudah merencanakan pertunanganmu dengan putri dari keluarga Alberto, Lanie Alberto." ucap Marilyn Alex.
Langkah Alex terhenti setelah mendengar rencana pertunangan itu, "Aku tidak akan menikah dengan siapapun kecuali Angel." jawab Alex tegas kemudian melanjutkan jalannya menyusuri tangga, belok ke kanan kemudian masuk dan membanting pintu kamar yang membuat Marilyn mengelus dadanya.
"*Haehhhh... dasar anak ini keras kepala seperti papanya, tapi aku juga sangat ingin bertemu dengan Maya, bagaimana kabarnya selama ini dan apa alasannya dia pergi dan menghilangkan jejak sehingga kami tidak bisa mendapat informasi sedikitpun." gumam Marilyn dalam hati mengingat sahabtnya itu.
Marilyn dan Mayandra adalah sahabat yang sangat dekat begitupun juga Dave dan Britton mereka adalah sahabat sampai suatu hari tiba tiba Marilyn dilamar oleh Dave kemudian mereka menikah, setelah itu juga Mayandra dan Britton juga menikah namun hingga 4 tahun usia pernikahan Marilyn dan Dave baru Mayandra dan Britton diberi keturunan. Hingga mereka tumbuh bersama walaupun terpaut usia 4 tahun tapi tidak menghalangi persahabatan anak anak mereka kemudian mereka berinisiatif menjodohkan anak mereka dan akan menikahkannya saat dewasa.
"May, aku mau menjodohkan anak kita, aku ingin mereka terus seperti ini, saling menyayangi satu sama lain." ucap Marilyn yang membuka pembicaraan.
__ADS_1
"Aku sangat setuju Mar, aku juga berharap sama seperti kamu." jawab Mayandra antusias, dia terlihat bahagia.
"Tapi sebelum itu, aku ingin membawa Alex pergi ke negara Y untuk di latih menjadi pemimpin yang baik supaya bisa menggantikan posisi papanya nanti jika sudah saatnya." ucap Marilyn lagi kepada sahabtnya itu.
"it's ok, aku paham itu lagi pula aku juga ingin mendidik Angel lebih dalam lagi supaya bisa jadi istri yang baik nantinya." ucap Mayandra kepada sabatnya sambil menggenggam tangannya. "tapi jangan ada yang diberitahu saat kau pergi yah, cukup kita berdua yang menjalin komunikasi, Angel dan Alex tidak perlu tahu atau keduanya akan merengek minta dipertemukan." ucam Mayandra lagi dambil tertawa.
"Hahaha, kamu betul kedua anak kita sangat lengket satu sama lain jadi jika kita tidak menyembunyikan ini maka mereka tidak akan fokus pada tujuan." timpal Marilyn tertawa.
Kemudian datanglah papa Angel dan papa Alex yang sedari tadi membicarakan bisnis beralih ke istri mereka yang tengah asik berbincang.
"Wah wah, ada apa ini kelihatannya bahagia sekali ya." ucap Britton memulai percakapan.
"Iya tuh, sepertinya mereka sedang merencanakan sesuatu, yah namanya perempuan susah di tebak." Dave menambahi.
"Ohh... ini loh pa, kita merencanakan perjodohan Alex dan Angel." jawab Marilyn pada suaminya.
"Hmmm.. bener tuh kita akan menjodohkannya sekarang tapi nanti mereka diberitahu kalau sudah dewasa." Timpal Mayandra.
Papa Alex dan Angel pun setuju dengan perjodohan ini dan mulai menyusun rencana masa depan anak mereka.
***Hai hai readers maaf kalo dalam penulisan saya masih banyak typo nya saya penulis baru dan masih harus beradaptasi dengan tulisan saya sendiri😁😁😁harap maklum ya yah readers dan mohon likenya agar saya bisa semangat melanjutkan cerita saya.
salam author***...............
__ADS_1