
Alex keluar dari kamarnya dan turun melewati tangga yang lumayan panjang dan lebar menuju ruang makan di bagian bawah rumahnya dan mendapati mama dan papanya sedang duduk dan bersiap untuk sarapan. "pagi ma, pa." memundurkan kursi dan duduk.
"pagi sayang, hari ini kamu pulang jam berapa?" tanya Marilyn kepada Alex.
" Mungkin malam ini aku gak pulang ma, soalnya banyak berkas yang harus aku tandatangi dan pelajari dulu." jawab Alex mencari alasan.
Marilyn yang sudah tau akal akalan anaknya menjadi jengkel. " Alex! tunangan kamu Lanie mau datang malam ini dan membahas masalah pernikahan kalian." Marilyn menatap tajam anaknya sedangkan suaminya hanya diam dan menikmati makanannya. " harusnya kamu jangan kasih harapan sama putri orang, kalau ujung ujungnya kamu seperti ini!." lanjut Marilyn.
" Ma, please.... ini bukan kemauan aku, tapi kemauan kalian." jawab Alex yang langsung berdiri dan meninggalkan kedua orangtuanya di meja makan, dan berangkat ke kantor.
Dave yang sedari tadi hanya mendengarkan perdebatan ibu dan anak mulai angkat bicara. " Ma, jangan paksa Alex lagi, kita juga tidak seharusnya memaksa dia bertunangan dengan orang yang tidak dia cintai."
" tapi pa, mau sampai kapan putra kita seperti itu? dia tidak mungkin kan jadi perjaka tua." jawab Marilyn yang cemas dengan keadaan anaknya.
Dave beranjak dari ruang makan di ikuti istrinya. setelah duduk Dave melanjutkan perkataannya. " Yah, seandainya Britton ada di sini pasti kita tidak akan melakukan ini pada Alex, dan pasti sekarang dia sudah menikah dengan Angel."
"iya pa, mama rindu dengan gadis kecil itu." Ucap Marilyn sambil bersandar di bahu suaminya. Lalu keadaan kembali hening, mereka menonton televisi tanpa bersuara.
*************
Angel sedang mempersiapkan kelulusannya, dia tidak ingin di ganggu siapapun saat ini, dia hanya fokus untuk menyelesaikan skripsinya agar segera lulus dan bisa menghirup suasana kantor yang dia impikan.
" Huh, akhirnya tinggal 1 bab lagi, semoga saja proposal ini langsung di terima tanpa revisi." Angel berharap bisa lulus karena selama ini dia sudah melakukan yang terbaik.
Sambil mencari inspirasi di sore hari, Angel keluar kamar menuju balkon dan tidak lupa mengambil gitar kesayangannya, Angel duduk menghadap pemandangan luas dan nampak atap atap rumah tetangganya😅Angel mulai bernyanyi.
*Kau boleh acuhkan diriku
Dan anggap ku tak ada
Ku tak akan merubah, perasaanku...
Kepadamu....
Ku yakin pasti suatu saat..
Semua kan berubah..
Kau kan mencintaiku, dan tak akan pernah...
Melepas mu..
Aku mau mendampingi dirimu...
Aku mau cintai kekuranganmu..
Selalu bersedia bahagiakan mu..
Apapun terjadi..
Ku janjikan aku ada*....
Setelah selesai reff pertama, lagu Angel terhenti karena hp nya berbunyi, dia bangkit dari duduknya dan masuk ke kamar kemudian menyambar hp yang ada di atas ranjang sambil merebahkan dirinya, kemudian dia melihat panggilan dari Kevin beberapa kali yang tidak dia jawab. Angel menelfon balik Kevin
" Halo?" Ucap Angel memulai percakapan
"Halo juga babe, aku kangen kamu nih! kita ketemu ya." ucap Kevin dengan nada manja.
"Emang skripsi kamu udah selesai?"
" Udah dong babe, gimana jadi kan?"
__ADS_1
"tapi skripsi aku belum selesai, kurang 1 bab lagi, ini lagi di kerjain." jawab Angel, dia beralasan sedang mengerjakan skripsinya untuk menghindari Kevin.
"Hmm, ya udah deh kamu selesaikan dulu skripsinya nanti soal jalan bareng kita bahas lain kali aja, ok?"
"Hm, ok" "kalau gitu aku lanjutin dulu yah skripsinya, nanti aku telfon lagi."
"ok deh babe." dengan nada memelas Kevin menutup telfonnya.
*Angel sampai kapan kamu mau begini sama aku, kenapa gak coba buka sedikit hati kamu buat aku.* batin Kevin.
di sisi lain Angel. " siapa sebenarnya cintaku ya Tuhan? Aku tidak ingin menyakiti siapapun." Merasa bingung, kemudian terdengar bunyi perutnya " kruyukkk, upsss aku lapar ternyata." beranjak dari tempat tidurnya dan melangkah ke ruang makan di lantai bawah.
"Apa apaan ini, tidak ada makanan? Oh iya aku lupa kan belum cari pembantu, kemarin disuruh papa. Ya sudah aku makan di restoran saja dulu." melangkah kembali ke kamar untuk mengambil sweater dan mengganti pakaiannya.
Di kantor Alex
Datang dan langsung bergulat denga berkas tanpa menoleh sedikitpun, bahkan sekretarisnya Kim tidak berani bertanya apapun, hanya memberikan berkas yang harus di baca dan di pelajari oleh bosnya. Dengan teliti Alex membaca setiap berkas sampai tak terasa jam makan siang pun tiba, para karyawan sudah banyak yang menuju kantin kantor
"Kim, hari ini kita makan di luar!" Ucap Alex pada sekretarisnya, dia tidak membawa bekal dari ibunya karena masalah pagi tadi.
"Baik tuan, saya siapkan mobil dulu." jawab Kim yang langsung berlalu menuju lantai bawah.
Bos dan sekretaris sama sama dingin, berkharisma, dan juga tampan. Jadi jika di kantor semua pengagum mereka hanya bisa menatap mereka tanpa bersuara, karena satu kata saja tentang mereka terucap maka akan langsung dilempar keluar dari sana. Dari arah lift khusus Presdir keluar dua sosok laki laki tampan dewasa, yang di depan sangat dingin bagai es batu yaitu Kim, tapi lebih dingin lagi yang di belakangnya, siapa lagi kalau bukan Alex yang dinginnya bagaikan Antartika. sesampainya di lantai bawah atau tepatnya di loby, Kim segera menuju parkiran untuk mengambil mobil, kemudian menuju loby untuk menjemput bosnya.
"Kita akan makan di restoran yang dekat dengan kantor, cari!" memerintah sekretarisnya masih dengan kesalnya.
"Ehm, tuan apa saya boleh bertanya ada masalah apa?" tanya Kim yang sudah mulai penasaran, dia memang kurang tahu setiap kejadian di rumah itu karena dia punya apartemen sendiri.
"Haaahh," menghela nafas sambil bersandar di kursi mobil. " Orangtuaku ingin aku segera menikah dengan Lanie padahal aku sama sekali tidak mencintainya." Ucap Alex dengan nada gusar.
"Kenapa tuan muda tidak batalkan saja pertunangan ini?" Kim memberi saran, karena dia sudah menyelidiki diam diam tentang Lanie dan banyak hal ganjal tentangnya.
" nanti malam akan aku coba, jika mereka datang ke rumah."
"Hey, apa yang kau katakan, bukankah umurmu itu sudah kepala 3, kenapa pula aku mau menahanmu di sisiku, memangnya kau mau jadi perjaka tua?" Jawa Alex dengan tertawa kecil yang membuat senyum mengembang di bibir Kim. " akhirnya bos tersenyum juga" begitu pikirnya.
setelah mobil melaju selama beberapa menit akhirnya ada sebuah restoran yang cukup sederhana yang mereka lihat dari jauh dan Alex ingin makan di tempat itu, tapi setelah mobil sudah akan masuk parkiran, tiba tiba ada motor gede yang datang dan menghadang mobil mereka dan mengambil area parkir mereka, kedua lelaki di dalam mobil mengernyitkan dahi mereka melihat siapa yang ada di depannya, ketika Kim akan membuka pintu mobil tiba tiba orang itu turun dari motor dan membuka helm yang dia pakai, Alex sampai terpesona melihat kecantikan mahluk dihadapannya ini, dengan rambut lurus yang dia goyangkan ke sana kemari, baju kemeja kotak kotak berwarna merah dipadukan dengan jeans hitam, dan sepatu yang membuat gayanya seperti pria jika dia memakai helm." Kim ayo kita keluar" ucap Alex yang ingin tahu siapa wanita ini. Kim hanya mengangguk dan membuka pintu mobil dan menghampiri wanita itu. " permisi nona, apakah anda ini pembalap nasional atau dunia? kenapa tiba tiba menerobos area parkir kami?" tanya Alex pada wanita itu.
"Maaf, tadi saya buru buru dan sekarang juga saya buru buru, permisi." ucap wanita itu sambil berlalu meninggalkan keduanya.
Apa ini, tuan muda di tolak oleh wanita, haha ini sungguh hal yang langka. Kim
"Kim ayo masuk, apa kau tidak mau makan?" ucap Alex agak dingin karena tau apa yang dipikirkan oleh sekretarisnya itu.
"Baik tuan." berjalan sambil menahan tawanya.
mereka memilih duduk di pojok dengan pemandangan luas agar mereka tidak merasa sumpek dengan orang ramai di dalam restoran.
dari tempat Alex duduk ia bisa melihat pemandangan di sampingnya, begitu pula dengan gadis yang ada di hadapannya, atau tepatnya di belakang kursi Kim sedang memandangi taman tanpa melihat kemanapun. Selama ini Alex tidak pernah tertarik dengan wanita manapun selain kucing kecilnya, tapi kali ini sepertinya ia benar benar tertarik dengan wanita dihadapannya ini, Kim memesan makanan dan bertanya pada bosnya tapi tak ada jawaban sama sekali akhirnya menepuk punggung tangan bos nya. " Tuan, tuan, anda mau pesan apa?" tanya Kim pada Alex. Alex yang kaget langsung sadar dari lamunannya kemudian menjawab gugup, " ehm, spaghetti cheese bolonaise dan jus anggur." jawab Alex menutupi kegugupannya, takut yang di lirik sedari tadi akan curiga.
Namun terlambat, yang di lirik sedari tadi sudah sadar dan langsung melihat ke arah Alex dengan tatapan tajam dan sinis tak memperdulikan orang yang ada di hadapannya, namun seketika matanya membulat karena orang yang dihadapannya adalah orang yang dia terobos area parkirnya kemudian menggerutu dalam hati, " kenapa harus dia sih, apa dia dendam soal tadi yah?" ah sudahlah bodoh amat." sambil menunggu pesanan ya kembali menatapi taman.
Ehm, selamat siang semuanya saya MC di restoran ini dan mohon maaf karena penyanyi kami sedang berhalangan dan tidak bisa hadir untuk menghibur anda sekalian, jadi mohon maaf yang sebesar besarnya, silahkan menikmati makan siang kalian dan selamat siang. mendengar MC berkata seperti itu, Angel bangkit dari duduknya dan naik ke atas panggung mengambil gitar dan bernyanyi.
*Lihatlah luka ini...
Yang sakitnya abadi...
Yang terbalut hangatnya bekas pelukmu..
Aku tak akan lupa..
__ADS_1
Tak akan pernah bisa...
Tentang apa yang harus memisahkan kita..
Saat ku tertatih...
Tanpa kau di sini...
Kau tetap ku nanti....
Demi keyakinan ini...
Jika memang dirimulah, tulang rusukku...
Kau akan kembali, pada tubuh ini....
Ku akan tua dan mati dalam pelukmu
Untukmu... seluruh nafas ini.. ooo
Kita telah lewati...
Rasa yang pernah mati...
Bukan hal baru bila kau tinggalkan aku...
Tanpa kita mencari, jalan untuk kembali...
takdir cinta yang menuntunmu... kembali padaku...
Saat ku tertatih...
tanpa kau di sini...
kau tetap ku nanti demi keyakinan ini...
jika memang kau terlahir hanya untukku...
bawalah hatiku dan lekas kembali...
kunikmati rindu yang datang membunuhmu...
Untukmu seluruh nafas ini...
Ini yang terakhir.. ( aku menyakitimu)
dan ini yang terakhir... (aku meninggalkanmu)
takkan ku sia siakan hidupku lagi..
jika memang dirimulah tulang rusukku..
kau akan kembali pada tubuh ini...
ku akan tua dan mati, dalam pelukmu...
untuk mu seluruh nafas ini...
untuk mu seluruh nafas ini...
Untukmu seluruh nafas ini.....
__ADS_1
Halo halo kembali readers mohon bantuannya yah kalau masih banyak typo dimana mana dan belum bagus ceritanya bisa langsung kritik di kolom komentar atau melalui chat grup supaya saya bisa tau dimana letak kesalahan dalam penulisan karya saya ini😁😁😁 selamat membaca😁😁😁