Pria Dingin Itu Suamiku

Pria Dingin Itu Suamiku
Part 4


__ADS_3

*Mobil mewah itu tiba di sebuah rumah yang megah bak istana dan segera memasuki halaman kemudian tiba di depan pintu rumah, semua dekorasi hampir terbuat dari emas namun digabungkan dengan perak yang semakin menambah kemewahannya. Pria itu turun dari mobil yang pintunya saja harus dibuka oleh sang sopir tanda bahwa ia adalah orang yang sangat penting bagi rumah ini. Dialah Davian Alexander Harvey, putra tunggal dari keluarga Harvey yang sejak umur yang masih muda harus mengorbankan masa kecilnya agar bisa fokus menjadi seorang penerus Harvey Group yang sudah lama di rintis oleh kakek dan ayahnya.


Dia selalu bersikap dingin, angkuh, acuh, dan selalu berwajah datar yang membuat semua orang yang menatapnya akan merasa takut kepadanya, dia juga mempunyai tunangan dari keluarga Alberto yang bernama Lanie Alberto, putri tertua dari keluarga Alberto dan mempunyai 2 adik perempuan*.


*Pria itu melangkahkan kakinya dan segera pintu terbuka, pintu dibuka oleh seorang kepala pelayan yang selalu siap siaga menggantikan pakaian dan memakaikan sendal rumah ketika sedang di rumah.


"Apakah sudah ada kabar tentang dia? tanya Davian kepada sekretarisnya yang biasa dipanggil **Kim***."


"*Saya sudah berusaha tuan muda tapi tidak ada jejak yang mereka tinggalkan di perusahaan mereka yang lama, mungkin mereka sudah pindah negara tuan." jawab sekretaris Kim dengan sigap.


"HuH,,, kemana lagi aku harus mencarimu." ucap Davian sambil memijat keningnya yang terasa berat.

__ADS_1


Setelah itu ia berjalan ke kamar dan menutup pintu dengan keras*.


"*Aku harus terus berusaha menemukan orang yang dicari tuan agar sikapnya bisa berubah kembali saat masih berumur 11 tahun." ucap sekretaris Kim dalam hati.


Sekretaris Kim adalah sahabat terdekat Davian karna sedari kecil mereka sudah bersama sampai sekarang pun Kim sangat mengormati sahabatnya itu hingga dia mengabdi sebagai sekretarisnya*.


Davian juga mempunyai 2 sahabat tempatnya melampiaskan kekesalannya, namun kedua sahabatnya itu tetap tertawa atas perlakuan Davian terhadap mereka, dia adalah Niko Alvian Fransiskus dan Fiko Ardiansyah Mahesa, mereka putra tunggal dari keluarga Fransiskus dan Mahesa, yang sama-sama menjadi CEO perusahaan keluarganya masing masing sama dengan Davian, namun mereka berdua masih jomblo sedangkan Davian memiliki tunangan meskipun ia terpaksa.


Di baru saja keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk putih di pinggangnya, ia berjalan menuju lemari pakaian dan mengambil piyama lalu memakainya dan langsung merebahkan diri ke tempat tidurnya, seketika dia ingat kejadian tadi saat dia mendengar nyanyian seorang gadis kemudian dia berhenti tepat di bawah balkon kamarnya dan melihat ke atas, dia hanya bisa melihat dagu gadis itu namun suara dan lagu yang dinyanyikannya membuat dirinya seketika teringat pada kucing kecilnya dulu( hayooo siapa kucing kecilnya hayyooo😁😁😁).


tanpa di sadari air matanya jatuh menngingat masalalu yang membuatnya harus meninggalkan kucing kecilnya dan pergi jauh. Dia mengutuk dirinya sendiri karna meninggalkan seseorang yang sampai saat ini masih ada dalam hatinya.

__ADS_1


Sampai saat ini pun dia masih belum bisa mewujudkan impian mereka, karena sampai saat ini Davian belum tahu cara bermain gitar karena di sibukkan dengan urusan perusahaan sedari kecilnya*.


Apakah aku akan mengenalmu jika kita ditakdirkan bertemu kembali kucing kecil?


Apa kau akan memaafkan ku karna meninggalkanmu selama 14 tahun ini?


Apakah aku masi bisa mencintaimu kembali, setelah apa yang kulakukan padamu?


Pertanyaan itu terus memenuhi pikirannya sampai akhirnya ia tertidur dan masuk ke mimpi indahnya.


**Hayyy😁😁 jangan lupa baca kelanjutan episode nya yah dan perbanyak like agar saya bisa melanjutkan episode selanjutnya.

__ADS_1


terima kasihhhhhhhh🤗🤗🤗🤗**


__ADS_2