PRIA TAMPAN PENAGIH HUTANG ITU SUAMIKU

PRIA TAMPAN PENAGIH HUTANG ITU SUAMIKU
Bab 3 Tragedi


__ADS_3

Sitttt...Brakk


"awhh... aduh" rintih Zahra.


Ketika membuka mata motornya sudah jatuh dan dirinya sudah terduduk di sebelah motornya.Ketika melihat sekelilingnya jalan aga sepi dan zahra melihat mobil mewah itu tergore parah matanya melotot karena terkejut.Bagaimana ini gumangnya


"Nona kau telah mengores mobilku" kata pria berkacamata itu dengan tegas.


Suara pria itu membangunkan lamunan Zahra ,Zahrapun menoleh ke asal suara itu.


" Baik tuan saya akan bertanggung jawab" kata Zahra dengan tegas.


"Baik jika kau akan bertanggung jawab, tapi saya tak ingin uang ?"jawab pria itu.


" lalu anda ingin apa tuan" jawab Zahra denga posisi masih terduduk. Lalu pria itu berjongkok.


" Yaitu kau harus menjadi istriku, mau tidak mau kau harus mau "kata pria itu.


"Apa maksutmu tua pernikahan bukan lelucon dan pernikahan sekali seumur hidup itu prinsipku, dan kita baru bertemu " sahut Zahra dengan marah .


Pria itu melepas kacamata hitamnya dengan eleganya dan menatap Zahra dengan tajam Zahrapun membalas tatapan tajam pria itu. "Kau sudah bilang untuk bertanggung jawab berarti kau harus memenuhi permintaanku" kata pria itu dengan senyuman tipisnya nyaris tak terlihat.


" Tuan kau pasti tadi terbentu jadi omonganya melantur , kau tidak seriuskan tuan, kita tidak saling kena tiba tiba kau menginginka aku untuk menjadi istrimu sangat konyol dan aku tidak tau namamu" kata Zahra sambill tertawa.


" Maaf nona sudah puas tertawamu" kata pria itu dengan penuh penekanan.Zahrapun langsung berhenti tertawa lalu menatap pria itu.


" Apa anda serius tua kita tidak saling menggenal" Aku Zahra.Mimpi apa aku semalam Ya Allah gumang Zahra dalam hati.


" Tentu saya serius " dengan tegas Pria itu berkata menatap Zahra dengan tajam.

__ADS_1


Zahrapun dipandang dengan seperti itu pun menjadi salah tingkah.


"Baik saya akan memperkenalkan diri nama saya Adelard dan nama anda nona" kata Adelard sabil mengulurkan tangan.


" Aku Zahra " Zahra sambil menyambut uluran tangan Adelard.


" Baik nanti malam saya akan melamarmu jadi persiapkanlah dirimu nanti malam.Permisi nona, sampai jumpa nanti malam" kata Adelard sambil mengulurkan tanganya untuk membantu Zahra berdiri.Zahrapu tanpa sadar menerima uluran pria itu.Ketika Zahra sudah sadar pria itu sudah pergi dengan


mobilnya.


"HAI TUAN AKU BELUM MENERIMANYA ,JANGAN ASAL MELAMAR ANAK GADIS ORANG SEMBARANGAN" Teriak Zahra tapi mobilnya sudah menjauh.


"Apakah aku sedang bermimpi "kata Zahra dengan lirih.Zahrapun langsung mengabil motornya untung saja tidak lecet


langsung tancap gas menuju tujuanya agar bisa melupakan kejadian tadi yaitu bekerja.


πŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒπŸƒ




" Waalaikumsalam " sahut tiga karyawan lain bersamaan.


" Tidak apa-apa boss semuanya berjalan lancar, tapi hanya pesana buket bunga satu ini bos ,katanya harus bos yang mengantarkannya dari perusahaan Purnama yang terkenal itu bos" kata sekertarisnya yang bernama Nadin .Sabil menujukan bunganya.



"Baik aku akan ku antarkan, jam berapa suruh aku mengantarkanya " tanya Zahra sambi berjalan menuju sofa lalu mendudukan tubunya.Sekertarinyapun mengikutinya dari belakang dan menjawab.

__ADS_1


"Tadi Sekertarinya bilang ketika jam istirahat saja bos"jawab Nadin.


" Baik masih 1 jam lagi ,ok kamu kembali ketugasmu cek semu bunga yang baru datang jika ada sesuatu lapor ya " kata Zahra sambil berdiri menuju ruanganya.


"Dan semuanya tetap semangat bekerja" aku Zahra menyemangati.


" Ok bu boss " sahut Nadin dan lainya dengan semangat .


Di ruangan bercat kuning dengan disain elegan disudut ruangan ada vas bunga yang di isi bunga mawar merah dan mawar putih di hias dengan rapi dan di sebelahnya ada rak buku yang tertata rapi,Zahrpun langsung duduk dikursi empuknya ada meja berbahan kayu jati didisain dengan rapi dan nyamanlangsung melihat lihat berkas berkas sampai tidak terasa hampir jam istirahat .Zahrapun bergegas keluar dari ruanganya untuk memberikan pesanan bunganya agar tidak telat.Melihat sekertarinya yang sedang meneliti bunga yang baru datang, Zahrapun bergegas menghapiri utuk bertanya di mana buket bunga yang di pesan Perusahan Purnama." Nadin dimana pesana bunga yang harus saya antar" tanya Zahra.Nadin menoleh keasal suara itu dan menjawab.


" Sebentar Bu saya ambilkan " jawab Nadin dan berjalan menuju bunga yang dimaksut dan diberikan ke Zahra.


"Ini bu buket bunganya"kata Nadin sambil menyerahkan bunganya.Zahrapun menerimanya." Terimakasi dan teruskan kerjaanmu"kata Zahra.


"OK bu " sambil menggacungkan jempolnya


Zahra bergegas menuju motornya dan menacap gas menuju Perusahaan Purnama.Dalam perjalana melihat buket bunganya yang dibawa merasa aneh .


Kenapa bunganya seperti....


.......


.......


.......


BERSAMBUNG


JANGAN LUPA LIKE ,VOTE ,KOMEN

__ADS_1


TETAP SEMANGAT.


🌻TERIMAKASIH🌻


__ADS_2