PRIA TAMPAN PENAGIH HUTANG ITU SUAMIKU

PRIA TAMPAN PENAGIH HUTANG ITU SUAMIKU
Bab 4 Memberikan Bunga pesanan.


__ADS_3

🌻Selamat Membaca🌻


Zahra bergegas menuju motornya dan menancap gas motornya menuju Perusahaan Purnama.Di dalam perjalana sedang lampu merah memberhentikan motornya Zahra melihat dan mengamati buket bunganya yang dibawanya merasa aneh.Kenapa buket bunganya seperti yang aku sukai , dan juga kenapa jantungku berdebar -debar mungkin hanya perasaanku gumang Zahra mengelengkan kepala.Zahra melajukan motornya ketik lampu suda beralih hijau .


🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Sesampainya di Perusahaan Purnama Zahra melihat sebuah gedung mewah menjulang tinggi dengan tatapan terpesona .Apakah ini benar alamatnya, tapi ini benar tertulis Perusahaan Purnama gumang Zahra dalam hati.


Zahra memarkirkan motornya ditempat parkir roda dua. Zahra melepaskan helmet bogo berwarna kuning kesukaanya dan ditaruh di bagasi motornya.Mengambil kunci dimasukan di tas selempangnya dan mengabil buket bunganya.Zahra berjalan menuju dua Pak Satpam yang sedang berjaga di luar pintu untuk bertanya.


"Permisi Pak " sapa Zahra ramah sambil tersenyum ,sesampainya di dua orang satpam tersebut.


" Ya nona ada yang bisa saya bantu " balas ramah satpam satunya mewakilinya .


" Ini saya ingin mengantarkan pesanan buket bunga dari Toko Casilda Camilla "


kata Zahra.


"Anda bisa menemui Resepsionis itu nona " kata Pak Satpam sambil menujukan meja Resepsionis di dalam ruangan itu.


" Terimakasih Pak infonya" sahut Zahra.


"Sama Sama nona" jawab Pak Satpam. Zahra berjalan menuju ke arah meja Resepsionis yang di tunjukan Pak Satpam tadi.Untuk bertanya, sampai di meja Resepsionis .Resepsionis itu menyapa dengan ramah Zahra.


" Selamat datang di Perusahaan Purnama" kata Resepsionis yang bernama Tani tertulis di tagnya .Zahrapun tersenyum ternyata disini karyawanya ramah - ramah guman Zahra." Ada yang saya bisa bantu nona" tanya Tani Resepsionis itu.


" Saya Zahra Inaya Arkanza dari toko bunga Casilda Camilla " kata Zahra pada

__ADS_1


Resepsionis.


" Anda sudah di tunggu nona lift nomer 50 " jawab Tani tersenyum.


" Terimakasih mbk " kata Zahra membalas senyuman Resepsionis.


Zahra bergegas menuju lift karyawan dan ada 3 karyawan wanita di dalam lif yang melihatnya memencet tombol nomer 50 .Karyawan itu tersenyum sinis dan berbisik bisik di belakang walaupun Zahra masih mendengarnya.


"Hei … hei lihat dia memecet nomer 50" katanya karyawan 1 lirih sambil meloto memanggil teman karyawan yang di sebelahnya.


" Mungkin penggagum bos dan sekertarinya tampan seperti kita atau dia mau menggoda bos kita dengan


penampilan biasanya itu pasti lansung di usir" katanya agak lirih karyawan 2 yang berpenampilan menor.


" Masa ya haaahh" kata karyawan 3 dan ketiga karyawan itu pun tertawa.Pintu Lift terbuka menuju ruangan ketiga karyawan bekerja mereka keluar masih tertawa dengan sengaja menyengol bahu Zahra .Zahrapun tergeser dua langkah ke kanan lift dan lift tertutup dan hanya Zahra seorang diri di life.Zahra melihat


ketiga karyawan itu sudah menghilang dari padanganya dengan marah.


Krrruk……Krruk……


Bunyi perut Zahra karena belum makan.


"Aduh……perutku berbunyi minta disi ,


yang sabar ya cacing cacingku jangan berdemo dulu nanti kita makan bakso ok kata Zahra sambil mengelus perutnya.


Ting bunyi lift terbuka Zahra sudah sampai ketujuanya , Zahra bergegas keluar life ternyata ada penjaga life dan di lantai 50 sangat sepi dan damai tak ada karyawan satupun hanya penjaga di ruangan luas ini . Zahra berjalan menuju yang bertulis di papan terukir sangat indah yaitu Ruangan Presdir dan Sekretaris .

__ADS_1


Ruang sebelah terbuka dan menampakan ruangan terasanyaman dan elegan.


Dan juga menampakan seoran laki-laki tampan dia sedang menggankat telepon dari orang penting dan tinggi mungkin sekitar 188 cm. Mungkin itu sekertarinya karena ruanganya sedang .Orang itu selesa menelfon dan Hp pintarnya di masuka disaku celana dan menoleh ke arah Zahra .Lalu berjalan menuju ke arah Zahra dan berhenti tepat didepan Zahra.


" Apakah anda nona Zahra Inaya Arkanza" kata sekertaris itu denga suara beratnya.


" Ya benar tuan" kata Zahra menatap pria itu.


"Anda telah ditunggu Presdir nona ,pesananya" kata pria itu.


"Mari saya antar sampai depan ruanganya nona" sahut pria itu lalu berjalan dulu. Zahra mengikuti di belakang pria itu ,ooh jadi bosnya yang memesan bunganya kata hati Zahra.


"Ini ruangan Presdir nona silakan masuk.


Saya permisi " kata pria itu dengan wajah datar dan tatapan tajamnya .Ketika sudah sampai pintu ruangan Presdir pria datar itu langsung berjalan keruangan tadi lalu pintu itu tertutup.Zahra merasa jantungnya berdetak cepat perasaan aneh ini muncul lagi . "Bismilah " kata Zahra lirih .Ketika Zahra mengetuk pintunya pintunnya langsung terbuka dengan sendirinya.Zahra masuk melangkah keruangan itu dengan ragu - ragu dan disana ada seorang pria duduk di kebesaranya membelakanginya ada tulisan di atas meja kerjanya nama Presdir itu yaitu Adelard Ahwal Purnama.


Sepertinya aku kenal nama depanya tapi semoga bukan dia doa Zahra dalam hati.


"Tuan permisi saya Zahra Inaya Arkanza dari Toko Casilda Camilla ingin mengantarkan buket bunga ini " kata Zahra melihatkan buketnya.Pria itu membalikan kursi kebesaranya yang sedang diduduki.Zahra perekspresi terkejut karena pria itu ADALAH....


.......


.......


.......


BERSAMBUNG......

__ADS_1


HAYO SIAPA PRIA ITU IKUTI KISAHNYA SELENGKAPNYA HANYA DI PRIA TAMPAN PENAGIH HUTANG ITU SUAMIKU.


TETAP SEMANGAT DAN JANGAN LUPA LAIKE ,VOTE ,KOMEN


__ADS_2