
" Jika begitu Zahra ....eemm boleh bicara dulu berdua denganya" jawab Zahra melihat Adelard .Zahra merasa kaget karena ucapan laki-laki yang sedang menatapnya tidak main- main untuk melamarnya.
Hei Tuan semaunya dan pemaksa kenapa kau melamarku beneran si kitakan tidak saling cinta huaaa...Papa tolong anak permpuanmu ini yang manis.
batin Zahra menjerit.
"Silakan" ucap Mama Adelard dan Papa bersamaan .
"Baik ,Ayo" kata Zahra berdiri mengkode Adelard untuk mengikutinya.
"Kami permisi"pamit Zahra tersenyum sopan kepada kedua orangtua itu dan di jawa mereka berdua menggangkukan kepala .
Zahra berjalan menuju kolam renang di ikuti Adelard yang berjalan di belakanya.Kolam renang dirumahnya itu berada disamping kana bertepatan diatas kamarnya dan Amara .Sesampainya di depan kolam renang Zahra berhenti melangkah.Kepalanya menoleh kebelakang untuk mencari orang yang mau diajak bicara tapi orangnya malah menghila entah kemana.Zahra yang baru menyadari lampu ditempat kolam renang tidak ada yang dinyalakan,karena tidak biasanya tempat ini lampunya di tidak menyala.Hanya bulan dan bintang-bintang yang menerangi.
"Tuan Adelard ,hei anda dimana jangan bercanda ya"seru Zahra memanggil Adelard yang entah kemana orangnya.
__ADS_1
"Saya tidak ingin mai petak umpet di malam hari.Ya ampun kenapa lampunya tidak menyala segala nyebeli deh" gerut Zahra kesal dan juga dia takut gelap Zahra menoleh kesudu kana kolam renang dan kiri dengan tatapan takut. Zahra yang sudah siap-siap untuk kabur dari tempat ini,karena orang yang ingin di ajak bicara tidak tau kemana.
Awas saja ya jika ada Mbak-Mbak berdaster putih mendekatiku akan ku dorong kekolam biar kedingine dia heeee batin Zahra sudah mempersiapkan rencananya.
"Mencariku Zahra" kata seseorang dibelakang Zahra.
"HUAAAH HANTU" teriak Zahra berbalik karena terkejut refleks tanganya mendorong Adelard. Adelard yang tidak siap karena terkejut atas serangan Zahra memegang tangan Zahra dan mereka berdua terjatuh ke dalam kolam renang dengan posisi tangan kiri Zahra yang digengam Adelard dan tangan kananya memegang pundak Adelard.Sedangkan Adelard tangan kanan mengengam tangan Zahra, tangan kiri memegang pingang ramping Zahra.Mereka seperti ingin berdansa saja apalagi sambil bertatapan tanpa sadar.Zahra yang tersadar langsung melepaskan gengama tanganya dan berenang berenang diikuti Adelard menuju permukaan air.
Sedangkan orang-orang yang ada diatas keluar dari persembunyianya karena panik mendengar suara jeritan dan ketika itu lampu kolam renang dinyalakan tapi sepertinya terlamabat.Karena orang yang akan dilamar dan melamar terjatu kedalam kolam renang.Mungkin ini akan menjadi kesan yang tidak di lupakan untuk mereka.Amara yang melihat semua orang panikpun menenangkan mereka kalau Kakanya Zahra dan Adelard akan baik-baik saja.
Zahra dan Adelard yang muncul kepermukaan air mereka bernafas lega karena melihat baik-baik saja.
"Zahra maafkan aku acara lamara ini menjadi seperti ini.Aku ingin membuat kejutan lamaran untukmu"kata Adelard sedih.
"Dan anda membuat saya terkejut tuan Adelard"jawab Zahra tersenyum menatap Adelard tanganya terulur memegang pundak kokoh Adelard.
__ADS_1
"Sekali lagi maafkan aku acara lamaranya menjadi berantakan seperti ini.Dan juga bukan lamaran yang seperti kau impikan"kata Adelard merasa bersalah.
"It' s ok"ujar Zahra tersenyum.
"Zahra dengarkan saya dan tatap mata saya" perintah Adelard serius.Zahra hanya menggangkukan kepalanya.
"Gadis Kecilku ZAHRA INAYA ARKANZA maukah kau menikah denganku. Saya tau kalau kita sudah menikah akan ada ujian ujian yang berikan kepada kita kelak. Karena Allah ingin menguji cinta dan keseriusan kita dalam menjalin dan mempertahankan rumah tangga. Saya inggin melewati susah maupun duka dan menua bersamamu, hanya kamu" kata Adelard tatapan lembut dengan keseriusan.
"Jadilah istriku yang melahirkan anak-anak kita kelak. Saya melamarmu Zahra bukan tentang tangung jawab tadi pagi atau yang ada di pikiranmu itu. Ini murni memang ada niat di hatiku untuk melamarmu.Walapun kau tidak mencintaiku, kita bisa belajar mencitai, menghargai dan saling membangun kepercayaan itu bukankah yang paling penting dirumah tangga. Sekali lagi ku katakan Zahra. Maukah kau menikah dengan ku"aku Adelard menatap Zahra.
"Tuan Aku kedinginan" kata Zahra
BERSAMBUNG...........
Maaf ya🙏🙏 up nya lama dan gak rutin **sayang sayang ku kadang tergantung mood kalau mood nya buruk nati malah asal asal buat ceritanya dan gak nyambung😫😫. Kalian apa kabar? semoga kalian sehat selalu dan diberi rezeki melimpah...Amin.
__ADS_1
TETAP SEMAGAT YA KALIAN !!
JANGAN LUPA VOTE ,KOMEN,LIKE**.