
Hari - hari yang ku jalani sangat membosankan kalau enggak makan, tidur, makan tidur aku kayak seekor **** , untung hukuman ku tinggal satu hari lagi aku mencari informasi siapa saja yang akan datang ke acara ulang tahun kakak laki - laki ku. Hadiah apa yang cocok untuk para wanita ular , ulat bulu sama si tua bangka itu, aih... seandainya mereka tak membangunkan seekor macan yang sedang tidur maka tidak mereka tidak akan menemui bencana.
" Yang Mulia Putera Mahkota, Pangeran Ke 2 dan Pangeran ke 3 datang " kata seorang kasim dengan suara lantang yang membiat sang empu hampir terjatuh dari tempat duduk , lalu aku langsung memberi salam pada trio kakak beradik itu.
" Salam Yang Mulia Putera Mahkota, Salam Yang Mulia pangeran Ke 2, Salam Yang Mulia Pangeran Ke 3" kata ku sambil memberi salam dan memberi hormat.
" Ayolah Lili jangan seformal itu " kata Zhi Kun
" Aih.... Lihat wajah mu kayak kertas di tekuk gitu " kata Jiang Rei
" Aih... Aku kayak seekor **** kalau enggak makan ya tidur aku bosan sekali, udah terbiasa bebas lalu di kurung kayak.... " belum sempat aku menyelesaikan ucapan ku beberapa panah beracun melesat ke arah ku refleks aku menebasnya dengan pedang ku, aku menggunakan mata dewa milik ku langsung aku melesat ke arah para pembunuh bayaran itu lalu aku menyisakan satu orang lalu mengeluarkan obat ya atau di bilang racun untuk bunuh diri saat tertangkap.
" Siapa yang membayar kalian untuk membunuh ku?" kata ku
" Hmp... aku tak akan mengatakannya bahkan kau memaksa ku " kata pembunuh itu .
" O... Kau tak mau menhatakanya rupanya, tanpa kau bicara pun aku tau siapa yang mengirim mu kau di bayar oleh salah satu keluarga klan Liu kan ya lebih tepatnya Liu Xi Xi benarkan " kata ku sambil membuka topeng yang menutupi wajah ku , mata ku yang awalnya merah tua berubah warna jadi biru malam dan ada ukiran jam di mata ku.
" Kau... Bagaimana....Mata itu.... " kata pembunuh itu
" A... Aku lupa mengatakan bahwa aku bisa melihat kejadian yang telah berlalu dan bisa melihat masa depan, kau harusnya bersyukur bisa melihat mata ku sebelum mati " kata ku, sssslass aku menebas kepalanya dan membakar semua barang bukti dengan api dingin lalu aku kembali kekediaman ku.
" Lili kau baik - baik saja ? " kata Zhu Lan
" Aku baik - baik saja para kakak tampan ku " kata ku, mendengar hal itu wajah mereka berubah memjadi merah merona aku terkikik melihat respon mereka makin lama di goda maki merah wajah mereka .
" Lili berhenti menggoda kakak mu ini " kata Jiang Rei sambil menutup wajahnya yang sudah semerah tomat
" Baiklah kakak tampan~ " kata ku
" Lili....... " kata mereka bersamaan.
" Hahahahahhaha.... Baiklah... Baiklah... Aku tak akan melakukanya tapi wajah kalian bertiga sangat lucu jadi aku tak tahan melihatnya~ " kata ku
" Lili... " kata mereka bertiga akhirnya acara kejar - kejaran tak dapat terelakkan.
" Ayolah kakak tampan jangan marah donk kalau marah terus malah terlihat semakin tampan~ " kata ku
" Lili... Berhenti kau dasar adik nakal siapa yang mengajari mu merayu ha " kata Zhu Lan, acara kejar - lebaran di tonton oleh para penghuni istana mereka menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka.
" Aih... Kejahilan apa lagi yang di buat Li'er terhadap kakanya " kata Kaisar Zhu, sebagai mantan seorang ketua organisasi Mafia dengan lihai meloloskan diri dari tangkapan mereka.
" Hah.. Hah..Hah..Hah.. Aku menyerah susah sekali menangkap adik nakal itu " kata Jiang Rei
" Untuk menangap ku tidak semudah itu ferguson " kata ku sambil santai di atas pohon sambil makan buah persik abadi, aku melempar tiga buah persik dan mereka terbelalak melihat buah yang ada di tangan mereka.
__ADS_1
" Ini... " kata Zhu Lan
" Makan saja sebelum ada yang tau " kata ku
" Oh iya masalah pembunuh bayaran kau tau siapa yang mengirim mereka " kata Zhi Kun
" Aku akan menanganinya setelah acara ulang tahun kak Lan selesai aku akan buat tempat tinggal orang yang tanpa ia sadari menantang ku akan rata dengan tanah , oh iya kak Lan ingin hadiah apa dari ku? " kata ku
" Emmm... Apa ya terserah kamu aja " kata Zhu Lan
" Kan terserah aku jadi hadiah ku seorang wanita cantik mau enggak? " kata ku
" Gak ada yang lain selain wanita cantik? " kata Zhu Lan
" Gak suka wanita cantik jangan-jangan kakak... " kata ku sambil terkejut
" Aku masih normal tau " kata Zhu Lan
" Oh kirain abnormal " kata ku, aku merasa niat membunuh sangat besar dan melihat kebawah alamak kak Zhu Lan ngamuk.
" Lili.... Turun kau " tetiak Zhu Lan tanpa aba - aba aku kabur dan di kejar ama si Kak Zhu Lan.
" Mama.... Tolong aku " kata ku sambil teriak histeris dan berlari dengan kecepatan tinggi , aku kabur ke kediaman permaisuri nyari perlindungan sedangkan Zhu Lan mencari adik sialan itu ke kediaman ibunya.
" Lan'er apa yang kamu lakukan disini? " kata Permaisuri Fei
" Memangnya ada apa kamu cari lili? " kata Permaisuri Fei
" Dia membuat onar aku akan menghukumnya " kata Zhu Lan
" Tadi dia ada kesini, dia minta izin untuk ke suatu tempat ibu tidak terlalu paham tempat apa yang ingin ia kunjungi " kata Permaisuri Fei
" Oh kalau begitu aku undur diri " kata Zhu Lan, lalu ia pergi entah kemana .
" Lili kau bisa ke luar " kata Permaisuri Fei
" Fiuh ~ aku pikir aku akan di bantai olehnya " kata ku sambil menyeka keringat.
" Sekarang kau harus jelaskan kenapa kakak mu jadi marah " kata Permaisuri Fei, aku menceritakan awal mula kejadian permaisuri yang mendengarkan cerita ku malah tertawa mendengar cerita ku.
" Dia Susan sekali untuk berdekatan dengan wanita jadi banyak yang mengira dia abnormal, dulu tidak seperti itu setelah kematian wanita yang ia cintai akhirnya dia berubah seperti itu " kata Permaisuri Fei
" Pantas saja aku tawarkan wanita cantik dia enggak mau " kata ku sambil mengelus dagu.
S
__ADS_1
K
I
P
Hari yang di tunggu - tunggu bagi para wanita bangsawan untuk mencari perhatian dari para pangeran dan target utama mereka adalah Putera Mahkota yaitu Zhu Lan, awalnya aku ingin berpakaian seperti laki - laki harus kandas aku di paksa mengenakan hanfu wanita yang berat dan panas.
" Yang Mulia Kaisar dan Yang Mulia Permaisuri Memasuki Ruangan" kata kasim dengan suara lantang
" Yang Ulia Putera Makota, pangran ke 2, pangeran ke 3, pangeran ke 4 memasuki ruangan ( jeda)Pangeran ke 5, pangeran ke 6 dan Puteri Li Xuang memasuki ruangan " kata kasim
" Salam Yang Mulia Kaisar semoga Yang Mulia di beri umurpanjang sampai 1000th dan di beri kejayaan " kata kami bertiga
" Berdirilah anak ku duduklah ke tempat kalian yang sudah di siapkan " kata Kaisar Zhu
" Baik " kata Kami bertiga
" Baiklah, Zhen sangat berterimakasih karena mau datang acara ulang tahun Putera Mahkota Zhu Lan, jika ada yang ingin menampilkan bakatnya di persilakan " kata Kaisar Zhu, aku duduk di sebelah Permaisuri Fei aku sangat tidak berselera melihat acara unjuk bakat aku tertarik dengan camilan yang ada di depan ku kali ini aku memakai topeng setengah menutupi wajah ku.
" Lihat pipi lili menggembung lucu sekali " kata Selir Agung Yun Mei
" Benar sangat menggemaskan " kata Selir Yin Xue, sedangkan selir lainya hanya menggerakkan kepala mereka karena mereka sudah lama tidak mempunyai anak perempuan di istana.
" Oh Iya Kaisar Zhu sejak kapan kau punya anak perempuan bukanya semua anak mu laki - laki semua " kata Kaisar Wei alias ayah sialan dari tubuh ini entah kenapa saat melihat wajahnya aku ingin menghantamkanya ke lantai sampai hancur tak berbentuk dan lihat wanita ular dan erat bulu menatap ku dengan tatapan tajam rasanya ingin ku congkel matanya itu.
" Ada ape Lili Kay berhenti maka? " kata Selir Agung Yun Mei
" Lihat mereka yang di sebelah kaisar Wei " kata ku
" Memangnya ada apa " kata Selir Yin Xue
" Mereka menatap ku seolah aku akan dimakan hidup - hidup oleh mereka " kata ku , Kaisar Zhu mengumumkan kalau aku ini anak angkatnya awalnya ada yang tak percaya nama apalah daya setiap apa yang di katakan Kaisar Zhu adalah mutlak. Aku melihat sekitar dan tersenyum miring ada yang sedang menahan emosi ya tidak lain ya tidak bukan yaitu Liu Xi Xi ia tak menyangka para pembunuh bayaran yang ia kirim tidak membuahkan hasil, lalu acara menyerahkan hadiah telah di mulai satu persatu tamu undangan memberi hadiah dan beberapa wanita mencoba menggoda Putera Mahkota tapi hasilnya nihil aku tertawa didalaminya hati atas kebodohan mereka.
" Lili giliran mu memberikan hadiah untuk Putera Mahkota " Kata selir Yin Xue
" Benarkah, oh baiklah " kata ku sambil memberikan ujung jariku muncul sebuah kotak agak besar, semua orang melongo dan bertanya dalam diri mereka " Dari mana benda itu berasal " , ya ini dari cincin dimensi ku aku merelakan salah satu pedang koreksi ku yang aku dapatkan dari sebuah reruntuhan di hutan kematian lalu aku menyerahkan hadiah untuk jaga ku yang tampan.
" Kasim tolong buka kotak pemberian adik ku " kata Putera Mahkota , lalu dibukanya perlahan tapi pasti terlihat sebuah pedang yang sangat indah.
Semua orang yang ada di aula ini heboh karena pedang yang aku beri adalah pedang singa emas Padang terbuat no 3 yang telah lama menghilang dan kini pedang itu ada di hadapan mereka, semua orang menatap ku dengan tatapan heran aku tau apa yang ada di kepala mereka dan aku tersenyum miring melihat keterkejutan si wanita ular dan si ulat bulu.
" Lili ini.... " kata Zhu Lan
" E... Aku menemukan di sebuah reruntuhan di hutan kematian aku pikir pedang itu akan berguna suatu hari nanti jadi aku memungutnya dan membersihkanya, aku bingung hadiah apa yang akan aku berikan kepada mu dan teringat kalau aku mempunyai pedang singa emas jadi itulah yang aku pikirkan " kata ku sambil memainkan kedua ujung tangan ku
__ADS_1
" Apa tidak apa - apa kalau kau berikan pedang ini pada ku? " kata Zhu Lan
" Tidak apa - apa aku punya yang lain kok " kata ku , lalu acara di lanjutkan besok.