
Ke esok harinya...
Aku dan Yue berangkat ke istana sesampainya di sana aku menjadi satu dengan klon ku , aku melirik Yue dia sedang melongo tak percaya apa yang ia lihat bangunnya tak kalah megah dari bangunan yang ia tinggali bersama teman \- teman satu perjuangan lalu aku membuyarkan lamunanya
" Ekhem... Yue sampai kapan kau akan melamun?" kata ku
" Hehehehe... Tempat kediaman nona sangat luas bisa buat latihan para prajurit " kata Yue pelan
" Ayo masuk atau kau akan tetap di situ dan tidur di situ ? " kata ku
" A... Nona kau jahat " kata Yue tidak terima kalau di suruh tidur di luar.
" Ya kalau enggak mau ya masuk susah amat " kata ku
" Baik " kata Yue, lalu kami masuk ke dalam aku meminta para pelayan untuk menyiapkan camilan dan teh .
" Semuanya udah siap Puteri " kata salah satu pelayanan
" Hm... Duduklah " kata ku
" Tapi... " kata pelayan
" Aku tidak menerima penolakan " kata ku
" Lakukan saja nona tidak akan memakan kalian " kata Yue dengan nada tak bersalah.
" E... Baiklah " kata pelayan semua menikmati cemilan sambil senda gurau tak terasa hari mulai siang dan jam makan siang pun tiba dan kami makan bersama menurut ku membeda - bedakan orang akan membawa dampak negatif, ya membawa bencana lebuh tepatnya karena di beda - bedakan ada yang tidak terima lalu balas dendam itu yang sering aku lihat lalu seorang kasim datang dengan tergesa - gesa seperti di kejar apa aja.
" Salam Yang Mulia Peteri Li " kata kasim itu
" Ada apa? Kenapa kau tergesa - gesa? " kata ku
" Yang Mulia Kaisar meminta anda datang ke aula " kata kasim itu
" Baiklah, Yue ikut dengan ku " kata ku
" Baik nona " kata Yue, lalu kami ke aula terdengar sepertinya ada sesuatu yang mendesak.
" Yang Mulia Puteri Li memasuki ruangan " kata kasim
" Salam Yang Mulia Kaisar semoga di beri umur panjang sampai 1000 tahun " kata ku sambil memberi hormat.
" Berdirilah anak ku silahkan duduk " kata Kaisar Zhu
" Beribu - ribu terimakasih " kata ku lalu aku duduk di dekat Permaisuri Fei.
" Karena semua sudah berkumpul Zhen akan mengumumkan tentang kompetisi yang di adakan bulan depan dan sekaligus akan di adakan acara mencari pasangan untuk para pangeran atau puteri kekaisaran " kata Kaisar Zhu
" Apakah harus mencari pasangan? " kata ku bertanya pada Permaisuri Fei
" Itu harus sayang umur mudah cukup untuk segera menikah dengan salah satu pangeran " kata Permaisuri Fei
" Tapi... Aku.... " kata ku
" Tidak ada tapi - tapian " kata Permaisuri Fei
" Baiklah.. " kata ku pasrah
Lalu acara di lanjutkan tentang membahas permasalahan \- permasalahan yang akan terjadi saat kompetisi di adakan , aku hanya menjadi penonton saja malas ikut campur di kira sok pintar dan sok bijak aku telah meminta Jianheeng untuk mencari data siapa saja yang mengikuti kompetisi 5 hari yang lalu .
Aku sangat bosan lalu aku pamit kembali ke kediaman aku kira ada sesuatu yang mendesak ternyata membahas perjodohan, sungguh itu membuang tenaga ku dengan sia \- sia sepertinya para utusan mulai melakukan perjalanan kemari semoga mereka dapat membuat darah ku mendidih saat kompetisi berlangsung kalau tidak mereka akan berhadapan dengan raja neraka hahahahha....
" Kita ke gazebo sebelah sana " kata ku menunjuk gazebo yang di kelilingi kolam teratai.
" OK " kata Yue, lalu meminta pelayan membuat teh dan camilan, tak lama sudah siap aku menyuruh para pelayan pergi.
" Bagaimana? " kata ku
" Saya sudah mendapatkan apa yang nona inginkan " kata Jianheeng sambil menyerahkan dokumen , lalu aku membaca dokumen seulas senyuman terukir di bibir ku.
" Ho... Si para keroco ikut juga rupanya dan menargetkan para kakak tampan ku? Jangan berharap mereka bisa menikah dengan mereka aku sangat menantikan raut wajah mereka saat mendekati ambang kematian mereka hahaha... " kata ku sambil tertawa menggelegar bagi yang baru mendengarnya biasa - biasa saja tapi tidak untuk dua orang di hadapan ku mereka sangat ketakutan.
" Wah... Siapa yang menyinggung nona di kekaisaran Wei, sepertinya ajal mereka telah mendekat " kata mereka berdua di dalam hati mereka, aku mendengar isi hati mereka hanya tersenyum miring.
" Nona apakah anda punya masalah di kekaisaran Wei? " kata Yue
" Ya, yang membuat masalah dengan ku adalah mereka jangan harap mereka lolos dari genggaman ku aku akan membuat mereka ingin hidup tapi tak sanggup " kata ku sambil tersenyum cerah namun penuh dengan hawa yang berbahaya.
Glek...
__ADS_1
Mereka berdua dengan susah payah menelan salivah mereka, mereka berdua turut berduka cita atas apa yang akan terjadi pada kekaisaran Wei.
" Jianheeng kebalikan sepertinya akan ada yang datang kemari " kata ku
" Baik nona " kata Jianheeng , lalu dokumen yang ada di atas meja aku masukan ke dalam cincin dimensi ku.
" A.... Lili ternyata kau di sini rupanya " kata Jiang Rei, aku melirik sedekahnya itu siapa sepertinya pernah melihatnya tapi di mana ya?.
" Ada apa Kak Rei mencari ku? " kata ku sambil mempersalahkan mereka berdua duduk.
" Cuma ingin mengenakan mu dengan teman lama dia Putera Mahkota Anming Sying Chang Ming dari kekaisaran Ming " kata Jiang Rei
" Halo senang bertemu dengan anda Puteri Li " kata Putera Mahkota Anming
" E... Halo senang bertemu dengan anda Yang Mulai Putera Mahkota e... " kata ku terhenti aku bingung mau panggil apa namanya panjang sekarat raya.
" Panggil saja dengan nama depan ku " kata Putera Mahkota Anming
" E.. Baiklah " kata ku tak lama sesuatu menghantam kepala ku.
" Lili kau kenapa sakit kepala? " kata Jiang Rei
" Ada sesuatu ungu menghantam kepala ku, e.. biji buah persik? siapa yang kurang kerajaan membuang biji sembarangan " kata ku sambil celingukan dan aku menemukan sang pelaku ternyata para wanita gila yang beberapa minggu lalu datang ke kediaman ku dengan memaksa.
" Bukanya mereka.... " kata Jiang Rei
" Ada apa" kata Putera Mahkota Anming
" Para wanita gila, sungguh mereka membuat ku merinding karena kelakuan mereka kalau aku di beri pilihan berperang melawan 1 jt prajurit atau menghadapi mereka aku malah memilih berperang melawan 1 jt prajurit dari pada menghadapi mereka " kata ku sambil menggosok ngeri.
" Hahahahaha..... Kau benar Lili aku setuju dengan mu " kata Jiang Rei dan di angguk oleh Putera Mahkota Anming.
" Kenapa mereka gak lelah ya menatap ku kayak ingin menelan ku hidup - hidup atau jangan bilang mereka.... " kata ku sambil menoleh ke arah dua cogan di samping ku aku langsung menepuk kening ku aku melupakan mereka berdua mereka berdua nyengir kagak jelas , aku hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan mereka aku lupa kalau paras mereka yang membuat para puteri menatap ku dengan tatapan tajam karena tak ingin membuat onar aku pamit untuk kembali ke kediaman ku bersama Yue.
" Kenapa anda pergi nona kan tadi ada kakak anda " kata Yue
" Itu masalahnya jika aku tetap di sana aku akan di amuk masa para fans Putera Mahkota Kekaisaran Ming ia terkenal dengan kekuatanya sudah sampai pada tingkat Dewa tahap awal dan penampilanya yang membuat para wanita cantik bertekuk lutut " kata ku
" Tapi menurut ku biasa saja sih gak ada bedanya kayak pangeran yang lain " kata Yue
" Iya bagi kita biasa, tapi para wanita yang haus akan kekuasaan dan yang lainya itu sangat luar biasa " kata ku
" Sebenarnya sebelum aku di angkat menjadi anak angkat oleh Kaisar Zhu aku dulu adalah keturunan bangsawan namun saat kematian ibu ku aku mengasingkan diri selama 10 tahun di hutan kematian lalu aku membuang nama marga ku dan mengganti nama ku yang sekarang aku gunakan aku pikir semenjak mengasingkan diri aku dapat hidup dengan tenang namun aku tak menyangka aku bertemu pangeran ke 2 dan pangeran ke 3 dan aku menyembuhkan Permaisuri dan aku kira sampai situ aku berada di dunia luar ternyata entah takdir ku atau kutukan bagi ku kini aku kembali menjadi salah satu keluarga kekaisaran sungguh kisah hidup yang rumit aih.... sungguh malangnya diri ku " kata ku sambil menggelengkan kepala karena nasib yang aku miliki lalu aku menoleh ke arah Yue ternyata matanya Udah berkaca - kaca.
" Aku tidak tau kalau kisah hidup ku sangat rumit nona " kata Yue
" Semua orang memiliki kisah hidupnya sendiri ada yang biasa saja ada yang memiliki kisah hidup yang unik dan yang lainya itulah takdir kita tinggal jalani saja " kata ku
" Apa takdir bisa di ubah? " kata Yue
" Tergantung niat, jika itu aku maka aku akan mengubah takdir ku bahkan jika langit menentang ku aku akan melawanya " kata ku
" Hmmm... Begitu " kata Yue.
Hari mulai sore aku bergegas mandi setelah itu Yue aku berpakaian simpel namun tetap elegan, lalu aku disuruh ke aula untuk makan malam bersama dengan para tamu sungguh membosankan. Aku sudah katakan aku tak suka daging tetap aja huh.. aku hanya memakai sayuran yang di tumis, tak lama makan malam selesai dan di lanjutkan menonton pertunjukan aku merasa ada yang menatap ku ternyata Putera Mahkota Kekaisaran Ming dan Kekaisaran Han lama - lama jadi hak nyaman ingin aku menggali lubang lalu bersembunyi di dalamnya.
Aku menonton tengah tatapan malas sambil memakan camilan yang di sediakan oleh pelayan, kapan caranya selesai aku sangat mengantuk sekali jika aku di beri pilihan berburu hewan spirit atau menonton beginian aku milih berburu hewan spirit ini sungguh membosankan.
Si pembuat onar menunjukkan rencananya ya tidak lain ya tidak bukan Lin Yuan dari klan Lin, ia menunjukkan bakat menarinya tak lama ia selesai dan melirik ku dengan tatapan mencemooh aku membalas tatapanya dengan tatapan malas.
" Is.. para gadis gila itu mau mempermalukan ku tidak semudah itu ferguson " kata ku dalam hati
" Maaf Yang Mulia Saya dengar Puteri Li bisa bernyanyi saya penasaran seperti apa suaranya " kata Liu Yuan
" Oh Zhen juga penasaran Bisakah Puteri Li memperlihatkan bakat menyanyi mu? " kata Kaisar Zhu
" E... Baiklah jika Yang Mulia berkenan mendengar nyanyian saya " kata ku
" Lakukan " perintah Kaisar Zhu, lalu aku meminta RuRu berubah menjadi kecapi lalu aku memulai menyanyi.
Hati Yang Kau Sakiti ( Versi Inggris)
Don't every you say...
Your love just for me...
Because now you have share it..
Sore for you now
__ADS_1
I have to leave you..
Because you always hurt my heart...
Nothing else I can..
Do with out you..
I only could say
What I feel...
I cried imagine...
How cruel you are to me...
You shaned this love...
You prefer to go with her
Hoooo...
I cry when let you...
Go off from my entire life ...
And should you always to know..
I was the one you have hurted...
Ho.. Ooo...
Sorry for now...
I have to leave you...
Because you always hurt my heart...
Nothing else I can ...
Do whit out you...
I only could say
What I feel...
I cried imagine ...
How cruel you are to me ...
You shaned this love...
You prefer to go with her...
Hoooo....
I cry..... When let you...
Go off from my entire life...
And should you always to know
I was the one you have hurted...
Ho... Ooo...
I cried...
Hoo... Wooo... Ooo...
You have to know that my heart have....
Mereka menikmati lagu yang aku bawakan meski tidak tau arti nya tak lama aku selesai, banyak yang bertepuk tangan sedangkan disisi lain Liu Yuan mengertakan giginya karena rencana mempermalukan ku gagal.
" Zhen sangat penasaran apa kisah dari lagu yang kau nyanyikan? " kata Kaisar Zhu
" Lagu yang saya nyanyian adalah sebuah kisah yang menyayat hati lagu ini menceritakan sepasang kekasih yang telah resmi menikah lalu mereka mengikrarkan janji untuk saling setia tapi suatu ketika sang suami melanggar janjinya dan memiliki kekasih tanpa ada yang mengetahuinya karena sang istri curiga karena sang suami tak pulang telat dan di pakaiannya ada aroma parfum wanita dan akhirnya kecurigaan itu menjadi - jadi saat itu ia memutuskan untuk membuntuti sang suami ternyata sang suami tidak bekerja namun malah ke rumah seorang gadis dan mulai saat itu sang istri meminta cerai karena ia sudah terlanjur sakit hati dan mereka berpisah dan suatu ketika sang mantan suaminya datang kembali dan meminta balikan tapi apalah daya nasi sudah menjadi bubur tak ada lagi ke sempatan untuk kembali " kata ku panjang lebar
" Bagus Zhen suka ceritanya kasim beri puteri Li 5000 teal emas san dua gulung kai sutera lalu kirim ke kediamanyaBerdirilah anak ku silahkan duduk " kata Kaisar Zhu
__ADS_1
" Beribu - ribu terimakasih " kata ku lalu aku duduk di dekat Permaisuri Fei , acara ini berakhir pada jam 23:00 malam aku sangat mengantuk dan aku berjalan ke kediaman ku sambil terpejam sangking mengantuknya.