
Tak ada yang spesial di hari ini, sama saja seperti hari-hari biasanya.
Tak ada sajian nasi tumpeng di atas meja, surprise tiup lilin dan potong kue, bahkan ucapan selamat ulang tahun pun tak ada untuknya dari kedua sang putra.
Semua seperti lupa, tak ada yang mengingatnya.
Berbeda dengan 7 tahun yang lalu, ketika istrinya masih ada.
Bukan.. bukan bermaksud menyesali keadaan, tapi inilah kenyataannya
Seperti syair lagu yang acapkali di putar anak buahnya di bengkel miliknya, yang seringkali pula terdengar di telinganya, "Bila sudah tiada baru terasa, bahwa kehadirannya sungguh berharga.. "
Miris,, sungguh sangat miris.
Dia dan kedua putranya kini seakan berjarak, tak akrab lagi seperti dulu.
Tak ada lagi sambutan hangat ketika pulang bekerja, tak ada gelak tawa, sunyi.. sepi.. terasa hampa.
Hari ini tepat 37 tahun usianya, bertepatan pula dengan peringatan kematian istrinya yang ke 7 tahun.
Ya.. 7 tahun yang lalu, di usianya yang ke 30 tahun, Istrinya yang bernama Sekar Mayang, bermaksud memberikan kejutan untuknya.
Dengan mengendarai motor, istrinya berangkat dari rumah menuju bengkelnya.
__ADS_1
Naasnya, sebelum sampai di bengkel, motor istrinya ditabrak dari belakang oleh sebuah Truk yang supirnya sedang mengantuk, istrinya meninggal di tempat dengan darah di sekujur tubuh, otaknya berhamburan keluar dari kepala akibat terlindas.
Tak ada sepatah katapun ucapan selamat, entah ucapan selamat tinggal atau selamat ulang tahun dari mulut sang istri untuknya.
Kejutan yang di rencanakan sang istri sukses, sangat sukses
Dia sangat terkejut dengan kejutan yang istrinya berikan.
Bukan kejutan ulang tahun melainkan kejutan kematian.
Bukan raganya yang datang melainkan sesosok mayat, berwajah pucat, terbujur kaku tak bergerak.
Seketika dunianya hancur, dia hilang arah, larut dalam kesedihan dan penyesalan.
Sedikit demi sedikit mereka menjauh, menjadi jauh dan benar-benar jauh tak tergapai lagi.
Sekarang,. hanyalah penyesalan yang dia rasakan.
Dan akhirnya dia bertekad untuk memperbaiki semuanya walaupun sudah terlambat..
Dimulai dengan hari ini, di hari ulang tahunnya dan di hari kematian istrinya.
--------------------------\+\+\+\+\+\+----------------------
__ADS_1
Pagi ini, setelah shalat subuh, Cakra ke dapur untuk menyiapkan sarapan kedua putranya Aksa dan Aska yang akan berangkat sekolah.
Sudah seminggu ini dia berkumpul kembali dengan mereka setelah 7 tahun dibawah asuhan orang tuanya.
Semenjak istrinya tiada, Cakra hidup sendiri di bengkelnya.
Rumah yang dulu mereka tempati dijual, karena Cakra tak ingin selalu terkenang dengan mendiang almarhumah Istrinya.
Seminggu ini pula mereka menempati rumah baru, belum ada asisten rumah tangga.
Hanya sarapan pagi yang Cakra siapkan, untuk makan siang, anak-anaknya memilih makan di kantin sekolah dan dia di bengkel motornya, dan untuk makan malam mereka sering makan di luar.
Urusan pakaian Cakra menggunakan jasa laundry, hanya satu yang dia terapkan ke putra-putranya yaitu untuk kebersihan kamar merupakan tanggung jawab mereka sendiri-sendiri.
Setelah sarapan Aksa dan Aska bergegas berangkat ke sekolah, tanpa mereka sadari mereka telah melupakan 2 hari penting di hidupnya yaitu hari kelahiran Ayahnya dan hari kematian Ibunya.
Tak ada ucapan selamat ulang tahun untuk ayahnya, dan mungkin tak ada pula kunjungan ke makam Ibunya.
Cakra cuma bisa terdiam, mencoba berpikir positif kepada kedua putranya.
Mungkin pikirnya selama 7 tahun tidak tinggal bersama, mereka lupa tentang hari ini.
Dia berencana akan mengajak kedua putranya ke makam almarhumah Istrinya nanti sore, setelah pulang sekolah sekaligus mengajak mereka makan di luar.
__ADS_1
Setelah membersihkan rumah dan menguncinya, dia berangkat menuju bengkelnya.