Pulau Karang

Pulau Karang
Pantai - 1


__ADS_3

Mereka pun memasuki gedung utama. Saat berjalan masuk, mereka sudah mencium aroma bau makanan dari pinggir gedung tersebut. Danu, Warsa, dan Vera yang sudah berjalan terlebih dahulu langsung bergerak ke arah sumber bau tersebut, yaitu ruang makan penginapan. Sesampainya di sana ruangan tersebut ternyata masih kosong. Terdapat meja ditengah ruangan tersebut tempat meletakkan sarapan pagi.


 


Vera memilih tempat duduk di pinggir ruangan dekat dengan jendela besar sehingga dapat melihat ke arah kolam. Ia pun menarik kursi rotan berwarna kecoklatan dan meletakkan barang bawaannya di atas meja bundar yang terbuat dari kayu. Warsa pun duduk sebentar menemani Vera sebelum ia bergabung bersama dengan Danu yang sedang asik mengambil makanan.


 


Di meja tengah tersebut terdapat nasi goreng, mie goreng, kerupuk, dan roti tawar beserta dengan mentega, selai dan pemanggangnya. Di dekat meja tersebut terdapat tempat lebih kecil lagi untuk meletakkan kopi, teh, cangkir, dan gula. Danu dan Warsa langsung mengambil makanan tersebut, sementara Vera mengikuti mereka dari belakang.


 


Galuh dan Nadia pun berjalan masuk menyusul Danu, Warsa, dan Vera. Dalam perjalanan masuk Galuh mengamati beberapa foto yang terletak pada lorong saat menuju ke ruang makan. Terpajang foto foto tua di bingkai dengan kayu yang tersusun rapih sepanjang lorong tersebut. Di foto fofo tersebut terlihat seorang wanita tua berserta dengan pria tua dan anak laki lakinya. Galuh kemudian memperhatikan foto tersebut dengan seksama, dan tersadar itu adalah foto sang nenek penginapan.


 


“Galuh, ngapain kamu? Ayo makan” Nadia memanggil Galuh dari depan jalan masuk ke ruang makan


 


“Sebentar Nad, lagi liat liat foto ini” Jawab Galuh sambil melihat foto foto yang terpajang pada dinding tersebut


 


“Foto apa sih?” Nadia bertanya


 


“Ini loh kayanya foto si nenek deh, sama kakek dan anaknya kayaknya” Jawab Galuh  sambil melihat foto tersebut lebih dekat.


 


“Ya udah deh, aku duluan ya, nanti nyusul kamu” Nadia beranjak masuk ke dalam ruang makan tersebut, sementara Galuh masih melihat foto foto yang terpajang pada dinding lorong.


 


Hmm..


 


‘Kok kayanya pernah lihat ya’


 


‘Akh perasaan aja kali’


 


Seru Galuh dalam hatinya, sambil beranjak masuk ke dalam ruang makan


 


“Ayo cepet makan teman teman, nanti keburu habis diambil Warsa sama Danu nih!” Seru Vera saat melihat Nadia dan Galuh masuk sambil mengambil makan bersama dengan Warsa dan Danu


 


“Mana ada, aku makan dikit aja kok” Jawab Warsa sambil menunjukkan piringnya yang berisi nasi goreng, dua buah telur mata sapi, kerupuk, dan dua tangkap roti


 


“Iyaa, iyaa dikit Sa!!” Seru Danu sambil melipir ke meja makan


 


“Sue luu!” Warsa mengejar Danu diikuti dengan Vera di belakangnya


 


Setelah mengambil makanan yang terhidang, Nadia dan Galuh pun bergabung di meja makan bersama dengan Danu, Warsa, dan Vera. Nadia masih memandang sekitar ruang makan tersebut, berharap ada pengunjung lain yang masuk, namun meja meja dalam ruang makan belum juga terisi oleh pengunjung yang lain.


 


“Guys, kita jadi ke pantai gak hari ini?” Tanya Galuh yang bergabung duduk sambil mengambil bangku tambahan dari meja lain


 


“Ya iya lah ke pantai, mau kemana lagi, pantainya bagus kan kemaren kalian lihat” Jawab Nadia sambil menggeser kursinya ke samping sehingga Galuh bisa masuk ke tengah


 


“Bagus, bagus kok pantainya, pasirnya putih, airnya juga biru, iya gak Nu”

__ADS_1


 


“Hmm? Apaan ?” jawab Danu yang sedang asik mengunyah


 


“Pantainya, ble e, bagus kan pantainya kemaren?” Galuh mengulangi pertanyaannya


 


“Lahh, iya iya, bagus kok, udah hari ini kita ke sana dulu deh”


 


“Nah ya udah, pokoknya kita ke pantai dulu ya guys, baru kita cari cari spot foto lagi” kata Vera


 


“Spot jalan jalan, bukan spot foto” Danu memotong pembicaraan


 


“Yee,  sama aja ihh” Vera kesal


 


“Ya udah abis makan ini kita langsung ke pantai ya, jangan molor lagi, inget kalo kemaleman bisa bahaya” Kata Galuh mengingatkan teman temannya


 


“Okee, nanti ke villa bentar yang mau ganti baju sama ada yang diambil” Kata Vera


 


“ya udah jangan lama lama tapi”


 


“Iyaaa”


 


“Haloo, sudah bagun semua ini nak? Gimana makanannya enak tidak” Tiba tiba terdengar suara dari belakang mereka


 


 


“Alhamdullilah, ayo ditambah makannya nak”


 


“Siap nek!” Jawab Danu sambil berdiri hendak mengambil roti di meja tengah


 


“Ngomong-ngomong, nenek yang memasak makanan semua ini nek?” Tanya Galuh sedikit heran


 


“Hahaha, enggak lah nak, nenek dibantu oleh Kakek untuk masak semua ini”


 


“Hehehe, iya juga ya nek, banyak masakannya”


 


“Hari ini jadi ke pantai nak?”


 


“Jadi nek, habis sarapan ini kami mau berjalan ke pantai” Jawab Galuh


 


“Ingat pesan nenek kemarin ya nak, jangan terlalu malam pulangnya”


 


“Baik nek, kalau matahari sudah mau terbenam, kami pasti langsung pulang nek”

__ADS_1


 


“Baiklah, kalau begitu nenek kembali ke belakang dulu ya nak” Nenek pun berjalan perlahan meninggalkan ruang makan tersebut


 


Setelah selesai sarapan, mereka pun bergegas untuk berangkat ke pantai. Sebelumnya Vera dan Nadia kembali ke kamar terlebih dahulu untuk mengganti pakaian mereka. Nadia keluar dengan menggunakan dress setinggi paha berwarna biru tua dengan bahu terbuka disertaimotif bunga bunga berwarna merah, sedangkan Vera menggunakan bikini berwarna putih dengan celana pendek diatas paha berwana hitam dengan kain tipis menutupi bahu dan lengannya.


 


“Piwitt piwitt” teriak Danu melihat Nadia dan Vera sudah berganti baju mereka


 


“Apaan sih piwit piwit” teriak Nadia dengan nada marah


 


“Ih becanda doang atuh ngamuk hahaha” Danu ketawa sambil berlari dari pukulan keras Nadia


 


“Giamana baju gua Nu, keren gaak?” kata Vera memamerkan pakaiannya ke Danu


 


“Biasa ajeeee kalii” Jawan Danu sambil menjulurkan lidahnya


 


“Lih sialan lu yah!!” Vera ikut berlari dengan Nadia ingin memukul kepala Danu yang kurang ajar


 


“Bagus bagus kok Vera” Warsa berusaha menenangkan mereka


 


“Udah udah oi ayo cuss ke pantai, biar bisa lama di sana” kata Galuh sambil membawa tas berisi perlengkapan snorkling dan handuk untuk dipakai untuk di pantai


 


“Iya iya ayo cepat berangkat” kata Danu sambil tertawa terpingkal-pingkal berlari sendirian ke arah jalan setapak menuju pantai di depan


 


‘Hadeh gini aja lu lari lari masuk hutan sendirian’ geram Galuh dalam hati melihat tingkah Danu yang sudah menghilang di depan mereka


 


Galuh pun memimpin perjalan masuk ke dalam hutan menuju ke pantai. Udara panas terik disertai kelembapan tanaman-tanaman siang itu membuat tubuh mereka menjadi lebih sering haus. Nadia dan Vera berulang kali meminta minuman yang juga diletakkan di dalam tas Galuh. Di tegah cuaca panas tersebut, Galuh masih penasaran mengenai jalan yang mereka lewati semalam, dimana jalan tersebut bercabang menjadi dua. Galuh masih mencermati jalan, dan mencari posisi dimana percabangan tersebut, namun ia tidak menemukan jalan tersebut.


 


‘hmm apakah ada jalan jalan lain menuju penginapan ?’ ujar Galuh dalam hati


 


Setelah melewati perjalanan yang panas dan lumayan melelahkan akhirnya nampak warna kebiruan di ujung jalan setapak tersebut. Suara deburan ombak dan aroma udara laut sudah dapat mereka rasakan. Galuh pun mempercepat jalan mereka hingga akhirnya mereka tiba di pantai tersebut.


 


“Oii, lama banget sih jalannya!” teriak Danu yang sudah mengganti pakaiannnya dengan celana pendek


 


“Lah udah nyampe lu Nu? Gw kira lu nyasar lagi kaya kemaren” Kata Galuh sambil tertawa terbahak bahak


 


“Siall siall! Udah akh gw nyebur dulu!!!” Danu berlari menuju ke arah laut


 


Galuh pun meletakkan tas dan perlengkapan mereka di bawah pohon rindah di dekat pantai, ia pun bergegas mengganti pakaiannya dengan celana pendek.


 


“Luh, kami muter muter dulu ya, itu si Vera udah manggil manggil mau cari spot foto” Kata Nadia


 

__ADS_1


“Ya udah, jangan jauh jauh ya, hati hati!” balas Galuh yang sudah siap untuk menangkap Danu di kejauhan.


 


__ADS_2